Urtikaria atau Biduran

Kode ICD-10 : L50 : Urticaria

Sebagian besar dari kita tidak asing dengan biduran atau urtikaria (urticaria) atau kaligata atau liman (bhs Banjar, bujur kah Cil ?). Bahkan mungkin diantara pembaca ada yang pernah mengalaminya.

01_urticaria 02_urticaria 03_urticaria 04_urticaria 05_urticaria

Berat ringannya urtikaria bermacam-macam, setiap orang gak selalu sama. Ada yang hanya ringan dan sembuh setelah beberapa jam tanpa obat apapun (asal tahan gatalnya aja). Adapula yang hanya perlu antihistamin untuk ngurangi gatal dan adapula yang perlu pengobatan berkelanjutan.

Pada urtikaria yang ringan, mau dikasih apapun akan hilang dengan sendirinya, sehingga muncul kepercayaan turun temurun bahwa dengan mengkonsumsi makanan atau minum minuman tertentu (misalnya air kelapa, disembur, digosok minyak tertentu, dll) dianggap sebagai obat. Bebas aja sih, wong yang ringan kadang sembuh sendiri.

APAAN SIH ?

Urtikaria (urticaria, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit (dan mukosa) yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan (edema) interseluler.

Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung singkat (akut, kurang dari 6 minggu), lama (kronis, lebih 6 minggu) dan berulang (kambuhan).

ANGKA KEJADIAN

Berdasarkan angka kejadiannya, disebutkan bahwa sekitar 15-20% populasi mengalami urtikaria dalam masa hidupnya.

Kemungkinan mengalami urtikaria, tidak ada perbedaan ras dan umur (terbanyak pada kelompok umur 40-50 an) . Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita (60%).

JALAN CERITA (maaf, lebih enak gini ketimbang nulis patofisiologi)

Singkatnya, urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah (istilah kerennya: vasodilatasi) dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan (transudasi) dari membran pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamin yang dipicu oleh paparan alergen (bahan atau apapun pencetus timbulnya reaksi alergi).

Adapun pelepasan histamin terjadi melalui 2 mekanisme: (1) mekanisme imunologi, yakni reaksi hipersensitivitas type 1 atau adakalanya type 3; (2) mekanisme non-imunologi, (liberator histamin) yakni reaksi yang bersifat fisik.

PENYEBAB

Pada urtikaria akut (berlangsung beberapa jam hingga kurang dari 6 minggu), biasanya dapat diketahui penyebabnya dengan mengamati terjadinya urtikaria, sedangkan pada urtikaria kronis (berlangsung lebih 6 minggu walaupun udah diobati) dan berulang biasanya sulit diketahui penyebabnya.

Faktor Pencetus terjadinya urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

TANDA TANDA

Gejala atau tanda-tanda urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran.

Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga yang agak heboh yakni bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir membengkak (tambah seksi kali ya), daun telinga menebal dan adakalanya disertai perut mulas serta rasa demam.

Supaya gak berkepanjangan, kita loncati aja bab bentuk-bentuk klinis urtikaria dan lain-lain, langsung skip ke pengobatan dan serba-serbi seputar urtikaria. :P *dasar males nulis*

PENGOBATAN

Pada prinsipnya penatalaksanaan terbaik pada urtikaria adalah menghindari faktor penyebabnya, namun pada kenyataannya tidaklah mudah. Lha gimana, wong tiba-tiba si bentol merah langsung muncul tanpa peringatan sehingga sulit mengamati faktor penyebabnya. Kadang penyebabnya dapat diketahui tapi sulit dihindari, misalnya cuaca dingin, debu rumah, dll. Pada urtikaria akut dan ringan biasanya mudah disembuhkan tanpa atau dengan obat-obatan.

Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya:

(1) Antihistamin (H1):

  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya … :D

Efek samping antihistamin pada umumnya ngantuk, karenanya sebaiknya tidak minum antihistamin saat akan beraktifitas, … ntar pulesss ketiduran…. ehm… ;)

(2) Kombinasi setroid dan antihistamin, (misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dll), diminum 3×1 sehari.

(3) Ephedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.

(4) Adrenalin injeksi. Digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).

Sekali lagi, jenis obat di atas hanya contoh. Mungkin ada yang bertanya, gimana kalo make CTM (chlortrimeton) untuk pertolongan pertama ? Boleh, syukur kalo dengan itu udah sembuh.

FAQ SEPUTAR URTIKARIA

Berikut ini adalah cuplikan (sebagian) serba-serbi terkait urtikaria berdasarkan keseharian dan pertanyaan-pertanyaan di halaman tanya jawab maupun via email.

Apakah air kelapa bisa digunakan untuk obat urtikaria ? … Maaf, gak tahu … kalo yang ringan, gak diobati akan sembuh sendiri dalam beberapa jam (asalkan tahan gatal).

Bolehkan minum air kelapa untuk obat urtikaria? … Boleh, minum apapun boleh yang penting gak beralkohol. Dan yang lebih penting lagi, gak perlu repot-repot manjat kelapa malem-malem, ntar kalo jatuh malah runyam.

Dulu gak pernah biduran, koq bisa tiba-tiba biduran sih ? … Bisa saja, reaksi alergi dapat muncul kapan saja dan di mana saja tanpa pemberitahuan. Ini terjadi karena sistem imunologi kita bereaksi berlebihan terhadap alergen yang dulunya gak menyebabkan reaksi alergi.

Apakah orang yang mudah urtikaria berarti memiliki daya tahan tubuh yang lemah ? … Enggak lah … walaupun imunologi bisa diartikan daya ketahanan tubuh tapi bukan berarti orang yang mengalami reaksi alergi lantas merasa memiliki daya tahan tubuh yang lemah, bukan! Pengertian reaksi alergi terkait sistem imunologi kamsudnya tubuh kita bereaksi berlebihan. Ilustrasinya, suatu alergen (pencetus timulnya reaksi alergi) yang pada orang lain tidak menimbulkan apa-apa, tapi pada orang tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi karena dianggap “musuh”, selanjutnya alergen tersebut diikat oleh antibodi dan terbentuklah suatu ikatan kompleks antigen-antibodi, sehingga memicu pengeluaran hitamin yang menimbulkan reaksi alergi … gitu deh jalan ceritanya.

Biduran bahaya ga sih ? … Gaaakkk … gak bahaya, tapi guatelnya boooo, mana tahan. Kecuali kalo sampe terjadi syok anafilaktif, perlu penanganan khusus … tapi yang ini sangat jarang.

Apakah obat-obat di atas dapat dibeli di apotik ? … Silahkan dicoba :P

Biduran koq bandel, udah diobati macam-macam obat masih gak ilang-ilang, kenapa ??? … Hmmm, … termasuk urtikaria berulang, ato urtikaria kronis (kalo lebih 6 minggu) … silahkan sedekah ke dokter terdekat. ;)

Amankan minum obat untuk menaggulangi urtikaria pada kehamilan dan menyusui ? … Aman.

Apakah minum obat kombinasi steroid dalam jangka lama dapat menimbulkan efek samping ? … iya. Salah satu efek sampingnya, dapat terjadi pembengkakan (edema) pada wajah atau seluruh tubuh karena adanya retensi Natrium dan air. Untuk menanggulanginya hendaknya ke dokter *halah*, agar dapat diberikan obatnya dan diberikan petunjuk tata cara minum obat jangka panjang (menggunakan metode tappering off).

Masih banyak pernik-pernik terkait biduran (urtikaria) yang berkembang di masyarakat maupun di ruang praktek para dokter.

Silahkan berbagi.

Semoga bermanfaat.

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

About these ads

300 Responses to “Urtikaria atau Biduran”


  1. 1 ridhaniar Februari 14, 2009 pukul 4:56 pm

    PERTAMAX
    Kalo dikukur nambah jadi urtika gak cak? soalnya punyaku kalo tak kukur malah menjadi2 gatalnya…

    Duh semoga gak kumat lagi urtikanya… Cak pernah dengar pengobatan dengan tusuk jarum?

  2. 2 nararya Februari 14, 2009 pukul 5:03 pm

    saya nih langganan biduran. jaman doeloe sih, kalo sekarang uda makin pinter menghindari alergen2. saya alergi dengan seafood (ini masih sering makan), durian (dimakan juga, abis enak kan cak?), pinisilin (yang ini enggak dimakan, buat apa gitu lhoh). biasanya minum interhistim ato insidal. dua obat itu jadi jimat saya kalo lg bandel pingin makan durian dan seafood ;)

  3. 3 emkaha Februari 14, 2009 pukul 8:58 pm

    sharing yang bermanfaat sekali… thanks

  4. 4 Andri Journal Februari 14, 2009 pukul 9:44 pm

    Solehah Catur Rahayu dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan teknologi Kesehatan Depkes RI menganjurkan air kelapa muda sebagai obat alternatif urtikaria. Walaupun dalam analisisnya, memang belum diketahui benar apakah penyebab sembuhnya urtikaria hanya karena air kelapa muda semata.

    Sharing dok,
    http://eharmayaku.blogspot.com/2008/01/alergi-bernama-urtikaria.html

  5. 5 nawalahusada Februari 15, 2009 pukul 6:40 am

    hallo cak moki, salam kenal

  6. 6 myrza Februari 15, 2009 pukul 10:49 am

    Syukuuurr…kagak pernah.
    Ndahneo rek…suruh minum antihistamin. Kagak diminumin aja udah blag bleg…bisa-bisa ga bangun seharian.*pppzzz…..enaknya, tidur..mimpi kena urtikaria…nggak aja. Dokterr tolong*

  7. 7 Iqbalsandira Februari 15, 2009 pukul 2:13 pm

    Assalamualaikum…nice blog…mau tukaran link gak?? kalau mau, silahkan konfirm ke blog saya…

  8. 8 cakmoki Februari 15, 2009 pukul 6:58 pm

    @ ridhaniar:
    iya, kalo dikukur nambah bentol kayak gambar no.5
    aaf, saya gak tau pengobatan Tusuk jarum :)

    @ nararya:
    Hehehe, dah pinter, perlu ditiru oleh yang lain, sedangkan obatnya disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing.

    @ emkaha:
    Makasih Pak

    @ Andri Journal:
    Siiip, udah saya lihat… :)
    Sy paling suka lihat banner-nya…hehehe

    @ nawalahusada:
    Halo Mas, salam kenal juga … dari Tuban ya?
    Makasih kunjungannya

    @ myrza:
    Lho, katanya pernah biduran :D *ooo, ternyata mimpi*

    @ Iqbalsandira:
    Wa’alaikum salam…
    Udah lama saya link di halaman Temans
    Trims

  9. 9 keishka Februari 16, 2009 pukul 9:15 am

    waduw… kdg2 kalau kei habis outbond gt, kei pasti merah2 gatel2 gt.. tapi ga lama, ilang ko… :D ga tau knp, kei jrg sekali minum obat… :D krn kei pecaya Allah kasih daya tahan tubuh lbh bagus di bnding obat… hihih… gatel, udah pasti.. tapi dikasih kayu putih ilang ko… kei jg biasain, bwt ga garuk kalau gatel… solanya kalau digaruk malah makin menjadi gatelnya :P

  10. 10 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 2:21 pm

    @ keishka:
    cucuku pinter :)

  11. 11 telmark Februari 16, 2009 pukul 3:48 pm

    *bibir membengkak (tambah seksi kali ya)*

    +jadi mirip dgn angelina jolie cak? mmm.. ngebayanginnya mukanya kok jd tiba2 menginginkan semua CW kena biduran yah… hehe..

  12. 12 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 11:41 pm

    @ telmark:
    wah, selera sama nih… *tossss* :P

  13. 13 sibermedik Februari 17, 2009 pukul 4:55 pm

    Sekarang jamannya sudah psikoneuroimunologi cak pendekatannya…
    Axis HPA (Hipofisis-Pituitari-Adrenal) berpengaruh dalam mengendalikan faktor2 alergi, salah satu nya IgE pada urtikaria.

    Btw, OOT…Cak Tuoolooong..kecanduan FaceBook via HP nih!!! maklum di koas gak ada waktu bersosialisasi Face 2 Face ma teman2…ada nasehat gak?

  14. 14 cakmoki Februari 17, 2009 pukul 10:41 pm

    @ sibermedik:
    iya, pendekatan semacam itu sudah lama diperkenalkan sebagai salah satu cara mengendalikan faktor alergi untuk kasus yg diduga berkaitan dengan faktor psikis, disamping cara-cara lain yang terus dikembangkan. Namun, reaksi alergi adalah reaksi nan rumit dengan melibatkan banyak faktor (internal-eksternal).
    Bahkan sebagian ahli menyebutkan alergi sebagai proses misterius.
    Dalam praktek sehari-hari diperlukan integrasi berbagai metode yg bersifat individual.

    Fesbuk ? wah…saya malah juarang banget ngurusi fesuk. Gak usah dihindari, nikmati aja melalui psikoneuroimunotainment…hahaha.

  15. 15 dokterearekcilik Februari 19, 2009 pukul 12:26 am

    Ada buku yang menyebutkan hampir semua orang pernah setidaknya kena biduran sekali seumur hidup. Sebagian besar ringan jadi cukup ditiup dengan gaya ala dukun atau disembur air dari 7 sungai juga sembuh :D

  16. 16 cakmoki Februari 19, 2009 pukul 1:14 am

    @ dokterearekcilik:
    Mungkin ada benernya, cuma gak dirasa… hihihi, cari 7 sungai sambil garuk-garuk sinambi nembang gending lingsir wengi :D

  17. 17 mei Februari 19, 2009 pukul 12:53 pm

    pernah ada tuh ibu ibu disini demen sama ikan, bgt selesai makan setengah jam kemudia megap megap karena susah nafas, trus leher sama mukanya merah. aku panik dot com waktu itu..tak kasih norit merk cap*pules* 20 biji, eh setengah jam kemudian enakan..weleh weleh..kalau itu keracunan kali yak??hihi

  18. 18 cakmoki Februari 19, 2009 pukul 3:38 pm

    @ mei:
    hahaha… iya kali :D

  19. 19 flamingo Februari 20, 2009 pukul 3:24 am

    Cak, anak saya 9 tahun sejak 2 tahun ini terus berulang kali biduran. kalau tidak segera dikasi obat antihistamin maka bidurannya tambah melebar disekujur tubuh dan wajah. Saya capek bawa berobat kerumah sakit, soalnya saat dikasi obat hilang…beberapahari kemudian bengkak lagi. Sudah periksa darah..positif alergi tapi gak tau alergi apa. Saya disuruh dokter buat daftar makanan yang dimakan anak saya dan memperhatikannya, saya tetap gak tau penyebabnya, sebab..suatu saat dia makan “sesuatu” dia tdk gatel2..eh…dilain saat dia makan “sesuatu” itu dia kumat gatelnya. Pernah dokter ngasi CTM untuk jaga2 dirumah, tapi gak mempan,dok! Saya perhatikan… dia kumat gatelnya saat dia diare/mencret (Anak saya juga sudah 3 tahun ini kotorannya gak pernah sempurna. Sudah periksa tinja 3x, semua normal). Kata seorang dokter, diare anak saya itu karena alerginya, jadi bukan gatelnya timbul karena kondisinya turun saat diare.Saya takut anak saya makan obat terus. Mandi pagi hari saya masakin air panas, kalau tidak dia bengkak-bengkak. Tapi saat kondisi panaspun yah…bengkak2 juga dok! Jadi gimana dong? Saya berobat gak pernah tanggung2, semua yang berhubungan dgn laboratorium udah saya periksain. Semua obat dokter udah dihabisin. Ini saya baru naruh balsem dipundak anak saya yang mulai kemerahan ketika saya liat dia garuk2 sedang tidur. Mohon pencerahannya ya dok! Maaf curhat nih!

  20. 20 cakmoki Februari 20, 2009 pukul 12:17 pm

    @ flamingo:
    Ya saya paham … Urtikaria berulang (kronis) merupakan gangguan yg bersifat idiopatik (tidak diketahui penyebabnya secara pasti), yg ada hanya dugaan faktor pencetusnya, itupun hanya dugaan.
    Menurut saya gak perlu periksa Lab lagi, paling hanya menunjukkan Eosinofil dan IgE meningkat, dan itu emang terjadi pada semua jenis alergi, termasuk pada urtikaria.
    Begitu pula Test penyebab alergi, ntar malah muncul selembar daftar makanan dan bahan-bahan penyebab alergi. Walaupun dihindari tetep akan alergi, wong namanya aja idiopatik.
    Jadi, gak perlu menghindari makanan apapun kalo ternyata makan gak makan makanan tertentu tetep gatal.
    Tentang diare, mungkin bentuk lain reaksi alergi yg juga bermanifestasi reaksi alergi pada kulit secara bersamaan.

    Di sini, beberapa pasien juga mengalami hal yg sama dg anak bapak/ibu. Biasanya akan berkurang dan makin jarang kambuh seiring dengan tumbuh kembang anak.
    Cukup menyediakan antihistamin di rumah untuk jaga-jaga kalo pas gatal.
    Mengingat masih usia sekolah, sebaiknya menggunakan antihistamin yg gak begitu ngantuk dan dengan dosis tinggal (sekali dalam sehari supaya praktis.
    Obat-2 yg dapat digunakan, misalnya:
    1) Loratadine 10 mg (Anloz, Inclarin, Claritin, Glanos, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali aja.
    2) Cetrizine 10 mg ( Cirrus, Cetymin, Ryzen, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali.

    Salah satu dari kedua jenis obat tersebut diminum saat gatal aja.
    Sekali lagi, obat tersebut tidak menyembuhkan tapi mengurangi keluhan.

    Ditunggu perkembangannya ….Trims

  21. 21 meneerjulie Februari 26, 2009 pukul 3:43 am

    Saya sering kena ginian nih dok… suka2 aja munculnya. kadang2 gak ada angin, gak ada ujan nongol. seringnya sih saya cuekin aja (sambil digaruk2 sampai nikmat + lecet, tentu saja…) bisa diilangkan permanen gak sih dok?

  22. 22 Flamingo Februari 26, 2009 pukul 10:53 am

    Dok, mohon pencerahan lebih lanjut nih. kata dokter sediakan antihistamin di rumah untuk jaga-jaga kalo pas gatal, lalu ada obat lagi :
    1) Loratadine 10 mg (Anloz, Inclarin, Claritin, Glanos, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali aja.
    2) Cetrizine 10 mg ( Cirrus, Cetymin, Ryzen, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali.
    Maksudnya saya disuruh milih salah satu dari 3 obat tersebut ya dok? Trus.. nama yang didalam kurung… itu nama obatnya ya dok saat kita bilang ke apotik? Aduh…. bingung aku..!

  23. 23 cakmoki Februari 26, 2009 pukul 12:02 pm

    @ meneerjulie:
    ya, adakalanya tanpa ba-bi-bu langsung nongol.
    Gak bisa ilang permanen. Kalaupun luama gak nongol, suatu saat akan nongol juga … gak papa.

    @ Flamingo:
    Loratadine dan Cetrizine adalah contoh dari sekian banyak jenis antihistamin untuk meredakan gatal. Saya pilihkan k3dua jenis ini karena praktis dan relatif gak begitu ngantuk dibanding lainnya, tapi harganya lebih mahal.

    Loratadine dan Cetrizine merupakan nama generik sedangkan yang dalam kurung adalah nama dagang atau nama paten.
    Mestinya ke apotik cukup menyebutkan nama generiknya adapun merk dagangnya disuaikan dengan ketersediaan yg ada di apotik tersebut.
    Boleh juga menyebutkan nama dagangnya, namun kalo pas gak ada obat dg merk tersebut bisa jadi petugas apotik hanya bilang gak ada, padahal ada obat merk lain dengan kandungan yang sama.
    Gini aja, coba salin nama generik dan contoh nama dagang dari obat yg saya tulis di atas, trus tyunjukkan ke petugas apotik. Pilih salah satu aja yaaa.
    Maaf kalo tambah bingung … :) Kalo masih belum jelas, boleh tanya lagi sampe jelas.
    Trims

  24. 24 skylashtar Maret 19, 2009 pukul 3:53 pm

    berguna sekali. secara saya sering biduran. kedinginan; biduran. kepanasan; biduran. makan udang, makan kepiting, makan ayam, makan telur, makan ikan laut; semuanya biduran segede-gede jengkol. senjatanya ya cuma minyak kayu putih untuk mengurangi gatalnya. kalo udah ndak kuat, baru minum ctm atau obat batuk (lho?), supaya bisa tidur aja :D, karena kalo udah tidur biasanya sembuh. Eh, biduran ini ada hubungannya dengan kejiwaan ga? Saya pernah konsul ke dokter, katanya nggak boleh terlalu nervous atau stress, karena itu juga bisa memicu biduran.

  25. 25 cakmoki Maret 20, 2009 pukul 2:22 pm

    @ skylashtar:
    Ya, salah faktor pemicu timbulnya biduran adalah stress.

    kalo udah ndak kuat, baru minum ctm atau obat batuk (lho?), supaya bisa tidur aja

    pake antihistamin aja, seperti yg udah dilakukan. Yg ringan misalnya CTM ato boleh juga loratadine 10 mg diminum 1×1, tapi yg ini mahal.
    Obat batuk rata-rata mengandung antihistamin, namun sebaiknya minum antihistamin aja.
    Trims share-nya :)

  26. 26 napoer Maret 22, 2009 pukul 10:37 pm

    cak kalo beli obat ini :
    1) Loratadine 10 mg (Anloz, Inclarin, Claritin, Glanos, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali aja.
    2) Cetrizine 10 mg ( Cirrus, Cetymin, Ryzen, dll), diminum 1/2 tablet sehari sekali.
    apakah khusus utk dosis anak2 1/2 tablet terus kalo utk orang dewasa seperti saya umur 35 dosisnya gimana cak.Soale biduran saya munculnya ga kenal waktu kadang sore,pagi,siang bahkan malam udah sering kedokter cuma begitu obat habis yaaaaaaaaaa kambuh lagi.
    Jadi kesimpulannya ga bisa sembuh total cuma utk meredahkan gejala yg timbul.
    Menurut teman katanya suruh minum obat tambah darah atau obat/jamu cuci darah karena biduran ini disebabkan darah kotor.Tolong pencerahane cak soale wes ga kuat garuk2 terus………..matur nuwun

  27. 27 cakmoki Maret 23, 2009 pukul 1:29 pm

    @ napoer:
    Untuk dewasa, dosisnya 1×1. Pake salah satu aja dari keduaya.
    Dosis anak 6-12 tahun adalah 1/2 tablet per hari.

    Obat-obat di atas tidak menyembuhkan, hanya mengurangi keluhan, demikian pula dengan obat-obat yang lainnya. Karenanya sy pilihkan jenis obat yang gak menimbulkan ngantuk dan praktis cara minumnya.

    Tidak perlu obat tambah darah ataupun obat cuci darah (hihihi, sabun kali… *becanda*) :D … lha wong darah manusia itu bersih, gak kotor. Istilah tersebut adalah istilah salah kaprah.
    Tentang mitos “darah kotor” silahkan baca tulisan sebelumnya di sini.
    Trims

  28. 28 napoer Maret 24, 2009 pukul 9:23 am

    ok cak nanti coba ta beli obate,jadi jamu cuci darah itu salah kaprah ya.pantesan wes minum sampe habis 1 dus ga sembuh2.sebelumnya makasih atas infonya semoga setelah minum obat dari cakmoki biduranku ga parah lagi.nanti kalo ada perubahan ta post disini lagi

    matur nuwun :D :D :D

  29. 29 cakmoki Maret 24, 2009 pukul 11:51 am

    @ napoer:
    Nggih, maturnuwun juga :D

  30. 30 masjaliteng April 5, 2009 pukul 1:34 pm

    Cak anak saya (1 tahun) mungkin biduran, ada semacam bentol merah-merah pindah tempat. pertanyaan saya:
    1. apakah bisa alergi makanan dari ibunya karena dia masih menyusu?
    2. bedanya dengan keringet buntet bagaimana, soale mirip?
    terima kasih.

  31. 31 cakmoki April 6, 2009 pukul 12:10 pm

    @ masjaliteng:
    1) Tidak. ASI adalah air susu yang steril dan bebas dari alergen kaena ASI merupakan sari makanan hasil metabolisme. Dengan kata lain, saluran ASI tidak sama dengan kran air … hehehe.

    2) Bedanya, keringet buntet atau dlm bhs medis disebut miliaria terletak di sekeliling pori-pori kulit, sedangkan urtikaria or biduran terletak di permukaan kulit.

    Trims

  32. 32 Lili April 7, 2009 pukul 4:53 pm

    Wah.. makasih lagi ya Cak, postingannya ini.. Lagi2 pasanganku kayanya juga mengalaminya.. Tapi juga gak pernah lama, gak sampe 6 jam, kurang dari itu sudah hilang, asal jangan kelewat digaruk. Pencetusnya juga gak jelas (sangking seringnya nongolnya, paling sering abis mandi dan bangun tidur.. ;p).

    Yo wis.. jadi ngerti ternyata gak diobatin juga gapapa, kirain kenapa.. :p

    Makasih ya Cak.. ;)

  33. 33 cakmoki April 8, 2009 pukul 1:03 am

    @ Lili:
    iya, gapapa … kadang kita ngalami gangguan-2 ringan … enjoy aja … hehehe.
    Moga mbak berdua sehat selalu

  34. 34 ArCi April 12, 2009 pukul 12:48 pm

    cakmoki,

    Apakah pernah melihat atau mengetahui biduran akan hilang selamanya jika sewaktu biduran muncul kita tidak minum antihistamin sama sekali? Berapa hari umumnya biduran akan reda jika tidak minum antihistamin?

    Terima kasih atas jawabannya.

  35. 35 cakmoki April 12, 2009 pukul 4:18 pm

    @ ArCi:
    enggaklah … buktinya yang gak minum obat, akhirnya ke dokter juga. Kecuali kalo ringan, gak perlu obat. tapi tetep suatu saat muncul urticaria kalo terpapar alergen.
    Cepat tidaknya biduran reda tanpa antihistamin bergantung pada berat ringannya reaksi alergi yang ditimbulkan, dan bersifat individual. Gak ada patokan khusus untuk itu. :)
    Trims

  36. 36 ArCi April 13, 2009 pukul 11:33 am

    Terima kasih atas jawabannya Cak.

    Tapi di blog sebelah katanya ada yang sudah membuktikan. Setelah sekian lama memakai antihistamin sembuh-timbul, akhirnya stop antihistamin sama sekali. Walaupun pada mulanya menahan derita, tapi akhirnya sembuh total dan tidak pernah kambuh lagi. Mungkin yang bersangkutan alergennya tidak berupa makanan, udara, debu, dsb. Apakah hal semacam itu mungkin terjadi Cak?

    Terus menurut pengalaman pasien atau sepengetahuan cak dokter, kalau sewaktu urticaria timbul tidak minum antihistamin apakah ada yang redanya sampai berminggu-minggu?

  37. 37 cakmoki April 13, 2009 pukul 4:28 pm

    @ ArCi:
    Hal tersebut dapat saja terjadi mengingat bahwa reaksi alergi setiap orang berbeda gradasinya. bahkan tanpa apapun ada yg reda dengan sendirinya.
    Dalam dunia medis (di bidang lain juga sama), pengetahuan didasarkan pada keumuman dan variannya yang dilandasi dengan penelitian yang udah teruji dan diakui oleh dunia. Bahasa kerennya EBM (Evidence Bace Medicine). adapun pengalaman seseorang, tidak dapat dijadikan ukuran kecuali oleh dirinya sendiri.
    Pada umumnya, pasien gak betah saat mengalami urticaria berhari-hari, apalagi hingga berminggu-minggu. Kalo hanya ringan, ada yg betah. Tapi gak semua orang bisa menahan rasa gatal bukan ?

    Emang ada salah satu metode pengobatan dengan desensitisasi, yakni membiarkan penderita terpapar alergen dan mengalami urticaria tanpa obat, dengan harapan sistem imunologi orang tersebut bisa menyesuaikan diri.
    Namun gak ada jaminan berhasil kendati dalam periode tertentu gak timbul urticaria. Kalaupun satu orang berhasil, kita tidak bisa klaim bahwa desensitisasi bakal berhasil bagi semua orang.
    Trims :)

  38. 38 ArCi April 13, 2009 pukul 5:34 pm

    Terima kasih banyak atas jawaban dan penjelasannya dok.

  39. 39 cakmoki April 13, 2009 pukul 11:12 pm

    @ ArCi:
    sama-sama, terimakasih juga share-nya ^^

  40. 40 Farida Murdiono April 16, 2009 pukul 5:38 pm

    Cak, aku lagi khawatir anakku kena biduran setelah jalan-jalan dari mall. Sudah ke dokter sih, tapi aku maunya langsng sembuh setelah diberi obat. Bagaimana yah Cak ? Obat apa yang manjur agar tidak nongol2 lagi ? Oh.. ya anakku umurnya 3,5 th. Terima kasih.

  41. 41 cakmoki April 16, 2009 pukul 11:21 pm

    @ Farida Murdiono:
    hehehe … gak papa, gak bahaya, hanya sedikit tersiksa saat gatal.
    Biduran bisa muncul lagi kalo terpapar alergen, walau dikasih obat yang paling mahal sekalipun.
    So, obat yang dari dokter dapat dilanjutkan, kadang bisa langsung ilang, kadang perlu waktu beberapa hari.
    Makasih ^^

  42. 42 Birkov April 23, 2009 pukul 4:21 pm

    saya juga menderita biduran ini dari kecil. dah hanya muncul kalau musim hujan jadi bukan karena dingin, karena saya bekerja di suhu ac yg sama saat musim kemarau, tetapi akan muncul kembali saat musim hujan …mungkin saat panen biduran hehehe .. apakah ini bisa hilang, oh iya biasanya kalau biduran kumat saya minum insidal dan hanya hilang 3-7 hari nanti akan timbul lagi.

  43. 43 cakmoki Mei 1, 2009 pukul 10:52 am

    @ Birkov:
    wahhh, maaf..kelewatan, gak tau kalo ada komen…hehehe.
    ya, berarti biduran karena cuaca dingin..
    gak bisa hilang sama sekali, tapi bisa dikendalikan dengan obat seperti yg udah biasa dipakai ato dengan obat lain. Ntar akan ketemu obat yang bisa bertahan lama gak kambuh.

  44. 44 evi Mei 7, 2009 pukul 8:12 am

    Cak, ada hubungannya ga antara biduran dan pengobatan pijat refleksi/totol darah, soalnya saya lagi coba pengobatan alternatif totok darah, tapi setiap selesai ditotok malemnya muncul biduran sampe pagi,hilangnya cepet sih tapi pindah2, yang ditangan hilang dikaki tumbuh..begitu terus sampe siang, kalo agak siangan berkurang padahal udara disini puaanaass sekali. sudah 1 hampir minggu nih, malah tadi malam bibir sampai bengkang segala (jontor deh yang ada ..boro boro sexy heheh)
    makasih sebelumnya yah cak..

  45. 45 cakmoki Mei 7, 2009 pukul 8:56 pm

    @ evi:
    Gak ada hubungannya secara langsung :) Tapi tekanan fisik (totot di tubuh) bisa saja memicu terjadinya reaksi alergi. Seperti disebutkan pada faktor pencetus, faktor fisik dapat memicu terjadinya reaksi alergi.
    Trims

  46. 46 tyo Mei 15, 2009 pukul 11:06 am

    Urtikaria ya………thayyib…….bener2 nie artikel ajang Diskusi…..I Like it….

  47. 47 cakmoki Mei 15, 2009 pukul 1:15 pm

    @ tyo:
    Makasih kunjungannya ^_^

  48. 48 Toet2 Mei 19, 2009 pukul 4:28 pm

    Salam kenal cak,eh dok, eh dua2nya deh..ternyata setelah baca artikel ini jd ngerti walaupun pertamanya ngeri ngeliat muka anakku (1y9m)yg jd bengkak2 gara2 bentolnya..pertamanya hari minggu kemarin mata sebelah kanan bengkak,trus dikira sakit mata tapi kok malemnya hilang..eh besok paginya pas bgn tidur malah idung dan bibirnya yg gantian bengkak..nah tadi pagi pada keluar merah2 di sekitar mulut,dan punggung..langsung deh dibawa ke dokter coz takutnya campak soalnya demam,batuk,pilek,n mau tumbuh gigi juga..sampe dokter katanya itu alergi,dan sempet hilang bentol merahnya..eh pas dah dirumah malah keluar lg dan tambah parah sampe kasian liat dia..ko bisa gt y?awalnya kyk merah digigit nyamuk trus lama2 jadi bentol2 trus balik lg jd merah2 lg..bener ga gt?kalo emg bener biduran,anakku tetep blh main keluar rmh atau pergi jalan2 gak sih?trus dimandiin jg ga ya?

  49. 49 toet2 Mei 19, 2009 pukul 6:12 pm

    salam kenal cak,eh dok,eh dua2nya deh..
    ternyata setelah baca artikel ini jadi tambah ngerti walaupun awalnya sedikit ngeri ngeliat anakku (1y9m) tiba2 mukanya pada bengkak..
    awalnya hari minggu pagi2 abis bangun tidur tuh dikirain sakit mata coz mata sebelah kanannya bengkak gitu,,trus besok paginya lagi hidungnya bengkak..eh hari ini malah seluruh tubuhnya pada keluar merah2..langsung dibawa deh ke dokter coz dikira campak coz ada panas, batuk dan pilek…
    sampe dokter katanya itu alergi,,tapi aku bingung perasaan makanan yang dia makan gak aneh2,,maksudnya pernah dia makan juga tapi gak kenapa2…
    jadi apa bener yah itu termasuk biduran?seluruh badannya (nemplok2 sih gak rata juga) pada merah trus akhirnya jadi kayak bentol abis digigit nyamuk..matanya juga bengkak,,jadinya kasian banget…
    trus kalo emang bener, dia boleh tetep main keluar atau jalan2 ke mal gak cak?trus dimandiin gak?pake bajunya mesti yang baju dingin apa yang biasa aja?kalo lagi timbul gitu boleh dikasih bedak gak?wah maaf nih pertanyaannya jadi banyak..gak pa pa kan..?
    makasih ya cak…

  50. 50 cakmoki Mei 20, 2009 pukul 1:42 am

    @ Toet2:
    salam kenal juga :)
    ya, itu biduran atu urtikaria karena reaksi alergi.
    Gak papa, gak bahaya. Boleh kemana aja, kapan aja dan dimana aja … dan gak perlu risau dengan makanan… yang penting diobati kalo sedang mbentol…
    Tetep dimandiin dongggg … dan boleh juga dikasih bedak.
    Makasih

  51. 51 Emanuel Setio Dewo Juni 5, 2009 pukul 8:31 pm

    Hallo Cak, salam kenal.
    Saya mau nanya Cak, kata seorang teman, alergi ini bisa dikurangi dengan meminum kalsium. Apakah benar?

    Terima kasih.

  52. 52 cakmoki Juni 6, 2009 pukul 1:49 pm

    @ Emanuel Setio Dewo:
    Hallo, salam kenal juga :) ..maaf terlambat menjawab.
    Tidak benar.
    Klaim berlebihan tentang kalsium beberapa tahun belakangan ini banyak beredar di masyarakat dan internet. Sekali lagi, kalsium bukan untuk meredakan alergi.
    Maturnuwun :)

  53. 53 Emanuel Setio Dewo Juni 6, 2009 pukul 9:39 pm

    @ Dear Cak Moki,

    Wah, terima kasih jawabannya. Ini pencerahan bagi saya, karena banyak informasi simpang siur tentang klaim kalsium tersebut.

    Sekali lagi, terima kasih. Salam.

  54. 54 cakmoki Juni 7, 2009 pukul 12:41 pm

    @ Emanuel Setio Dewo:
    Sama-sama, terimakasih juga telah berbagi :)
    Salam

  55. 55 ellaene Juni 10, 2009 pukul 12:55 pm

    halo, cak..
    senang sekali baca ttg urtikaria ini, nambah wawasan bgt..:))
    anak saya, 21 bulan dengan bb 15kg, akhir2 ini jg sering bgt biduran. kalo saya perhatiin, kayanya gara2 dingin, krn kluarnya bidur hampir selalu saat sore hari, abis dia mandi, ato abis angin2an di luar..
    selama ini saya kasi Tiriz sekali sehari dengan dosis 0.4ml. kalo di packingnya sebenarnya dosis untuk 2-5th adalah 0.5ml, bole dosis tunggal ato dibagi pagi & malam @ 0.25ml.
    berhubung bbrp hr ini bidurnya kayanya nambah banyak, apakah emang perlu dosisnya saya tambahin jd 0.5ml yah, cak?
    bahaya gak, kalo Tiriz ini diberikan untuk jangka panjang, setiap hari gt?
    apakah Tiriz ini bisa menyembuhkan bidurannya dan diharapkan gak muncul lagi, ato cuman ngilangin gatalnya aja, cak?
    menurut cakmoki, apakah si kecil perlu saya periksakan tes alergi?
    ada bbrp teman yg menganjurkan utk membawa anak saya terapi alergi, baik yg elektromagnetik, sntik, atopun terapi obat minum. tapi saya masi ragu, karena usianya juga masi belum ada 2 th gt…
    *maap malah jd curhat n nanyanya banyak bgt yah, cak..:))*

  56. 56 cakmoki Juni 10, 2009 pukul 7:08 pm

    @ ellaene:
    Halo juga :)
    Kebanyakan obat dalam bentuk syrup ato drops tertulis “tidak untuk anak di bawah 2 tahun”. Label tersebut adalah dari produsen, mungkin sebagai prasyarat perijinan atau sejenisnya. Sedangkan sejatinya, dapat digunakan oleh semua umur. Pada anak, dosisnya disesuikan dengan Berat Badan, bukan umur. Contoh: jika anak usia 3 tahun BB nya 15 kg, sementara anak lain usia 1 1/2 tahun BB nya 15 kg, maka dosisnya sama.
    Pada umumnya, dosis obat yg tertera di kemasan jauh lebih rendah dibanding dosis yang sebenarnya. Hal ini seringkali menimbulkan keraguan orang tua ketika mendapatkan obat dari dokter.
    Pemberian Tiriz (cetrizine) 0,5 cc aman untuk anak dengan BB 15 Kg dan aman untuk jangka panjang.
    Seperti tertulis di artikel, obat-obat urtikaria hanya simptomatis, untuk meredakan aja, bukan untuk menyembuhkan (silahkan baca ulang pada bab FAQ).

    Menurut saya, gak perlu test alergi, ntar hasilnya malah bikin stres, karena pada dasarnya manusia mempunyai respon beragam terhadap bahan-bahan alergen, bahkan orang yg sehatpun bisa menunjukkan banyak bahan pemicu alergi manakala dilakukan tes alergi.
    Begitu pula untuk elektromagnetik dll, gak perlu.
    lagipula urtikaria bukan penyakit serius. Karenanya penobatan cukup dengan meredakan gatal dan bentolnya.

    Sekali lagi, gak perlu risau, silahkan baca ulang pada bab “FAQ” agar kita tidak mudah terpengaruh oleh pendapat teman atau tetangga yg belum mengerti seluk beluk urtikaria.:)

    Trims

  57. 57 ellaene Juni 11, 2009 pukul 12:49 pm

    whuaaa…
    kumplit sekali jawabannya..:))
    jadi lega..

    makasih banget yah, cak…
    salut ama cak moki, kalo kaya iklan: “bersedia melayani dengan hati”
    he..he..he..

  58. 58 cakmoki Juni 11, 2009 pukul 9:53 pm

    @ ellaene:
    makasih juga telah berbagi …
    Wih, iklannya kayak puisi … hahaha
    Moga sehat selalu :)

  59. 59 evi Juni 16, 2009 pukul 6:49 pm

    halo cak, mo nanya lagi nih gpp kan.. :)
    biduran saya makin hari makin sering (hampir 2 bulanan nih)munculnya sekarang malah setiap hari dari sore menjelang magrib sampai pagi2, padahal udara di tempat saya (palu-sulteng) sangat panas, sampai sekarang saya ga tau penyebabnya pastinya apa, kalo dah ga tahan gatalnya saya minum interhestin setengah tablet, kalo saya minum interhestin dalam jangka panjang ada pengaruhnya ke asam lambung ga cak? soalnya saya penderita GERD nih..makasih

  60. 60 cakmoki Juni 17, 2009 pukul 11:25 pm

    @ evi:
    Minumnya 1 tablet dong :)
    Gak papa untuk pemakaian jangka panjang … Trims

  61. 61 mommyciku Juni 20, 2009 pukul 2:57 am

    salam kenal…
    cak dokter, kalo obat biduran untuk ibu menyusui apa ya? dosisnya berapa?
    apakah obat yang saya minum juga akan terminum baby lewat ASI?
    terima kasih sebelumnya :)

  62. 62 cakmoki Juni 20, 2009 pukul 12:30 pm

    @ mommyciku:
    salam kenal..
    Rata-2 obat antihistamin untuk biduran, aman bagi ibu hamil dan menyusui.Salah satu contoh: Loratadine 10 mg (inclarin, claritin, dll), diminum 1×1 sehari, saat biduran aja. Obat yg diminum ibu tidak terminum bayi lewat ASI. Yg terikut di ASI hanya sebagian kecil dari metabolit obat.
    Trims

  63. 63 ibeng Juni 25, 2009 pukul 2:02 am

    Salam kenal cak..
    Saya kena biduran mulai 1 bulan lalu, penyebabnya kemungkinan besar karena alergi (ketika itu minum semacam ginseng). Bidurannya timbul di daerah paha, sekitar ketiak dan didaerah pantat. pantat saya sampe lecet2 karena sering saya garuk…
    Seringkali saya terbangun tengah malam kayak gini, untungnya kali ini ketemu tulisan cakmoki, jadi tambah wawasan deh.
    Dari hasil search selama ini memang ada beberapa saran yang beberapa diantaranya sudah dibahas pada tulisan diatas.
    Kalau untuk kasus saya (diketahui penyebabnya adalah minum semacam ginseng), apa saran dari cakmoki? Selama ini saya beberapa kali minum ctm tapi nggak dilanjut krn ngoantuk terus.
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

  64. 64 cakmoki Juni 26, 2009 pukul 3:09 pm

    @ ibeng:
    salam kenal,
    Kalo udah yakin diketahui pencetusnya, jalan terbaik adalah dengan menghindari faktor pencetus tersebut (ginseng). Tapi sejujurnya saya gak yakin, karena kalo emang alergi karena minuman tersebut, maka biduran hanya muncul setelah minum minuman tersebut. Kenyataannya, biduran muncul di waktu yg lain…(seringkali saya terbangun tengah malam) … ini menunjukkan bahwa faktor pencetusnya hawa dingin malam hari.
    Agar tidak ngantuk, silahkan menggunakan antihistamin jenis lain yg gak begitu ngantuk dan memiliki wakti terapi yg lama, misalnya: Loratadine 10 mg (merk dagang, misalnya: inclarin, claritin, dll), diminum 1×1 sehari, saat biduran aja.
    Trims :)

  65. 65 jimmy Juni 29, 2009 pukul 10:20 pm

    bagi yg sudah bosan biduran, mungkin bisa coba resep saya.
    hari 1-2 makan kalzana-d (dosis 1-8 tablet, dicicil tiap 2 jam)
    hari ke 3, kalzana-d stop, lanjut dengan jus jeruk 5 bh + stroberry 100grm.
    minum jus selama 4 hari(tiap sore/ tiap bidurannya mau muncul).
    usahakan selama minum kalzana-d di hari 1 dan 2, badan terkena matahari pagi selama 30 mt.

    resep ini tidak sengaja sy temukan. biasanya sy setiap pagi, sore, malam pasti gatal2.
    hari ke 2 setelah makan kalzana-d masih tetap gatal. waktu hari ke 3, setelah minum jus, entah kenapa malamnya bidurannya hilang 80%, keesokan hari saya coba untuk tidak mandi dr siang – malam(jam 9), biasanya bidurannya pasti muncul, tapi skr tidak.

    nggak ada salahnya dicoba, cocok untuk saya mungkin cocok untuk anda.

  66. 66 cakmoki Juni 30, 2009 pukul 12:57 am

    @ jimmy: :)

  67. 67 Roy Juli 15, 2009 pukul 2:38 pm

    halo cak..tubuh saya aneh setelah saya makan sate ayam beberapa minggu yang lalu.
    awalnya muncul biduran.lali saya membawanya ke dokter.saya diberi obat inversin oleh dokter.setelah itu keesokan harinya saya sembuh.tapi sekarang hampir setiap hari muncul bintik2 kecil merah yg muncul di berbagai tubuh saya.Dan jg ada semacam bintik2 kecil (tidak banyak tetapi ada sekitar 10 atau 20an bintik) di paha saya yg tidak bisa hilang walaupun sudah saya beri obat.
    Apa pendapat anda cak?apakah saya harus minum obat setiap hari?Selama ini setiap ada bintik merah muncul di tubuh saya,saya hanya meminum dexteem plus,apakah itu bisa saya minu tiap hari?
    Sebelumnya terimakasih cak atas jawabanya.

  68. 68 cakmoki Juli 16, 2009 pukul 1:12 am

    @ Roy:
    Mungkin pada saat itu dokter mendiagnosa alergi sehingga diberi inversin.
    Kalo emang alergi, boleh menggunakan dexteem plus, tapi hanya digunakan saat bintik merah muncul aja. Pemakaian jangka panjang secara terus menerus berpotensi menimbulkan efel samping karena Dexteem plus mengandung steroid.
    Untuk lebih jelasnya, silahkan kirim foto via email (cakmoki2006 [ad] yahoo [dot] com) jika berkenan, sehingga kita dapat mendiskusikannya lebih tepat.
    Trims

  69. 69 kondang Juli 22, 2009 pukul 4:16 pm

    gua biduran setiap hari nih.. (mulai 2 bln lalu scr tiba2)
    padahal dulu ga setiap hari(tp klo dulu kena bidurannya keluar 1 badan gua, sampe bengkak), paling 1 taon kena 1x – 2x.
    sekarang dari pagi mpe malem keluar terus tuh bidurannya(klo sekarang ga 1 tubuh, tp pindah2 tempatnya)
    uda ke dokter 2x dikasi obat sembuh. tp pas ga konsumsi obatnya lg, keluar lg tuh bidurannya. Apa lg klo malem pas tidur, waduh gatel abis di kaki, leher, tangan. jd gua malem sering begadang, mpe gatelnya rada ilangan. skrng gua mulai nikmatin aja deh rasa gatelnya, tp klo ada obat yg ampuh gua mau bener tuh.. Bis tetep aja gua pengen sembuh. Ga nyaman bgt abisnya!!

  70. 70 cakmoki Juli 23, 2009 pukul 3:21 am

    @ kondang:
    Seperti tertulis pada artikel di atas… obat-obat biduran hanya bersifat simptomatis ato meredakan keluhan. Gak bisa untuk menyembuhkan sampe tuntas. Kalaupun biduran bisa ditekan dalam tempo lama, suatu saat dapat kambuh lagi jika terpapar pencetusnya.
    Trims udah berbagi :)

  71. 71 haryanto November 16, 2009 pukul 8:04 am

    2 bulan terakhir ini tiap bangun pagi saya mengalami kaligata, kemarin saya coba berobat dengan cara TCM / traditional chinese medicine. menurut TCM darah saya sedang dalam kondisi PANAS/hot blood. saya coba tusuk jarum sekali dan sekarang sedang makan jamu herbal TCM sehari 3 kali setelah makan untuk proses detoks dan mendingikan darah saya ke NETRAL. semenjak makan jamu herbal sejauh ini tidak pernah kena kaligata lagi dan tetap pantang makanan yang menyebabkab kaligata seperti seafood, makanan/minuman dingin, alkohol/kopi.
    dari artikel TCM/allergies di internet saya simpulkan penyebab alergi adalah ketidakseimbangan, kita harus tahu makanan apa yang dapat menyebabkan darah jadi terlalu PANAS atau jadi terlalu DINGIN. Bijaksana dalam memilih jenis makanan yang COCOK dan SEIMBANG dengan kondisi tubuh kita masing masing.
    Silahkan mencari info lebih banyak seputar TCM di internet, semoga berguna.

  72. 72 jami'ah November 21, 2009 pukul 10:36 pm

    Ya Robbi,ngomong2 tentang urtikaria sdh tak alami sjk kuecil dan kini ganti ke anak2ku dan Alhamdulillah gak separah aku.Tapi kl air degan blm pernah nyoba.

  73. 73 cakmoki November 21, 2009 pukul 11:02 pm

    @ jami’ah:
    walapun mengalami urtikaria, moga sehat selalu. :)

  74. 74 Anwar Desember 2, 2009 pukul 4:01 pm

    Saya kena alergi thd ikan laut, telur, merica, & sambal (cabe). Kalau makan telur, muncul beberapa benjolan kecil merah di kulit kepala (seperti jerawat) yg gatal. Kalau makan seafood, merica, atau cabe, timbul kulit kering & gatal di selangkangan, lubang telinga, & radang merah di ujung hidung. Dokter spesialis kulit memberi saya resep Lameson 8mg & salep nerisone.
    1) Apakah saya terkena alergi jenis urtikaria?
    2) Lameson & Nerisone hanya menyembuhkan gatal di selangkangan & lubang telinga; tidak cukup mengatasi benjolan gatal di kepala. Apakah ada alternatif obat (generik kalau bisa) utk menyembuhkan penyakit saya? Ada saran pengobatan herbal?

    Mohon bantuan konsultasinya. Saya ucapkan terima kasih atas bantuannya. Salam.

  75. 75 Anwar Desember 2, 2009 pukul 4:44 pm

    Tambahan: dokter kulit saya juga memberi resep claritin, yg saya ganti dgn clarihis (generik).

  76. 76 cakmoki Desember 3, 2009 pukul 4:43 pm

    @ Anwar:
    1) Menilik diskripsi yang ditulis, kemungkinan bukan urtikaria tapi dermatitis alergika. Obatnya sama aja.
    Lameson (nama generiknya: methylprednisolon), diminum 2×1 sehari hingga gatal dan benjolan merah menghilang.
    Sedangkan untuk menanggulangi gatalnya udah bener pake clarihis, nama generiknya: Loratadine 10 mg, diminum 1×1 saat gatal aja.

    2) Jika benjolan di kepala ada cairannya, dan berwarna merah serta disertai rasa nyeri, mungkin ada infeksi sekunder yang memerlukan antibiotika, misalnya : amoksisilin 500 mg atau erythromicin 500 mg (keduanya nama generik), diminum 3×1 sesudah makan sedikitnya selama 5-7 hari. Adapun salepnya dapat diganti dengan nerisona-combi untuk di kepala.

    Moga segera sembuh.
    Trims

  77. 77 Anwar Desember 17, 2009 pukul 3:52 pm

    Pak Dokter,
    1.) Obat lameson & salep nerisone C boleh dipakai berapa lama? Saya baca di internet, ada bahaya efek samping bila pemakaiannya lama/terus-menerus.
    2.) Dokter kulit saya yg dulu pernah menyebut bhw resep yg dia berikan tergolong obat high potent (dugaan saya ini merujuk ke lameson), dan dia bilang ada obat yg super potent, tapi saat itu dia berpendapat cukup resep tsb.
    Bisakah Bapak menginfokan obat yg lebih ampuh/super potent dibanding lameson? Berapa lama juga obat superpotent tsb boleh dipakai?
    3.) Di mana alamat praktik Bapak?
    Terima kasih atas jawabannya. Semoga sukses utk Bapak Dokter.

  78. 78 Andreas Desember 18, 2009 pukul 5:08 pm

    Obat tradisional untuk menyembuhkan biduran. Minum air rebusan temulawak. Cara: ambil sekitar 5 – 10 keping irisan temulawak kering, rebus dg air kira2 3-4 gelas sampe mendidih. Minum 3 kali sehari. Ini pengalaman pribadi, sekitar 2bln sekujur tubuh gatal2 karena alergi udara dingin,hampir tiap hari minum obat alergi tapi hanya meredakan sebentar saja, besoknya kambuh lagi. setelah saya minum air temulawak, dalam 3 hari sudah sembuh. Semoga bisa membantu bagi yang mengalami hal yang sama.

  79. 79 cakmoki Desember 18, 2009 pukul 5:44 pm

    @ Anwar:
    1) Secara umum, boleh dipakai hingga 3-4 minggu terus menerus dengan dosis tappering down. Artinya, dosis obat diturunkan sedikit demi sedikit setiap minggu untuk mencegah efek samping.
    Jika hanya menggunakan 2 minggu terus menerus, gak perlu tappering down.
    Namun, pada kaus-2 penyakit metabolik yang mutlak memerlukan steroid, dapat digunakan hingga bertahun-tahun dengan tappering down dan dibawah pengawasan dokte, misalnya pada penyakit sindroma nefrotik (nephrotic syndrome, dll)
    Jadi, lamanya pemakaian obat-2 golongan steroid bergantung kepada jenis penyakitnya.

    2) Ya, bener. Saat ini, 6-alpha methylpredinisolon (lameson, dll) termasuk salah satu yang memiliki potensi anti-inflamasi kuat.
    Obat lain yang meliliki potensi anti-inflamasi tinggi, diantaranya: triamcinolone diasetat, fluodrokortison asetat. Namun, obat-obat tersebut hanya digunakan atas indikasi tertentu.
    Lha kalo hanya untuk urtikaria, gak perlu pakai yang kuat. Toh suatu saat bisa kambuh.
    Obat-obat yang memiliki potensi lebih kuat dari 6-alpha methylprednisolon dan steroid yang lain, lama pemakaiannya sama aja, bergantung pada jenis penyakitnya.
    Secara umum 3-4 minggu (tappering down), kemudian istirahat tidak minum obat, dan digunakan lagi jika diperlukan dengan cara yang sama (tappering down).

    3) Blog ini bukan untuk promosi praktek. Tapi kalo ingin tahu tentu boleh. Saya praktek dan tinggal di ndeso, kec. Palaran, pinggiran Samarinda. :)

    Trimakasih.

  80. 80 Mitha Januari 4, 2010 pukul 12:04 pm

    Dokter Cak :) ,

    Saya mau tanya nih , saya biduran ngga sembuh sembuh , udah ke dokter dan disuntik oradexon dan Celestamin . saya sudah minum celestaminnya sebanyak 6 butir dok walaupun bidurannya sudah berkurang tapisaya masih gatal-gatal, mohon pencerahannya kira-kira gimana yah supaya saya cepet sembuh. btw saya lagi hamil satu bulan dok.Makasih banyak dok atas informasinya.

  81. 81 cakmoki Januari 5, 2010 pukul 6:06 am

    @ Mitha:
    Obatnya udah oke, mbak … biduran emang suka kambuh. Tidak bahaya, tapi menyiksa banget.
    So, celestamine dapat dilanjutkan hingga sembuh (1-2 minggu) dan dapat disimpan untuk digunakan lagi kalau kambuh.
    Mengingat saat ini sedang hamil (1 bulan), saya tidak merekomendasikan obat yang lebih kuat dari celestamin untuk menghindari efek samping, kecuali kalo kehamilannya lebih 3 bulan.
    Moga segera sembuh. :)
    Trims

  82. 82 Mitha Januari 5, 2010 pukul 6:14 pm

    Terima kasih banyak dok atas penjelasannya, saya bingung soalnya tiap hari gatal-gatal entah itu asli biduran ato emang bawaan orok yah hehe. Salam kenal yah dokter cak :)

  83. 83 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 1:08 pm

    @ Mitha:
    Sama-sama, mbak… makasih juga telah berbagi :)

  84. 84 Mukhlis Januari 8, 2010 pukul 11:25 am

    Selamat Pagi Dok, :)

    Kalau untuk anak umur 1 tahun yang kena sakit biduran obatnya apa ya Dok?

    Untuk pencegahan kalau nanti terjadi lagi, obat apa yang perlu saya sediakan.

    Trims. :)

  85. 85 cakmoki Januari 9, 2010 pukul 2:16 am

    @ Mukhlis:
    Syrup claritin atau inclarin, diminum 1/2 sendok takar, sekali sehari, saat kambuh aja… :)
    Trims

  86. 86 Endang Januari 20, 2010 pukul 5:06 pm

    Hallo Dokter Cak!
    Aku ni juga ada urtikaria, uda sejak kelas 2 SMA, cuma jarang kambuh, malah pas kelas 3 mpe semester 2 kuliah tu ga pernah kambuh.. Nah sejak semester 3 mpe sekarang (5) sering banget dan kayaknya tambah parah…
    Dulu ke dokter, minum obat, kga kambuh lagi.. Jadi minum obatnya cuma pas kambuh gitu,, cuma karena sekarang sering, obat juga abis, trus aku coba CTM.. manjur juga, cuma efeknya bikin ngantuk gila!!! Kga minum CTM aja uda bisa bobo kayak kebo,, pake CTM tambah parah!!!!! jadi aku stop consuming CTM secara aku takut juga kalo kebanyakan bahan kimia ke tubuh kan ga bagus… Jadi aku cuma pake Herocyn gitu… huhu..
    KAta temenku, bikin santen mentah ditambah rambak trus diminum dan dimakan bisa sembuh.. cuma aku belum nyoba (belum sempet dan kayaknya ga enak huhuhu)
    wahhhhhh,, mala jadi curhat hehehe..
    Btw, kalo masalah kulit lain bisa kasi solusi ga Cak?
    heheh,, thx ya!

  87. 87 christy Januari 22, 2010 pukul 2:03 am

    pak dr trimakasi karena ada sharing ini sudah 2 hari ini saya kena gatal2 d paha,ketiak,badan saya ga tau kenapa penebabnya tapi memangudara di sini saat ini dingin dan sering hujan,kata teman2 dan ibu d sini aku kena biduren pertama timbul bercak2 merah kecil habis itu membengkak menjadi besar kalo masi bercak gatalnya minta ampun,kalo sudah besar sudah ga gatal aku hanya minum ctm disaran kan teman tapi kok ga sembuh pagi,siang malam tetap aja gatal.dan yg menjengkelkan lagi walau sudah minumctm aku susah tidur malah garuk sana sini karena gatalnya minta ampun.sekedar di ketahui saya sudah tidur menggunakan stelan panjang semua padahal biasanya tidur sama tank top n short kipas angin pula.tapi sekarang ga lagi tapi gatalnya tetap aja ada akusudah gosok minyak tawon juga dok.apa aku kena biduran?? dulu sih pernah tapi lgs hilang dan tidak minum obat.skarang kok sudah 2 hari tetap aja garuk2 aku tunggu jawannya makasi dok

  88. 88 cakmoki Januari 22, 2010 pukul 8:26 pm

    @ Endang:
    Yang gak bikin ngantuk adalah Loratadine 10 mg (merk dagang: claritin, inclarin, dll), diminum 1×1 sehari saat gatal aja. Obat-2 semacam ini aman dipakai jangka panjang, terlebih minumnya saat kambuh aja.

    Ya, masalah kulit lain bisa kita diskusikan.
    Thx

    @ christy:
    iya, gambaran tersebut adalah bduran atau urtikaria.
    Jika dengan CTM gak membaik, dapat menggunakan antihistamin lain untuk meredakan gatal, misalnya: Loratadine 10 mg (merk dagang: claritin, inclarin, dll), diminum 1×1 sehari saat gatal aja.
    Moga gak gatal lagi.
    Silahkan download leaflet tentang biduran pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    Trims

  89. 89 Erna Zakir Januari 26, 2010 pukul 11:25 am

    Walah dokter dulu teman er kena biduran tapi koq lama baget, mgkn skrg masih ya….gatel2 gitu….sdh minum obat macem2 ya tetep sj kena apalagi klo makan telur ras, sdh deh jadi bengkak dimana2 dan panas serta gatal katanya persis yang dokter jelaskan. Sdh dibawa kemana2 sampe ke dukun lho dok, hihihihi…ntar er sampaikan deh…Thanks atas infonya…

  90. 90 loeCa Januari 27, 2010 pukul 12:15 am

    cak nanya nie..
    mungkin gak biduran tuch akibat konsumsi obat tertentu kayak antibiotik, sebenarnya saya gak tw juga alergi ma apa, kadang dalam hawa dingin alergi kadang tidak, kadang makan udang atau telur alergi kadang juga tidak, pernah juga kata seorang dokter saya alergi terhadap antibiotik tertentu tapi saya lupa namanya,,,
    tapi munculnya alergi sering setelah saya mengalami sakit dan telah mengkonsumsi banyak obat jadi seandainya alergi obatpun saya juga kurang tau obat yang mana?apa ini berkaitan dengan obat yang saya konsumsi atau hanya karena daya tahan tubuh yang lemah saja,
    oya alergi yang muncul pada kulit awalnya gatal bentol setelah bentolnya hilang kulit berwarna merah hampir semua tubuh dan bentuknya seperti pulau-pulau, ditambah bibir kadang juga jontor seprti kata cak di atas, terimakasih sebelumnya…nice blog..

  91. 91 cakmoki Januari 27, 2010 pukul 12:16 am

    @ Erna Zakir:
    iya, sampaikan kepada temen agar gak perlu repot kemana-mana..
    Thanks juga :)

    @ loeCa:
    iya, bisa. Bukan hanya antibiotika tertentu saja, obat-obat jenis lain kadang juga bisa menimbulkan alergi. Untuk itu, setiap alergi obat tertentu sebaiknya lapor ke dokter yang memberi obat agar diberikan catatan alergi obat, sehingga tidak diberikan jenis obat yang menimbulkan alergi jika suatu saat sakit.

    Contoh, jika alergi amoksisilin dan antalgin, maka hendaknya memiliki catatan Alergi Amoksisilin dan Antalgin. Andai suatu saat berobat ke dokter manapun, catatan tersebut ditunjukkan ke dokter sehingga dokter tidak memberikan obat yang mengandung Amoksisilin maupun Antalgin.

    Andaikata tidak tahu obat yg mana yang menimbulkan alergi, dokter biasanya dapat melacak asalkan obat-2 tersebut ditunjukkan ke dokter.

    Tentang daya tahan tubuh, tidak ada hubungannya dengan alergi. Seseorang yang alergi bukan berarti daya tahan tubuhnya lemah.
    Ini copy paster FAQ pada artikel:

    Apakah orang yang mudah urtikaria berarti memiliki daya tahan tubuh yang lemah ? … Enggak lah … walaupun imunologi bisa diartikan daya ketahanan tubuh tapi bukan berarti orang yang mengalami reaksi alergi lantas merasa memiliki daya tahan tubuh yang lemah, bukan! Pengertian reaksi alergi terkait sistem imunologi kamsudnya tubuh kita bereaksi berlebihan. Ilustrasinya, suatu alergen (pencetus timulnya reaksi alergi) yang pada orang lain tidak menimbulkan apa-apa, tapi pada orang tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi karena dianggap “musuh”, selanjutnya alergen tersebut diikat oleh antibodi dan terbentuklah suatu ikatan kompleks antigen-antibodi, sehingga memicu pengeluaran hitamin yang menimbulkan reaksi alergi … gitu deh jalan ceritanya.

    Incidal bukan satu-satunya obat yg manjur. Obat yg cocok dengan seseorang belum tentu cocok untuk orang lain.
    Jika dengan incidal gak membaik, dapat menggunakan obat yang lain, misalnya: Loratadine 10 mg (merk dagang, misalnya: inclarin, claritin, dll), diminum 1×1 sat alergi kambuh.

    Trims

  92. 92 loeCa Januari 27, 2010 pukul 12:22 am

    oya cak saya juga telah mengkonsumsi incidal yang telah dibuktikan banyak orang manjur, tapi sudah 4 hari nie kulit kemerahan ditambah rasa tubuh seprti demam ini gak juga sembuh, terimakasih senelumnya atas jawabanyya cak…

  93. 93 cakmoki Januari 27, 2010 pukul 2:16 am

    @ loeCa:
    makasih juga telah berbagi :)

  94. 94 Jo Nathan Januari 30, 2010 pukul 2:30 pm

    Dok, kurang lebih setahun yang lalu saya mengalami gatal di kaki (deket mata kaki). Awalnya saya kira saya kena jamuran karena pakai kaos kaki (setiap pakai kaos kaki katun pasti gatal), setelah saya obati pakai fungiderm tidak lama sembuh.
    Sekitar 2-3 minggu kemudian kambuh lagi (bukan hanya di kaki, tapi naik sampai di perut) dan saya kasi fungiderm tidak sembuh2. Akhirnya sampai bagian kaki saya yg gatal tsb bengkak dan mengeluarkan cairan kuning (bahkan sprei saya sampai basah jika saya bangun tidur) dan terasa nyeri. Saya berkonsultasi ke dokter kulit, saya divonis eksim dan diberi obat ryzo, somerol, dan salep racikan. Dan sembuh.
    Lagi2 sekitar 2-3 minggu kambuh (kali ini naik sampai pundak) dan saya kasi obat dr dokter kulit tsb tapi tdk sembuh. Saya diberi tahu sama dokter teman tante saya untuk mandi pakai sabun hijau dan minum dextamin. Gatalnya sembuh tapi kulit saya jd kering dan keriput serta menebal dan gatal lagi. Kemudian saya pindah ke dokter kulit lain, dan dokter kulit tsb jg memvonis saya eksim. Dia memberi saya resep interhistin, somerol, dan salep racikan. Kurang lebih 10 hari kulit saya sembuh total kembali mulus tapi berbekas hitam.
    Sekarang saya lagi2 menderita sakit tsb.

    Gatal saya tersebut awalnya bentol merah sampai bertambah banyak bentolnya dan semakin gatal. Puncaknya kulit saya mengalami penebalan, kering, kasap, dan mengeluarkan cairan kuning. Gatal saya tersebut selalu kambuh di tempat yg sama dan bertambah di bagian lain tubuh saya. Jika sakit tsb sudah sembuh (tinggal bekas hitam saja, tp kulitnya sudah halus), bekas hitam tsb sekitar 2-3 minggu kemudian pasti kambuh lagi, ditambah ditempat lain).

    Sebagai informasi dok, saya bekerja di tempat ber-AC. saya suka hawa dingin, sehingga suhu AC di ruangan kerja saya selalu saya set 18C. Saya mandi pakai sabun baby. Dan, saya hanya makan sayur, tahu, tempe, sapi. Selain itu, saya tidak makan sesuai anjuran dokter kulit yg saya kunjungi. Saya juga tidak makan vitsin, terasi, penyedap. Saya juga mengikuti saran dr beberapa orang dan juga dr internet untuk mengonsumsi toket (katanya bagus untuk menyembuhkan sakit kulit/gatal). Tapi masih saja penyakit saya tersebut kambuh lagi dan lagi.

    Pertanyaan saya:
    1. Menurut dokter saya ini eksim atau biduran?
    2. Bagaimana cara mengobatinya?
    3. Apa saya boleh makan sembarang atau tidak? (Dokter kulit I bilang saya harus menghindari makanan tertentu, Dokter kulit II bilang tidak perlu karena makan tidak makan tetap saja kambuh)
    4. Mengapa obat yg pernah saya pakai untuk menyembuhkan sakit saya tsb menjadi tidak mempan ketika saya pakai untuk mengobati pada saat saya mengalami kambuh lagi?
    5. Saya baca di internet, katanya penderita asma sebagian besar menderita eksim. Apa benar? (Waktu kecil saya menderita asma, sekrang sdh sangat jarang kambuh. Tetapi kena sakit gatal pada usia 21 tahun. Usia saya sekarang 22 tahun).
    6. Obat apa yg sebaiknya saya konsumsi?
    7. Apa suatu saat sakit gatal saya ini bisa hilang (paling tidak sangat jarang kambuh) dikemudian hari, seperti asma?
    8. Saran dr dokter apa saja?

    Saya mohon jawaban dr dokter, karena saya merasa sangat terganggu dan frustrasi dengan penyakit saya ini, karena selalu kambuh dan kambuh.

    Terima Kasih.

  95. 95 cakmoki Januari 31, 2010 pukul 5:23 pm

    @ Jo Nathan:
    Makasih .. diskripsi kronologinya lengkap banget…

    1) Menilik diagnosa 2 dokter sp kulit yg sama dan gambaran keluhan yg dialami serta sifat penyakit yg residif (kambuhan), nampaknya Eksim. Untuk memastikannya, kalau berkenan silahkan kirim foto via email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Penyakit ini (eksim atau eczema dermatitis) merupakan salah satu varian dermatitis alergi yang bersifat kambuhan (residif) terutama jika terpapar alergen (zat atau bahan atau keadaan yg memicu timbulnya reaksi alergi). Ada sebagaian ahli yang menggolongkan sebagai Dermatitis atopik, yakni dermatitis alergi yang berhubungan erat dengan penyakit alergi yg lain, misalnya: rhinitis alergika (bersin, hidung buntu), asma, dan berbagai bentuk alergi lainnya.
    Selengkapnya tentang eksim, silahkan baca artikel dan diskusinya di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/09/11/eksim-eczema-dermatitis/

    2) Cara ngobatinya adalah dengan obat oral (diminum) dan topikal (obat luar) saat kambuh saja.
    Kemudian berusaha mengenali alergen yang memicu kekambuhan dan menghindarinya jika udah tahu pemicunya.

    3) Jika pemicunya bukan makanan tertentu, maka boleh makan apa saja. namun jika ada makanan tertentu yg nyata-nyata menimbulkan kekambuhan, maka makanan tersebut sedapat mungkin dihindari.
    Jika udah menghindari berbagai makanan tapi tetap kambuh, berarti pemicunya bukan makanan tertentu.

    4) Iya, adakalanya seseorang mengalami resisten (kebal) pada pemakaian berulang obat yg digunakan sebelumnya. Untuk itu, pada penyakit yang berulan atau kambuhan, sebaiknya pake obat ringan aja, sehingga jika suatu satu kambuh lebih mudah menaikkan potensi obatnya. Beda jika misalnya langsung menggunakan obat yg kuat, maka selanjutnya akan memerlukan obat yg lebih kuat lagi seandainya gak mempan dengan obat yg sebelumnya.

    5) Ya, benar. Itu adalah salah satu faktor pemicu, dimana seseorang yg menderita eksim ataupun dermatitis atopik, salah satunya berhubungan dengan riwayat alergi sebelumnya, misalnya asma pada masa lalu.

    6) Obat yg digunakan bergantung pada kondisi klinis penyakit eksim. Pada awal kekambuhan (sebelum keluar cairan), cukup dengan obat antihistamin (,isalnya: loratadine 10 mg diminum 1×1 untuk meredakan gatal) dan obat topikal yg mengandung steroid, misalnya: desolex, kloderma, dll (salah satu saja). Sedangkan untuk melindungi kulit dapat menggunakan urederm. Kedua jenis obat topikal tersebut dapat digunakan bersamaan.
    Jika terjadi infeksi sekunder, mau tidak mau ditambahkan antibiotika selama 4-5 hari dan dikombinasi dengan obat topikal yg mengandung kombinasi steroid dan anti infeksi.

    7) Ya, bisa dikendalikan agar jarang kambuh, seperti halnya asma.

    8) Untuk obat, saran saya seprti tertulis pada jawaban no.6. Sedangkan untuk upaya pencegahan kekambuhan, sy copy-paste Upaya Pencegahan pada artikel eksim di blog ini:

    Untuk mencegah kekambuhan eksim, silahkan ikuti tips berikut ini:

    Mengenali dan menghindari paparan faktor pencetus (alergen). Upaya ini tidak mudah lantaran beragamnya faktor pemicu yang sulit untuk dikenali dan kalaupun dikenali kadang sulit dihindari.
    Menjaga agar kulit tetap lembab. Jika perlu menggunakan pelembab setelah mandi sesuai saran dokter yang merawat.
    Menggunakan pakaian kering dan sedapat mungkin menggunakan pakaian berbahan katun.
    Menghindari perubahan suhu ekstrim mendadak. (terlalu panas yang menimbulkan banyak keringat ataupun terlalu lembab)
    Menghindari pemakaian deterjen atau sabun cuci yang dapat memicu kambuhnya eksim.
    Mengenali dan menghindari makanan tertentu yang mungkin menjadi pemicu kekambuhan eksim, setelah mengkonsumsinya.
    Berupaya menghindari stress.
    Sedapat mungkin menghindari faktor-faktor lingkungan lain yang diduga memicu kekambuhan eksim, misalnya debu rumah, tepungsari, serbuk bunga, bulu binatang dan lain-lain.

    Trims

  96. 96 achmad chariyadi albatawi Februari 3, 2010 pukul 12:54 pm

    salam kenal dok. Alhamdulillah, terimakasih infonya berguna banget buat saya dan keluarga.

    Trims

  97. 97 cakmoki Februari 3, 2010 pukul 3:19 pm

    @ achmad chariyadi albatawi :
    salam kenal :)
    Terimakasih juga atas kunjungannya di Blog ini.
    Moga bapak sekeluarga sehat selalu… amiiin.

  98. 98 Ian Februari 4, 2010 pukul 2:47 pm

    dok, mungkin saya salah satu yang terkena scabies, tapi saya belum yaqin 100%, ada beberapa bentolan di ujung alat kelamin saya, apa dokter bisa membantu mendiagnosa apakah ini scabies?? jika bisa saya akan kirim fotonya. untuk rasa gatal yang timbul tidak selalu tiap malam kadang siang hari ketika saya ngantor pun rasa gatal itu muncul, sangat menyiksa, dimohon bantuannya dok?? jika iya saya terkena scabies, langkah pertama yang harus sayah ambil apa?? untuk sprei dll sudah saya ganti, setiap malam saya sering merendam dengan air hangat..

    help me please..

  99. 99 cakmoki Februari 5, 2010 pukul 1:12 am

    @ Ian:
    Ok, saya tunggu fotonya…
    Jika bener scabies, langkah pertama adalah memberantas scabies dengan Salep Scabimite. Sedangkan untuk meredakan gatalnya dapat menggunakan antihistamin, misalnya Loratadine 10 mg, diminum 1×1 sehari hingga gatalnya hilang.
    Langkah pencegahan penyebaran udah bener, yakni dengan mengganti sprei setiap hari dan mencucinya dengan air panas.

    Selengkapnya tentang Scabies, silahkan baca artikelnya di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/06/16/skabies-kulit-gatal-bikin-sebal/

    Makasih

  100. 100 rherhe Februari 5, 2010 pukul 1:19 am

    Maaf cak… Ikut gabung…

    Saya dari kecil suka biduren, katanya itu penyakit turunan, kebetulan om saya juga sama. Kalo dulu cuma di kasih ctm atau incidal ilang, makanya nyante aja… Setelah sekian lama berselang, pindah alamat dari bandung ke singosari karena ikut suami, baru sehari kontan alerginya kambuh… Padahal waktu lebaran sempat disini 2 minggu gpp… aneh juga… makanya mertua jadi panik… hehehehe… Nah kambuh yang sekarang itu lumayan bandel… Sampe area dekat mata membngkak.. Bentolnya juga pindah-pindah.. Di kuping sembuh pindah kaki… Di kaki sembuh pindah Badan, Badan sembuh sekang pindah ke area muka. Kalo waktu dibandung yang sering kambuh justru maag/nyeri lambung… yang jadi pertanyaan:
    1. Apakah biduren itu kalo ga keluar (bentol-bentol) bisa menyebabkan nyeri lambung (sampe2 gejala tifus)?
    2. Kalo antara obat yang disebutkan ada perbedaan kualitas tidak antara yang mahal dengan yang murah?
    3. Saya juga ada turunan penyakit asam urat (dari ayah) apakah ada kaitannya dengan alergi makanan? Karena kebanyakan makan kacang2an jadi nyeri sendi semua, kebanyakan makan telor juga jadi gatal2.. Itu ngaruh ga ya…?
    4. Maaf kalo banyak tanya… Kira2 karena sering konsumsi ctm atau incidal dari kecil, bisa menyebabkan rahim kering (tidak subur) atau tidak (note: mens lancar tiap bulan tanpa rasa nyeri)?

    Terima kasih sebelumnya… Mohon informasinya supaya lebih jelas…

    Makasih ya…

  101. 101 cakmoki Februari 5, 2010 pukul 1:54 am

    @ rherhe:
    1) Enggak. Gak ada hubungan antara biduran dengan nyeri lambung dan typhus.

    2) Kualitas obat tidak ditentukan oleh harga obat semata tapi oleh kandungan obat dan kualitas bahan dasarnya. Contoh, seandainya ada 2 merk obat dengan kandungan Loratadine 10 mg, yg satu bahan dasarnya berasal dari lesensi pabrik terkemuka dari eropa dengan yg dalam negeri tentu beda walau misalnya yg dalam negeri lebih mahal.

    3) Alergi tidak ada hubungannya dengan asam urat. Jika kadar asam urat tinggi dan tidak diobati, pada umumnya berpotensi menjadi batu ginjal dan Gouty Arthritis (salah satu jenis rematik yang disertai penimbunan asam urat di sendi). So, nyeri sendi tidak serta merta menandakan asam urat (anggapan tersebut salah kaprah lantaran iklan yang membabi buta). Kalau kadar asam urat 3-6,5 mg% pada wanita atau 3-7 mg% pada pria, berarti normal.
    Selengkapnya tentang asam urat, silahkan baca penjelasan singkat di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/11/100/

    Jika nyata-nyata timbul reaksi alergi setelh makan telor, boleh jadi alergi telor. Namun biduran lebih sering karena faktor cuaca.

    4) Tidak. Obat tersebut tidak menimbulkan gangguan pada rahim. Lagipula, rahimtidak pernah kering selama manusia masih hidup karena permukaan rahim selalu memproduksi cairan (sekresi).

    Makasih

  102. 102 Johan A.V Februari 5, 2010 pukul 1:13 pm

    Dulu aku pernah biduran… kata dokter aku cacingan…
    terus tak kasih obat cacing …. eh betul juga ..aku sembuh !!!
    Sekarang setelah hampir 10 tahun kumat lagi…
    sekarang setiap kumat tak kasih obat” Incydal ”
    Yang jadi pertanyaan :
    - Apakah biduren juga disebabkan karena kita cacingan ?
    terimakasih.

  103. 103 cakmoki Februari 5, 2010 pukul 5:57 pm

    @ Johan A.V:
    ya, salah satu faktor penyebabnya adalah infeksi gastro-intestinal (saluran cerna), diantaranya infeksi cacing (ascariasis, strongyloidiasis, schistosomiasis, trichinosis)
    Terimakasih

  104. 104 vivien Februari 6, 2010 pukul 12:17 pm

    bru aj aq smbuh dr biduran..yg sya tnyakan,knpa tiap kali sya stelah tes darah trus mkan seafood,lgsung biduran??padahal sehari2 ga alergi tuh sm yg namanya seafood??adakah hubungan antara jarum suntik, seafood n biduran??

  105. 105 cakmoki Februari 6, 2010 pukul 1:43 pm

    @ vivien:
    Ga ada hubungan antara jarum sunik dengan biduran. Tapi bisa jadi ada hubungan antara seafood tertentu dengan biduran yang dialami.
    Jika setelah ini dan hari-2 selanjutnya timbul biduran setelah makan seafood tertentu, berarti alergi terhadap salah satu jenis atau lebih seafood yang dimakan sebalum timbulnya biduran.
    Makasih

  106. 106 david Februari 10, 2010 pukul 7:13 am

    cak mau tanya nih, aku lagi kena biduran.. kalo minum obat medis di campur dgn obat tradisional spt ramuan temulawak apakah tidak apa2 ? atau lebih bagus biar cepet hilang biduran nya. soal nya udah ga betah nih garuk2 terus.
    thx..
    ada saran obat biar cepet hilang biduran ?

  107. 107 cakmoki Februari 10, 2010 pukul 2:08 pm

    @ david:
    Gak papa…temulawak gak ngaruh pada obat medis.
    Kalo ringan, cukup dengan antiistamin, misalnya: Loratadine 10 mg (merk dagang bebas memilih) atau cetirizine 10 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 1×1 sehari selama gatal.
    Kalo dengan antihistamin masih belum reda, dapat menggunakan kombinasi steroid dan antihistamin, misalnya: celestamine, diminum 3×1 selama gatal. Hanya saja obat kombinasi ini tidak digunakan dalam jangka panjang secara terus menerus agar tidak menimbulkan efek samping.
    Makasih

  108. 108 Masdedy Februari 12, 2010 pukul 8:00 am

    Ternya yang kena biduran buuuuanyak juga ya…aku juga perbah punya pengalaman (ini cuma pengalaman, gak harus diikuti tapi secara pribadi memang terbukti).

    10 tahun yang lalu saya pernah kena biduran, sdh berobat dari arab sampai obat cina, dari herbal sampai kimia juga gak sembuh-sembuh. Muncul selalu menjelang magrib (kira2 jam setengah enam sore sampai malam). Kalau sdh muncul pulau-pulau kecil di seluruh badan pasti deh lanjut menjadi besar, dan guuuuuaaaaatelnya minta ampun. Ada teman saya yang ngajak berobat ke Alternatif yang katanya memang menggunakan doa-doa dalam pengobatannya. OK…..apa salahnya gak dicoba..karena semua obat sudah aku coba dan gak belum ada hasilnya. Metodenya adalah saya diminta untuk duduk bersila dan mengucapkan secara terus-menerus doanya sambil melakukan relaksasi pada seluruh tubuh (Katanya nanti tubuh kita akan bergerak sendiri dengan gerakan yang mengisyaratkan kepada kita tentang obat dari penyakit yang kita derita). Ok gak masalah, aku pikir namanya juga berusaha untuk sembuh, jadi ikuti saja apa yang diminta. Dan emang bener, setelah relaksasi kurang lebih 30 menit. tubuh saya tiba-tiba bergerak, tangan kanan saya perlahan2 bergerak seperti melakukan gerakan menunjuk ke arah diri saya, kemudian gerakannya berubah menjadi seperti orang yang berlari2. Begitu secara berulang2.
    Setelah kira2 10 menit gerakan relaksasi tadi berulang, saya dihentikan oleh sang…tabib tadi. Saya kemudian bertanya kepada beliau tentang apa arti dari isyarat dalam relaksasi tadi. eh ternyata jawaban dia sederhana saja…..KALAU SAYA BACA GERAKAN RELAKSASI ANDA TADI, ANDA HANYA DIMINTA UNTUK SECARA RUTIN BEROLAH RAGA HINGGA BERKERINGAT.
    Waaaoo…baru sadar juga sih..aku memang kurang berolah raga dan selalu beraktifitas dalam ruang ber AC dari mulai Tidur sampai di tempat kerja dan sampai tidur kembali.
    Dan…Alhamdulillah..setelah seminggu berusaha rutin pagi dan sore olah raga (mengeluarkan keringat) BIDURAN tak lagi muncul…
    Wah…baru kali ini ada tabib yang bener2 jujur seperti itu. karena biasanya kalau ada penyakit yang gak sembuh oleh obat..pasti deh..dibilang kena santet lah dll, dll, dll, tapi ini kok malah dibilang hanya karena kurang olah raga saja.

  109. 109 cakmoki Februari 12, 2010 pukul 3:16 pm

    @ Masdedy:
    …terimakasih atas pengalamannya :)

  110. 110 dwi Februari 18, 2010 pukul 12:45 am

    Assalamu’alaikum Cak Moki,
    Tadi saya baca di atas, ada biduran yg disebabkan oleh cacing. Apakah cacing2 tsb diatas bisa diobatin dgn combatrin? Jika tdk bisa, maka obatnya apa Cak?
    Terimakasih & Wassalam.

  111. 111 cakmoki Februari 18, 2010 pukul 2:32 pm

    @ dwi:
    Assalamu’alaikum,
    Ya, bisa dengan combantrin atau dengan albendazole. Dosis untuk anak adalah 10 mg per kg berat badan per dosis, diberikan dalam dosis tunggal, kecuali cacing kremi yg memerlukan pengobatan 3 hari berturut-turut.
    Sedangkan untuk dewasa pake dosis normal.
    Makasih… Wassalam

  112. 112 ruchita Februari 22, 2010 pukul 9:49 pm

    Dok cakmoki, Saya menggunakan krim obat dari dokter kulit dan kelamin, lantas muka saya jadi agak gatal2, awalnya seminggu awal gpp. Abis itu bibir saya jadi agak menebal dan agak gatal2 sampe hampir bengkak. Sebaiknya gimana ya dok? Krim dokternya harus saya lanjutin tapi. Atau ini efek bakteri kotor?

  113. 113 cakmoki Februari 23, 2010 pukul 1:43 pm

    @ ruchita:
    Reaksi alergi berupa tebal, bengkak dan gatal pada bibir serta wajahbisa jadi karena reaksi alergi krim obat tersebut, bisa juga oleh sebab lain, mengingat kejadiannya seminggu setelah pemakaian krim. Bukan infeksi bakteri, tapi reaksi alergi.
    Sebaiknya kembali ke dokter kulit untuk memastikan penyebabnya. Ato sementara boleh juga menggunakan obat anti alergi, misalnya celestamine atau dextamine, diminum 3×1 hingga sembuh.
    Makasih

  114. 114 devi Februari 24, 2010 pukul 1:17 pm

    salam kenal cak moki,

    Calon suami saya seringkali biduran dan bidurannya sekujur tubuh. Dia sendiri sudah menjelaskan histori tentang bidurannya. Dulu waktu kecil dia sangat tahan terhadap udara dingin, bahkan kalo menghadap kipas angin, dia tahan tidak berpakaian dengan kecepatan kipas angin paling cepat. Tapi saat usia 9 tahun, ketika dia hujan2, dia baru merasakan bahwa tubuhnya panas dan tiba2 bentol2 lebar sekujur tubuh. Semenjak itu, dia jadi tidak kuat dingin.
    Oleh dokter sudah dijelaskan seperti penjelasan cak moki. DIa sendiri sudah menganalisa yang bisa mencetus bidurannya, yaitu udara dingin dan kontak benda pada kulit ketika kedinginan itu, di bagian terkena sentuhan benda lain, pasti yang akan membentuk biduran.
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa obat yang paling cocok untuk biduran dan tidak berbahaya digunakan dalam jangka waktu panjang (karena memang tidak bisa disembuhkan), calon saya ini tipe pekerjaannya mobile.

    2. Apakah biduran akibat alergi sejenis ini menurun?

    Terima kasih sebelumnya untuk jawabannya, cak moki..

  115. 115 cakmoki Februari 24, 2010 pukul 2:38 pm

    @ devi:
    Salam kenal …
    1) Mengingat calon suami pekerjaannya mobile dan seraing mengalami biduran, maka saya sarankan pake obat antihistamin (tanpa kombinasi steroid) yang single dose (diminum sekali sehari) dan relatif tidak ngatuk, yakni: Loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg, diminum 1×1 hanya saat biduran aja. Keduanya saya tuis nama generiknya, adapun nama dagangnya bebas memilih. Sebaiknya pake yg generik aja soalnya harganya jauh lebih murah.

    2) ya, kemungkinan menurun tetap ada, tapi tidak selalu.

    Makasih :)

  116. 116 david Maret 6, 2010 pukul 6:01 am

    cak, david lagi nih..
    sperti nya saya udah ketemu alergen yg dpt menimbulkan biduran buat tubuh saya..
    yaitu obat sakit kpala..
    setiap kali saya minum obat sakit kepala ( paramex ) muncul deh tuh 1 muka dan di badan yg nama nya alergi.. padahal dulu tdk pernah apa2 kalo minum paramex, knp skrg bisa alergi ya ??

    nah yg jadi permasalahan nya saya tuh langganan banget yg nama nya sakit kepala.. seminggu bisa 3x.
    saya pikir saya alergi dengan parasetamol, tetapi kemaren pas lagi sakit kepala saya coba minum panadol extra yg tdk ada kandungan parasetamol nya, tetapi tetap aja muncul alergi nya ( lebih sedikit dari saya minum paramex ).

    nah kira2 ada masukan ga cak buat saya yg penderita langganan sakit kepala harus minum obat apa ?

    dan 1 lagi, di saat biduran tdk muncul, knp ya suka ada bekas bercak merah yg kadang hilang, kadang muncul di tangan tp tdk gatal.. apa itu ya cak ?

    thx before atas jawaban nya..
    salam david.

  117. 117 cakmoki Maret 6, 2010 pukul 3:31 pm

    @ david:
    Kandungan paramex adalah: propifenazon, parasetamol, deksklorfeniramina maleat, dan kofein.
    Sedangkan Panadol extra: paracetamol dan kofein. Kemungkinan alergi terhadap parasetamol atau parasetamol dan propifenazon.
    Pernah minum obat dengan kandungan parasetamol tanpa kombinasi ? misalnya: dumin. Jika pernah dan menimbulkan alergi berarti benar bahwa parasetamol merupakan salah satu pemicu.
    Jika parasetamol tersebut menimbulkan alergi, maka dapat dicoba analgesik lain untuk meredakan sakit kepala, misalnya: metamizole (merk dagang: pyronal, novalgin)… pilhan lain misalnya dipyron (merk dagang: panstop).
    Andaikata juga menimbulkan alergi, dapat dipilih analgeik yg lain.
    Adapun bekas bercak merah yg muncul dan gak gatal gapapa. Itu skin rash sebagai reaksi ikutan dari alergi.
    Makasih

  118. 118 david Maret 6, 2010 pukul 4:06 pm

    wah thx cak atas jawaban nya..
    bagaimana dgn aspirin ? apakah beda kandungan dgn paramex atau panadol ?

    apakah obat metamizole dan dipyron itu di jual bebas spt di warung2 atau harus beli di apotik ?

  119. 119 cakmoki Maret 7, 2010 pukul 5:06 pm

    @ david:
    Aspirin beda kandungan dengan paramex dan panadol.
    Obat-obat yang saya sebutkan di atas tidak dijual di warung, tapi dapat diperoleh di apotik.
    Makasih

  120. 120 dadgar Maret 8, 2010 pukul 12:03 pm

    Ass. you keren abis dok Cak. Ani korban biduran juga aidon too to onaji desu. Yaaaaaaa gw gak tau mo ngomong ape lagi nih. eng…… nulis ape ye……. yah gitu lah….. Wass…..

  121. 121 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 4:50 am

    @ dadgar: :)

  122. 122 lily Maret 10, 2010 pukul 9:58 am

    Dok,sy biduran sejak kecil wkt msh SD. Skrg umur sy 26th. Sdh berobat gonta ganti dokter. Sy tggl d daerah kalimantan. Wkt kuliah k jkt,biduran sempet ilang slama 1 thn. Wkt plg k daerah biduran lg. Selesai kuliah d jkt,sy kerja d bandung,slama d bandung sy tdk pernah biduran lg.slama 2 thn. Trus sy pindah k jkt lg.sy mulai biduran lg setelah 2 minggu melahirkan dgn operasi caesar. Sdh 5 bln ni biduran trs tiap hari kl malem. Knp y dok?
    Apakah krn cuaca ato daya tahan tubuh sy drop stlh melahirkan?
    Sy skrg konsumsi obt aerius sehari 1 tabletb kl bidurannya bnyk. Sy msh menyusui,apakah obat tsbt aman d konsumsi dlm jangka pjg?bisa pengaruh k baby gak?
    Thq dok.

  123. 123 cakmoki Maret 10, 2010 pukul 3:13 pm

    @ lily:
    Kemungkinan karena cuaca atau faktor lain, bukan karena daya tahan menurun setelah melahirkan.
    Berikut saya copy paste lagi sebagaimana tertulis di artikel:
    Apakah orang yang mudah urtikaria berarti memiliki daya tahan tubuh yang lemah ? … Enggak lah … walaupun imunologi bisa diartikan daya ketahanan tubuh tapi bukan berarti orang yang mengalami reaksi alergi lantas merasa memiliki daya tahan tubuh yang lemah, bukan! Pengertian reaksi alergi terkait sistem imunologi kamsudnya tubuh kita bereaksi berlebihan. Ilustrasinya, suatu alergen (pencetus timulnya reaksi alergi) yang pada orang lain tidak menimbulkan apa-apa, tapi pada orang tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi karena dianggap “musuh”, selanjutnya alergen tersebut diikat oleh antibodi dan terbentuklah suatu ikatan kompleks antigen-antibodi, sehingga memicu pengeluaran hitamin yang menimbulkan reaksi alergi …

    Obat yg digunakan tersebut aman untuk kehamilan dan menyusui, aman untuk bayi, serta aman untuk jangka panjang. Lagipula makainya hanya saat biduran aja.
    Makasih

  124. 124 lily Maret 10, 2010 pukul 11:35 pm

    Jika biduran krn faktor cuaca dingin,apakah dg minum air jahe dpt membantu?

  125. 125 cakmoki Maret 11, 2010 pukul 1:12 pm

    @ lily:
    wedhang jahe hanya membantu menghangatkan badan, tidak untuk mengobati urtikaria.

  126. 126 mabel Maret 23, 2010 pukul 1:35 pm

    Siang dok,
    mau tanya.. anak saya laki2 umur 4 tahun kurang seminggu, berat 18kg.
    sejak minggu malam biduran dibeberapa bagian badannya. Terus saya kasih claritin. Biduran yg lama hilang tapi langsung muncul yg baru lagi di area lain.
    Sebelumnya dia belum pernah biduran. dia memang punya bakat alergi (karena saya punya bakat asthma) tapi biasanya berupa batuk&bersin. bukan ke kulit.
    sekarang oleh dokternya dia dikasih heptasan. baru dua kali minum sih. sekarang bidurannya berkurang.
    jadi sebenernya dia sudah 2 minggu ini dia batuk pilek ga sembuh2. di awali dg radang tenggorokan (tanpa batuk&pilek), hanya demam (ga sampe 39C).oleh dokter cuma dikasih FG troches & cefspan yg blum dicairkan (untuk jaga2 kalo sampe panasnya 39C). beberapa hari setelah itu, barulah muncul batuk pilek. dikasih racikan puyer mucopect, etaphylin, codein. setelah beberapa hari demam jd 39C & ingusnya jadi ijo. tanda infeksi kan ya, dok? saya kasih cefspan. panasnya turun & batuk pileknya berkurang. sekarang cefspannya sdh habis.
    obat2an ini sebelum2nya udh pernah dikasih pd anak saya jd saya pikir biduran ini pasti bukan reaksi alergi thdp obtnya. atau bisa, dok? ada hubungannya sama darah gak sih, dok? selama ini dia juga blum pernah alergi makanan. udah gitu bibirnya juga kena candida sdh 2 hr ini.
    biduran ini wajar ga sih, dok? saya panik karena saya ga tau apa pencetusnya.
    makasih banyak ya, dok sebelumnya :))

  127. 127 cakmoki Maret 23, 2010 pukul 4:36 pm

    @ mabel:
    Yang pasti, biduran bukan karena obat…
    Biduran tidak bahaya…. tapi sangat menyiksa…. mudah kambuh kalo terpapar alergen, pemicu tersering biasanya cuaca, udara, debu, kelelahan, dll…..adakalanya bibir dan sekitar mata membengkak …. yang penting selalu tersedia obat anti alergi di rumah dan dibawa kemanapun bepergian….

    Adpun untuk batuk pilek yg sekarang dialami, obatnya dah oke, tindakan ibu udah bener… dan bisa dilanjutkan hingga sembuh.

    berikut ini adalah leaflet yg selalu saya berikan kepada pasien yang menderita biduran…….supaya gak panik. silahkan download pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al

    Makasih

  128. 128 cakmoki Maret 23, 2010 pukul 4:40 pm

    @ mabel:
    leaflet ini sudah sy bagikan di daerah kami sejak 8 tahun yg lalu, kemudian ada perbaikan-2 terutama ukuran huruf dan gambar. Setelah membaca leaflet singkat tersebut, mohon feed back, apakah leaflet tersebut cukup membantu para orang tua agar tidak panik, ataukan justru malah menakutkan…hehehe…
    Syukur-2 kalo ada saran perbaikan agar para pasien bisa lebih memahami tanpa rasa cemas.
    Makasih

  129. 129 mabel Maret 23, 2010 pukul 11:19 pm

    makasih, dok atas sarannya..

    tanggapan buat leafletnya, menurut saya udah bagus..
    singkat, padat & jelas.. mudah dimengerti sama masyarakat luas :)

  130. 130 cakmoki Maret 24, 2010 pukul 2:11 pm

    @ mabel:
    Makasih telah berbagi… Dan makasih juga atas tanggapan leafletnya…harap maklum, sy gak bisa membuat yg kayak iklan mobil … hehehe :)

  131. 131 hendro Maret 27, 2010 pukul 12:42 am

    met kenal dok,

    dok, anak saya, wanita 10 tahun, sdh 4 hari biduran ngak sembuh2, sudah makan aerius, bestalin, hexilon,(baru 1 hari makan obatnya) dari telapak kaki sampai ke muka bercak2 nya. Bahaya tidak , dok ?
    trima kasih

  132. 132 cakmoki Maret 27, 2010 pukul 2:57 am

    @ hendro:
    Tidak bahaya, sebagaimana penjelasan panjang lebar pada artikel.
    Adakalanya urtikaria bandel…tapi yg penting ada obatnya. Ntar kalo dah sembuh, obat-2 tersebut bisa disimpan, dan digunakan lagi kalo kambuh.

    berikut ini adalah leaflet yg selalu saya berikan kepada pasien yang menderita biduran…….supaya gak panik. Silahkan download pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    makasih

  133. 133 hendro Maret 27, 2010 pukul 10:27 pm

    wah, ma kasih banyak dok, jadi tenang deh

  134. 134 cakmoki Maret 28, 2010 pukul 2:07 am

    @ hendro:
    sama-sama, pak… terimakasih telah berbagi

  135. 135 andhi April 9, 2010 pukul 1:53 pm

    kok saya biduran dah 4 bulan belom sembuh 2 juga ????? knp ya ??? kalo saya makan insidal sembuh cuma 4 hari nanti tumbuh lagi knp ya

  136. 136 cakmoki April 10, 2010 pukul 1:43 am

    @ andhi:
    karena urtikaria bersifat residif alias kumat-kumatan terutama kalo terpapar alergen…
    Jawaban selengkapnya, silahkan baca lagi artikel di atas pada:
    FAQ SEPUTAR URTIKARIA
    Makasih :)

  137. 137 ucok April 15, 2010 pukul 2:06 am

    dok, udah sekitar seminggu saya mengalami gatal-gatal di sekitar pantat,selangkangan, bawah perut, kantung zakar, dan kadang di ketiak. tapi saya amati tidak ada bentol, merah, ataupun bengkak. tapi gatalnya ini makin digaruk makin menjadi. dan saya kasih minyak tawon gatalnya hilang, tapi 1 jam kambuh lagi. saat ini saya belum mengkonsumsi obat (mengkin masih tahan kali…). saya takut terjadi apa-apa. padahal saya selalu bersih dan tidak neko-neko. biasanya gatalnya datang saat sedang kedinginan, pake celana santai, ato duduk di lantai. Mohon solusi dok… trims

  138. 138 cakmoki April 15, 2010 pukul 1:32 pm

    @ ucok:
    Menilik gatalnya timbul terutama saat kedinginan, kemungkinan besar emang urtikaria… sementara dapat diobati dengan antihistamin, misalnya: Loratadine 10 mg atau Cetirizine 10 mg, diminum 1×1 saat gatal saja. Selanjutnya obat dapat disimpan dan digunakan lagi kalo kambuh.

    Jika dengan obat tersebut belum menampakkan hasil yang memuaskan, dapat menggunakan kombinasi steroid dan antihistamin, misalnya: celestamine, diminum 3×1 saat gatal aja.

    Makasih

  139. 139 ucok April 15, 2010 pukul 2:52 pm

    dok, minum Incidal OD bisa ya? saya takut sama tuh obat… krn saya googling Incidal bikin menurunkan kesuburan, dan menyebabkan kerusakan ginjal kronik… tapi waktu sekolah atau kegiatan itu gatal tidak datang sama sekali. melainkan saat santai. Menurut saya gatal tersebut apa memang harus minum obat? umur saya masih 17 tahun dan jika misalnya saya pusing, demam, atau tidak enak badan saya sekedar tidur saja dan ketika bangun segar kembali. jujur saja saya tidak pernah suka sama yang namanya obat. dan saya beranggapan “paling dikasih minyak tawon/kayu putih udah ilang. memang ilang tapi kambuh lagi dok…

  140. 140 mey April 17, 2010 pukul 11:24 am

    lam knl dok…gni aq mau sharing dkt soal biduran yg saya alami,,awalnya ci cm mama aja yg biduran tp anehnya biduran itu berlangsung slma hampir 2 thn..eh mama sembuh skrg kena ke aq..awlnya ci saya cm minum es rujak timun,,tb2 malamnya saya meriang keluar bintik2 merah seperti di gigit nyamuk gtu..eh paginya dan seterusnya seperti itu trs,saya periksa ke dokter hanya di blg alergi biasa,tmn2 saya blg saya terkena kencing kuntilanak lah,ada yg blg saya darah kotorlah..sempet wktu itu saya bli jamu pembersih darah,beli obt pembersih darah,malah niat mau cuci darah,saya binggung dok,biduran ini sampai lari ke wajah. byk bintik2 merah,seperti biang keringat,saya jd malu,muka saya brbh hitam kulitnya dan ngk berani pki bedak,cz jelek bgt kesannya..biduran itu selalu keluar pas magrib smpi tengah malam,kdng pagi hari..atau kdng saya pas keringatan..saya jg malu donk kerja hrs brpakaian serba tertutup dlm arti kata slu pki rok panjang ngk baju lengan panjang,ngk bs pki rok stgh tiang atau clna panjang..berani saya berpakaian pendek biduran itu klr,slma ini sih saya cm minum obt dexteem plus,awlnya cm minum 1 tablet tu aja dah tdr pules..eh sx skrg ngk bs dok..hrs minum 2 bru bs tdr klo ngk tiap mlm tiap hri saya hrs garuk2 smpi kepala2,rambut saya aja smpi byk yg rontok..tlg saya donk donk spya biduran ini hlg scra permanent..thx ya donk sebelumnya

  141. 141 cakmoki April 17, 2010 pukul 1:06 pm

    @ ucok:
    Bisa.
    Tapi obat ini biasanya menimbulkan efek samping ngantuk. Untuk itu gunakan sesuai rekomendasi saya di atas.
    Di dunia medis, semua obat dan efek samping harus ditulis secara jujur walaupun persentase timbulnya efek samping obat sangat kecil dan kapan kemungkinan timbulnya efek samping tersebut dapat dialami seseorang setelah sekian lama minum obat tanpa saran dokter.
    Itu dimaksudkan agar orang tidak menggunakan obat tanpa konsultasi ke dokter.
    Itulah bedanya dunia medis dengan pengobatan-2 lain yang tidak jujur menyampaikan efek samping, bahkan seringkali mengatakan tidak ada efek samping.

    Namun, jika emang tidak pernah suka dengan obat, gak perlu menggunakan obat :) …termasuk minyak tawon dan minyak kayu putih, karena keduanya juga obat yg mengandung asetyl salisilat sebagai bahan dasarnya… bukankah begitu ?
    Makasih

    @ mey:
    Biduran tersebut berarti dipicuoleh hawa dingin, mengingat munculnya saat Maghrib dan malam hari.
    Menilik bahwa biduran suka kambuh, sebaiknya jangan minum Dexteem Plus karena dapat menimbulkan efek samping bengkak pada wajah, dll…
    Karenanya, cukup diobati dengan antihistamin, misalnya: Loratadine 10 mg atau Cetirizine 10 mg, diminum 1×1 saat gatal saja. Selanjutnya obat dapat disimpan dan digunakan lagi kalo kambuh.
    Makasih

  142. 142 hanif April 18, 2010 pukul 10:08 am

    salam kenal cak….
    Setahun ini sd ada masalah di telapak kaki jugak sebagian tangan,timbul bintik putih berair tapi endak gatal kalau sudah kering kulit di sekitar itu terkelupas yg paling parah ditelapak kaki,sehingga kulitnya menebaldan munculnya di situ-situ jugak,tolong cak moki kasik saran obat apa yang cocok…trims…

  143. 143 mey April 18, 2010 pukul 2:31 pm

    itu obt dr dokter loh dok,saya dah berobat di bbrp dokter tp cm obt itu yg cocok saya minum..makanya klo hbs ya saya beli lg ke apotik,obt itu hanya saya gunakan saat gatal2 saja..tp bbrp hri ini saya ngk ada minum obt di karenakan saya mulai gemuk smjk minum obt itu 1 hri 2 tablet yaitu diminum sekaligus pas mlm hari,wajah saya ci ngk bengkak dok,tp kaki ma betis aja yg saya lihat seperti org lagi hamil ( agak bengkak ).klo pki minyak telon atau minyak kayu putih itu ngk mempan dok,sampai2 saya beli minyak kapak,tp hbs pki minyak itu saya menggigil karena minyak itu smkin saya pki byk smkin dingin bknnya makin hangat,saya pki obt lain ngk cocok dok..cm dexteem plus aja ne yg cocok bgt di tubuh saya,pki obt lain byk gejala2 yg membuat saya sering pusing,muntah2,bahkan sempat di larikan krmh sakit gr2 obt itu ngk cocok di tubuh saya..obt dexteem plus ini ngk berbahaya kan dok ? kata org2 saya dsrh suntik penisilin..emng itu bs buat saya sembuh permanent ngk dok ? bhya ngk ci suntik penisilin itu dok,klo masuk ketubuh kita ?

  144. 144 cakmoki April 18, 2010 pukul 11:56 pm

    @ hanif:
    Salam kenal :)
    Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Trims

    @ mey:
    gak papa kalo emang dexteem plus yang paling cocok. Gak bahaya, toh makainya kalo pas kambuh aja.
    Lho, penisilin bukan untuk urtikaria, tapi untuk infeksi kuman tertentu.
    Makasih :)

  145. 145 tari April 22, 2010 pukul 12:58 am

    dok, saya punya faktor gen dr bapak saya penyakit biduran ini, biasa nya kalo saya biduran itu langsung banyak, penuh seluruh badan hampir semingguan kira kira baru sembuh

    kali ini enggak gitu, saya skrg tinggal di jkt, dlu di lampung, mungkin gak sih dok karena cuaca nya atau udara yg gak cocok?

    lalu, gatal nya juga berbeda dg yg biasanya, kalo biasanya hampir seluruh tubuh.. bisa sampai ke mata juga kadang kadang, kalo skrg enggak, kalo di garuk tambah nyebar gatelnya…

    1. saya kasih bedak herocyn, setelah mandi, emang rasa gatal nya berkurang, tapi yaa masih gatel aja
    2. saya minum Incidal, sembuh gak gatel, (hanya merah saja) tapi cuma berlangsung selama 3 hari saja sembuhnya, selanjutnya biduran lagi, kira kira sampai detik ini dari akhir januari saya masih gatal gatal dok… mohon pencerahannya :)

  146. 146 cakmoki April 22, 2010 pukul 1:47 pm

    @ tari:
    ya, urtikaria banyak variannya. Seseorang yang mengalami urtikaria tidak selalu mengalami bentuk dan keluhan yang sama. Hal itu dipengauhi oleh jumlah, jenis dan besarnya pengaruh alergen yang menimbulkan reaksi alergi.
    Menilik kronolginya, urtikaria yg dialami dipicu oleh cuaca.

    Adapun obatnya bisa diplih yng paling nyaman. Kalo misalnya kurangmemberikan respon dengan incidal, dapat menggunakan obat antihistamin jenis yang lain, misalnya: loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg, diminum 1×1 saat gatal aja.
    Adakalanya urtikaria menetap dalam waktu yang lama pada saat 2 tertentu.
    Di sinipun juga sama. Orang yg tadinya sembuh dalam 1-2 hari, ternyata masih tetap mengalami urtikaria hingga seminggu walau udah diberi obat yang biasa digunakan sebelumnya Hal ini bisa dimaklumi karena cuaca sedang tidak bersahabat.

    di bawag ini adalah leaflet yg biasa saya bagikan ke pasie urtikaria agar tidak panik. Silahkan download link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al

    Makasih :)

  147. 147 mey April 22, 2010 pukul 11:13 pm

    dok,td mlm jam 2 biduran saya klr..biasanya jam 3 dah hlg..tp ini dr jam 2 smpi jam 10 mlm ttp lanjut ngk ada hlgnya..saya jd ngk bs beraktifitas dok..dan ini hampir slrh tubuh dok keluarnya..oh ya dok,yg jd pertyaan,klo biduran ini keluar trs kita minum obt bukannya biduran ini jd mengendap dlm arti kata biduran ini ngk sembuh2,tlg donk dok ksh pencerahan,spya biduran ini bs sembuh permanent,tp mengonsumsi obt tiap hri ?

  148. 148 cakmoki April 23, 2010 pukul 1:21 am

    @ mey:
    Biduran adalah reaksi berlebihan tubuh kita terhadap alergen…Biduran tidak mengendap ..lha? sapa yang ngomong gitu? :)

    Silahkan baca lagi perlahan-lahan hingga akhir artikel, dengan tenang… semua pertanyaan dah terjawab pada bagian FAQ

    Makasih

  149. 149 Nadine Anindya P. April 28, 2010 pukul 3:14 pm

    Dok..atau Cak Moki…hehehe….Anak saya perempuan berumur 2 tahun 10 hari, sudah 5 hari ini terserang Urtikaria…Dan ini baru pertama kalinya anak saya terserang penyakit tersebut. Dan saya sudah membawanya kedokter spesialis kulit 3 hari yg lalu….tapi belum kesembuhan.Obat dr dokter masih saya lanjutkan sampae hari ini….setiap habis minum obat dan diolesi bedak cair dr dokter rasa gatak mereda, dan anak saya bisa tidur pulas….tp jika effect obatnya sudah hilang rasa gatal kembali menyerang. Saya bingung jika nanti obat dr dokter sudah habis…boleh kah anak saya meminum 2 jenis obat tersebut diatas
    1) Loratadine 10 mg dan
    2) Cetrizine 10 mg

    Berapa dosis yg aman untuk anak saya umur 2 tahun 10 hari untuk kedua jenis obat tersebut….Dan untuk bedak cair (caladyne cair ) yg saya beli di apotik aman kah untuk pemakaian jangka panjang..Terima kasih….

  150. 150 Adisty April 29, 2010 pukul 9:40 am

    Yang namanya biduran sumpah,asli nyiksa bangets. Ampe bikin aku gak masuk kuliah…..mesti bolak-balik ke dokter seminggu sekali buat kontrol. Soalnya termasuk biduran yang akut,alhasil aku dilarang makan telur,ayam,ikan laut,petis juga. Tapi daging gak apa apa sie…selama kurun waktu 10 bulan. Awalnya ngebandel dikit,makan ayam. Tpi justru bengkak di mata ma dimulut,tangan juga ikutan bengkak,badan panas. Ternyata….tambah parah,suntik deh. Tpi Puji Tuhan,apa yang dokter saranin berhasil…n skarang gak biduran lagi

  151. 151 cakmoki April 29, 2010 pukul 2:58 pm

    @ Nadine Anindya P:
    Obatnya salah satu saja, dengan dosis 1/2 sendok takar sekali sehari. Aman untuk jangka panjang.
    Untuk bedak, kalo bisa pilih yang caladine powder, bukan yg cair, soalnya tambah clekit-clekit.

    Urtikaria kadang bandel…gakk usah bingung, yang penting punya obatnya… :)
    Berikut ini leaflet yg iasa saya bagikan kepada pasien urtikaria di praktek supaya gak stress. Silahkan download pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al

    Makasih

    @ Adisty:
    makasih telah berbagi :)

  152. 152 Wantonly Mei 8, 2010 pukul 12:15 am

    Permisi, mw nanya, sy sudah bentol2 seperti itu selama krg lbh 7 Bulan, berbahaya tidak yh? saya mengatasinya dgn minum bestaline, yg hanya tahan 3 hari, lalu minum lagi, terus seperti itu. Apakah mengkonsumsi terus menerus menambah parah? Dan ada solusi lain?
    Trima Kasih.

  153. 153 cakmoki Mei 8, 2010 pukul 1:51 am

    @ Wantonly:
    urtikaria TIDAK BAHAYA sebagaimana tertulis di artikel. Mengkonsumsi obat bestalin terus menerus ga papa asalkan emang diperlukan. toh minumnya hanya kalo pas kambuh aja. Dapat juga menggantinya dengan obat lain, misalnya: telfast BD atau OD, diminum saat kambuh aja. Tapi harap diingat bahwa urtikaria bersifat residif alias kumat-kumatan terutama jika terpapar alergen (pemicu timbulnya reaksi alergi)
    Makasih

  154. 154 wantonly Mei 9, 2010 pukul 6:56 pm

    Ooooo, kira2 bisa sembuh sendiri tdk yh? Krn kalau minum bestaline terus, lama2 bisa efek ke ginjal kn? Oh iya, apakah donor darah dapat membantu? Haha

  155. 155 Nadine Anindya P Mei 9, 2010 pukul 7:57 pm

    Cak Moki…pada tgl 28 april 2010(masih mengidap kaligata) saya menanyakan tentang sakit biduran/kaligata anak saya….dan sekitar tgl 2-3 Mei 2010 sudah sembuh seperti sedia kala…Tapi sekarang anak saya dirawat di rumah sakit sejak sabtu pagi,08 Mei 2010 akibat panas tinggi (sebelum dirawat sempat kejang/stip dirumah). Setelah hasil tes darah diketahui bahwa leukosit ( sel darah putih anak saya 23400, normal adalah 5000-10000). Keterangan dr dokter panas tinggi di sebabkan adanya infeksi oleh virus…dan karena virus ini jg lah yg menyebabkan peningkatan kadar leukosit dalam darah. Yang ingin saya tanyakan apakah benar efek dari obat alergi yg di berikan oleh dokter Spesialis kulit dan kelamin dapat meningkatkan produksi leukosit dalam darah? Apakah memang obat alergi mengandung kortikosteroid/steroid dpt meningkatkan produksi leukosit dalam darah? Sedih rasanya baru saja 4 hari merasakan kesembuhan sakit anak saya, sekarang anak saya hrs dirawat di rumah sakit.
    Terima kasih Cak…

  156. 156 cakmoki Mei 10, 2010 pukul 2:22 pm

    @ wantonly:
    Tidak ada efek ke ginjal…
    Donor darah bukan untuk membantu mengobati alergi tapi untuk orang yg memerlukan darah…namanya juga donor darah kan…

    @ Nadine Anindya P:
    Peningkatan leukosit dapat terjadi oleh infeksi mikro-organisme (kuman, virus, parasit), bukan hanya infeksi virus. Leukosit meningkat setelah seseorang terinfeksi mikro-organisme sebagai reaksi tubuh kita untuk memerangi mikro-organisme tersebut.
    Contoh:
    Andai saya saat ini mengalami radang tenggorokan yg ringan, maka tubuh saya akan meningkatkan jumlah tombosit dan untuk melawan mikro-organisme penyebab radang. Nah jika darah saya diperiksa, maka lekosit akan meningkat hingga di atas 10.000 atau lebih.
    Begitu juga misalnya saya pasa lagi korenganan karena infeksi akibat garukan, maka lekosit otomatis meningkat walaupun hanya koreng sebesar jarum bundel… gitu lho … :D

    Obat alergi dan steroid tidak menimbulkan peningkatan leukosit.

    Jangan keburu panik hanya dengan peningkatan nilai Lab … :) Kalo panikan ntar rawan diperdaya orang lain, termasuk diperdaya dokter …hahaha.

    Makasih

  157. 157 hoedy Mei 21, 2010 pukul 5:32 pm

    saya biduran sudah bertahun-tahun, bila cuaca panas akan timbul biduran, saya minum obat anti alergi sudah berganti-ganti merk dan yg terakhir ini yang saya minum cetrizine 2HCl 10 gram, akan tetapi bila minum obat hanya betahan 3 hari dan kambuh lagi … jadi 3 hri sekali saya harus minum obat itu, pertanyaan saya :
    1. Obat apa yang sebaiknya diminum ?
    2. Apa efek minum obat berulang-ulang ?
    3. Bagaiman solusinya yang terbaik untuk mengobati penyakit biduran yang menahun ?
    Terima kasih.

  158. 158 Citra Mei 21, 2010 pukul 9:59 pm

    Cak,

    saya kayaknya kena biduran, tapi agak rancu juga sama herpes. saya udah ngirimin imel ke cak moki juga..

    ditunggu balasannya yah cak
    trims

  159. 159 cakmoki Mei 22, 2010 pukul 2:23 am

    @ hoedy & Citra:
    Obatnya silahkan pilih salah satu dari daftar di bawah ini:
    # Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
    # Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
    # Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.

    selebihnya, mohon dibaca lagi artikel di atas dari awal hingga akhir :) … semuanya terjawab pada artikel.
    makasih

  160. 160 Jade Mei 22, 2010 pukul 11:38 am

    Salam, Cakmoki
    Saya ingin tanya, apakah biduran hanya muncul saat bereaksi dengan alergen? Sehingga saat tidak terkena benda yang membuat alergi, biduran tidak akan muncul kembali? Saya mengalami biduran sejak Desember lalu, sampai sekarang, selalu muncul kalau tidak minum obat, saya duga ini karena digigit serangga desember lalu? apakah wajar saja dan kira2 kapan bisa sembuh?
    Terima Kasih

  161. 161 cakmoki Mei 22, 2010 pukul 12:21 pm

    @ Jade:
    Salam,
    iya, biduran hanya muncul saat bereaksi dengan alergen. Hal itu wajar. Bisa jadi bukan serangga, tapi cuaca atau sebab lainnya. Tentu bisa sembuh, tapi akan kambuh lagi jika terpapar alergen.
    Terimakasih

  162. 162 Jade Mei 22, 2010 pukul 11:45 pm

    Wah, berarti kalau muncul terus -terusan, saya terkena alergen setiap hari? Dan apakah dengan menahan gatal, itu malah menyembuhkan dibanding meminum obat?
    Terima Kasih

  163. 163 cakmoki Mei 23, 2010 pukul 2:08 am

    @ Jade:
    Gak mesti. Kadar alergen yg dapat menimbulkan reaksi alergi dipengaruhi oleh berbagai faktor, gak selalu terus-terusan alergi setiap terpapar alergen.
    Menahan gatal tidak menyembuhkan, toh adakalanya alergi bisa sembuh sendiri. Kalo betah menahan gatal, ga papa ga minum obat :)
    Makasih

  164. 164 piran Mei 23, 2010 pukul 2:58 pm

    dokter, sudah 2 bulan ini saya biduran. sebelumnyda tidak pernah. saya sudah makan clarihis 1 x pagi hari dan bestalin 1 x malam hari.. tetapi bila saya tidak makan obat tersebut biduran muncul kembali. saya sudah berobat ke dua dokter berbeda.dan oleh salah satu dokter di kasih obat combantrin yang harus diminum langsung 2 tablet dengan total dosis 250mg. apakah obat cacing tersebut hanya dapat dimakan pada malam hari? saya belum meminum obat cacing tsb karena takut sakit kepala. terus apakah nanti cacingnya akan keluar saat pup? mohon infonya dokter.. kebetulan saya juga sedang bermasalah dengan lambung dan selalu bersendawa yg timingnya bersamaan dengan keadaan biduran saya. apakah mungkin berhubungan? apa efek samping minum obat combantrin langsung sekaligus 2 butir dokter?? need advise..

  165. 165 cakmoki Mei 26, 2010 pukul 12:15 am

    @ piran:
    Obat cacing dapat diminum kapan saja.
    Gak mesti keluar cacing. Salah satu dugaan pemicu alergi adalah infeksi cacing. So, gak mesti cacing, mengingat begitu banyaknya faktor pemicu timbulnya alergi.
    Bersendawa gak ada hubungannya dengn timbulnya biduran. Namun adakalanya dokter memberi kombinasi obat penghambat peningkatan produksi asam lambung sebagai kombinasi obat antihistamin yg lain.
    Efek saping obat cacing diantaranya: mual, kadang diare…tapi gak selalu begitu.
    Makasih

  166. 166 bella Juni 11, 2010 pukul 5:38 am

    dokter,sudah 4kali bolak-balik ke dokter kulit tapi gatal di jari2 tangan dan kaki,telapak tangan dan kaki,lalu sekarang timbul juga di paha bagian dalam dan samping. bahkan jari2 tangan dan kaki bisa sampai bengkak walau gak digaruk. terakhir ini,saya dikasih telfast hd 180mg(1X1),dumocalcim,dan bedak kocok..saya dianjurkan minum telfast 3hr berturut2 dan dikurangi dosisnya kemudian. Apakah alergi saya bukan gejala penyakit lain?saya sudah menambal gigi yg berlubang,sudah cuci perut. Memang baru sehari saya minum obat2 ini,saya bosan hrs minum obat macam2..aplg sudah 4 resep obat. oh ya apakah alergi gatal bisa disertai pegal ngilu di kedua tangan? mohon jawabannya dokter cakmoki..terimakasih sblmnya..

  167. 167 Jiko Juni 12, 2010 pukul 12:08 pm

    halo cakmoki, terima kasih sudah mem-post artikel mengenai urtikaria ini, itung-itung menambah pengetahuan saya tentang penyakit ini, kebetulan saya sepertinya pelanggan tetap urtikaria, 3 tahun ini nggak pernah absen kena biduran, hehe. ngomong-ngomong antihistamin itu aman nggak sih dipake dalam jangka waktu yang panjang? saya udah males jungkir balik pake cara ini cara itu untuk menghilangkan biduran ini, penyebabnya apa juga gak tau persis, mungkin karena kronis jadinya bener-bener idiopatik…

  168. 168 cakmoki Juni 12, 2010 pukul 1:48 pm

    @ Jiko:
    Antihistamine generasi baru relatif aman untuk jangka panjang, misalnya: Loratadine, Citerizine. Lagipula makainya hanya saat kambuh saja.
    Mungkin bener idiopatik, soalnya kebanyakan emang gak diketahui sebabnya, ato sulit diketahui sebabnya.
    Terimakasih telah berbagi :)

  169. 169 bobby Juni 16, 2010 pukul 9:17 pm

    Halo cakmoki..wah 4 jempol bwt dokter udh ngasih kita2 info ttg biduran..smg pahalanya berlimpah..amiiin!

    Sy kena yg namanya pressure urticaria..praktis ga bs ngapa2in..duduk lama aja bokong bentol2..yg kasihan sih istri saya..ga bs peluk2 dulu hehehe

    Terakhir dikasi telfast 180mg sekali sehari plus kalc n bedak. Sy jarang mnm susu jg ga konsumsi vitamin apapun,mungkin itu sebabnya y cak?

    Pertanyaan:apa yg mst dihindarin utk pressure urticaria dok?cak?hehe masa sy mst melayang?supermaan kali?trus smp kpn minum obatnya?telfast 180mg itu pas lg kambuh apa tiap hari?

    Sori nih caak..borongan nanyanya..hbs sy kagum sm cara cakmoki jwb pertanyaan2..memuaskaan..hehe

  170. 170 bobby Juni 16, 2010 pukul 9:17 pm

    Halo cakmoki..wah 4 jempol bwt dokter udh ngasih kita2 info ttg biduran..smg pahalanya berlimpah..amiiin!

    Sy kena yg namanya pressure urticaria..praktis ga bs ngapa2in..duduk lama aja bokong bentol2..yg kasihan sih istri saya..ga bs peluk2 dulu hehehe

    Terakhir dikasi telfast 180mg sekali sehari plus kalc n bedak. Sy jarang mnm susu jg ga konsumsi vitamin apapun,mungkin itu sebabnya y cak?

    Pertanyaan:apa yg mst dihindarin utk pressure urticaria dok?cak?hehe masa sy mst melayang?supermaan kali?trus smp kpn minum obatnya?telfast 180mg itu pas lg kambuh apa tiap hari?knp 180mg?over ga sih tuuh?

    Sori nih caak..borongan nanyanya..hbs sy kagum sm cara cakmoki jwb pertanyaan2..memuaskaan..hehe

  171. 171 Wilma Juni 17, 2010 pukul 2:49 pm

    Cakmoki, bagaimana kita bisa tau kalau pencetus munculnya utikaria karena faktor psikis?

  172. 172 cakmoki Juni 17, 2010 pukul 3:00 pm

    @ bobby:
    Persoalaan biduran emang sangat menjengkelkan bagi yang mengalaminya. Terlebih jika pencetusnya sulit dihindari, termasuk pencetus pressure and segala bentuk pencetus gesekan lainnya…. tapi kalo hanya peluk, gak akan biduran lahhh :D

    Penjenengan benar, dosis segitu terlalu tinggi. Menurut saya cukup dengan dosis rendah dan diminum di saat kambuh saja. Toh, pakai dosis tinggipun tetap ada kemungkinan kambuh.

    Untuk mencegahnya memang sulit kalau pencetusnya pressure. Namun saya yakin penjenengan dapat mengukur pressure sebesar apa yang menimbulkan biduran sehingga dapat mencegahnya. Yang pasti, bukan karena jarang minum susu dan vitamin.

    Makasih

  173. 173 cakmoki Juni 17, 2010 pukul 3:32 pm

    @ Wilma:
    gampang, mbak … kalo urtikaria muncul saat stress atau pas lagi banyak kerjaan atau pas mau ujian, atau pas lagi cemas (berbagai bentuk kecemasan), itu menunjukkan pencetusnya faktor psikis. :)
    Namun, kadangkala pencetusnya tidak hanya satu faktor. Nah, itu yang sulit melacaknya.
    Biasanya, penderita urtikaria yang berulang, rata-rata hapal pencetusnya.

    Makasih

  174. 174 Rosa S Rustam Juni 18, 2010 pukul 1:47 am

    Terimakasih Cak Moki, tengkyuverimach, mersiboku, arigato, maturnuwun sanget :) artikelnya bermanfaat sekali. Saya jd gk panik dot com lagi nih.

  175. 175 cakmoki Juni 18, 2010 pukul 12:13 pm

    @ Rosa S rustam:
    Sama-sama, terimakasih juga atas kunjungan dan komentarnya :)

  176. 176 allone nugroho Juni 22, 2010 pukul 10:51 am

    saya menderita kaligata sudah berbulan-bulan, bahkan tahunan sampai sekarang. penyakit itu muncul ketika cuaca dingin atau cuaca gerah (lembab), bahkan saat ini kalau tidak minum obat incydal hampir tiap hari muncul merah-merah pada kulit tangan, perut, kaki, paha, pokoknya hampir seluruh tubuh. makanya untuk mengobatinya biasanya saya minum incydal.tapi lama-lama saya takut jadi ketergantungan obat tersebut. sedangkan untuk menghindari alergennya kayaknya tdk mungkin masalahnya penyebabnya udara yang tiap hari bisa saja berubah-ubah. Mohon jawabannya atas pertanyaan sbb :
    1. obat apakah yg paling manjur untuk mengobati alergi tersebut supaya tidak kambuh-kambuh lagi?
    2. adakah cara alami/obat herbal untuk mengobati alergi tersebut?
    demikian, terima kasih atas jawabannya.

  177. 177 cakmoki Juni 22, 2010 pukul 4:47 pm

    @ allone nugroho:
    1) Obat tersebut (incidal) dapat terus digunakan jika merasa nyaman dengan obat itu. Ga papa jangka panjang, toh minumnya saat kambuh saja… Obat apapun tetep akan kambuh.
    Obat lain yg bisa dicoba, misalnya : loratadine 10 mg atau citerizine 10 mg atau Telfast… minumnya praktis, hanya sekali sehari. Dan gak ada efek samping ngantuk seperti incidal.

    2) Sejauh ini tidak ada obat alam atau herbal. Kenyataannya orang-2 yg mencoba menggunakan obat alam atau herbal pada akhirnya ke dokter.

    Makasih

  178. 178 Regina Juni 29, 2010 pukul 3:17 pm

    Cakmoki saya juga satu penderitaan dengan mereka2 yaitu mengalami biduran, saya juga dah sekitar 3 bulan dan sudah ke dokter 2 kali tapi hasilnya sama saja pada saat minum obat gatal2nya hilang tapi ketika obatnya habis gatal2nya timbul lagi dan tidak tau penyebabnya apa? (bingung mode on) saya ingin tanya apakah biduran itu bisa karena cacingan ato tidak karena dari salah satu dokter yg saya kunjungi bilang seperti itu. terus obat yg manjur apa yah dok karena saya sudah bosan bgt neh sama yang namanya biduran.
    thank’s before. :)

  179. 179 cakmoki Juni 29, 2010 pukul 6:10 pm

    @ Regina:
    Sebagaimana disebutkan pada artikel bahwa faktor pemicunya banyak, terutama faktor cuaca… salah satunya infeksi parasit..cacing adalah salah satu dari parasit.
    Jangan bosan dong… boleh bosan kalo bidurannya udah bosan :)
    Supaya gak bosan gampang, cukup minum antihistamin single dose jika biduran kambuh, misalnya: Loratdine 10 mg atau Citerizine 10 mg atau Telfast … minumnya cukup sekali sehari… nah, gak bosan kan ?

    Thanks

  180. 180 ummah Juli 7, 2010 pukul 9:34 am

    aduhh, kaligata ya namanya ??
    saya pernah mengalami ini sekitar 2tahun lalu tapi kemudian menghilang dengan sendirinya..

    yang membuat saya bingung, ehh sekarang sekitar hampir kurang dari 2bulan terakhir, penyakit ini muncul lagi. dan anehnya seolah” semakin parah,bentol yang keluar pun makin banyak dan yang pasti gatellnya minta ampun…

    saya sering mengkonsumsi obat alergi(dextimples, incidal, & ctm)kalo gatelnya udah mulai gak bisa diajak kompromi. ya sampai akhirnya kedokter n jawabannya tambah bikin bingung dan buat saya gak begitu paham, karna kata sang dokter alergi ini karna pengaruh hormon gitu.yang jadi pertanyaan saya kenapa sebelumnya gak papa tiba-tiba kaya gini…aduhhhh nyyiksa banget deh….

    sebernya ini penyakit apa sihh, terus bahaya gak??masih bisa sembuh kan??karna sangat mengganggu…..huuuuuuuuu :’(

    makasihh

  181. 181 rahma Juli 7, 2010 pukul 9:56 am

    aduhh, kaligata ya namanya ??
    saya pernah mengalami ini sekitar 2tahun lalu tapi kemudian menghilang dengan sendirinya..

    yang membuat saya bingung, ehh sekarang sekitar hampir kurang dari 2bulan terakhir, penyakit ini muncul lagi. dan anehnya seolah” semakin parah,bentol yang keluar pun makin banyak dan yang pasti gatellnya minta ampun…

    saya sering mengkonsumsi obat alergi(dextimples, incidal, & ctm)kalo gatelnya udah mulai gak bisa diajak kompromi. ya sampai akhirnya kedokter n jawabannya tambah bikin bingung dan buat saya gak begitu paham, karna kata sang dokter alergi ini karna pengaruh hormon gitu.yang jadi pertanyaan saya kenapa sebelumnya gak papa tiba-tiba kaya gini…aduhhhh nyyiksa banget deh….

    sebernya ini penyakit apa sihh, terus bahaya gak??masih bisa sembuh kan??karna sangat mengganggu…..huuuuuuuuu :’(

    makasihh

  182. 182 cakmoki Juli 8, 2010 pukul 1:46 am

    @ ummah:
    andai belum baca artikel di atas secara lengkap, saya copy-paste cuplikannya, sebagai berikut:

    Singkatnya, urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah (istilah kerennya: vasodilatasi) dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan (transudasi) dari membran pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamin yang dipicu oleh paparan alergen (bahan atau apapun pencetus timbulnya reaksi alergi).

    Adapun pelepasan histamin terjadi melalui 2 mekanisme: (1) mekanisme imunologi, yakni reaksi hipersensitivitas type 1 atau adakalanya type 3; (2) mekanisme non-imunologi, (liberator histamin) yakni reaksi yang bersifat fisik.

    PENYEBAB

    Pada urtikaria akut (berlangsung beberapa jam hingga kurang dari 6 minggu), biasanya dapat diketahui penyebabnya dengan mengamati terjadinya urtikaria, sedangkan pada urtikaria kronis (berlangsung lebih 6 minggu walaupun udah diobati) dan berulang biasanya sulit diketahui penyebabnya.

    Faktor Pencetus terjadinya urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

    Monggo, dibaca lagi pelan-2, maka semua pertanyaan akan terjawab.
    Dan download juga Brosur sederhana yg biasa saya berikan kepada pasien di Ndeso kami pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/vqnn0gkoty

    Setelah membaca brosur, pasien di Ndeso kami tak ada satupun yg bingung… :D

    Makasih

    @ rahma:
    loh…petanyaannya sama tapi koq namanya beda ??????

  183. 183 ummah Juli 8, 2010 pukul 9:43 am

    ia, makasih banyak ya dok
    saya sdh download brosurnya
    1x lg makasih yaa dok atas infonya
    mudah-mudahan semua penderita kaligata ini bisa sembuh karna sangat menyiksa…
    hohohohoh ^o^

  184. 184 cakmoki Juli 8, 2010 pukul 2:56 pm

    @ ummah:
    Sama-sama… makasih juga telah berbagi :)

  185. 185 sinar nasir Juli 23, 2010 pukul 7:46 am

    dok, mau nanya, klo kulit gampang merah2 dan bengkak jika digaruk, dipencet atau ditekan itu penyebabnya apa yah…udah gitu lama hilangnya,,,padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu..
    Makasih sebelumnya
    Sinar…

  186. 186 cakmoki Juli 24, 2010 pukul 1:21 am

    @ sinar nasir:
    Kalau gambarannya sama dengan gambar-2 pada urtikaria…maka penyebabnya dan mengapa hal tersebut timbul, sudah terjawab pada artikel… monggo, dipersilahkan baca lagi perlahan-lahan :)
    Makasih

  187. 187 raditandra Agustus 10, 2010 pukul 12:52 am

    halo dokter :)

    mau tanya tentang obat alergi nih…, begini ceritanya:
    anak saya, usianya baru 33 hari…pipinya merah2 (bruntusan kalo orang jawa bilang)
    ngga hanya pipi, daerah mata…alis dan dagu juga..
    mertua saya bilang itu karena kecipratan ASI…karena setelah nyusu ngga dilap pake kapas basah…

    waktu saya bawa ke dokter, itu penyebabnya alergi…jadi saya ngga boleh makan makanan berprotein tinggi seperti coklat, keju dan susu…
    anak saya dikasih obat salep benoson dan tiriz drops dengan dosis 0.25 cc x 2
    pas saya baca di dusnya, itu dosis untuk anak usia 2-6th..

    saya jadi ragu untuk ngasih tiriz drops…mengingat umurnya baru sebulan lebih..
    oh ya, bb anak saya sekarang 4.8kg…
    jadi gimana sebaiknya ya, dok…apa memang perlu saya kasih tiriz drops dengan dosis 0.25 cc dua kali sehari?

    terimakasih banyak, dokter :)

  188. 188 cakmoki Agustus 10, 2010 pukul 1:32 pm

    @ raditandra:
    Dosis tiriz drops yg diberikan dokter adalah dosis yang sangat tepat berdasarkan berat badan, bukan berdasarkan etiket. Obat tersebut aman bagi bayi, bahkan lazim diberikan pada neonatus (bayi kurang dari 1 bukan).

    Yang pasti, bukan karena makanan ibunya… perlu diingat bahwa ASI tidak sama dengan saluran air kran…. apa ada ASI rasa Rawon ketika si ibu makan Rawon ? … hehehe… pesan ini pernah saya tulis di Facebook agar para ibu (termasuk dokter) mengerti dan selalu ingat bahwa ASI adalah minuman paling sehat di dunia, tidak pernah menimbulkan penyakit walaupun ibunya makan segala macam makanan… ASI merupakan produk yang tah tergantikan oleh susu manapun… sebuah karunia Tuhan yang tiada tara…pastinya, sekali lagi, ASI tidak pernah menimbulkan penyakit walaupun si ibu makan berbagai macam makanan, kecuali jika minum minuman atau obat yg menimbulkan adiksi, misalnya: minuman mangandung alkohol, narkoba, dan sejenisnya… kalo makanan: malah dianjurkan bergizi tinggi :)

    Untuk penyebabnya, silahkan baca artikel di atas pada bab faktor pencetus.

    Jika tidak keberatan, silahkan kirim foto gangguan kulit anak melalui email, sepeti para penanya yg lain….
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Trims

  189. 189 raditandra Agustus 12, 2010 pukul 4:07 pm

    wah, terimakasih cak dokter… :) maaf baru sempat bilang terimakasih nya..
    harap maklum, emak2 dengan 2 bocah..hehe

    saya sudah kasihkan tiriz-nya cak, kalau sudah kelihatan berkurang bruntusannya ngga perlu dikasihkan lagi kan ya? sama dsa juga dikasih benoson, cak…jadi cepat berkurang bruntusannya…sekarang sudah ngga merah, tapi pipi jadi kasar dan seperti mau mengelupas…semoga sebentar lagi sembuh :)

    iya, saya juga setuju kalau ASI bukan saluran air keran…
    kalau ibunya makan makanan yg bersifat adiktif gimana, cak…? seperti coklat gitu..hehe…soalnya saya termasuk yg ‘kecanduan’ coklat nih….(mungkin efek sampingnya hanya jadi gendut ya cak..)

    saya pernah dengar kalau ada bayi yang alergi ASI ibunya, apa itu mungkin cak?

    sekali lagi, terimakasih….:)

  190. 190 cakmoki Agustus 13, 2010 pukul 12:32 am

    @ raditandra:
    Ya, Tiriz dan benoson diterusin hingga sembuh.
    Coklat gak akan mempengaruhi bayi yg menyusui karena akan dimetabolisme (diolah) menjadi kalori, cadangan lemak dan glikogen (otot) di tubuh ibunya…paling-paling nambah berat badan :D

    Enggak, ASI tidak menyebabkan alergi pada bayi.
    Makasih :)

  191. 191 n3ki Agustus 15, 2010 pukul 2:28 am

    halo dok, anak saya yg umur 5 tahun tiba2 kena biduran atau urtikaria sejak hari minggu lalu…kalau baca email2 dan penjelasan sih sudah lebih paham. Kalau memang karena cuaca (yg saat ini memang kutang baik) apakah kita bisa mengantisipasi atau minum terus obatnya? pertama minum dextamine namun karena kurang mantap kemarin ganti dgn incidal syrup..memang tokcer karena kurang dari sejam gatal2 mulai menghilang dan jadi ga gatal2 lagi. Namun barusan timbul lagi tuh penyakit….apakah saya harus meminumkan obat terus-terusan hingga hilang sendiri ataukah ada aktifitas yg harus dilakukan?? terima kasih sebelumnya

  192. 192 cakmoki Agustus 15, 2010 pukul 4:23 am

    @ n3ki:
    halo, mbak ….
    kalo dibandingkan antara incidal dan dextamine, tentu lebih kuat dextamine… tapi biasanya sama aja… kalaupun diberi yg lebih kuat lagi seperti Celestamin, Telfast dan lain-lain, tetap aja akan muncul selama cuaca masih belum bersahabat.
    Menurut saya, udah cukup dengan salah satu dari obat yg ada… gak ada aktifitas khusus. Karena itu, obat-2 tesebut cukup diminumkan saat si urtikaria muncul saja. Ntar akan mereda :)
    Makasih

  193. 193 habil Agustus 16, 2010 pukul 1:53 pm

    saya penderita biduran…..

    tiap malam atau siang klo tidak minum obat incidal pasti gatal2 bgt…..

  194. 194 cakmoki Agustus 16, 2010 pukul 3:26 pm

    @ habil:
    tindakannya udah bener..yakni selalu menyediakan obat di rumah agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika biduran muncul.

  195. 195 dewi irma Agustus 18, 2010 pukul 3:13 pm

    Mohon bantuannya pak dokter.
    anak saya berumur 5 tahun. sekarang sdh 3 hari ini badannya biduran dan gatal sekali katanya. digaruk-garuk bentolnya jd seperti bengkak. terutama di kening jd seperti benjol. sebelumnya anak saya pilek hampir sebulan ga sembuh2 smp sdh ganti2 dokter 3x. begitu pileknya sembuh dia jd berdahak dan ga bisa mengeluarkan dahaknya jd tertelan. 3hari yll dahaknya berkurang tp anak saya mencret lalu saya beri diapet nr, keesokan paginya mulai kena biduran. saya ke RS untuk cek darah ternyata leukositnya tinggi.katanya ada infeksi. Lalu di beri obat antibiotik,loratadin dan Mocopects(ambroxol) oleh dokter.tp tadi malam demam lalu saya ksh bufect 5ml dgn jarak 2jam. pemberian ibuprofen itu inisiatif saya sendiri krn dr dokter tidak dikasih obat demam. pertanyaannya : 1.apa tindakan saya sdh benar mencampur pemberian antibiotik(cefspan 2×2,5ml)+claritin (2x5ml) yg dr dokter sy tambahin dgn BUFECT? 2. Tadi sy baca diatas pemberian Claritin hanya 1×1, sdgkn obat dr dokter menganjurkan saya memberinya 2×1?kelebihan dosisnya gak? 3. Apakah anak saya boleh mandi?sdgkan bdnnya msh bentol2?
    Terima kasih atas jawabannya, maaf perrtanyaannya panjang. Saya khawatir sekali, smp tdk bisa tidur sdh 3hari ini.

  196. 196 cakmoki Agustus 18, 2010 pukul 11:09 pm

    @ dewi irma:
    1) Tindakan yg dilakukan udah bener. Gak masalah dan gak akan menimbulkan efek apapun.

    2) Claritin boleh diberikan 1×1 atau 2×1 kalo gatal banget. Tidak kelebihan dosis karena waktu paruhnya 12-24 jam…so boleh diberikan 2 kali sehari.

    3) tetap mandi, pake air hangat supaya segar dan tidak bau :D

    Gak perlu khawatir… biduran tidak bahaya… malah adakalanya bisa berlangsung 1 minggu lebih.. yang penting punya obatnya.

    Berikut ini adalah Leaflet yang biasa saya bagikan kepada para ortu pasien yang anaknya biduran… dengan membaca leaflet tersebut diharapkan para ortu menjadi paham dan tidak panik. Silahkan download link di bawah ini:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al

    Makasih

  197. 197 liekealfana Agustus 21, 2010 pukul 5:18 am

    halo cak…. apa kabar??? masih ingat aku khan??? hehe

    btw, aku juga kena urtikaria sejak 2 tahun yang lalu kalo gak salah… sampai skrg masih kambuh…. kalo lagi kambuh, aku emang kadang susah dihilangkan gatal bila diminum loratadine / claritin hingga terpaksa berobat ke dokter spesialis imunologi alergi, malah disuruh aku untuk suntik melulu soalnya aku emang gak bisa tahan gatal banget hingga bengkak dan kemerahan.. jadi pasrah, khan jelas sakit pas ditusuk jarum suntik sama dokter…trus minggu lalu kambuh lagi dan udah minum obat claritin, tetap aja gak bisa dihilangkan gatal sama sekali, nah hari senin kemarin aku berobat lagi sama dokter tersebut, malah disuntik lagi… skrg udah mendingan koq… hehe…

    nah itu udah jadi nasib aku soal urtikaria…

  198. 198 liekealfana Agustus 21, 2010 pukul 5:22 am

    Cak, sorry tadi aku ada comment duplikat, soalnya ada yang putus2 kalimat di comment 1 dan 2… nah aku kirim ulang yang terakhir di comment 3…. hehe… thx.

  199. 199 amanda Agustus 21, 2010 pukul 9:07 pm

    Assalamu’alaikum om dokter.
    Mau tanya lagi yah yah yah..
    Aku selama ini ga pernah biduran, klo alergi debu rumahan(bersin), analgetik, sama sinar matahari berlebihan bikin mata kaya kodok iya dr dlu. Apa itu termasuk biduran? Oh iya 2 bln ini(smnjk methylprednisolonenya di turunin terus dosisnya) itu ada sekitar 8 kali muncul biduran. Biasanya bareng sm badan kaya sakit smua(sendi & tulang) itu ngaruh gak yah sama steroid dan sakit sendi itu? Soalnya ga pernah di ceritain ke dokternya. Trus klo kumat dan ga tahan gatelnya mending pke loratadine apa histapan?
    Terima kasih sebelumnya. Maaf nanya terus. :D

  200. 200 cakmoki Agustus 22, 2010 pukul 12:45 am

    @ liekealfana:
    halo…alhamdulillah kabar baik.. tentu ingat dong :)
    Gak papa kalo emang lebih enak disuntik, soalnya reaksinya lebih cepat.. biasanya yg disuntikkan kombinasi antihistamin dan steroid (hidrokortison or deksamethason).
    Saya sendiri lebih suka memberikan suntikan… lebih cepat meredakan keluhan.
    Makasih telah berbagi.

    @ amanda:
    Assalamu’alaikum…
    ya, termasuk urtikaria…
    Biduran tersebut berhubungan dengan penggunaan steroid yg diturunin dosisnya, tapi gak berhubungan dengan nyeri sendi.
    Saya sependapat, untuk meredakan gatalnya cukup dengan antihistamin… pake loratadine aja, soalnya gak ngantuk dan dosinya cuma 1×1.
    Sebaiknya keluhan-2 tersebut diceritakan ke dokternya supaya beliau enak dalam meberikan skedul pengobatan :)
    Makasih
    Wassalam

  201. 201 yuli Agustus 25, 2010 pukul 9:13 am

    dear cak moki..
    two thumbs up..
    semoga menginspirasi dokter lainnya untuk bikin web sejenis ini..
    kebetulan bumi (6.5 tahun) terkena biduran, lagi search di google, ketemu link..
    Semoga cak moki selalu diberikan energi lebih untuk berbagi, amiin..
    salam,
    -yuli0

  202. 202 cakmoki Agustus 26, 2010 pukul 12:02 am

    @ yuli:
    Dear, mbak yuli…
    Makasih atas support dan do’anya. Demikian pula sebaliknya, semoga sehat selalu :)
    salam

  203. 203 romy Agustus 27, 2010 pukul 3:26 pm

    setelah searching tentang urtikaria…ketemu deh blog ini :D

    begini cak…saya udah “mencicipi” biduran ini sekitar setaun lebih…dan setiap 3-4 hari…pasti nongol
    ntah itu karna cuaca terlalu panas atau terlalu dingin…dan bisa juga dari makanan..seperti telur dsb,tetapi anehnya…dikemudian hari…makan makanan itu…bidurannya gak nongol…begitupun dengan cuaca…jadi sebenanrnya saya biduran karena apa seh…bingung mode : On

    pernah kedokter…tapi gak sembuh2 juga
    akhirnya setiap saya mulai merasakan biduran (hafal dah tanda2nya)…saya mengkonsumsi cetirizine
    alhasil 30mnt sampai 1 jam…bidurannya hilang (berkurang)

    nah…pertanyaan saya (agak oot dikit seh)…apakah mengkonsumsi cetirizine yang cukup lama bisa berbahaya bagi tubuh saya cak…

    salam…

  204. 204 cakmoki Agustus 27, 2010 pukul 5:37 pm

    @ romy:
    Yang pasti, bukan karena makanan…. tentang cuaca ada fluktuasinya… namun pemicunya banyak dan emang sulit dikenali…. Faktor Pencetus terjadinya urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.
    Nah..banyaknya segitu tuh.

    Gak papa minum citerizine dalam waktu lama … gak bahaya… toh minumnya saat gatal aja…. ini gak oot…justru spesifik terkait dengan urtikaria.
    Makasih
    Salam

  205. 205 romy Agustus 27, 2010 pukul 6:48 pm

    beuh….ternyata rame juga yah penyebabnya…:D

    ok deh cak…matur tengkyu yah atas infonya

    sukses terus blognya…

    salam…

  206. 206 wina September 4, 2010 pukul 12:27 pm

    dok , minum obat cacing bneran bs sembuh ga ya ? hiks
    saya menderita bgt ni alergi dingin setiap bangun pasti ada ,trus sore menjelang malam.
    saya uda tanya ke dokter umum , ktanya ga ada obatnya sama sekali kec. menghindar dari alergennya .
    apa bnar kalo kita alergi lalu melawan penyakit itu dengan mandi air dingin , pake ac terus menerus lama kelamaan dia akan kebal ?
    lalu apa benar minum obat cacing bs sembuh ? thanks before dok !

  207. 207 cakmoki September 5, 2010 pukul 12:14 am

    @ wina:
    Obat cacing dapat digunakan kalo penyebab alerginya oleh cacing.. kalo penyebabnya beda, tentu gak akan sembuh dengan obat cacing.
    Melawan penyakit sengan paparan terhadap alergennya disebut dengan desensitisasi… ini dapat dilakukan jika jelas penyebabnya.
    Makasih

  208. 208 imelito September 7, 2010 pukul 8:47 am

    saya mau tanya ..mohon di jawab via email saja…

    seminggu ini saya menderita penyakit itu..(biduran),,,
    saya sudah konsultasi dengan dokter dan tanpa dokter itu tau saya sedang bermasalah dengan gigi…
    apakah kerusakan gigi seperti gigi berlubang dan karang gigi juga menjadi pneyebab dari alergi biduran itu?

    penjelasan dokter itu adalah ketikan kuman masuk melalui safraf gigi yang rusak maka kuman akan bercampur dengan darah dan menimbulkan biduran…

    lalu apakah yang harus di perbaiki ketika saya chek ke dokter gigi ?

    trimkasih

  209. 209 cakmoki September 8, 2010 pukul 9:39 pm

    @ imelito:
    Maaf, saya jawab via halaman ini saja supaya dibaca yang lain.
    Karang gigi dan sakit gigi bukan merupakan penyebab timbulnya biduran… demikian pula kuman yg masuk lubang gigi, tidak menyebabkan biduran.
    makasih

  210. 210 Beny September 15, 2010 pukul 7:45 am

    Begini cak, istri saya 5 bulan yang lalu mengalami keguguran, nggak lama setelah keguguran, istri saya mengalami biduran hingga sekarang, apakah ada hubungannya keguguran dengan biduran yang dialaminya? Selama ini, untuk mengatasi biduran tersebut istri saya mengkonsumsi cetrizine, dan saat ini istri saya hamil lagi, apakah aman mengkonsumsi cetrizine saat hamil? Terima kasih

  211. 211 cakmoki September 16, 2010 pukul 3:05 am

    @ Benny:
    Biduran tersebut ga ada hubungannya dengan keguguran…. Biduran dapat muncul kapan saja, sejak usia bayi hingga usia lanjut walaupun sebelumnya gak pernah biduran, jika seseorang emang mempunyai bakat biduran.
    Cetirizine aman pada kehamilan dan pada ibu menyusui.
    Terimakasih :)

  212. 212 Arcava September 27, 2010 pukul 2:03 pm

    Sesama penderita biduran boleh saling comment2-an :)
    Jadi tahu banyak ni. Suwun ya cak.
    Cak add blogku please.. Arcava (http://arcava.blogspot.com)
    Blog panjenengan sudah tak pasang juga. Tq yaaa..

  213. 213 cakmoki September 27, 2010 pukul 2:30 pm

    @ Arcava:
    Tentu boleh … :D
    ok, udah saya add… makasih

  214. 214 wahyu retno wintala Oktober 5, 2010 pukul 12:41 am

    Tambah mumet kalau saya rasakan , setiap orang bilang tak kerjakan tapi kok gak ada kesembuhannya ,tanda tanda sebenarnya tak jauh beda ,kalau pas keringatan atau pas istirahat biasanya rasa gatal sering timbul ,kalau bisa tidur sih agak mendingan ,tapi kalau pas terjaga ,rasanya malu di lihat orang ,masa tiap hari kok garuk garuk terus ,apa lagi merambat ke alat yang tersembunyi (kemaluan ) coba bayangkan aja ,istri sendiri pun menjauhi , pokoknya kalau ada yang terbaik pasti saya ambil ,imi aku udah taktahan lagi ,gatalnya sangat kelewatan .Bls

  215. 215 cakmoki Oktober 5, 2010 pukul 12:53 am

    @ wahyu retno wintala:
    Kalau benar urtikaria, emang kumat-kumatan .. untuk itu yg diperlukan adalah tersedianya obat di rumah. Setidaknya tersedia antihistamin, misalnya: Loratadine 10 mg atau Citerizine 10 mg, diminum 1×1 saat gatal saja. Obat ini gak ngantuk dan aman untuk jangka panjang.
    Untuk memastikian gangguan kulit tersebut, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Pasien-2 dengan urtikaria, biasanya saya beri brosur dan leaflet agar tidak stress… silahkan download brosurnya pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/vqnn0gkoty
    Dan leafletnya pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    Trims

  216. 216 dinda Oktober 26, 2010 pukul 3:21 pm

    saya mw tanya…
    saya rasa saya jg terkena urtikaria…
    dan sudah cukup lama saya rasakan ini..
    awalnya saya hny minum insidal saja…tp tdk sembuh2…
    kalau saya mau beli obat diapotik apa nama obatnya dan brp x sehari harus saya minum…
    dan brp lama saya harus rutin minum obat itu kira2?

    trims yach… :)

  217. 217 cakmoki Oktober 26, 2010 pukul 10:09 pm

    @ dinda:
    Obatnya udah bener… bisa juga diganti dengan Loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg (merk dagang bebas memilih). Urtikaria adakalanya emang suka kambuhan..gak papa… karenanya minum obatnya hanya kalo pas kambuh saja, gak perlu rutin.
    Agar gak khawatir , silahkan downlod leaflet dan brosur yg biasa saya bagikan kepada pasien urtikaria pada link yg saya sertakan di jawaban kepada wahyu retno wintala di atas itu
    Makasih

  218. 218 Ade Oktober 29, 2010 pukul 7:09 pm

    Assalamu’alaikum Cak & salam kenal…

    Aku sering gatal/bentol2 saking seringnya kok jadi seperti hobi… :) Beberapa sebabnya kadang karna udara dingin, kadang karena stress, kadang karena tekanan seperti karet pakaian dalam atau pakaian yg agak sempit. kadang karena berada pada satu posisi dlm wkt yg agak lama misalnya pada saat tidur berbaring maka seluruh tubuh belakang saya akan gatal2, jika tidur dg posisi miring maka yg gatal2 hanya bagian yang tertekan saja misal tangan sebelah luar atau kaki sebelah luar. Kadang karena makan seafood yg tdk fresh. Jd teman2 jgn keburu mengklaim alergi sm seafood, karena pengalamanku aku tdk masalah makan seafood jenis apapun KECUALI yg sdh tdk fresh lagi.. Nah klo ada makanan yg ga fresh, termasuk makanan kering olahan dari bahan seafood, reaksinya sgt cepat di tubuhku, blm sempet ketelen di perut udah bikin lidah gatal2. Karena sensitif gitu mknya klo makan seafood temenku sampe bilang, mbak lo tester deh.. ntar klo lo gatel2 gw ga jd pesen krn dah ga fresh.. :))

    Biasanya klo udara dingin bentolnya lebar2 tapi kadang bentolnya lebih kecil dan muncul di beberapa bgn tubuh. Jika krn udara dingin, biasanya cukup mandi air hangat kemudian pakai sweater & kaos kaki. Jika badan terasa hangat biasanya akan hilang dg sendirinya tanpa minum obat.

    Gatal yg timbul karena stress bentuk bentolnya kecil2 kadang awalnya tidak ada bentol tp hanya merah2 tp setelah digaruk baru bentol2nya muncul. Biasanya klo dah ga mikirin tugas bentol2nya ilang… :))

    Gatal yg timbul pd saat tidur, biasanyanya tdk menimbulkan bentol tp bentuknya spt bekas lipatan2 baju tapi kadang lebar2 jika posisinya berbaring.

    Sedangkan bentol karena pakaian dalam bentolnya kecil2 dan bisa berhari2 bentolnya ga ilang2.. dan biasanya lebih gatal. Ga digaruk gatal.. tp makin digaruk makin gatal..

    Tapi yg saya heran adalah tidak selalu hal-hal tersebut di atas terjadi (mgkin ada pemicu yg lain ya.. sehingga alerginya timbul…) Kadang pd saat udara dingin tp ga selalu bentol2. gitu juga karena tekanan karet pakaian dalam atau pada saat tidur. Dari semua kondisi tersebut biasanya saya tdk minum obat alergi (incidal / telfast) kecuali krn berhari2 bentol2 tsb tdk hilang atau klo bentol2nya byk dan ga tahan nahan gatalnya.

    Apakah semua gatal tsb di atas biduran atau alergi? Apakah biduran termasuk alergi? Terima kasih. Wassalam.

  219. 219 cakmoki Oktober 30, 2010 pukul 2:05 am

    @ Ade:
    Wa’alaikum salam… :)
    ya, gatal-2 tersebut adalah biduran atau urtikaria yang merupakan salah satu bentuk alergi.
    Makasih telah berbagi.
    Wassalam

  220. 220 Brenda November 7, 2010 pukul 8:46 am

    Dok ..saya kena biduran sudah lebih 7 minggu dan kadang2 menyebabkan sesak nafas ..utk mengatasinya saya minum tablet Dextamine setengah tablet … apakah penggunaan obat ini dalam jangka waktu lama akan menimbulkan efek samping seperti osteoporosis untuk wanita ? dan kira2 penggunaan obat allergy seperti apa yang tidak menimbulkan efek samping …saya sudah tanya kepada beberapa dokter dan menurut mereka penyakit biduran tidak dapat di sembuhkan … terima kasih dok’ atas penjelasannya

  221. 221 Ade November 7, 2010 pukul 11:22 am

    Dear Dok,

    Mohon bantuannya dok..
    Lebih satu bulan yang lalu, saya positif kena cacingan :( Jenis cacingnya askaris, dan usia saya 25 tahun :( . Waktu itu berobat ke dokter, dan dikasih 2 tablet obat cacing merk combantrin, dan beberapa vitamin, serta obat maag (tapi obatnya gak saya habiskan dok). Selang seminggu saya disarankan untuk cek feces (tapi gak saya lakukan, dan sekarang niat ke lab karena gejala sudah tak tertahankan). Beberapa minggu kemudian, kurang lebih 2-3 minggu yang lalu sampai saat ini saya gatal-gatal. Mulanya bentol bulat kecil, & semakin digaruk bentol semakin membesar dg bentuk tak teratur, sedikit mengeras, dan gatal luar biasa. Munculnya gak setiap hari, dan biasanya muncul malam hari, pada tangan, kaki, paha & telinga. Tapi sudah 2 hari ini bentol gak hilang dok, cuma malam hari mereda, tapi paginya bentol & gatal lagi. Saya coba browsing, ternyata cacingan juga bisa menyebabkan alergi gatal (urtikaria).. Pertanyaan saya, obat apa yang tepat untuk menyembuhkan gatal karena cacingan dok??

    Terima kasih :(

  222. 222 cakmoki November 7, 2010 pukul 3:11 pm

    @ Brenda:
    Osteoporosis sebagai efek samping steroid kemungkinan bisa timbul kalo makainya setiap hari terus menerus selama bertahun-tahun. Kalo hanya makai saat kambuh sih gak papa.
    Emang gak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan. Artinya, minum obat jika kambuh dan gak perlu minum obat jika gak kambuh.
    Kalau khawatir pake dextamin, dapat menggunakan antihistamin, misalnya: Loratadine 10 mg, Cetirizine 10 mg, atau Telfast, diminum 1×1 saat kambuh aja.
    Makasih

    @ Ade:
    Untuk memberantas cacing ascaris, bisa dengan pyrantel pamoat (merk dagang, misalnya Combantrin) atau yg lebih bagus pake Albendazole 400 mg dosis tunggal, diminum 1×1 saja. Ntar 2-3 bulan diminum lagi… biasanya ascaris musnah dengan dosis tunggal.
    Trus untuk bentol dan gatal, dapat menggunakan Loratadine 10 mg, Cetirizine 10 mg, atau Telfast, diminum 1×1.
    Untuk memastikan jenis penyakit tersebut, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email:
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Trims

  223. 223 nita November 7, 2010 pukul 5:30 pm

    cak saya kena biduran ampe muka terutama mata bengkak banget.ma dokter dikasi cetrizine & prednicort.apakah aman buat pemakaian jangka panjang?aman juga untuk baby saya ga karena saya masih menyusui.thanks

  224. 224 cakmoki November 7, 2010 pukul 7:55 pm

    @ nita:
    ok, saya copy-paste lagi FAQ seputar Urticaria … pada artkel di atas:
    Amankan minum obat untuk menaggulangi urtikaria pada kehamilan dan menyusui ? … Aman.
    Obat-2 tersebut adalah obat “Kategori B” pada kehamilan dan menyusui, yang artinya aman.. lagipula makainya hanya kalau kambuh aja … :D
    Makasih

  225. 225 nita November 8, 2010 pukul 8:19 am

    makash cak balasannya..tapi saya baca di internet kalo cetirizine jangan dikasi ke ibu menyusui karena disekresikan pada asi.itu gimana cak?jadi bingung niy?tolong kasi pencerahannya cak soalnya kasian baby saya kao musti minum susu formula.terus bengkak di mata blom sembuh juga niy dari sabtu malam ampe ngeliat aja rada susah..thanks ya

  226. 226 cakmoki November 8, 2010 pukul 2:17 pm

    @ nita:
    obat disekresi lewat urine (sebagian besar) dan saluran cerna, serta keringat, bukan via ASI :D
    Kalo belum sembuh, obat cetrizine & prednicort dapat dilanjutkan hingga bengkaknya hilang.
    Supaya gak stress, silahkan download Brosur dan Leaflet yang biasa saya berikan kepada pasien Urtikaria di praktek, pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/vqnn0gkoty

    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al

    Makasih

  227. 227 Kushartanto November 14, 2010 pukul 7:54 am

    Maaf dok butuh penjelasan, saya sekarang sedang bekerja di luar negri(Jepang), diwaktu musim dingin kulit menjadi kering dan akhirnya bisa menimbulkan gatal gatal, tahun lalu juga mengalami hal yang sama. Karena tidak tahan dengan gatal, akhirnya setiap tidur, dg tdk sadar menggaruknya sampai berdarah dan menyebabkan Luka lecet yg tidak sembuh2. Akhirnya pergi ke dokter, mendpatkan obat salep dan obat minum yg diminum hanya pd saat sebel tidur saja. Obat salep trsbt bekerja sgt cepat sekali, Luka yg lecet tdi langsung kering dan gatal2 pun sudah mereda. Padahal sebelum ke dokter sempat memakai alkohol untuk mengompres Luka, dg harapan langsung kering, alhasil tdk kering2 juga. Itu kejadian pd thn kemarin. Pada musim panas pun terkdng gatal itu juga pernah keluar, akhirnya saya obati dg obat salep yg tersisa pd waktu itu. Beberapa Minggu yg lalu pun gatal2 mulai keluar lagi, karena cuaca sudah mulai dingin. Dan sampai hari ini, gatal2 ini saya biarkan, belum saya obati, hanya memakai pelembab saja saat habis mandi. Gatal gatal ini sudah hampir berlangsung selama 2 minggu lamNya. Apakah gatal yg saya derita ini biduran atau eksim ya Dok? Karena kulit kering terjadi hanya di kaki bagian kulit tulang kering dan tangan dari pundak sampai pergelangan tangan, dan juga di sebelah leher? Akan saya kirim fotonya juga ke email dokter,
    Terima kasih jawabannya

  228. 228 cakmoki November 14, 2010 pukul 12:10 pm

    @ Kushartanto:
    Ok, saya tunggu fotonya ya :)
    Ntar jawabannya via email.
    Makasih

  229. 229 mreonk Desember 15, 2010 pukul 12:59 pm

    cakmoki, kulit saya ini klo kena bulu2 nya nyamuk*beloooonn sampe digigit* udah bendol2 ngga jelas gt.. adakah obat luar/gel yang bisa saya pake?
    gatelnya ngga nahan alhasil kulit cuil2 kena garuk jadi persis kulit kentang huaaa…

  230. 230 linda Desember 17, 2010 pukul 1:13 pm

    wah, dr ini emang keren deh….hehehe salute (6 thumbs up) hehehe 2 lagi jempolnya minjem ya….sekali buka blog nya langsung deh nemu artikel2 yang cucok abis…

    gini pak dr, saya ini baru melahirkan 2 bln yang lalu, trus waktu mau melahirkan saya sempat sakit dan dikasih antibiotik jenis amoxycilin dan trus alergi, biduran deh seluruh tubuh…trus saya dikasih obat sama dr SpKK tapi saya lupa dan sembuh. Nah, sekarang bidurannya nongol lagi, tapi ga jelas deh penyebabnya apa, apa karena dingin (soalnya di bandung lagi digin banget), atau debu (maklum baru pindahan) atau makanan (hehehe yang ini karena ibu menyusui pengennya makan mulu)…hehehe. saya ke dr SpKK lagi dan dikasih obat Loratadine 10 mg (dosis 1X1) dan metylprednisolone 4 mg (dosis 1X2), Nah yang ingin ditanyakan:
    1. apa itu termasuk jenis urticaria kambuhan kah?
    2. Apa obat yang saya minum aman untuk ibu menyusui?
    3. oya saya dikasih salep juga (klobetasol propionate) nah itu aman juga ga ya?

    terima kasih sebelumnya ya…..

    keep sharing infornasi ya dr….

  231. 231 linda Desember 17, 2010 pukul 2:30 pm

    dr, saya ijin nge-link-in artikel ini ya…makasihhh

  232. 232 cakmoki Desember 17, 2010 pukul 11:58 pm

    @ mronk:
    Udah saya jawab di halaman : Penyakit Kulit :D

    @ linda:
    Menilik kejadiannya, bisa jadi bekun alergi amoksisilin tapi karena cuaca (paling sering).

    1) Urtikaria emang kambuhan, terutama kalo terpapar pemicunya. Paling sering adalah cuaca (dingin, gerah bekeringat)
    2) Kedua obat tersebut adalah obat : Kategori B pada kehamilan dan menyusui, yang artinya aman.
    3) Aman juga. Tapi kalo hanya bentol, gak ada kulit yang lecet, gak perlu salep.

    Pasien urtikaria biasanya sy kasih brosur agar gak stress :D … silahkan download pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    http://www.box.net/shared/vqnn0gkoty
    Monggo, silahka link.
    Makasih

  233. 233 jim saputra Desember 19, 2010 pukul 11:27 pm

    dear cak moki,
    cak,, saya mempunyai anak laki-laki berumur 5,5 tahun dengan berat badan 30 kg.
    sudah 2 minggu ini, anak saya mengalami biduran, setiap bidurannya kambuh,, selalu saya berikan obat incidal.
    memang sebelum biduran ini terjadi, anak saya menderita pilek & batuk dan sampai hari ini belum sembuh juga.
    pertanyaannya.
    1. apakah pemberian incidal sebanyak 1 tablet pada anak saya over dosis ?
    2. apakah jika pemberian incidal ini dilakukan terus menerus,dapat mengakibatkan efek samping di kemudian hari, mengingat umur anak saya masih kecil?
    3. kira2x,, obat biduran apakah yg cocok untuk di konsumsi oleh anak se usia nya?
    thanks ya cak,,,, pertanyaanya kebanyakan nih. heheheheh.

  234. 234 cakmoki Desember 20, 2010 pukul 12:56 am

    @ jim saputra:
    1) Cukup dengan 1/2 tabket saja.
    2) Efek sampingnya hanya ngatuk dan mulut kering. Gak ada efek samping yg membahayakan.
    3) Semua antihistamin sama saja… biduran tetep kambuh kalo terpapar pemicunya, misalnya: cuaca, dll.
    Namun, supaya minumnya praktis dan gak ngantuk, dapat menggunakan: Loratadine 10 mg atau Cetirizine 10 mg, diminum 1/2 tablet, sekali sehari saat muncul biduran saja.
    Makasih :)

  235. 235 franstan46 Januari 4, 2011 pukul 11:06 am

    Dear Pak Cakmoki,
    pak…
    saya mau tanya..
    saya punya alergi kulit anehh..

    1. alerginy sperti gambar no.4
    2. gambar no. 5
    3. belakangan ini timbul kyak bentol kecil2x bagian tangan dan seperti gigitan nyamuk yang masih kecil…
    memerah dan gatal, kadang-kadang juga mau muncul ditelapak kaki dan disekitar bibir, katanya alergi udara..
    4. di badan saya , muncul sperti bintik – bintik ( mirip jerawat n gatal) dan sering berpindah – pindah.. dari dada ke perut dan sekarang dipunggung … jumlahnya banyak dan gatal…

    saya bingung mau nyari obat apa biar bisa nyembuhinnya…
    mohon bantuan dan informasinya pak…

    Trimssss :-)

  236. 236 Jeany Januari 4, 2011 pukul 2:56 pm

    Kalo biduran sih udah dari aku TK mpe skarang udah 23 th tetep aja biduran……Awalnya pake CTM dah bs sembuh beralih ke Lakomin trus Dexamethasone mpe dexamethasone plus CTM tuh…skarang dah ga mempan..trakhir pake incidal OD/citirizine.mempan sih……..Cuma kl minum trus2an takut juga jd resisten itu bidurnya……!!!makin tinggi aja tu dosisnya…kedokter mentok cm dikasih dexamethasone…Gatalnya tahan tp kl bidurannya pas kerja jd ga tahan malunya…..ujung kepala mpe ujung kaki rata smua mpe muka jg……!!! Lama2 putus asa jg….ada yg saranin minum jamu cuci darah…ada yg bilang juga suruh makan daging ular…(ogah deh…!!!)
    Skarang cm didiemin aja kl lg kumat…kecuali kl parah br deh ksh citirizine…ga perlu kedokter…kan mahal.he…..

  237. 237 cakmoki Januari 5, 2011 pukul 3:36 am

    @ franstan46:
    kalo bener seperti gambar-2 tersebut di ats, bukan penyakit aneh dong :D
    Obatnya udah tertulis di artikel . dan tentu hendaknya dibaca lagi artikel di atas perlahan-lahan serta diskusi-2 sebelumnya supaya gak bingung.
    kalo masih bingung, sebaiknya berobat…mudah kan ? :D
    Ato, kalo berkenan kirim fotonya via email.
    Makasih

    @ Jeany:
    Ya, cukup pake cetrizine atau loratadine dan diminum saat kambuh aja … jangan pake deksametason… ntar efek sampingnya bisa bengep kalo makainya jangka panjang…an udah tertulis di artikel dan dikusi tuh :D … blom baca semua ya

  238. 238 cindy maura Januari 11, 2011 pukul 11:09 am

    Doc, saya umur 37 dan pada hari jumat pertama kali minum whitewine 3gelas. Lalu sabtu pagi bangun tidur satu badan rash merah. Dan kedua tangan dari siku ke pergelangan, agak bengkak, dan panas bia disentuh kulitnya. Tapi rashnya tidak timbul. Melainkan didalam kulit.

    Hari minggu masih sama saya minum ryzen 10mg malam 1kali. Senin masih sama bengkak berkurang ditangan tapi keluar rash banyak dan gatal dipunggung, perut (badan). Akhiran sama suami dibawa ke dokter di suntik kametason5mg.

    Pulang suntik, rashnya pelan2 hilang. Tapi sekarang timbul lagi walau area mengecil.

    Pertanyaan saya:
    1. Kulit rash merah dibawah kulit/tdk timbul apakah juga alergy?
    2. Obat apa yg tebat? Saya dibekali obat sbb :medrol 4mgtab1x3, ryzen 10mg tab1x1, bestalin 25mg tab1x3, pantozol 20mg 1×2. Apakah tidak overdosis obat?

    3. Setelah suntik kenapa msh timbul rash? Apa karena penanganan terlambat? Terima maskih dok, jawabnya ditunggu. Salam.

  239. 239 cakmoki Januari 11, 2011 pukul 2:02 pm

    @ cindy maura:
    Met siang,
    1) Ya, rash tersebut adalah alergi
    2) Obatnya sudah tepat…cukup minum Medrol dan Ryzen saja, toh akan kambuh kalo dingin, terutama pagi atau malam.
    3) Tidak terlambat, hanya saja urtikaria adakalanya gak sekali suntik lantas hilang. Untuk itu silahkan minum obatnya sedikitnya hingga 4-5 hari ke depan.
    Pasien urtikaria biasanya sy kasih brosur agar gak stress :D … silahkan download pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    http://www.box.net/shared/vqnn0gkoty
    Monggo, silahkan klik link di atas trus download, ts baca pelan-pelan :D.
    Makasih

  240. 240 ima Januari 17, 2011 pukul 3:04 pm

    dear cakmoki, saya dah 2 hari ini merasakan gatal2, awalnya hanya bentol kecil (saya mulanya mengira karena gigitan nyamuk, walaupun biasanya kalau digigit nyamuk ga akan bentol), tapi dini hari tadi saya terjaga, dan merasakan gatal yg ampun banged, ternyata bentol2 di paha dah rame banged. saya coba mengingat2 makanan yg saya makan, rasanya biasa2 aja. di atas saya dah baca beberapa obat yg juga aman bagi wanita yg menyusui, tapi kalo inginnya ga mengkonsumsi obat2 spt di atas, apa yg bisa dilakukan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa gatalnya? makasih..

  241. 241 cakmoki Januari 17, 2011 pukul 5:49 pm

    @ :
    Kalo ga mau pake obat minum, dapat menggunakan bedak yg mengandung antihistamin, misalnya: caladryl or caladine :)
    Makasih

  242. 242 Fariska Februari 3, 2011 pukul 6:59 pm

    Salam kenal cak, saya jg mengidap urtikaria kronis, idiopatik, hanya saja urtikaria ini hanya muncul saat saya hamil Cak.. Saya tahu bahwa cetirizine dkk nya itu aman utk ibu hamil tp sdh 2 kali kehamilan saya minum obat itu pasti ujung2nya saya flek dan akhirnya keguguran.. Kira2 kenapa ya cak kok urtikaria saya timbul selalu pd saat hamil? Dan skrg sy sdg hamil lagi dan mulai gatal2 lagi, tp saya takut minum ctm/obat lainnya..lalu ctm itu diminum saat kambuh saja ya cak? Jd klo tiap 3 hari kambuh ya tiap tiga hari itu saya minum obat. Aman kah? Mohon saran cak.. Trims..

  243. 243 cakmoki Februari 3, 2011 pukul 11:17 pm

    @ Fariska:
    Salam kenal,
    Menurut saya, keguguran tersebut bukan karena obat cetirize, dkk… mungkin sebab lainnya, mengingat ada riwayat urtikaria idiopatik.
    Kalo takut minum cetirizie, boleh menggunakan CTM… obat ini adalah antihistamin yang paling ringan…. termasuk Kategori B padda kehamilan yang artinya aman.
    Moga sehat selalu.
    makasih

  244. 244 Putri Februari 16, 2011 pukul 7:33 am

    dear cak moki,
    mau nanya niy, tadi malem tiba2 bibirku terasa gatal dan kemudian bentol mpe pagi ini tetap tidak ada perubahan kenapa ya cak? apakah itu karena biduran juga? beberapa hari yang lalu pernah bentol2 juga tapi di bagian paha dan perut, kadang memang saya malam2 terbangun hanya gara2 mendadak gatal. tapi dulu saya tidak pernah mengalami hal ini, tapi akhir-akhir ini sering seperti ini. Dan yang mengagetkan saya ya yang sekarang bersarang di bibir atas di bentolnya, duh gak kan jadi gak pede cak?
    gimana biar segera kempes bentolnya? terus cara pencegahan seperti apa yang saya lakukan? . saya tidak punya alergi tertentu thd makanan sebelumnya, apakah bisa saya tiba2 jadi alergi telor atau ayam? mengingat pada malam kejadian itu saya habis makan telor dan ayam?
    trims….

  245. 245 Putri Februari 16, 2011 pukul 8:03 am

    oiya dok untuk tambahan, pada malam harinya itu juga saya habis minum amoxicylin karena ada sedikit radang di tenggorokan, tapi sebelum2nya saya biasa minum obat itu jika sedang mengalami sakit2 tertentu dan tidak apa2, selain itu saya juga memakai lipstik merk tertentu yang biasanya saya pakai dan tidak menimbulkan reaksi apa2. kira2 ada hubungan karena pemakaian lisptik tsb atau karena konsumsi amoxycilin gak ya dok? habisnya gatelnya udah gak, tapi bentolnya masih ada….duh beneran malu mau keluar2…
    mohon penjelasannya dok…
    trims

  246. 246 cakmoki Februari 16, 2011 pukul 1:20 pm

    @ Putri:
    Dear Putri,
    Menilik gambarannya, nampaknya bentol tersebut Urtikaria atau biduran. Sedangkan berdasarkan kronologinya bahwa sebelumnya pernah bentol di perut, biduran yg terjadi saat ini bukan karena amoksisilin, bukan karena telor dan ayam dan bukan karena lipstik… terlebih munculnya saat malam hari, ini menunjukkan bahwa biduran tersebut dipicu oleh cuaca dingin pada malam hari… hal ini terjadi juga di sini karena dalam periode ini cuaca sedang ekstrim.
    Urtikaria dapat terjadi kapan saja, dari mulai bayi hingga usia lanjut walau sebelumnya tidak pernah mengalaminya.
    Untuk meredakan keluhan tersebut sebenarnya udah tertulis di artikel dan diskusi-diskusi sebelumnya (silahkan baca lagi)… obat yg dapat digunakan, misalnya: loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg diminum 1×1 selama masih bentol atau gatal… obat lain banyak jenisnya, namun sengaja saya pilihkan yg ringan dan praktis cara minumnya serta gak ngatuk.
    Agar gak panik, silahkan download leaflet yg biasa saya berikan kepada para apsien biduran, pada link berikut:
    http://www.box.net/shared/tjmjvc78al
    Makasih

  247. 247 Putri Februari 16, 2011 pukul 3:51 pm

    terima kasih banyak atas jawabannya cak moki…merasa lebih baik en tak panik lagi…

  248. 248 cakmoki Februari 16, 2011 pukul 4:37 pm

    @ Putri:
    Sama-sama … maksih juga telah berbagi :)

  249. 249 dhaeyat Februari 28, 2011 pukul 2:22 pm

    saya sdh 1tahun lebih mdrita urtikaria. Timbul x tiap hari pagi dan menjelang malam. Kalau lg parah hampir di semua badan bentol2 besar, sampai muka jd bengkak apalg daerah sekitar mata. Badan demam dan Darah saya jg drop sampai 60. Tp hbs itu urtikaria x gak timbul lg smpai 1bulan, tp stlh itu kumat lg seperti biasa. Tolong solusi x dok.
    Trims b4

  250. 250 cakmoki Februari 28, 2011 pukul 4:06 pm

    @ dhaeyat:
    solusinya adalah dengan selalu menyediakan obat di rumah… setidaknya antihistamin, misalnya: loratdine 10 mg atau cetirizine 10 mg atau telfast, diminum 1×1 saat urtikaria timbul.
    Makasih :)

  251. 251 Melie Maret 7, 2011 pukul 11:45 am

    Dear Cak Moki,

    Trims ya untuk informasi, konsultasi-konsultasi yang dishare di blog ini. Sangat membantu dan mencerahkan. Ini namanya wakaf ilmu yang bermanfaat yang dishare oleh tak terbatas orang. Saya gak panik lagi sih kalo kena serangan alergi, tapi tetep aja gemes, kok perasaan ada lagi alergen baru, bukan hanya hasil dari prick test. Mungkin karena faktor usia. Waktu kecil paling alergi udang, tapi sejak KKN di daerah yang kondisi ksesehatannya buruk itu mulai parah. setelah itu, bertahun-tahun alergi datang dan pergi sesekali, lebih banyak karena faktor cuaca dan makanan. Tapi saya kena alergi parah sudah empat-lima bulan ini, sampai sering diare juga. makanya sampai penasaran prick test segala… dan akhirnya nemuin blog super ini.

    BTW, setelah baca di blog ini dan info lain, terus sharing dengan temen2, kok banyak sekali rupanya orang yang menderita alergi ya, dengan intensitas dan level yang berbeda-beda. Apa ada faktor penggunaan teknologi baru dalam proses pembuatan makanan pada era modern ini jadi salah satu penyebab alergi “jamaah” ini?

    Saya sharing dengan saudara dan sepupu2, rupanya banyak mereka yang juga menderita –saya duga–urtikaria kronis. Sama kayak saya juga. Uniknya, ada yang berobat di rumah sakit di kota kecamatan di jawa, dia sembuh. Ada yang berobat di klinik alergi dan asma di bandung, well, sekedar tahu alergen, tapi gak sembuh. Yang satu lagi ada yang karena bosan minum anti histamin setiap hari dan sudah bertahun-tahun, akhirnya dia berobat ke negeri tetangga. Nah yg terkhir ini emang ada indikasi penyakit lain, kanker. Dan di keluarga saya (dari bapak) memang punya sejarah penyakit ini. Uniknya, berobat di negeri sebrang itu penyebab alerginya katanya virus yang ada di salah satu organ tubuh (saya juga gak detail, soalnya dari orang kedua ceritanya). Asumsi yang saya tangkap, ini kelainan darah, yang nantinya mungkin ada hubungannya dengan penyakit kanker (selain kanker betulan tentu menimbulkan kantong kering juga…hehe). Nah lho, saya jadi gak mudeng nih.

    Mohon pencerahannya ya cak,
    Saya apresiasi untuk pencerahan cak moki via blog ini. Kalau kata tetangga saya, ini ilmu yang bermanfaat dan jadi amal soleh yang tak habis pahalanya. Hehe, jadi rodo ngelantur dikit. Bravo and keep inspiring!

  252. 252 pvc Maret 7, 2011 pukul 11:54 am

    siang dok
    mau share pengalaman urtikaria aja

    Gini, 2 tahun lalu tepatnya januari 2009 saya pernah terkena urtikaria dan kambuh setiap hari.
    Rasanya sangat tidak enak dan menyiksa. Setiap hari saya mengonsumsi ryzen 1×1 bahkan pernah 2×1.
    Awalnya saya kira alergi tungau krn dulu pernah test dan alergi itu. Tetapi setelah kamar dibersihkan dgn sangat bersih pun tetap muncul urtikaria itu.
    Saya sangat stress. Hal ini diperparah dengan zakar yang sakit.
    Lalu akhirnya pada Mei 2009 saya ke dokter urologi dan divonis terkena varikokel. Juni 2009 saya operasi.
    Lalu setelah operasi, ajaib sudah tidak ada urtikaria itu sampai detik ini.
    Sebelum share pengalaman ini, saya membaca artikel diatas yang mengatakan bahwa urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah, dan varikokel adalah pelebaran pembuluh darah di buah zakar. Dan hal ini baru saya ketahui 4 bulan setelah terkena.
    Moga2 sharing saya ini bisa membantu rekan-rekan yang lain.
    Makasih =)

  253. 253 cakmoki Maret 8, 2011 pukul 12:55 pm

    @ Melie:
    Dear Mbak Melie,
    Benar kata penjenengan, banyak cerita yg diungkapkan orang-2 yang pernah mengalami urtikaria dengan pemicu dan obat yang berbeda-beda. Ini bisa dipahami mengingat angka kejadiannya cukup tinggi, yakni 15-20 % dari populasi pernah menderita urtikaria selama hidupnya, dengan gradasi yg berbeda, pemicu yg berbeda, penampakan (eflurosensi) yang berbeda, lamanya urtikaria dan obat yang berbeda-beda.

    Penyebab pasti urtkaria hingga kini belum diketahui, namun faktor-2 pemicu nampaknya makin banyak … jangan-2 kanker (kantong kering) juga memicu timbulnya urtikaria … hehehe pissss.
    Yang penting, menurut saya, diusahakan menyediakan obat di rumah, yang paling cepat meredakan urikaria tapi efek sampingnya minimal, supaya tidak terlalu menderita :D

    Makasih sharingnya … semoga bermanfaat.

    @ pvc:
    Met siang,
    Makasih sharingnya :)

  254. 254 mella Maret 10, 2011 pukul 2:25 am

    assalamualaikum cak moki….maaf ngerepotin, aku lg panik..

    ayahku (usia 68 tahun saat ini) sudah seminggu ini flu dan terutamanya batuk berdahak, tapi sudah membaik. nah tiba2 baru aja sekitar jam 11 malam tadi, beliau bengkak diatas bibir. Gak ngerti apa karena gatal digigit serangga(kebetulan sejam sebelumnya seprai beliau baru diganti) atau karena alergi atau kedinginan.. di lengannya sampai ke bahu juga ada bentol2 merah.

    tadi langsung kukasih cetirizine, dan bentol2 di lengan kuolesin diprogenta (tipis-tipis kok cak). Setelah 2 jam kemudian, aku cek bentol2nya sudah mengecil, tapi kok bengkak dibibirnya tetap ya cak, malah tambah besar? apakah itu berarti cetirize tidak mempan ya cak? sebelumnya beliau tidak pernah mengalami hal seperti ini.

    yg saya takutkan adalah bengkak yg menyebabkan kesulitan bernafas…karena kan memang lagi batuk juga…

    mohon petunjuknya cak….terima kasih sebelumnyaa

  255. 255 cakmoki Maret 10, 2011 pukul 12:14 pm

    @ mella:
    Wa’alaikum salam, wr, wb,
    Kemungkinan beliau mengalami alergi…terutama di saat cuaca ekstrim sepreti ini. Di sini juga banyak yg begitu.
    Sudah benar menggunakan cetirizine. kalaupun masih bendol, bukan berarti gak mempan tapi emang ga semuanya sekali minum obat trus langsung sembuh…bahkan ada yang berlangsung hingga semiggu.
    Untuk mempercepat kesembuhan, dapat ditambahkan methylprednisolon 2×1, (cetirizine tetap diberikan). Obat ini sekaligus untuk anti-inflamasi yg berguna mencegah or meredakan kesulitan bernapas.
    Semoga beliau segera sembuh
    Makasih
    Wassalam

  256. 256 mella Maret 18, 2011 pukul 3:40 pm

    Assalamualaikum ww Cak Moki yang baik,

    Terima kasih banyak ya cak utk advis medisnya…Alhamdulillah ayah sy sudah sembuh bengkak diatas bibirnya pada hari kedua pengobatan.

    Walaupun itu adalah pengalaman pertama beliau (entah urtikaria atau alergi), tp ternyata setelah itu jadi agak sering kambuh cak. Bahkan semalam bentol2 lagi dan diatas bibirnya sudah mulai memerah, langsung dikasih cetirizine lagi deh cak..

    Memang benar mungkin bisa karena cuaca dingin skrg ini ya cak, juga bisa jg karena faktor stress level yg tinggi, atau jg karena faktor diabetes melitus beliau. Atau apakah karena semakin tua daya tahan tubuh kita cenderung menurun ya cak?

    Juga menarik sharing-an dari salah satu guest cak yang katanya urtikarianya sembuh setelah ia operasi varikokel nya. Karena ayah saya memang sptinya mengalami masalah dgn prostat.

    (Dulu waktu masih kecil saya langganan bgt biduran cak..sampai ampun2, kualitas hidup tidak enak bgt, sedikit2 bentol dan gatal..sampai bolak-balik dokter kulit, pakai minyak tawon, berbagai macam salep. Kadang karena biduran/dingin, tapi kadang juga karena digigit serangga (darah manis dan kyknya anget juga cak, jadi mengundang nyamuk dll..hehe..kalo seruangan sama org2, nyamuk pasti larinya ke saya duluan). Sy juga sampai dibawa berendam ke ciater cak. Tapi anehnya memang setelah berendam di air belerang itu, agak lebih berkurang cak, gak terlalu sering gampang bentol2. Lalu setelah itu saya coba minum jamu bersih darah, dan memang entah kenapa jadi tidak mudah gatal lagi, kalaupun pas kambuh gatal tapi sudah tidak seheboh dulu.
    Tp kdg pengaruh pikiran juga sih ya cak, karena kadang kalo sudah mulai gatal sy coba cuekin aja, eh hilang juga..hehe.. walaupun ga selalu berhasil dicuekin)

    Nah cak skrg ada lagi ini yg bikin bingung cak..
    Td malam sy tdk sengaja menusuk telapak tangan kanan saya dengan jarum suntik (lagi mau ngisi ulang tinta printer cak..ihik ihik..), lubangnya kecil tapi pas tertusuk lumayan agak dalam karena prosesnya kencang, tapi lsg saya tekan bagian yg luka agar darah keluar, lalu saya basuh pakai air mengalir dari kran, dan ketika darah sudah berhenti saya teteskan betadine dan saya tutup pakai hansaplast. Td malam sih tidak sakit cak, tp skrg baru mulai berasa nyeri (sedikit aja).

    Yg saya bingungkan, apakah perlu saya suntik anti-tetanus cak?
    Sy coba baca2 di internet dan ktnya masa inkubasi bakteri tetanus itu 2-21 hari..dan banyak juga korbannya sampai bisa meninggal. Kebanyakan juga lebih membahas tetanus pada bayi, balita dan anak kecil. Jadinya saya was-was, tapi bingung juga apakah perlu disuntik tetanus cak?

    Jarum suntik yg dipakai itu memang khusus digunakan utk menyuntik tinta saja sih cak. Kalau masalah karatnya, saya tidak tahu karena tidak keliatan juga cak di dalamnya… :(

    Mohon advisnya ya cak…terima kasih banyak cak..

    Wassalam ww

  257. 257 cakmoki Maret 19, 2011 pukul 12:00 am

    @ mella:
    Wa’alaikum salam, wr, wb,
    Alhamdulillah kalo ayahanda udah membaik. Urtikaria adalah reaksi alergi sebagaimana tertulis di artikel… sedangkan triggernya buanyak benget.

    untuk tangan yg tertusuk jarum injeksi printer, kemungkinan saat ini infeksi.
    gak harus imuniasai anti tetanus.. cukup dengan antibiotika dan pereda nyeri aja.
    Antibiotika misalnya: amoksisilin atau cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan selama sedikitnya 4-5 hari.
    Pereda nyeri, misalnya asam mefenamat 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan hingga nyerinya hilang.

    Moga segera sembuh
    Makasih. Wassalam

  258. 258 karinanandeta Maret 21, 2011 pukul 11:59 am

    Cak moki yang baik,
    pagi ini saya kaget karena bangun2 bibir jadi tebal gtu…
    mana gatel2 banyak bentol2nya..
    (mana bsk ujian mid)
    dlunya sih aku kira karena waktu mndi airnya kotor*kemaren kemah 3 hri ! tdrnya di lantai, kdinginan jga*
    kmren aq jga makan sushi, blom prnh sih mkan yang jenis itu (kani)
    apa ini juga biduran?
    atau hanya alergi byasa ya?
    trims dok. :)

  259. 259 cakmoki Maret 21, 2011 pukul 3:27 pm

    @ karinanandeta:
    Urtikaria atu biduran adalah reaksi alergi sebagaimana tertulis di artikel :)
    copy-paste sbb:
    Urtikaria (urticaria, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit (dan mukosa) yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan (edema) interseluler.
    Makasih

  260. 260 Fenny April 6, 2011 pukul 9:50 am

    Dear Cak Moki,

    Maaf cak,mungkin ini agak menyimpang sedikit dari bahasan tentang biduran,tapi masih seputar alergi juga..saya punya riwayat asma dari ibu saya,tp sejak tahun 2005 tidak pernah kambuh, dari bulan Januari 2011 saya batuk sampai sekarang April 2011 tidak sembuh2..batuk nya tidak sepanjang hari, kadang2 pagi hari saja, kadang kalau pagi hari tidak batuk menjelang malam hari atau malam hari menjelang pagi batuk..kadang kalau pas mau kumat batuknya disertai biduran juga..jadi kalau biduran brarti pasti mau batuk..

    Sudah periksa ke dokter ahli paru, katanya batuk alergi, diberi pantangan makanan,goreng2an,santan,telur,dkk..sudah saya laksanakan ( sampai2 saya cuman makan nasi putih plus rebusan daun sawi saja selama 1 bulan ), tapi tetep ga sembuh juga..saya diberi obat: Meptin,Telfa,Codein,Lameson, yang dicampur jadi obat racikan..

    Setiap minum obat tersebut ( diberi untuk 5 hari saja ), batuk ga pernah muncul begitu juga dengan biduran..tp kalau obatnya habis batuk pasti muncul lagi..meskipun sudah pantang makanan yang disarankan dokter, kemudian saya balik berobat ke dokter yang sama, diberi juga obat yang sama, dan hasil nya sama juga..CPD..

    Sampai saat ini batuk masih menganggu saya..mohon saran dari Cak Moki..sebaiknya saya harus bagaimana? karena mengganggu sekali batuknya..

    Terima kasih sebelumnya Cak..

    Fenny

  261. 261 cakmoki April 6, 2011 pukul 3:19 pm

    @ Fenny:
    Saya sependapat dengan dokter tersbut, kemungkinan batuk alergi mengingat ada riwayat asma.. sebenanya obatnya sama aja… yakni:

    1) Bronkodilator, obat untuk melonggarkan nafas, misalnya:
    Euphyllin Retard Mite (dosis rendah), diminum 2×1 sesudah makan hingga sembuh. Obat ini lazim digunakan untuk asma , bronkitis maupun batuk alergi.

    2) Ekspektoran, yakni obat pengencer dahak, misalnya: ambroxol atau bromhexine (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 hingga sembuh.

    3) Steroid, untuk anti inflamasi or peradangan (dlm hal ini inflamasi saluran nafas), misalnya: lameson , dan sejenisnya… namun sebaiknya penggunaan obat ini hanya dibatasi sekitar 2 minggu saja agar tidak terjadi efek samping.
    Ketiga obat di atas diminum bersamaan hingga sembuh… kalo kambuh, dapat digunakan lagi.
    Cukup 3 jenis obat di atas, gak perlu macam-2 obat.

    Mohon maaf, saya tidak sependapat tentang pantangan makanan, mengingat sebaigian besar batuk alergi, asma, bronkitis alergi, pemicunya adalah : debu, cuaca, asap, kelelahan dan polutan lainnya. So, silahkan makan yg bergizi, toh walaupun dipantang tetep batuk :D
    Makasih

  262. 262 Fenny April 6, 2011 pukul 3:40 pm

    Oke cak..trimakasih pencerahannya..

  263. 263 cakmoki April 6, 2011 pukul 5:10 pm

    @ Fenny:
    Sama-sama… makasih juga telah berbagi

  264. 264 lia April 24, 2011 pukul 8:25 pm

    aslm,,
    dok, kayaknya aku juga ngalamin deh. dan sebenernya udah dri hampir 2 minggu yg lalu, cuman tadinya gak begitu parah. munnculnya setiap malam. tadinya muncul bentol2 kayak digigit nyamuk gitu,, tapi merata, sampe geli ngeliatnya. udah ke klinik 2x, katanya alergi dan dikasi obat. cortidex sama histapan. alhamdulillah berkurang. tpi malam kemarin muncul lagi. dan ini beda dengan yg wktu itu. bentol2 melebar warna merah. dan merata sekujur tubuh. termasuk wajah. rasanya gatel dan sedikit panas. kalau mlm kemarin saya kasi lotion anti alegi. beberapa jam kemudian perlahan hilang. dan sore ini jga muncul lagi. jadi takut :(
    masa sih alergi dingin , dulu nggak kayak gini. baru2 ini aja. mohon penjelasannya dok. apa perlu saya cek darah? rencananya besok mau ke RS. periksanya tu ke dokter umum atau spesialis? kalau spesialis spesialis apa?

  265. 265 cakmoki April 24, 2011 pukul 9:39 pm

    @ lia:
    wa’alaikum salam,
    Gak perlu takut, penyakit-2 begitu termasuk penyakit ringan yg tidak berbahaya, cuma tentu mengganggu :D
    kalo besok mau ke RS, sementara dapat minum Histpan.
    Jurusannya ke spesialis kulit
    Makasih

  266. 266 wietimoet April 25, 2011 pukul 4:55 pm

    alo dokterrrr.. :D

    baca2 dari atas, dokter niy keren juga kayanya.. mpe sekarang pun masi aktip.. salut deh.. :)

    dok dok.. nanya dong.. saya abis melahirkan, skrg anak uda 5 bln, sejak sebulan yg lalu saya tiap malem biduran..

    dokterkan diatas bilang obat alergi aman buat ibu menyusui.. benarkah? soalnya saya sempet sekali minum obat anti alergi, namanya lupa, abis itu produksi ASI saya kok menyusut yah.. saya jadi sedih.. padahal kata apotekernya ga bikin ASI mampet..

    pertanyaannya: pengaruh ga siy obat anti alergi terhadap produksi ASI? nama obat yg paling recomended bwat ibu menyusui apa ya dok?

    terima kasih dokter.. :D

  267. 267 cakmoki April 26, 2011 pukul 3:45 am

    @ wietimoet:
    aloo juga,
    lhaaa ini dibaca oleh orang banyak dan oleh dokter…kalo ga bener sudah diprotes sejak lama , termasuk referensinya akan diprotes :P
    silahkan menggunakan loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg, diminum 1×1 (merk dagang bebas memilih) … obat-2 tersebut aman bagi ibu hamil dan menyusui dan tidak mempengaruhhi ASI … yg mempengaruhi produski ASi salah satunya stresssss :D
    makasih

  268. 268 wietimoet April 26, 2011 pukul 5:52 pm

    iya kali ya dok.. stress gara2 gatel.. :D
    thank you ya dokter.. u know me so well deh.. :D

  269. 269 eka April 28, 2011 pukul 9:58 am

    .stress ne doook gara2 biduran..
    .semenjak kerja ini ak jadi sering biduran
    .kesel juga kalo harus pakek jaket tiap hari
    .biasanya ak minum cetirizin kalo kambuh
    .dan ampuh tp paling bertahan 2 hari trus kambuh lagi
    .ke dokter juga percuma
    .obatnya abiiisss…
    .eh… bidurannya kambuh…
    .2 hari yg lalu mertua temenku meninggal kena serangan jantung
    .katanya sih gara2 sering minum obat biduran juga
    .ak kan jadi tambah stress
    .trus jadi takut minum obat juga
    .puuuuuuuuuhhh!!!!!!!!! gatelnyaaaaaaa…. kagak nahaaaaannn…
    .ada gak obat yg bener2 nyembuhin tanpa kambuh lagi?
    .bagi2 dong resepnya

  270. 270 rahman April 28, 2011 pukul 7:41 pm

    Assalam….
    Doc, istri saya sudah 3 bulan kena biduran, dia sudah berobat beberapa kali ke dokter tetapi tidak sembuh, tiap kali kedokter bidurannya berkurang tetapi jika obatnya habis bidurannya kambuh kembali…. saya mau nanya obat yang paling ampuh untuk mengobati biduran kronis yang sering kambuh kembali apa doc? trimakasih sebelumnya doc…

  271. 271 eza April 28, 2011 pukul 11:10 pm

    halo…salam knl…
    saya punya tmen,dia lok kena dingin selalu biduran,,,itu apa penyebabnya???
    trus cranya supya ga biduran lg gimana ya???
    kmbuh bidurnya itu tiap mlm,,,gtal” gitu tp lok pginya uda hilang,,,

    terimakasih sblumnya cak,,,

    jgn lupa bls ya,,,,
    eza tggu,,,,

  272. 272 cakmoki April 28, 2011 pukul 11:55 pm

    @ wietimoet:
    sama-sama… tengkyu juga :D

    @ eka:
    sakit jantung bukan karena minum obat biduran :D
    Biduran dapat dikendalikan agar jarang kambuh jika dapat meminimalisir pemicunya…sedangkan stressss adalah salah satu pemicu biduran…tuh kan.
    Obatnya dah bener… sama aja walaupun minum yang ampuh dan mahal tetep bisa kambuh kalo terpapar pemicunya.
    Silahkan menggunakan obat yg udah biasa digunakan saat kambuh saja.
    Makasih

    @ rahman:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    gak ada yg bener-2 ampuh… suatu saat akan kambuh kalo terpapar pemicunya sebagaimana tertulis di artikel. Terlebih jika pemicunya cuaca ekstrim seperti saat ini… ntar akan berkurang dan sembuh dengan sndirinya kalo cuaca udah stabil.
    Untuk itu sebaiknya menyediakan obat di rumah dan diminum saat kambuh saja.. Kalo boleh tahu, obat apa aja yg pernah digunakan dari hasil tamasya ke dokter ? :D
    Makasih

    @ eza:
    Salam kenal,
    Jawabanya udah terjawab sendiri… kalo kena dingin selalu biduran…. malam biduran, paginya hilang … jerlas pemicunya adalah hawa dingin dong.
    Untuk meredakannya dengan obat antihistamin yg ringan, misalnya: loratadine atau cetirizine 10 mg, diminum 1×1 saat biduran datang.
    Makasih

  273. 273 rahman April 29, 2011 pukul 10:25 pm

    Assalam…
    Makasih infox doc…
    obat yang diberikan selama tamasya ke dokter “Grapachlor” dan ” Interhistin” juga sudah 2 kali disuntik, saya tidak tau obat apa yang disuntikkan…. kalau sudah disuntik reda 1 hari setelah itu kambuh kembali….
    dulu penyebab biduran setelah makan udang, tetapi itu sudah 3 bulan yang lalu, apakah reaksi alerginya bisa selama itu doc?
    tadi siang sudah saya belikan loratadin 10 Mg, Alhamdulillah gatalnya berkurang dari kemarin dan tinggal di telapak tangan aja yang gatal dibanding kemarin hampir semua badanx gatal dan yang paling parah di daerah telapak tangan dan telapak kaki, daerah itu sangat gatal sampai jari tangannya bengkak……
    Mudah2an gatalx nggak nambah lagi… Amin…
    Apakah aman mengkonsumsi loratadin dalam jangka waktu lama doc?
    trimakasih sebelumx doc….

  274. 274 cakmoki April 30, 2011 pukul 12:31 am

    @ rahman:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Menurut saya bukan efek berkepanjangan akibat makan udang yg sudah 3 bulan uyg lalu… pemicu terbanyak urtikaria adalah cuaca dan polutan.
    silahkan melanjutkan loratadine… obat tersebut aman untuk jangka panjang dan gak ngantuk dibanding obat hasil “tamasya” :D
    moga segera sembuh
    Wassalam

  275. 275 eka April 30, 2011 pukul 12:16 pm

    .jadi kalo misalkan waktu kambuh minum cetirizin lagi boleh ya dok?
    .biasanya sih gak sampek seminggu udah kambuh lagi tuh bidurannya
    .takut juga kl mengkonsumsi itu terus2an
    .soalnya udah dari februari kemaren ak konsumsi itu kl lg kambuh

  276. 276 eza April 30, 2011 pukul 10:26 pm

    trims bwt infonya d0k,,,,
    sukses slalu,,,,,

  277. 277 cakmoki April 30, 2011 pukul 11:08 pm

    @ eka:
    Boleh… kan makainya hanya saat kambuh aja, sehingga gak perlu khawatir efek samping

    @ eza:
    Makasih juga

  278. 278 rahman Mei 1, 2011 pukul 5:23 pm

    apa gak bkin berat badan naik dok kalau minum loratadine dlm jangka waktu yg lma…? mslh sejak minum grafachlor brt bdnx naik

  279. 279 cakmoki Mei 1, 2011 pukul 6:59 pm

    @ rahman:
    enggak… tapi kalo grafachlor emang bisa menaikkan berat badan dan timbul selulite soalnya mengandung deksamethason…. karena itulah saya rekomendasikan yang gak mengandung deksamethason supaya gak timbul efek samping untuk penggunaaan jangka panjang
    makasih

  280. 280 eka Mei 2, 2011 pukul 9:29 am

    .makasih banyak ya cak dokterrrr

  281. 281 Chan Ken Mei 2, 2011 pukul 11:32 am

    Terima kasih banyak Cak Dokter pencerahannya soal penyakit ini. Ini penyakit menular ya ?? 3 minggu yang lalu ibu saya terkena penyakit ini; sekarang saya. Sekali lagi terima kasih.

  282. 282 cakmoki Mei 2, 2011 pukul 2:32 pm

    @ eka:
    sama-sama

    @ Chan Ken:
    urtikaria tidak menular.
    makasih

  283. 283 Doel Mei 5, 2011 pukul 8:03 pm

    Salam kenal cak moki,,

    Cak moki,,jikalo Loratadine 10 mg atau cetirizine 10 mg, diminum 1×1 hanya saat biduran aja. Keduanya saya tuis nama generiknya, adapun nama dagangnya , gmana kalo sy minum 2x1hari apa dampak nya ya, trus selain efek samping mengantuk,apakah efek samping secara medis? ya, mengingat urtikaria saya kerap kali muncul,dgn hitungan menit kali ya,apalgi kalo saya dlm perjalan di tempat2 umum sy sangat malu baget,dari kepala sampek muka, badan bada benjol semua,memang pekerjaan saya adalah di dua musim yaitu sebulan di tempat dingin & sebulan lagi saya meski cuti di tempat panas, lha kumat2 nya, terkadang di kedua tempatpun nggak tanggung2 jg kumat2.., ada teman saya menyarankan apakah donor darah bisa mereduce timbul nya penyakit ini, soal nya sy udah berobat kemana2 abis obat kumat lg,,bahkan pernah opname di rmh sakit..di suntik sana-sini, malah jd mata sya jd bengkak waktu itu..tlg pencerahannya ya cak..

    salam cak doel

  284. 284 cakmoki Mei 6, 2011 pukul 5:23 pm

    @ Doel:
    salam kenal,
    Ya, boleh menggunakan 2 kali sehari jika emang diperlukan… sebenernya ga menimbulkan efek samping mengantuk… hanya saja kadang ada efek saming mulut brasa kering pada penggunaan jangka panjang dan terus menerus.
    Donor darah bukan cara pengobatan untuk urtikaria… kalaupun seseorang sembuh dari urtikaria setelah donor darah, itu hanya kebetulan belaka.
    Untuk itu, saya lebih menganjurkan paka loratadine or cetirizine agar terhindar dari efek samping.
    makasih

  285. 285 Doel Mei 6, 2011 pukul 7:01 pm

    @Cakmoki

    Trima kasih Cakmoki advisenya,kebetulan saya pake nya loratadin claritin katanya ori jerman,ya agak mending sih bentol2nya kempes,sbernarnya saya mengidap urtikaria barusan 4bln yg lalu,malahan anak saya yg umur 4 tahun hingga mau 6,5tahun ini msh saja kalo setiap kali bermain sama temen2nya kalo berkeringat akan keluar biduran dari kepala sampai badanya terkadang sampai kasian jg dan berdampak pada mata menjadi merah,yg pasti semuanya minta di garuk,jalan keluarnya hanya dia perlu istirahat di kasih bedak terus di angin2 kan badannya terus hilang dengan sendirinya bidurannya,yg menjadi pertanyaan saya,adalah apakah anak saya ntar sampe besar seperti ini ya, apakah tdak ada pengobatan dalam penyembuhan permanent? terus yg pasti kalo di sekolah jam olahraga pasti timbul alerginya nongol lg,,…mohon pencerahannya lagi ya pak Dokter…

    Salam doel

  286. 286 cakmoki Mei 6, 2011 pukul 11:09 pm

    @ Doel:
    Jika urtikaria mucul saat usia anak, pada umumnya akan membaik seiring dengan tumbuh kembang anak, dan menghilang ketika reamaja or dewasa. Kalaupun suatu saat urtikaria muncul lagi, ga sesering saat masih anak-2, hanya insidental.
    Untuk itu, saat ini setidaknya menyediakan obat (dlm bentuk sirup) di rumah , yg dapat digunakan jika diperlukan supaya anak tidak terganggu.
    Maturnuwun
    Salam

  287. 287 Doel Mei 7, 2011 pukul 9:39 am

    @Cakmoki
    kalo obat bentuk sirup kira2 apa ya namanya & dosisnya brapa?tlg rekomondasi nya,biar kalo kalo pas keluar gatal langsung kami bisa kasihkan..
    matur suwun sanget cak moki…

    salam doel

  288. 288 cakmoki Mei 7, 2011 pukul 4:14 pm

    @ Doel:
    Merk dagang, contohnya: Sirup allohex, sirup Alloris, sirup Ryzan, sirup Cerini … dosisnya untuk usia 4-6 tahun dengan berat badan 15-30 kg : 1 sendok takar. untuk yang 6,5 tahun dapat diberikan dosis yang sama (dosis rendah0
    Maturnuwun

  289. 289 Santi Mei 9, 2011 pukul 5:36 pm

    Ternyata anakku biduran karena efek dari antibiotik yang diberikan dokter. Anakku biduran 5 hari dan setelah semua obat di-stop, malah sembuh berkat “Ozen”. Ini juga berkat info temen2 bisa pakai Ryzen yang ternyata sudah tidak ada di semua apotek, terbnyata kandungan Ryzen dan Ozen sama. Malahan harganya cuma 52 ribu. Semoga bermanfaat.

  290. 290 cakmoki Mei 9, 2011 pukul 5:41 pm

    @ Santi:
    Ryzen masih ada :) .. yg kandungannya sama malah ada yg cuma 20-30 ribu

  291. 291 nietha Mei 13, 2011 pukul 8:35 pm

    Assalamualaikum ww Cak Moki,mau ngrepotin..ini ttg anak saya umur 10th laki2,cak..hmpir 3bulanan ini sdh 3 kali kena biduran,dan selalunya berbarengan dg batuk pilek..pertama yg kena bibirnya setelah aku beri nelco trs lgs jendor,paginya jam 9an sdh kempes,normal lg,trs dokter dikatakan alergi nelco trs diberi obat batuk,yg ke dua jg gitu cak,bibirnya jendor dulu..eh ini sekarang dah 3 hari bdnnya panas dan batuk pilek, lidahnya bengkak tp sebentar tau2 kaki tangan trs badannya pada bentol2 gitu,diherosin agak redaan krn dah ke 3 kalinya akhirnya ke dokter lg(tp dokter lain dr yg pertama dan kedua)stlh diperiksa ktnya ada kemungkinan krn infeksi krn giginya banyak yg berlubang disarankan ke dokter gigi stlh sembuh batukpileknya,diberi obat:topcillin 500mg,demacolin,ambroxol,mexamin dimakan 3 x sehari 1/2 tablet..yg mau sy tanyakan koq selalu biduran pas batukpilek ky dah paketan gitu,apa benar krn infeksi gigi jg..makasih jwbannya..maaf berantakan tulisannya..
    Wassalam ww

  292. 292 cakmoki Mei 14, 2011 pukul 9:51 am

    @ neitha:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    menurut saya bukan laergi nelco, soalnya sebelum diberi nelco udah biduran… adapun jendol mmerupakan bagian dari bentuk-2 biduran (urtikaria), munulnya kapan saja .. lha kalo biduren trus minum dawet trus jendol, apak ya laergi dawet ? … qeqeqeqe
    Pada cuaca ekstrim dan ga menentu seperti saat ini , di sinipun banyak yg mengalami biduren, mulai yg bintik kecil, nyeplok-2 hingga yg jenis bibir jendol & mata bengkak. Pemicu nya pada umumnya cuaca.
    Biduran juga bisa muncul disertai dengan batuk pilek, bersin-2, kadang sesak… itu wajar saja soalnya manifestasi bentuk alergi bisa timbuk bersamaan… dan bisa berulang :)
    Untuk itu, yg penting selalu siap obat di rumah untuk meredakan biduran, misalnya: loratadin 10 mg or cetirizine 10 mg, diminum 1×1 saat timbul biduren.. obat ini aman untuk jangka panjang dan gak bikin ngantuk.

    Selengkapnya tentang , silahkan baca artikelnya di Blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/02/14/urtikaria-atau-biduran/
    silahkan baca juga diskusi-2 nya, tanpa rasa panik supaya lebih mudah memahami :D
    Makasih

  293. 293 nechan Mei 25, 2011 pukul 11:51 am

    dok, sy memang ada biduran sejak 3bln ini,
    dl dengan minum incidal udah bisa ilang(kadang2 aja muncul lagi), tapi sejak 1bln ini saya berobat paru(posotof tb,musti berobat min 6bln), bidurannya tidak hilang2, malah makin jadi.. incidal, ctm, gak mempan..

    akhirnya saya ke dokter (umum) saya cerita klo lagi berobat paru, dikasih lerzin(Cetirizine) diminum 2x 1hr + vit.d (osteocal),
    emang langsung ilang dok, cuma jadi ketergantungan, obatnya abis, masih muncul jg..

    mungkin ga pengaruh obat paru yg saya minum?
    terus saya ke dokter paru, cuma dikasih salem inerson aja, padahal gatelnya ampun2 deh, ga bisa salep doang, yg ada sekarang saya konsumsi Cetirizine terus dok, secara masih konsumsi obat paru..

    apakah pengaruh obat paru jadi bidurannya makin parah atau apa ya dok? aman ga saya konsumsi Cetirizine terus2an begini dok(bisa jadi 1×1 apa tetep 2×1)?
    oo ya, saya jg lagi menyusui, aman kan dok..

    tq

  294. 294 cakmoki Mei 25, 2011 pukul 11:12 pm

    @ nechan:
    cetirizine gak membuat ketergantungan dan gak mempengaruhi pengobatan tb paru.. begitu pula sebaliknya… adapun seringnya biduran muncul lebih karena cuaca ekstrim belakangan ini… toh pada orang yg ga minum obat tb paru juga sering biduran jika emang ada bakat biduran.
    silahkan melanjutkan cetirizine pada saat biduaran muncul.. obat ini aman untuk kehamilan dan menyusui
    makasih

  295. 295 tyo Mei 30, 2011 pukul 8:10 pm

    assalamualaikum. . .
    sore cak dokter. . .sekrg saya lgi biduran. lama saya ga pernahbiduran, ter akhir SD. skrng dah umur 27th. awalnya begadang liat bola, kedinginan. . pginya sibuk dng kegiatan. . siang bt tdur bangun tidur dah gatal2. . hri selanjutnya makin parah. . . kira2 knpa ya dok. ?


  1. 1 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « Pieces of Mind Lacak balik pada Februari 18, 2009 pukul 11:59 pm
  2. 2 Biduran, Oh Biduran… « Emanuel Setio Dewo Lacak balik pada Juni 6, 2009 pukul 9:35 pm
  3. 3 Kaligata atau Urticaria | Intermezo.co.cc Lacak balik pada Juli 15, 2010 pukul 10:15 am
  4. 4 Alergi Part II | color·walk Lacak balik pada November 1, 2010 pukul 10:24 am
  5. 5 Kumpulan Artikel Penyakit Kulit | forum.catatanku.in Lacak balik pada Februari 1, 2011 pukul 11:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,644,838 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 550 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: