MLAKU-MLAKU NANG SUROBOYO
Pekan lalu, dalam kurun waktu beberapa hari saya berkesempatan mengintip sedikit jeroan RS Husada Utama di Jl. Prof. Dr. Moestopo 31-35 Surabaya, yang terletak di sebelah kanan komplek FK, FKG dan Fak Farmasi Unair berbatas jalan Tambang Boyo dan jalan Petojo yang dibelah sungai kecil.
Kendati berlabel Rumah Sakit, kesan yang muncul di benak seakan mengunjungi Hotel berbintang 4 plus layanan medis. Atau mungkin lebih tepat layanan medis dengan layanan sekelas hotel berbintang empat. Ketika datang pengunjung disambut sejak di pintu masuk, lantas para perugas PR siap melayani pengunjung. Bagi pengunjung ndeso™ pun ga perlu plonga plongo, pemandu siap mengantar hingga ke tempat layanan medis sesuai tujuan pengunjung, sing penting kuwat mbayar.
RUANG PRAKTEK MEWAH
Sesuai namanya, RS Spesialis Husada Utama emang sangat layak disebut layanan medis kelas VIP. Serba wah, dingin, lapang, penuh senyuman dan tentu empati bersahabat para dokter spesialis dan sub spesialis, plus rujukan antar spesialis yang tertata rapi dan runtut, serba mudah, dan lagi-lagi pengunjung tinggal mengikuti paramedis yang selalu memandu penghunjung.
Lantai bawah didominasi lobby nan luas, PR, ruang-ruang para pimpinan dan manajemen, minimarket dan kantin.
Ruang praktek para dokter spesialis yang berada di lantai 2, berjajar hampir mendominasi sekeliling bagian lantai 2, termasuk salah satu ruang tempat para dokter beristirahat sejenak, ngopi, diskusi, sholat atau sekedar ngobrol sembari melepas lelah. Dibagian lain ada apotik berdampingan dengan kasir (billing system terpadu). Semua pembayaran dilakukan di sini. Salah satu dokter spesialis praktek mulai jam 7 hingga jam 2 dini hari atau lebih, saking banyaknya pasien beliau.
Rata-rata jasa dokter spesialis sekitar 100 ribu rupiah *lebih murah dibanding di daerah kami kalo ditinjatu dari fasilitasnya*. Jam praktek beragam, semuanya terpampang di setiap ruangan praktek yang juga dilengkapi petugas paramedis setiap ruang praktek. Mereka semua membantu pengunjung sesuai ruang praktek dimana mereka bertugas. Rapi dan gak semrawut kayak di RSU *sori, hehehe*.
Ruang perawatan, operasi, Lab berada di latai 3 ke atas dan di lantai paling atas (lantai 14 kalo gak salah) konon untuk listrik, air dan pengolahan limbah.
RUANG PERAWATAN
Berapa sih biaya per kamar perawatan ? Mahal gak ? Hmmm, bergantung dari sudut mana para pengunjung memandangnya. Sebagai gambaran umum, biaya kamar klas 3 (berisi 5 tempat tidur otomatis) adalah 150 ribu, kecuali kamar bersalin dengan alat bantu yang mencapai 500 ribu per hari. Dan kamar kelas suit, berkisar 300 ribu hingga 1, 5 juta perhari. Hehehe, hotel beneran nih!!!
Kelas VIP berkisar 225 ribu hingga 800 ribu, sesuai dengan jenis peruntukan kamar perawatan.
Tersedia juga kamar bagi keluarga yang hendak menemani penderita persis di seberang kamar perawatan. Tinggal pilih mo yang kelas apa.
FUNGSI PROMOTIF, PREVENTIF DAN PENGEMBANGAN
Kendati berlabel swasta, RS Husada Utama tak melupakan fungsinya sebagai layanan medis yang komprehensif. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya majalah, leaflet berbagai informasi layanan dan penyakit, bahkan informasi melalui web (saat ini masih dalam perbaikan konten). Majalah berbahan kertas kentrix, demikian pula leaflet, sudah menggunakan bahasa gaul dan nampak mewah.
Tak ketinggalan, fungsi pengembangan dilakukan melalui penelitian, seminar, simposium dan workshop. Mestinya, RS Pemerintah harus malu kalo terlalu jauh ketinggalan mengingat RS Pemerintah dibiayai oleh negara.
Akhirnya, betatapun mewahnya sebuah RS, tak ada seorangpun yang mau sakit. Kendati demikian layanan yang bersahabat dan optimal tetaplah dambaan para pengguna jasa layanan medis.
Ketika malam mau pulang, saya sempat bertanya pada Stef (saat iniwakir di RS HU, beliau pernah jadi direktur RSUD dr. Suwandi Surabaya): “… Stef, kiro-kiro RSUD Pemerintah daerah iso gak nggawe RS model ngene ..”. Stef dengan mimik serius menjawab:” … iso banget, mesti iso, Mok …”. Kamipun tertawa hahahaha …
Terimakasih kepada para sahabat di RS Husada Utama yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk ngobrol, wa bil khusus kepada pak wakil direktur, sobatku Stef …
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::




















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)





Wah, mlaku-mlaku nang Suroboyo dak ngajak-ngajak….
RS Husada Utama memang mempunyai majalah yang bagus,saya pernah membaca salah satu edisinya.Kalau dari cerita Cak Moki seperti di atas maka wajar aja klo harga lebih dari RSU….ada harga ada rupa.
Semoga ini bisa menjadi cermin buat semua direktur RS , untuk selalu meningkatkan pelayanannya.
mumpung Pertamax belum naik lagi….
Cak, sempat nanya gak sistem IT di sana?
kapan dibukanya toh, mas ? perasaan beberapa taon yg lalu masih seperti bangunan tak berpenghuni, dan semewah apapun tetep aja namanya ‘RUMAH SAKIT’
hotel nya gimana?
setidaknya, RS pemerintah harus bisa meniru ‘keteraturan’nya
@ konsultasi Kesehatan:
hehehe, arep ngajak ga ngerti omahe.
kalo dibandingkan RS Swasta di samarinda masih lebih murah, padahal tidak sebagus RS HU.
Sempat nanya IT, rekam medis siiip… semuanya terintegrasi, cuman ga nanya detailnya. Kalo gak salah mereka kerja sama dengan sebuah provider IT untuk masalah IT Online
@ warmorning:
Saya waktu ke sana 2 tahun lalu (juni 2006) udah buka, tapi belum full. Sekarang udah cantik
iya, tetep Rumah Sakit. Kalo pejabat mau istirahat, apa kira-kira menggunakan RS semacam ini dengan pura-pura sakit ya? *bletak*
@ ulan:
gak sempat masuk, cuman pernah nengok dari pintu doang,…yang jelas tercium aroma wangi
@ fa:
mungkin niru wanginya jugak mbak
Jadi inget 1st time ke RSHU, tak kira kesasar..”iki hotel opo RS?”, tapi nyaman tenan Cak…
Lha pripun, urunan tumbas saham RSHU??he..he…
*ngincer posisi PresDir*
hmm… rasa2nya sy pernah denger nih nama, tp dimana ya? bentar.. bentar…. eh kok samarinda?? apa nih dokter yg pernah tugas di bagian IT puskesmas palaran yg konon dulu ndak ada tilpun itu ya? ssst….
@ sibercuti:
tambah nyaman lek onok hotspot betah isin
naksir tanam saham yo? hehehe
@ Jiwa musik:
iya, tapi ga ada bagian IT, dan tilpon baru masuk nopember 2004, jan ndeso™ tenan
Ada cak,di cafe lantai 1,itu ada hotspotnya..tapi tumbas dagangan cafe dulu,yo es teh aja gak papa he5x.. *isin mode on*
@ sibermedik:
wahhhh, nyesel deh … kalo tahu akan tumbas teh anget sinambi online *betah isin mode on*
kapan ya RS pemerintah jadi seperti ini?
teman saya pernah ngeluh, ibunya yang pasien askes di RSU Dr. Soetomo dan harus menjalani kemoterapi, oleh dokter yang merawatnya diharuskan kemo di HU, yaa… terpaksa keluar banyak duit jadinya. *garuk-garuk kepala*
btw, Cak ada pesan dari dr. Maya Syahria, bahwa ayah dr. Ani Yuniar SpA berpulang di Jakarta. for follow up info sila langsung kontak dr. Maya *hapus*
(tolong no telpnya dihapus setelah dibaca cakmoki ya, beliaunya minta no telp cakmoki tapi saya nggak punya.)
@ itikkecil:
nunggu sampai ga ada korupsi ..hahaha, mbuh kapan itu terwujud
@ titah:
wah ga tahu, mungkin pasien mau cepet karena kalo di RSUD Dr Soetomo harus ngantri 4 bulan atau boleh jadi fasilitas yang khusus untuk itu ga ready untuk peserta Askes. Tergantung pada MoU dengan pihak Askes dan mungkin ga termasuk dalam paket layanan peserta Askes.
Lebih tepat kalo hal tersebut ditanyakan ke PT Askes.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Ayahanda beliau dulu tetangga saya di jember dan mbak Ani temen saya sejak SMP.
Trims infonya mbak.
Yang lagi berurusan sama KPK, ngiler banget niy pengen dirawat di sini
@ shinta:
hahaha, iya … tim yg terlibat ikutan tidur di suit room sebagai
anggota keluargapendamping ga? *blethak*kalo dokter mlaku-mlaku-nya ngga jauh jauh dari rumah sakit ya cak
…
Ya mesti ikut..biar lebih terasa kebersamaannya ..hehehhe
Makanan di RSHU enak-enak ya cak? Setara hotel bintang 4 gitu lhoo..
@ Joerig™:
sebenernya Teh, kebanyakan jauh dari rumah sakit, cuman ga diceritakan
Btw, lama tak jumpa nih… ke luar negeri ya?
@ Shinta:
hehehe…
uenak mbak… malah mau bawa pulang tapi malu mo ngomong … hahaha
Wah mampir di RS mewah aja….. RSU yang deket Lapindo gak disambangi
Dalam rangka apa cak ke RSHU ???
@ dokterearekcilik:
mohon maaf Bos
Moga kalo ke Sby lagi bisa nyambangi Sidoarjo.. disuguhi sate kerang asyik… *ge-er*
Ke RSHU dalam rangka konsultasi Mas, Sas dan ke mas Rudy Setiawan.
OOOOO ketemu konco konco lawas to……
Nyoba makanannya di kafe di lobi RSHU agak2 kurang memuaskan
Kwetiauw-nya pake mie biasa, terlalu berminyak dan kebanyakan kecap pula. Saladnya juga kurang oke.
Tapi kayaknya saya yang salah, nyari makanan enak kok di RS
@ dokterearekcilik:
hahaha, iyo Mas … trus ngandhok bareng, … ceritane konco-konco nraktir wong ndeso ™
@ Astri:
Lha iyo, wong pakar kuliner koq nyari makan di RS, saya aja gak mau, minta ditraktir di tempat yang uenaaak *lali jenenge*
astaganaga… *jadi inget kembang pete iwan fals*
@ almascatie:
inget bagian yang man Om Boy ?
whoaaa 14 lantai…?
Siloam Hospital di karawaci saja cuma sampai lantai 11 dan itu menurutku sudah yang paling mewah (& mahal..hiks..)
ternyata ada lagi yang lebih wah dan dengan biaya perawatan yang terjangkau (kalau dibandingkan dengan siloam)
@ binchoutan:
Hmmm, seberapa mahal di Siloam Hospital?
Perbedaan tarip karena beda daerah dan beda pangsa pasar kali yaaa …
rate kamar hampir sama antara 500-2jt
blum lagi biaya konsultasi/kunjungan dokter yang lumayan tinggi tapi untuk frekuensi kunjungan yang sangat sedikit, hanya sekali sehari dan itupun tidak lama (mungkin tergantung penyakitnya juga kali yaa)
tapi beda dengan RS. Medistra (Jl.Gatot Subroto), salut dengan dokter2 disana sewaktu merawat Alm. Nenek saya, pagi-siang-sampai malam bolak-balik kunjungan sampai Uti (panggilan nenek) tidak bisa istirahat.. he he.. ya memang begitulah seharusnya sebanding dengan biaya yang dibayarkan
*suara hati keluarga pasien*
^__^”
wah kayaknya keren ya rs nya ..
salam kenal