Nama lain: Varicella, Varisela, Chicken pox
Kode ICD.10: B.01 : Chickenpox
![]() |
![]() |
![]() |
|
Vesikel hari ke 2 |
Vesikel hari ke 4 |
Bibir dan mulut |
Belakangan ini ( 2 bulan terakhir sejak September ) angka kesakitan penyakit Cacar Air (varicella, Chicken pox) didaerah kami (Kecamatan Palaran) meningkat tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Bahasa gampangnya: lagi musim Cacar Air. Terutama menyerang anak-anak, tapi dapat pula menyerang dewasa.
Penyakit ini sangat mudah dikenali karena bentuknya yang khas, yakni plentingen berisi cairan (dalam istilah medis disebut vesikel atau vesikula…bhs indonesia nya apa ya), tersebar hampir di sekujur tubuh bahkan di dinding bagian dalam (mukosa) rongga mulut, hidung dan mata.
Di kalangan masyarakat kita yang masih lekat dengan “omongan orang tua” dan beragam budaya, kita akan menjumpai pernik-pernik terkait penyakit cacar air. Ada yang membedaki wajah penderita cacar air dengan parutan jagung muda, yang gini gak salah, mungkin supaya dingin. Malahan, ada juga lho yang diluluri parutan jagung muda di seluruh tubuh tanpa sehelai benangpun *ikon nutup mata merenggangkan jari*
… hihihi, kayak varicella fashion show … emang ada yang gitu ya ? … udah-udah ga usah bikin pengakuan, yang mesam-mesem mesti dulu pernah gitu. *halah*
Yang lebih heboh nih, masih ada juga yang meyakini bahwa penderita varicella gak boleh mandi…wiiihhhh. Ambune rek !
*yang ini tentu salah, artinya tetep mandi dong, kecuali bagi yang gak suka mandi*
Serius … Varicella atau Cacar Air atau Varisela atau Chicken pox, adalah penyakit infeksi akut (dalam waktu singkat) primer oleh virus Varicella zoster pada kulit dan mukosa (selaput atau membran misalnya selaput luar pada dinding bagian dalam rongga mulut) yang cepat menular melalui aerogen (saluran pernafasan bagian atas).
PERJALANAN PENYAKIT
Virus Varicella zoster masuk ke dalam tubuh penderita melalui saluran pernapasan bagian atas (mulut juga), memperbanyak diri (multiplikasi) dan menyebar (viremia primer) ke jaringan setempat melalui aliran darah dan aliran getah bening. Selanjutnya virus memperbanyak diri lagi untuk kemudian menyebar (viremia sekunder) ke seluruh tubuh (terutama kulit dan mukosa).
TANDA – TANDA : (gejala)
Masa inkubasi, yakni periode masuknya virus hingga muncul gejala or tanda, berkisar 10-20 hari (bervariasi nih, ada yang nulis seminggu hingga beberapa minggu, 8-12 hari, dll … ga perlu dipersoalkan).
Tanda awal (prodormal) pada anak pada umumnya berupa: demam ga begitu tinggi (sumer), nampak loyo, sakit kepala, yang dialami 1-3 hari sebelum munculnya plentingan.
Sedangkan pada dewasa, tanda awal lebih berat bo … demam bisa mencapai 40 derajat celsius atuh, sakit kepala, kadang menggigil, badan suakiiit semua, dan dapat berlangsung sekitar 4-5 hari, padahal ini baru pemanasan …
Setelah itu, muncul deh plentingan, dikit, makit lama makin banyak hingga sekujur tubuh. Termasuk di rongga mulut, mata, telinga, hidung…lengkap.
Selanjutnya plentingan berangsur mengering hingga pulih setelah sekitar 1-3 minggu.
PENGOBATAN :
-
Istirahat. Untuk anak sekolah sebaiknya gak usah masuk sekolah sekitar seminggu, mengingat masa penularan diperkirakan berlangsung 1 minggu sejak mulai timbulnya plentingan.
-
Penurun panas (bila panas), misalnya Parasetamol (dosis anak: 10 mg/kg berat badan/dosis, diberikan 4 kali sehari). Contoh: BB anak 12 kg, maka dosisnya 10×11= 110 mg (1 sendok takar atau 1/4 tablet parasetamol 500 mg) setiap kali minum. Lho, koq ga pas gitu, kan 1 sendok takar = 120 mg dan 1/4 tablet = 125 mg ? Ga papa, 10 mg tuh dosis minimal dan boleh diberikan 15 mg/KgBB setiap kali minum.
-
Acyclovir. Dosis dewasa: 5×800 mg selama 7-10 hari. Dosis Anak: 200 mg/kg BB/dosis *kebanyakan nol, hihihi, maaf* (koreksi oleh Mas Rizal, maturnuwun Mas) dosis (anak) acyclovir 20mg/kgBB/dosis, max 800mg, pemberian 4 kali sehari selama 5 hari, pemberian 4 kali sehari selama 5 hari.
-
Antibiotika diberikan jika ada infeksi sekunder, misalnya Eritromisin (dosis anak: 30-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis), selama sedikitnya 4 hari.
-
Jika gatal, dapat digunakan antihistamin misalnya: loratadine 10 mg, diminum 1×1. Boleh juga pake CTM, murah meriah, tapi ngantuk poll.
-
Obat lokal (luar): Bedak Salisil 1% dan sejenisnya.
PENCEGAHAN:
Vaksinasi or imunisasi. Jadwal dan tatacaranya monggo dipersilahkan bertanya kepada dr. Rizal Sp.A.
UPDATE: (tambahan info oleh: dokterearekcilik)
… masalah imunisasi dari satgas imunisasi indonesia sampe saat ini diberikan 1 dosis, sedangkan pada anak umur 13 tahun keatasdan dewasa diberikan 2 dosis dengan interval 1-2 bulan. Bila sudah pernah kena cacar air gak usah imunisasi. Soal harga sekitar 300rb an.
SERBA SERBI SEPUTAR CACAR AIR
-
Hindari mencet or otak-atik plentingan, karena beresiko meninggalkan bekas. Biarkan kering dan mengelupas dengan sendirinya.
-
Plentingan pada umumnya tetep bermunculan walaupun udah diobati. Misalnya seseorang datang ke dokter pada hari kedua dimana plentingan (vesikel) masih ga banyak, maka tetep akan bertambah hingga mencapai puncaknya pada hari ke 5-7 walaupun udah diberi obat lengkap. Bukan berarti obatnya gak mempan, tapi emang perjalanan penyakitnya seperti itu. Karenanya, para orang tua gak perlu panik lantas tamasya gonta-ganti dokter.
-
Sebaiknya istirahat dan bagi siswa gak usah sekolah mengingat masa penularan diperkirakan berlangsung 1 minggu sejak mulai timbulnya plentingan. Bapak dan ibu guru juga seyogyanya memahaminya. Biasanya orang tua ato si anak maksa sekolah karena takut ketinggalan pelajaran … halah.
-
Tidak ada pantangan makan, justru dianjurkan makan makanan bergizi. Dan… tetep mandi lho yaaa, … mandi… mandi…
-
Oiya, varicella pada wanita hamil (trimester or 3 bulan pertama) dapat menimbulkan kelainan bawaan (konginetal), sedangkan pada wanita yang terkena varicella beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varicella pada bayinya. *maaf, bukan mau nakut-nakuti…tambahan informasi aja koq*
Oiya (lagi), tempo hari saya menemukan pertanyaan di yahoo.Answer : “apakah setiap orang mesti terkena varicella setidaknya sekali dalam hidupnya?”. Enggak. Kita tahu bahwa varicella adalah penyakit menular, so kalo gak ketularan ya gak bakal menderita varicella.
Moga berguna.
Link Terkait:
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::





















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)




Saya kena cacar air sewaktu kelas 2 SMA, ketularan kakak sepupu yang rumahnya saya inapi pas dia kena cacar air. Saya pede nginap karena mengira sudah diimunisasi cacar air, ternyata kata Emak, saya tidak pernah dapat imunisasi cacar air *getok-getok jidat pake suntikan bekas*
Pertanyaan:
1. Apa benar cacar air hanya menyerang sekali seumur hidup? Jika sudah kena sekali maka akan kebal?
2. Adakah imunisasi cacar air?
3. Jika ada, seberapa efektif?
4. Kultus TIDAK MANDI ketika terserang cacar air sangat kuat di masyarakat (Tapi demi Tuhan, Saya mandi ko cak waktu kena cacar air itu, saya bukan tipe pelahap isu
). Apa ada alasan khusus kenapa isu TIDAK MANDI ini keluar?
5. Beberapa bagian tubuh, khususnya yang tidak terlihat orang banyak masih terdapat ’scar’ bekas cacar, bagaimana menghilangkannya?
Cak, kayanya ga cuma gambar di tengah deh yang mesti ditutup kain hitam, yang pertama itu juga rada mesti ditutup…
Met malem….(waktu aceh lagi..,hehehe)
Bener tuh cak…..sering amat ndenger yg ky gitu… Cacar adalah penyakit yg pasti kita dapat sekali dlm seumur hidup kita, bahkan diikuti dgn iming2 bahwasanya mreka yg sdh pernah tertular tentunya tdk akan pernah tertular lg. Apa iya gitu????? Trus apa para org tua yg blm pernah terinfeksi cacar jg msh perlu divaksin?? Jd gak cuma harus waspada supaya anak jgn tertular khan….
Wah .. Infonya berharga banget nih pak
Trims atas share nya ..
Jadi inget pas kena cacar air ini….
, ditambah cacar air… jadi saya gak mandi bukan karena cacar airnya, tapi karena memang kondisi badan saya yang tidak memungkinkan untuk mandi 
waktu itu saya baru jatuh dari atap, karena tulang belakang saya retak harus digips
ah ya… karena keisengan saya memencet cacar ini, bekasnya masih ada di muka *sigh*
halo cak,
)
wah wabah cacar ini ternyata dimana-mana ya. di surabaya-sidoarjo lingkungan sini juga lagi mewabah. ada temen yang baru mudik lebaran dari sby nyampek jkt anaknya kena cacar, sehari kemudian ibunya ketularan
selain itu kita juga ga berani main kerumah sodara yang belakangan kita tahu ternyata anak dan ibunya juga lagi cacaran, hihihi… kalo kita maksa kesono kek “ulo marani gepuk” hihihi bener ga ya gepuk ato getuk
dulu aku kena cacar pas baru masuk kerja, ketahuan cacar langsung ke dokter dan ama dokter dikasih obat salah satunya katanya obat yang ini agar ga semua plentingan keluar banyak/menimalisasi. emang satu bijinya lumayan mahal waktu itu 5rb tahun 1998 kalo ga salah. tapi bener lho cak, plentingan cacar yang keluar ga rata dan banyak bertebaran dimana-mana kek digambar itu. paling dimuka ada satu, dilengan ada 1-2, dipunggung juga ada beberapa. jadi asyik deh ga begitu panik ma penampilan, secara lagi pedekate ma seseorang
)
trus untuk vaksinasinya mulai umur berapa ya cak? kalo aku liat dijadwal idai kalo ga salah ditulis mulai umur 10 tahun?
makasih ya cak, maaf kebayakan ceritanya daripada konsulnya.
cakmoki,
kalo mandi trus sabunan, bisa bikin plentingannya pecah kan, trus kalo plentingan pecah berisiko meninggalkan bekas.
Kalo gak mandi 1 minggu risikonya apa cak? selain bau tak sedap dan berdaki tentu nya…
berguna banget
dok, kalau kei dah pernah cacar air bisa kena lagi ga??? ih ngeri yah… untung kenanya masa kecil… cb kalau sekarang bisa ga bisa nampang.. apa lagi keikan peri… haduh… repot! mandi?? pasti dunk dok, dua kali minumal sehari. gosok gigi lbh dari 3 kali sehari. gt kan dok? biar terhindar dari yang engga baik… btw, peri ga mau sampe sakit. takut bikin heboh. masyarakat… hihihi
@ ManusiaSuper:
Imunisasi mulai gencar dilaksakan di Indonesia sejak awal 1990, yakni imunisasi dasar, meliputi: BCG, DPT, DT, Polio, Campak dan TT (kemudian menyusul imunisasi Hepatitis B). Program nasional tersebut dinamakan UCI (Universal Child Immunization). Adapun imunisasi cacar air hingga kini masih sebagai imunisasi tambahan *berharap menjadi bagian imunisasi dasar*
Imunisasi dasar, wajib bagi bayi di indonesia, gratis dan dapat diperoleh di RSUD, Puskesmas hingga Posyandu.
Sedangkan imunisasi tambahan (hingga saat ini) bayar dan dapat diperoleh di RS (termasuk klinik swasta) dan DSA. Biayanya bisa tanya ke dr. Rizal DSA (dokterearekcilik) *mungkin sesama blogger dapat diskon*
Karena itu, gak mungkin piyan dapat imunisasi cacar air kecuali piyan lahir di Amrik atau Eropa
Jawaban: *hmmm, pertanyaannya sekelas mhs kedokteran*
. Sebagian lagi mengatakan supaya tidak tambah banyak, padahal tetep bertambah banyak sesuai perjalanan penyakit di atas. Bayangkan jika kita kelak juga mengatakan informasi yang sama kepada anak cucu kita. Trus anak cucu kita mengatakan: katanya mbah mansup, katanya mbah moki…dan mbah-mbah yg lain *moga panjang umur*. So… kita berkewajiban menyampaikan informasi yang benar sesuai keilmuan terkini.
(1) iya, kecuali jika kekebalan yang terbentuk tidak cukup kuat untuk menahan penularan ulangan (pada orang-2 tertentu dengan gangguan imunologis)
(2) ada
(3) efektifitasnya mencapai 95-97% (ref: Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit FKUI)
(4) alasannya (kultus gak mandi) gak jelas…penderita yg saya tanya hanya mengatakan “kata orang tua”, padahal orang-orang tua tersebut dulunya juga beliuran *becanda tapi serius*
(5) Scar…ini dia yang paling sulit. Kalo masih baru, dapat diminimalisir dengan salep Madecassol. Lha kalo berbekas keloid, wow… ke spesialis kulit deh
Jika berbagai upaya udah ditempuh tapi scar masih ada, kali disyukuri aja ya … mungkin menambah kemesraan saat bercengkerama … prettt. Gak pingin Cil?
Tengkyu sarannya Cil,
cucakrowo udah tertutup *jomblowati dilarang liat, ntar bisa huek-huek*
@ Greeny:
.. kayak doorprize kali ya.
Met malem juga …
Wah …baru denger ada penyakit pake iming-iming
Anggapan tersebut gak bener mbak … artinya, kalo gak ada sumber penularan gak mungkin kena cacar air. Ada sumber penularan pun gak mesti tertular. Hal ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, jumlah virus yang masuk tubuh dan lingkungan. (prinsip ini berlaku juga untuk penyakit infeksi lainnya)
Orang yang pernah tertular dapat mengalami infeksi primer berbentuk cacar air dan dapat pula mengalami reaktifasi berbentuk herpes zoster.
Tentang kekebalan, terjawab pada pertanyaan pak dosen ManusiaSuper.
Boleh, kalo mau…hanya saja di Indonesia belum lazim. Padahal vaksin dapat diberikan pada usia dewasa (12 tahun ke atas), trus diulang setelah 4-8 minggu untuk memberikan kekebalan optimal.
Makasih
@ dikma:
Sama-sama, makasih juga kunjungannya.
@ itikkecil:
Wihhh, menderita ya..udah pake gips masih ada bonus cacar air.
Sssttt, waktu itu gak mandi berapa
mingguhari ?@ Nora:
Halo
Sing bener, ulo marani gethuk, eh marani cacar ding
Yang pasti bukan gambarsebelah kiri kan ? *blethak*
iya, menurut panduan, pemberian acyclovir pada hari 1-3 diyakini dapat meminimalisir plentingan…
Pada cacar air, plentingan gak pernah rata (polimorf) sedangkan manifestasi penyebaran cacar air dan respon terhadap pengobatan untuk masing-masing orang tidak sama.
Vaksinasi mulai umur 12 bulan atao lebih.
Ga papa panjang, malah bagus untuk berbagai cerita. Bukan konsul ah… lebih tepat, kita belajar bersama.
Maturnuwun share-nya ya
@ Shinta:
Ga tuh mbak, … kan ngusap sabunnya pelan-pelan dan selembut-lembutnya kayak
sentuhan si diaiklan di TVKalo gak mandi seminggu beresiko infeksi sekunder oleh kuman atau infeksi jamur … hiyyyy
@ Wempi:
Semoga
@ keishka:
Ga kena lagi kei … kecuali kalo mengalami reaktifasi sebagai herpes zoster.
walah… Peri koq bisa ketularan cacar sih… gimana tuh ceritanya kei..
hmmm… percaya deh …
Moga peri kei tetep sehat yaaaa …
ammmiiiiiinnn.. ya allah amiinn….. apaan tuh reaktif zoter?? bisa cacar waktu itu soalnya peri sakit typus n apa yah bronitis….. atau paru2 basah yah?? nthlah… yang jls gara2 panasnya terlanpau tinggi jadi komplikasi gt deh… dalam 2 bulan di RS advent bandung…
hohoho… malah di fonis mau meninggal sm dokternya krn typusnya akut, btw.. emg typus bisa bikin meninggal yah?? wah.. bsyukur ms-ms dua bulan di rs udah terlewati, dan gawatnya.. kei malah jatuh cinta sm bau rs yang has…hahhahaha.. kelamaan d rs. bikin kei merasa pgn balik lagi… hahhaha.. waktu kmrn hampir kul di kedokteran. cm… ada something yang ngbuat aku mutusin bwt engga ngambil itu. pdhl pgn banget…… hihihi. jadi curhat
Thanks a lot info ny y Cak…..
@ keishka:
Herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan juga oleh virus Varicella zoster … selengkapnya dapat dilihat di sini ..ga usah lihat deh…ada gambar-gambar hot soalnya … hehehe
Typus kalo ga diobati dengan tepat emang bisa menimbulkan komplikasi berat yang dapat merenggut jiwa. Tapi itu mah duluuuuu… duluuu banget, dimana penderita typhus terlambat berobat ato gak diobati.
wah mestinya masuk efka … kan kita bisa diskusi dan ngeblog bareng kayak yang lain. Lha sekarang dimana? fpsi, fekon, ato ef apa? *bisik-bisik* … tapi ga papa, kalo masih kangen aroma RS, koas-koas (calon dokter) banyak bertebaran di sana, pilih aja.. kalo ga cocok, delete… hahaha *becanda*
@ Greeny:
iya, sama-sama …
emg waktu itu kei terlambat diobati. hehhe… makanya smpet koma dua hari.
hmmm kei udh masuk efka ko, smpet kul sekitar sebulanan. heheh.. tapi ada masalah keluarga yang maksa kei turun.. hiks bgt n down juga.
hehhe.. parah!
temen2 juga udh pada jadi koas di RSHS, senengnya….
btw, Herpes zoster itu… rsnya gmn?? gatel apa sakit gt??
dari dulu kalo sedang resah ketika ada penderita cacar air, ibu saya meyakinkan dengan bersumpah kalo saya dan adik udah dapet vaksin cacar air waktu bayi (jelas2 tidak lahir di amrik maupun eropa) hiks….
Dari dulu kalo sedang resah ketika ada penderita cacar air, ibu saya meyakinkan dengan bersumpah kalo saya dan adik udah dapet vaksin cacar air waktu bayi (jelas2 tidak lahir di amrik maupun eropa).Setelah saya ajak membaca postingan ini ibu saya jadi bingung sendiri dulu saya dan adik divaksin apa (cacar,campak,gabak (ini bhs indonesianya apa ya?), diskusi ini diakiri dengan kalimat sakti “pokoknya dulu semua vaksinasi udah lengkap”
@ keiskha:
koma apa ketiduran ….
kalo temennya ko-as, brati sekarang kei dah selesai dong … udah kerja, udah dapet gaji, …ita kan? hayo, ngaku
Herpes zoster tuh sakit banget…ada juga sih gatalnya, terutama saat kulit yang melepuh mulai mengering, tapi nyerinya lebih dominan…
@ nararya:
Mungkin yang dimaksud ibunda adalah vaksin dasar, BCG, DPT, Polio, Morbili (Gabak, Campak) … atau kalo lahir sebelum tahun 1974, bisa jadi vaksin cacar api (variola, smallpox) di lengan kanan atas yg bentuknya memanjang.Tahun 1974 Indonesia dinyatakan bebas Cacar Api (kalo ga salah, tahun persisnya lupa)
Kita bisa memaklumi jika beliau gak tau jenisnya karena emang gak dijelasin oleh petugas vaksin atau mungkin lupa saking sulitnya istilah-istilah medis.. hehehe.
pssst…saya lahir tahun 79. Jadi masi 19 tahun lah usia saya (berharap cak moki ga lulus matematik)
Maaf koreksi ya cak, dosis acyclovir 20mg/kgBB/dosis, max 800mg, pemberian 4 kali sehari selama 5 hari…masalah imunisasi dari satgas imunisasi indonesia sampe saat ini diberikan 1 dosis, sedangkan pada anak umur 13 tahun keatasdan dewasa diberikan 2 dosis dengan interval 1-2 bulan. Bila sudah pernah kena cacar air gak usah imunisasi. Soal harga sekitar 300rb an.
wakakakak, yoi… temenku co-ass semua… hmm aku memilih jadi pengusaha aja… hihihi… wew, perih gmn pak dokter?? duh ko bisa gt?? apa krn kbnyakan digaruk??
@ nararya:
Hihihi… selisih lima tahun dengan saya *berharap gak dilempar sandal*
@ dokterearekcilik:
Maturnuwun koreksinya Mas
Sudah saya perbaiki… sekaligus sy tambahkan informasi imunisasi.
Sekali lagi, tengkyu
@ keishka:
eh, bener juga, ada perih-perih gt pada kulit yang mengelupas trus nantinya tergantikan oleh kulit baru… bisa juga perih karena garukan.
yeeeee … sy kan bilang nyeri
dok… ngeri fotonya.. *merinding*
untung dulu waktu cacar tidak separah itu
malah menghilangkan kebiasaan buruk suka ngemut jempol..he he..gara2 ada cacar di jempol saya..kikikikikkqq
smallpox?bukannya dah di eradikasi tahun 1960?mungkin chicken pox?german measles?ato palaran measles?:p ato malah measles impossible?wakakakak
@ binchoutan:
hehehe, buka rahasia ya
@ koass (yang selalu dipuji) pinter:
hahaha, sekarang udah jadi cum laude
koq 1960-an sih…hayo
Tengkyu… udah disesuaikan dg Nama lain tuh.
Iya nih… sempet kena tepat 100 tahun hari kebangkitan nasional. sembuh 10 hari kemudian.
@ firmanwy:
Koq bisa persis kelipatan 10 ya
Makasih kunjungannya.
Cak saya belum pernah kena. Tattut..
*agak histeris*
@ Nika:
Moga gak kena
pernah nih kena… sebel …. muka blepotan….
alu cak..
padahal lusa harusnya saya ikut tes kesehatan n kebugaran di salah satu instansi pemerintah *job seeker niy*
udah susah2 lewatin dua tahap tes, eh malah jatuh sakit.. bisa ikut ga yaa.. *jd curhat*
makasi infonya ya, lg kena cacar air nih, hiks2.. baru td siang muncul lentingannya, makanya skrg sibuk browsing cari tau soal pnyakit ngerepotin ini
btw bener ga anggapan kalo lg cacar ga boleh kena angin n ga boleh keluar rumah, karna bakal nambah parah?
need the answer a.s.a.p., cak.. thanks..
@ shafwan hasby:
moga pulih kembali
@ Ikka:
Kalo memungkinkan sebaiknya minta surat keterangan sakit dari dokter yang ngobati agar tes dapat nyusul.
gak bener… emang dianjurkan istirahat tapi anggapan tersebut ga ada hubungannya dengan parah tidaknya cacar air karena cacar air tetap akan mengalami masa puncak sekitar hari ke 5.
Thanks
cak mau tanya dikit ya. kan cak nulis tuh dosis acyclovir untuk penderita varicela dewasa 5x 800mg tapi kalau menurut yang saya tau waktu jaman coass saya pernah mempresentasikan kasus varicella dan emang di beberapa textbook dikatakan untuk dosis orang dewasa adalah 5 x 800mg tapi disangkal sama supervisor bagian kulit kelamin di rumah sakit tempat saya kuliah mengatakan bahwa berdasarkan penelitian ( saya lupa siapa2 yang meneliti dan jurnaknya dah keringgalan di tempat kost saya dulu hehehehe)tidak ada perbedaannya antara pasien yang di terapi dengan 5x 800mg dengan pasien yang mendapat terapi 5x 400mg + placebo. so bisa di simpulkan kalau dosisi yang cukup rasional untuk varicela adalah 5x 400mg ( menurut saya loh cak jgn marah ya. nanti saya carikan data2 penelitiannya supaya lebih ilmiah pendapat saya ini heheheh)efektifitas dari acylovir pun ternyata lebih berpengaruh pada waktu memberian, maksudnya sedini mungkin lesi cacar itu ditemukan dalam artian jika lesinya baru 1 or 2,3,4,5 yang muncul maka efektifitas pemberian acyclovir menjadi tinggi. tapi jika lesinya dah banyak sebenarnya acyclovir sudah tak berarti banyak lagi or singkatnya kalau dah bertotol kaya pola polkadot di badan sebenarnya dah ngga rasional dikasikan tuh obat malah nambahin biaya pengobatan dan nyusahin pasien tiap hampir 5 jam minum obat lagi kan jadi mual tuh ngeliat obatnya heheheehheehe. kalau ilmiahnya tuh acyclovir baik diberikan jika baru muncul stadium lesi awal hhihhihhihi nah kalau tuh varicela ternyata dah skuel nya alias varicela herpes zoster baru dah dosisnya 5x 800mg. mohon keterangannya lebih lanjut cak??? kan bisa aja saya dan supervisor saya yang salah dosis heheheeh. thanks ya cak……
Apakah Acyclovir wajib?
Soalnya harga obatnya mahal he
Di klinik jarang aku kasih aciclovir tab, paling cuma PCT, Vitamin sama Acyclovir Zalf doang, Alhamdulillah jg sembuh, EBM banget kan?
@ dr.ariyani:
Perdebatan dan kontoversi tentang pemakaian acyclovir (menyangkut dosis, frekuensi pemberian dan waktu awal pemberian) udah berlangsung lebih dari 18 tahun yang lalu. Perbandingan antara dosis 800 mg, 400 mg, dan placebo juga bervariasi dalam hal aspek pandangnya. Kalo metodenya rata-rata menggunakan double-blind, dengan konfirmasi pemeriksaan virus melalui kultur, dan melanjutkan perbandingan hingga bertahun-tahun kemudian. (saya tidak tahu apakah penelitian lengkap semacam ini dilakukan apa enggak di Indonesia).
Bahkan penelitian varicella (pengobatan dan area penyebaran) udah dilakukan oleh Bullowa dan Wishik pada tahun 1935.
BMJ ( British Medical Journal) di bawah naungan British Medical Association memuat salah satu penelitian (M W McKendrick, consultant physician, Department of Infectious Diseases and Medicine, Royal Hallamshire Hospital, Sheffield S10 2JF) menggunakan pendekatan yang lebih kompleks yakni dengan membandingkan juga aspek Cost is unjustified, Clinical benefit, Economic arguments, Disadvantages of treatment, yang membuka pintu diskusi lebih lanjut dengan menyampaikan pertanyaan: What then are the arguments for using antiviral drugs routinely in chickenpox? dan Are these statistical differences clinically relevant?
Karenanya, saya tidak terkejut dengan berbagai perbedaan pandangan tentang dosis acyclovir atau tanpa acyclovir sekalipun, mengingat masing-masing pandangan mempunyai argumen, terlepas dari parameter kesahihan penelitian.
Sebelum menulis artikel ini, saya membaca 4 buku yang berbeda.
1) PDT UPF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo, 1994, hal84, menyebutkan bahwa Acyclovir diindikasikan untuk varisela berat dan penderita dengan gangguan imunitas, 5×400-800 mg, dimulai pada hari pertama atau kedua.
2) Ilmu Penyakit Kulit, Prof. Dr. Marwali Harahap, 2000, hal. 96, menyebutkan bahwa tidak ada terapi spesifik untuk varisela. Menurut beliau cukup dengan obat simptomatis, istirahat dan antibiotik jika ada infeksi sekunder.
3) Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI, edisi IV, 2005, hal.116, menyebutkan bahwa pengobatan bersifat simptomtis. Disisi lain juga disebutkan “dapat diberikan antivirus”, namun tidak secara tegas disebutkan dosis dan cara pemberiannya.
4) Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin, SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK Unair/RSUD. Dr. Soetomo, cetakan keempat, 2008, hal. 12, disebutkan dosis acyclovir 5×800 mg selama 7-10 hari (dalam 1-3 hari pertama).
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pengobatan menampakkan hasil signifikan jika acyclovir diberikan dalam 24 jam sejak onset (ini yang banyak disepakati). Setelah itu (lebih 24 jam) pemberian acyclovir 5×800 mg tidak berbeda dengan pemberian placebo (tanpa acyclovir). Inipun tidak selalu sama dengan peneliti lain di berbagai negara.
Jadi, jika mbak dr. Ariyani mengikuti pendapat (penelitian) supervisor saat co-as, sah-sah saja. Bukankah ilmu kedokteran terbuka untuk didiskusikan ?
Menurut saya, yang tak kalah penting adalah bagaimana memberikan penjelasan kepada pasien (dan keluarganya) berdasarkan argumen dan referensi yang diyakini oleh setiap dokter.
Lha saya malah gak pernah memberikan acyclovir oral karena pasien datang setelah hari kedua, ketiga dan seterusnya … hehehe.
Met berkarya, moga sukses selalu
@ drIs:
Artikel ini berdasarkan artikel yang bersifat umum.
Pemberian acyclovir bergantung pada keyakinan masing-masing dokter berdasarkan referensi dan pengalaman medis berbasis komunitas.
Kalo saya malah gak pernah ngasih acyclovir oral. Hanya simptomatik (kecuali kalo ada infeksi sekunder) dan acyclovir topikal.
Kompak *tosssss*
met pagi cakdok (cak yang jadi dokter -red),…
kebetulan alhamdulillah saya menjadi penderita cacar air
tapi bukan yang berupa herpes gtu di usia saya yang ke-30
n ini terjadi 2-3 hari yang lalu ( skrg tgl 22 nov ,08). ngeliat penjelasan cak
sebelumnya, disitu disebutin masa puncak pemunculan bintik bintik n lesi di hari ke-5 gtu. tapi kenapa ya kok yang ada di body, muka, kulit kepala kok buanyaaaakkk banjet, pdhl ni baru hari ke-3 apa bisa lebih banyak lagi??? !!! stress
juga ngeliatnya… padahil saya baru aja selesai perawatan kulit biar tambah cantik n baruuuuu aja laku banyak dikecengin orang, eeehhh udah kena cacar gni. hueleh poor deh me!! hehhhehhh pede dikit gpp X ya cak !!!
yang penasaran pengen saya tanyain cak. kayaknya di tenggorokan saya juga cacarnya udah banyak, tadi pagi terasa sakiiiit banget buat nelen n mau ngomong juga sakit banget. nah itu biasanya bisa ilang pake apa ya cak???
dtunggu banget jwbannya. soalnya itu yang paling menyiksa.
thx berat bwt perhatiannya.
@ tyaaas:
Maaf terlambat menjawab, karena sejak sabtu sore ada gangguan koneksi sehingga ga bisa online.
Tentang puncak lesi yg 5 hari tsb adalah rata-rata, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lambat.
Yang di tenggorokan ntar akan hilang bersamaan dengan yg di kulit. Kalo ada infeksi sekunder, dapat diberikan antibiotika dan pereda nyeri.
Moga saat baca jawaban ini, penyakitnya dah reda dan pedenya ikutan pulih kembali untuk menghadapi yang ngecengin
Trims
Sy setuju dgn jwbn cakmoki ttg treatment varicela krn sy jg prnh baca yg serupa.btw,sy br kena varicela 1 mgg yg lalu,ada yg ga sengaja tkelupas,duh perih bgt,jd ga kebayang penderita pemfigus vulgaris yg ada blisternya gedee..
@ Wita:
Makasih
Wah, kalo pemfigus vulgaris, hiiiiyyyy
Saya baru dua hari yang lalu divonis cacar air … lesi-nya gak tanggung2 buaaaanyaakk banget dari kepala sampai muka, badan, tangan, leher sampai daerah dekat selangkangan … ini normal gak sih dok? Trus saya sudah 2 hari ini makan acycrovil sejak ke dokter dua hari yang lalu-pada saat lesinya masih sedikit. Efek gak sih … tadinya dokter mau kasih voltreex (or something) katanya dosisnya lebih kuat tapi harganya juga jauh lebih mahal …apakah ini berpengaruh? Karena saya agak menyesal sekarang, lesinya kok banyak bgt kayak gak efek pake acycrovil.
Hari keberapa ya kira2 cacar mulai mengering dan sembuh? saya dikejar deadline kerja nih…. ada saran untuk mempercepat proses???
@ jumpman:
Bukan gak efek, tapi emang perjalanan penyakitnya gitu. Setelah penuh (kayak gambar di atas) ntar akan berangsur kering.
Gak ada obat untuk mempercepat proses penyembuhan, yang terpenting adalah daya tahan tubuh, kanan makanan bergizi dan istirahat.
Pada dewasa umumnya memerlukan waktu lebih seminggu untuk penyembuhan.
Silahkan baca ulang : “Perjalanan penyakit” dan “serba-serbi cacar air”
Trims
alo om..
saya ada lubang bekas ccar d muka.
jujur,lubang bopeng tu karna saya garuk.
ada obat nya ga dok?
biar bs kembali ky semula.
saya dngr2 pngobatan laser bisa ya.tp sy br dnger ada pngbtan ky gt bs nglangin bopeng. apa bisa ya om? tlng brapa biayanya kira2, kl om cak tau.
Dear Cakmoki yang baik…
yang belum pecah sy beri bedak, trus kalo udah pecah dirawat gimana? (ada yg bilang dikasih alkohol, apa benar?)
hari ini sdh masuk hari keempat saya kena cacar..
normalnya plentingan yang berisi air itu pecah ataukah kempes dan mengering sendiri? saat ini plentingan saya ada yg pecah 1-2.. di badan sih ndak terlalu banyak cuman di muka lumayan… malah ada yang gede 2..
saya saat ini mandi dengan air yg dikasih sedikit pk. Yang paling mengkhawatirkan sy emang yg ada di wajah ini.. (soalnya banyak tuntutan kerjaan hrs ketemu banyak orang dlm wkt dekat..: minder cak)..tapi saya terus aja kasiin bedak yg dikasi dokter ke muka/plentinganx,hal ini ndak nambah bikin hitam bekasnya?
hik..hiks…
salep fusycom yg dokter bilang bukan untuk virus but untuk bakteri dikasih ke plentingan yg sdh pecah ya dok? atau ada salep lain yg lbh baik untuk plentingan yg pecah biar ndak berbekas?
Mukaku sayang,..mukaku malang
@ FunkYasa:
Maaf, kelewatan…
Untuk pengobatan bekas cacar air yg udah kelamaan silahkan periksa ke dokter spesialis kulit agar dapat diberikan tindakan medis yg tepat.
Trims
@ andiirma:
Plentingan akan pecah kemudian mengering, ada pula yg mengering tanpa pecah. Biarkan aja mengering dan terkelupas dengan sendirinya supaya tidak menghitam dan gak cekung banget.
Pecah gak pecah dikasih bedak yg dari dokter. Boleh juga mengoleskan fusycom pada plentingan yg udah pecah. (jangan dikasih alkohol..ihhh)
Bekas yg menghitam disebabkan oleh tangan kita yg tanpa sadar mengotak-atik atau memencet cacar air, bukan karena obat dan bukan karena bedak. Selain itu bisa juga reaksi hiperpigmentasi karena peradangan lokal.
Gak ada salep untuk ngilangi bekas saat masih plentingan, gak boleh malahan karena kulit muda yg mengganti bekas pletingan akan terganggu. Jadi, salep bekas luka hanya akan diberikan jika sudah sembuh sempurna dan diharapkan pulih secara alami setelah beberapa bulan… hehehe..kayaknya ga betah ya
Maaf, ekali lagi, ngilangi bekas cacar gak usah terburu-buru.
Moga mulus kembali
Trims
Thanks dok… atas jawabannya…
skarang plentingan masih ada tapi kayaknya udah pada matang/masak semua… (apaan… buah kali) ada yg udah pecah sendiri..
tapi ya… berkat cacar air ini … sy jadi kenal blok cakmoki yg keren abizz..Sekali lagi thanks… Semoga blog ini kedepannya lebih baik lagi.. sukses adaok
@ andiirma:
Trims juga share-nya dan supportnya
sore cakmo,
bener gak… ada yg bilang, klo cacar tuh musti dikeluarin seluruh cacar nya. kalo gak keluar bisa fatal…. bisa lari ke dalam.
sayah jg tak paham maksudnya.
mohon pencerahan…
@ arif:
Gak bener
Justru kalo bisa gak banyak bermunculan cacar airnya, seperti penjelasan di dalam artikel.
Trims
cak,ini bayi ane umur 7 bulan lebih sudah dua hari ini terkena plentingan di sekitar selangkangan dan bergelembung yang mulai gelembung kecil terus mberangsur menjadi besar.waktu mandidin biasanya ndak sengaja pecah/kepencet. dedek sudah ane bawa ke dokter Sp.kulit dan kelamin dan mendapatkan salep yang dioleskan untuk pagi, siang, sore dan malem.tapi di hari ketiga ini plentingan masih juga muncul walau udah ane oles salepnya.apakah nanti juga akan menyebar rata dulu or bagaimana? truz apa dong yang harus segera ane lakukan biar dedeknya cepet sembuh dari plentingan.mememg sih dedeknya ndak rewel, tetep aktif bermain.please jawabannya ya..thanks
@ nuka:
Berdasarkan gambaran yg disampaikan, mungkin plentingan bergelembung tersebut adalah Impetigo bullosa. untuk mencocokannya, silahkan baca artikel di blog ini tentang Impetigo, sedangkan leafletnya, silahkan download di sini.
kalo iya, berarti perlu obat minum (antibiotika yang dosisnya disesuaikan dengan berat badan). Pada impetigo diperlukan pengobatan dengan antibiotika minum dan antibiotika topikal (salep) selama sekitar 7-10 hari. kadang gak sampek seminggu udah kering.
Kalo ternyata bukan Impetigo Bullosa, kalo berkenan sebaiknya kirim fotonya via email, ntar kita diskusikan setelah melihat fotonya.
Tapi kalo ternyata Cacar Air seperti gambaran pada artikel ini, maka penyembuhannya diperlukan waktu seminggu lebih.
Thanks