Kode ICD.10: N.94.4 (4,5,6): Primary dysmenorrhoea
Bagi sebagian wanita, adakalanya menstruasi (haid) bak momok yang kehadirannya membuat rasa cemas manakala timbul rasa nyeri tak terperi ketika menstruasi tiba. Kondisi ini dikenal sebagai Nyeri Haid atau Dysmenorrhea (dysmenorrhoea, dismenore), yakni nyeri haid yang memaksa wanita untuk istirahat atau berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari ( bahkan, kadang bisa membuat nglimpruk tak berdaya ).
Angka kejadian (prevalensi) Nyeri Haid berkisar 45-95% (USA, Nopember 2006) di kalangan wanita usia produktif. Walaupun pada umumnya tidak berbahaya, namun acapkali dirasa mengganggu bagi wanita yang mengalaminya. Derajat nyeri dan kadar gangguan tentu tidak sama untuk setiap wanita. Ada yang masih bisa bekerja (sesekali sambil meringis), adapula yang tak kuasa beraktifitas saking nyerinya. *halah, koyok ngerti-ngertiyo … ssttt, bisikin dong…*
Berdasarkan jenisnya, dysmenorrhea terdiri dari:
-
Dysmenorrhea Primer, ( disebut juga dismenore idiopatik, esensial, intrinsik) adalah nyeri haid tanpa kelainan organ reproduksi (tanpa kelainan ginekologik).
-
Dysmenorrhea Sekunder, (disebut juga sebagai dismenore ekstrinsik, acquired) adalah nyeri haid yang terjadi karena kelainan ginekologik, misalnya: endometriosis (sebagian besar), fibroids, adenomyosis, dll *…gak usah dihapalkan
…*
Selanjutnya, kita hanya akan bahas Dysmenorrhea primer.
Seperti disebutkan di atas, dysmenorrhea primer adalah nyeri haid tanpa kelainan organ reproduksi. Pada kenyataannya, tidak mudah membedakan dengan dysmenorrhea sekunder kecuali melalui pemeriksaan dan follow up secara seksama.
Kendati Nyeri Haid dikatakan cukup sering dialami oleh wanita, terutama pada usia produktif, namun amat disayangkan bahwa penulis belum menemukan angka kejadian dysmenorrhea di Indonesia (biasalah, rekam medik kita masih sangat lemah).
CIRI-CIRI DYSMENORRHEA PRIMER:
-
Terjadi beberapa waktu atau 6-12 bulan sejak haid pertama (menarche)
-
Rasa nyeri timbul sebelum haid, atau di awal haid. Berlangsung beberapa jam, namun adakalanya beberapa hari.
-
Datangnya nyeri: hilang-timbul, menusuk-nusuk. Pada umumnya di perut bagian bawah, kadang menyebar ke sekitarnya (pinggang, paha depan)
-
Adakalanya disertai mual, muntah, sakit kepala, diare. (sssttt, kadang ngamukan juga lho)
FAKTOR PENYEBAB
Penyebab pasti dysmenorrhea primer hingga kini belum diketahui secara pasti (idiopatik), namun beberapa faktor ditengarai sebagai pemicu terjadinya Nyeri Haid, diantaranya:
Faktor psikis. Para gadis dan emak-emak yang emosinya gak stabil ( gampang cemas, ngamukan, murang-muring *maaf* ), lebih mudah mengalami nyeri haid. Bukan berarti yang mengalami Nyeri Haid lantas didakwa emosian lho. *wih, senengnya dibelain, rek*
Faktor endokrin. Timbulnya nyeri haid diduga karena kontraksi rahim (uterus) yang berlebihan.
Faktor prostaglandin. Teori ini menyatakan bahwa nyeri haid timbul karena peningkatan produksi prostaglandin (oleh dinding rahim) saat menstruasi. Anggapan ini mendasari pengobatan dengan antiprostaglandin untuk meredakan nyeri haid.
Selain teori-teori di atas, masih ada beberapa teori lain yang diduga sebagai faktor prnyebab timbulnya dysmenorrhea primer (faktor hormonal, faktor alergi, dll).
FAKTOR RESIKO
Beberapa faktor di bawah ini dianggap sebagai faktor resiko timbulnya Nyeri Haid, yakni:
-
Haid pertama (menarche) di usia dini (kurang dari 12 tahun)
-
Wanita yang belum pernah melahirkan anak hidup (nullipara)
-
Darah haid berjumlah banyak (deras banget), atau masa menstruasi yang panjang.
-
Smoking.
-
Adanya riwayat nyeri haid pada keluarga.
-
Obesitas alias ndut banget.
PENGOBATAN
Para wanita yang terbiasa mengalami nyeri haid pada umumnya sudah mengetahui tindakan awal ketika nyeri haid datang. Bahkan tak jarang mampu mengobati dirinya sendiri berdasarkan pengalaman selama berobat ke dokter. Hal terpenting yang perlu diingat adalah pemahaman bahwa dysmenorrhea primer tidak berbahaya.
Obat-obat yang lazim digunakan untuk meredakan nyeri haid, diantaranya:
Pereda Nyeri (analgesik) golongan Non Steroid Anti Inflamasi (NSAI), misalnya: parasetamol atau asetamonofen (Sumagesic, Panadol, dll), asam mefenamat (Ponstelax, Nichostan, dll), ibuprofen (Ribunal, Ostarin, dll), metamizol atau metampiron (Pyronal, Novalgin, dll), dan obat-obat pereda nyeri lainnya. Adakalanya digunakan kombinasi pereda nyeri dengan coffeine.
Obat Hormonal. Pengobatan dengan obat hormonal ditujukan untuk menekan ovulasi dan penggunaannya hanya atas saran dokter.
Selain itu, jika nyeri dirasa sangat mengganggu, sebaiknya istirahat dan dapat juga menggunakan kompres (hangat) untuk mengurangi nyeri.
Adapun tindakan medis yang bersifat khusus merupakan pilihan terakhir berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG).
Akhirnya, konsultasi kepada dokter adalah tindakan bijaksana dalam upaya meredakan Nyeri Haid.
Kepada para wanita, silahkan berbagi
Semoga bermanfaat.
Topik terkait:
- Dysmenorrhea (wikipedia)
- Dysmenorrhea (emedicine)
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::


















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)







kok 2 topik terakhir mbahas regio ‘itu’ terus cak?
lagi puber ke-2 ya?he..he
*ati2 piring melayang*
@sibermedik
Saya setuju dengan sibermedik 
Aku juga mau komentar gitu
Ati ati cak moki baterinya baru di charge …….
Dalam pengobatan bisa jg ditambahkan susu kedelai sebagai terapi adjuvan.Ada kandungan protein didalamnya yg terbukti mampu mengurangi nyeri haid.
Tosss buat comment sibermedik…
Iye nih…jangan2 jangan ini keluhan pacar…*hiks*
btw..talk about dysmenorrhea..saya sejak gadis ‘cling’ sampe berbuntut 1 orang anak…itu gangguan ga pernah ilang. bahkan nih, 3 tahun sebelum sekarang, saya biasa langganan masuk UGD gara-gara nyeri haid ampe pingsan.
tapi alhamdulillah sekarang udah ga sampe pingsan,karena udah nemu panadol biru yang ngebantu. tapi minimal hari pertama haid, rasanya bow…persis kontraksi saat melahirkan…pufff
dulu semasa gadis pas hari pertama menstruasi perut sering mules, tapi setelah jadi ibu mules ilang ganti puyeng nyaris pingsan. payah!
kalo lagi nyeri haid, saya langsung menyerahkan pengasuhan anak kepada suami (trus tidur melungker), ntar setelah anak tertidur giliran saya minta pijit sama suami (asikkkk)
saya biasanya bikin sendiri kunyit asem, jauh lebih cespleng daripada ponstan atau paracetamol…kalau yg beli jadi rasanya terlalu chemical dan tidak berefek. curcuma is an antinociceptive agent (pain reliever). belum lagi murah meriah.
brp banyak di indonesia yg diberi pil bila haidnya sakit? apalagi di kalangan belum menikah??
@ sibermedik:
iya .. hehehe … koq ngerti?
@ dokterearekcilik:
Bener, bateray josss Mas, tapi tetep gak kuat nyetrum … hahaha
@ Andri:
@ Myrza:
Halah, ngikut… iya tah? … jangan-jangan iya *hiks*
Alhamdulillah udah gak pingsan lagi.
@ evi:
Pijet Kangmas mungkin manjur.
@ nararya:
ooo, gitu ya ? Niru pijet-pijetan ah
@ triesti:
Gak tau mbak, kita gak punya angka tentang pemakaian analgesik pada wanita nyeri haid.
Menurut cerita-cerita tetangga, pemakaian anlagesik hanya kalo nyeri hebat sampai mlungker..kalo yg gak seberapa biasanya kompres.
Udah nyoba yg pijet-pijetan? *becanda*
maksudku pil KB
duh pijit sih ngga efek…
wah, kakek.. pas bgt buka topik ini… hari ini!! tapat.. kei lagi M… dan rasanya… hadooooh melilit, tapi biasa aja.. cm terkdang kalau perutnya lagi sakit gini, kei aga sedkit pusing.. kepalanya keleyengan gt…. tus udh gt, kei kompres pake keompersan listrik.. baru deh, feel better
mesti pke obat lain ga sih kek??
banyak rumor kalau obat obat penghilang nyeri seperti feminax kalau di minum rutin bisa menyebbkan mandul. gimana itu cak??
@ triesti:
wah yang itu saya gak tau, mbak
@ keishka:
Gak perlu obat lain lagi, Kei.
@ mei:
Gak bener, mbak
sy malah baru denger dari sampeyan… hehehe
saya kalau dah mulai terasa melilit, minum kunyit asem. gak ngerti sugesti atau memang ada khasiatnya, mules pelan2 menghilang. satu lagi cak, hari2 pertama haid jadi ngantukan
. salam
DYSMENORRHEA PRIMER.. waahh sudah biasa cak..langganan tiap bulan… jadi dinikmati saja
@ ami:
Mungkin sugesti,tapi yg penting dapat menghilangkan nyeri haid dan aman… soal ngantukan gak papa… obatnya tidur … hehehe:) Salam
@ Shinta:
gak pake obat ya ?
wih, termasuk tahan banting dong…
wealah, untunglah daku tidak pernah kedatangan bulan…. wekekeke
semua perempuan tahan banting cak
pernah laaa pake obat pereda nyeri , pingsan dan masuk UGD juga pernah, tapi dulu waktu masih sekolah. Tapi karena sudah langganan tiap bulan nyeri, lama-lama bisa diantisipasi, kalo dah mendekati hari H nya, siap-siap , makan yg banyak dan bergizi, istirahat yang cukup trus dibawa seneng aja … obat pereda nyeri…daaagg…
@ yoyo:
Nanti bakal ngopeni yang datang bulan…hehehe.
Trims link-mya ya…ntar sy link juga
@ Shinta:
Makasih share-nya mbak.
Makanan bergizi-nya bagi-bagi dong
Wah, menarik banget nih informasi tentang seputar nyeri haid.
Moga bisa menjadikan tambahan pengetahuan khususnya para wanita.
@ Edi Psw:
Makasih kunjungannya, pak Guru
ini kok topiknya jadi beralih ke sini ya
tapi ok bangetttss
@ Hilal Achmad:
Supaya adil…hahaha
hai dok, kebetulan ibu saya baru saja didiagnosa myoma uteri. Berarti dysmenorrhea sekunder, ya. Kayaknya saya akan banyak bertanya ke cakmoki ini :p
@ tito:
iya bener
Assalammualaikum Pak Haji
saya sering nyeri ketika haid tapi tidak terus-terusan hanya satu hari aja tapi bisa-bisa sampai gak ngajar biasanya mulai reda jika haidnya sudah lancar atau kadang saya buat ramuan jamu kunir dipotong gula merah dan asam jawa pasti cuspleng. klo caranya menghilangkan jerawat bagaimana?salam keluarga dari rahma di jember-kreyongan
@ rahma:
… rupanya keluarga Jember yaaa
wa’alaikum salam, wr, wb,
Makasih share-nya
Tips untuk mengilangkan jerawat, silahkan baca artikel tentang jerawat di sini
Trims … salam juga… moga sehat selalu.
hari ini sakit bulanan sayah kembali mendera
nyeri banget,sampe semalem ga bisa bobo’,tp alhamdulilah pagi ini baikan,jd bs ngantor walo kadang sesekali meringis sakit..
sehebat apapun nyeri haid yg dialami,sayah selalu berusaha menghindari obat apapun,paling banter ya Kiranti..
tp setelah baca komen2 dan jawaban cakmoki,sayah jd tergoda pake obat,hehehe…
good blog cak..
saya link yahh..
@ fabulousfemale:
Gak harus pake obat koq… kalo gak ilang tanpa obat, mau gak mau pake obat…hehehe
Silahkan link… tapi koq gak ada link baliknya, kan sy pingin nge-link juga
Seru bgt. Klo saya seeh… Nyeri haid sll dtg klo sdg “telat”. Smakin lama telatnya,smakin nyeri pula yg dirasain (trmasuk smakin heboh marah2nya.hehe..)Dan alhamdulillah,saya trmasuk org tahan banting jg (muji diri sndiri ceritanya..), ndak prnah ngobat. Cm berusaha mngalihkan prhatian dng cara apapun biar g kerasa sakitnya.
Nice info,cak dok..
Oia,,saya mnunggu info ttg migren niy. Ada g ya?
@ teecha:
..salut.
Bagus tuh … ini ceritanya “menikmati rasa sakit” ya
Tentang migrain ada ringkasannya di halaman download.. insya allah, suatu saat say akan menulis *gak janji, jangan ditahih ya*
makcih z om ats referensinya tapi a juga cering bgt terkena dismenorea tp cara penanggulangannya cuma mringis…….lalu tikdunk
@ nasya:
makasih juga
met tikdunk kalo pas dismenore …hehehe
Assalamualaikum…
Dok.. Mau tanya nich (mslh adik saya) Tp sdkt beda kasusnya dgn masalah “menstruasi berkepanjangan atau nyeri haid… Tapi sblm nya saya mengucapkan terima kasih karena kmrn saya sdh dapat penjelasan dari “cak Moki” pak dokter yang baik hati mengenai ISK..
Jadi begini.. Yang ingin sy tanyakan kenapa siklus menstruasi adik saya itu kacau balau yach…?? Secara umurnya skrg 31 thn dan blm menikah.. (mau menikah makanya takut klo ntar gara2 ini jd gak bs atau susah punya anak). Dulu pernah ke dokter kandungan (waktu itu dia sdh 4 bln gak dtg bln) kt dokternya mungkin kelelahan/stres krn memang kerja adik saya itu penuh dgn resiko. Akhirnya sm dokter dikasih obat penodiol/renodiol 3 tablet dan valisanbe 6 tablet. Selang 3 hari langsung keluar lancar dan tdk diikuti rasa nyeri haid. Sekitar 6 bln keluar haid tiap bulannya walaupun minumnya cm satu resep saja yang dr dokter itu. Tp selama 6 bln itu bulan “selang seling” bulan ini banyak bln depan flek2 saja begitu seterusnya selama 6 bln itu. Trus skrg sudah 4 bln macet lagi… Knapa ya dok… Pdhl setiap bulan adik sy itu selalu merasakan tanda2 kalau orang mau dtg bln / PMS seperti maaf payudara sakit, pegal2, emosi labil dan sejenisnya. Tp darah haidnya tdk pernah kluar. Datang bulan yang siklusnya kacau ini dialami adik say kurang lbh 1,5 tahun sampai skrg baru 1 kali ke dokter sperti yg sy ceritakan sblmnya. Oyach mens pertama adik saya itu umur 14 thn. Dan sblmnya selalu lancar… Sampai akhirnya 1,5thn yg lalu itu. O yach adik saya kerja ditempat itu (yg mgkn bikin stres dan menjadi penyebab siklus kacau – kata dokter yg dulu) sdh hampir
8 thn sampai skrg.
Mohon pencerahannya dok, kmrn krn putus asa sy coba belikan obat yang dulu diresepkan dokter itu tp sm apotik langsung ditolak dan malah ditanya macam …. Hehehe..
Mohon pencerahannya dan mohon maaf kalau terlalu panjang.
Wassalamualaikum
ade
@ ade lesmana:
Wa’alaikum salam…
Menilik bahwa adik penjenengan udah ke DSOG dan beliau mengatakan gak papa, berarti pada pemeriksaan USG DSOG gak menemukan kelainan organ reproduksi. Pada umumnya karena gangguan keseimbangan hormon (hormonal imbalance) yang dipicu oleh berbagai faktor, misalnya: kelelahan, stress, cemas, dan sejenisnya.
Menurut saya, kalau adik sudah siap menikah (terutama kesiapan psikis), lebih baik menikah… sapa tahu dengan begitu pikiran jadi tenang dan menstruasi berangsur menjadi normal kembali. Siklus yang normal berkisar 21-35 hari dengan durasi rata-rata 3-10 hari…adapun jumlah darah mens bervariasi.
Agar mens lancar lagi, gak ada salahnya kembali ke DSOG, soalnya obat-2 untuk stimulasi menstruasi emang gak bisa dibeli bebas, misalnya gynecosid (diminum 1×1 selama 2 hari saja trus ditunggu hingga 7 hari)… obat-2 lain, dipilih oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan.
Makasih
Wassalam
kl aq minum kiranti agak mendingan sih,, nyerinya langsung ilang gtu… tp kl pemakaian blebihan bahaya ga ya?
@ fiean:
ga papa