HARI BAKTI DOKTER INDONESIA
20Mei 2008. Seabad Hari Kebangkitan Nasional. Para dokter di bawah naungan PB IDI, bersepakat menjadikan moment Hari Kebangkitan Nasional sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia.
Sebagai wujud apresiasi atas perjuangan para dokter pendiri Budi Utomo ( dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Sutomo, dll ), maka kepada para dokter dihimbau untuk membebaskan jasa konsultasi di praktek mandiri dan menyumbangkan jasa konsultasi di praktek non-mandiri, seperti: klinik, RS dan sejenisnya, pada hari Rabo, 21 Mei 2008.
TEKNIS PELAKSANAAN
Praktek mandiri: membebaskan jasa konsultasi. Gak bayar. Menurut hemat saya (pendapat pribadi), yang dimaksud jasa konsultasi adalah jasa konsultasi, pemeriksaan fisik, baca hasil lab, pengantar rujukan serta pemeriksaan penunjang rutin yang tidak memerlukan bahan habis pakai. Adapun penggunaan bahan habis pakai, seperti: injeksi, rawat luka dan sejenisnya tidak termasuk dalam jasa konsultasi, so boleh tetap mengenakan biaya. Namun, perlu tidaknya mengenakan biaya rincian jenis layanan tersebut, terpulang kepada masing-masing dokter dan ketetapan IDI Cabang di setiap Kota.
Praktek non-mandiri: sumbangan jasa konsultasi untuk praktek non-mandiri, teknis pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing IDI Cabang di seluruh Indonesia, atau dapat disalurkan ke PB IDI melalui rekening Nomor: 00000230-01-001568-30-3.
Praktek Dispensing: adalah dokter praktek mandiri yang menyediakan obat bagi para pasiennya karena letaknya yang jauh dari apotik, terutama dokter ndeso ™ .. bagi sejawat dokter dispensing, mungkin perlu menjelaskan kepada para pasiennya bahwa yang gratis atau gak bayar adalah jasa konsultasi termasuk pemeriksaan fisik rutin. Sedangkan obat tidak termasuk jasa konsultasi. Ini penting disampaikan kepada para pasien agar tidak menimbulkan salah pengertian.
Eh, maaf … sekali lagi, teknis pelaksanaan di atas hanya pendapat pribadi lho, karena hingga posting ini diluncurkan penulis belum berhasil mendapatkan petunjuk pelaksanaannya.
Walaupun hanya sehari, moga dapat bermanfaat bagi sesama.
Catatan:
Saat kami membicarakan masalah ini di RSU A. Muis Samarinda di sela-sela acara simposium dan workshop, beberapa teman sejawat bisik-bisik sembari berharap jangan sampai ada yang sengaja tutup praktek … hehehehe … namanya juga bisik-bisik dan harapan.
Bagi para pasien yang kebetulan berobat ke dokter praktek mandiri pada tanggal tersebut lantas dipungut bayaran jasa konsultasi, dapat menanyakannya … siapa tahu dokternya pura-pura lupa.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::





![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)

selamat hari dokter cak moki
lha berarti kalau masyarakat ingin konsultasi n brobata gratis nunggu 100th lagi cak? selak dadi cadaver lak’an?
siplah!
smoga walau sehari banyak manfaatnya.
setuju komen di atas.
Karena sifatnya himbauan ..berarti kalo tanggal 20 Mei nanti ada dokter yg masih memungut biaya jasa konsultasi..sah-sah aja kan cak … gak ada sanksi dari IDI kan?
Cuma malu aja…masak setelah 100 tahun , dihimbau untuk gratisan sehariiii aja ..gak mau…pelit bangett….
wah wempi pengin sakit ja tgl 21 mei 08, mo konsultasi gratis. konsultasi gratis ini buat yang sakit aja ato yang gak sakit juga boleh konsultasi cak?
khusus buat yang sakit kayaknya, soalnya kalo yang gak sakit juga ikutan priksa kasihan dokternya kebanjiran pasien tp ndak ada yang bayar
Jangan-jangan tanggal 20 Mei nanti berubah menjadi Hari Sakit Indonesia hikssss…. Gratis untuk ekonomi lemah boleh aja, tapi kalau datang berobat aja naiknya mercedes yo ojok sampek gratis rek…(tapi yo gak mungkin ya dokternya nanya “anda tadi naik apa ke sini”? hehehe..)
@ aRuL:
makasih Daeng, masih diperjuangkan sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia.
@ sibermedik:
Kayaknya setahun sekali … perasaan tiap tahun ada tuh, cuman moment-nya beda.
@ evi:
ya, semoga
@ Shinta:
iya emang…sifatnya himbauan agar pada tanggal 21 Mei gak mungut biaya, kecuali biaya pengganti obat bagi dokter yang dispensing.
Kalo tetep mungut gak ada sanksi apapun, mungkin takut dimarahi anak mertua karena pulang praktek gak bawa uang…hahaha
@ Wempi:
Mestinya yang sakit, kalo yang gak sakit mau periksa juga boleh, gratis juga… tapi siap-siap kena ompol bayi-bayi lho
@ Elyas:
iya
@ Sandra:

Hehehe, iya kali..jangan-jangan praktek sampai sahur.. tapi gratisnya tanggal 21, soalnya tanggal 20 tanggal merah, doktere mlaku-mlaku, ngisis
Naik Mercedes gratis juga koq, biar merasakan antri dan duduk jejer ama yang naik sepedah onthel
belum pernah pake WLW ^^
*beda fokus*
@ aLe:
cobain Mas
kali-kali suatu saat perlu nulis pakai tabel … gak repot bikin kode html, tinggal insert.
kalau ada yang sengaja tutup praktek bisa mengadu ke MKEK enggak cak?
@ Anggara:
…soalnya bersifat himbauan. Mungkin bisa, tindak lanjutnya gak tahu …hehehe
wah, yang ini saya gak tahu
Selamat Beramal hari ini..! Hanya Tuhan yang bisa membalas
@ Sandra:
Amin
disetor ke rekening IDI ah…saya mah kagak peraya, paling paling juga dimakan sendiri uangnya. emangnya pengurus IDI bisa apa ?
@ dr.Irep:
apa bisa dimakan sendiri ??? …idi mana tuh ??? …hehehe, kali pengurusnya merangkap sebagai bendahara
dimakan sendiri tapi rame rame gitu loh cak ( pengurus sendiri tanpa ngajak-ngajak anggota )bukannya saya apriori cak, kayaknya hampir semua tuh ( mungkin kali yee ) saya sih setuju aje jasa dokter gratis, karena kadang ada juga sih pasien berobat cuma bayar sepuluh rebu doang, habis kagak punya duit lagi katanya. mau diapakan lagi ya diiklaskan aja lah.CUMA NIH PROGRAM HARUS DIKERJAKAN DENGAN PROFESIONAL, JANGAN SEKARANG BUAT TAON DEPAN HILANG DITELAN BUMI
OK Cak. Salam Perkenalan nih dari Ane
dr. Irep.( garamit67@yahoo.co.id )
@ dr.irep:
ooooo, gitu tho … hehehe… iya emang, saya lihat sendiri, langsung tanpa perantara. Malah ada yang menggunakan moment tertentu, misalnya Simposium or Workshop or sejenisnya untuk “memeras” teman sejawat sendiri dengan dalih yang bisa dibuat agar nampak masuk akal bahkan kalo perlu “dimasuk masukkan akal”. Menghadapi yang model gini sebaiknya kita ga tinggal diam, kalo saya mending menentang walau akhirnya kalah suara ketimbang nelongso … piye???
ya, adakalanya kita menghadapi pasien ga bawa uang atau uangnya kurang, misalnya seperti di atas itu, periksa and dapat obat beberapa jenis untuk beberapa hari, ndilalah hanya mampu bayar 10.000 … sama tuh di mana-mana kita suka ngalami seperti itu, …hehehe *tosssss*
Salam kenal juga..trims
Koq ga bikin blog aja sekalian, belum sempat yaaaa ???
yaach gitulah cak kondisi bangsa kita ini, sebetulnya saya sudah capek mengkritik kondisi bangsa ini khususnya dunia kedokteran. sebulan yang lalu saya kaget menerima SMS DALAM RANGKA HARI KEBANGKITAN NASIONAL AKAN DIADAKAN GERAK JALAN PARA DOKTER ANGGOTA IDI BAYAR 50 REBU DAPAT TOPI, KAUS, SERTA SERTIFIKAT 5 SKP diselenggarakan pengurus CABANG IDI ( Sory ye gak saya sebut daerahnya,kesian ntar jadi diledekin orang, tapi di propinsi Jawa Barat dah )Weleh-weleh mau mengejar target SKP dari KONSIL KEDOKTERAN ( sory lupa jumlah tepatnya) kok malah buat gerak jalan bukannya ngadain seminar…Belakangan ini saya mendapat pencerahan ternyata awal pergerakan dulu peran dokter dokter sangat besar, seperti dr Sutomo yang terkenal dengan BUDI UTOMONYA, serta dr. Wahidin dan Dr.Cipto . RUAR BIASA . Mereka tidak hanya pintar menyuntik pasien, tapi juga jago menyuntik semangat rakyat Indonesia Untuk MERDEKA.kayaknya saat iniLAH para dokter nih yang bisa TAMPIL membereskan bangsa kita yang amburaduuuuuuuuuuuuu…dul..dul…dul
BIKIN BLOG.??????????AH..AH..AH..Bisa ikutan NIMBRUNG di BLOG ini aja sudah alhamdulilah…………BUKANNYA SIBUK BOS taPI soalnya aNe ini termasuk mahkluk yang GAPTEK..TAPI BOLEH JUGA TUH CAK,…cuma ene diajarinnya yeeeeeee.( nTar kAlau Ngirim ke E-mail nya Cak Tolong direspon ye he..he..he.. ) OKE CAK SELAMAT BERJUANG DENGAN BLOG NYA, KALAUPUN KITA TIDAK BISA SEPERTI DR. SUTOMO CS, minimal 12% bisalah mewarisi semangat mereka..MERDEKAAAAAAAAAA…………….
@ dr.irep:

hahaha, *ngakak beneran* … lama-lama bikin acara balapan karung dapet 10 SKP tuh
iya, sebulan yg lalu kami di sini ngadakan simposium dan workshop EKG untuk dr umum (termasuk saya), pada kesempatan tersebut ditayangkan juga perjuangan para pendahulu kita dalam kiprahnya membangkitkan semangat nasionalisme, beberapa meninggal dibantai londo dan jepun … moga dengan semangat kebangkitan nasional, kita setidaknya dapat meniru perjuangan dan pengorbanan para dokter pendahulu kita, bukan hanya cari duit mulu …hahaha… wah 12% mah, hebat
Merdeka !!!