Rencana Pemerintah ( sudah apa belum ya? ) membatasi akses situs p0r-n0 (terutama bagi yang belum layak … eh, siapa sih yang layak?) patut kita hormati. Mungkin rencana ini dilatarbelakangi oleh banyak pertimbangan setelah melalui banyak *mungkin* masukan.
Laiknya teori sederhana suatu rangkaian tindakan yang mengacu pada: input-proses-output-outcome, aral sudah menghadang pada tahapan proses. Blokir situs p0r-n0 ? Bagaimana caranya ? Apa ya mungkin ? Inilah mungkin mengapa gemanya gak menyengat. Pintu ke sana terbuka lebar melalui banyak cara dan penikmatpun tersenyum simpul.
Aha, banyak jalan ke arah sana Bung !
TUTUPLAH DAKU, KAU KUJEBAK
Bukannya menentang kebijakan pak Menkominfo atau siapapun, kita mencoba mengurai benang merah terkait upaya pembatasan akses situs p0r-n0 dan sedapat mungkin ikut mengupayakan jalan keluarnya ( atau mungkin jajaran kementrian komunikasi dan informasi sudah sangat siap dengan jurus pamungkasnya ? ). Beberapa poin berikut ini mungkin bisa dijadikan bahan pemikiran.
Batasan Situs P0r-n0
Upaya pemblokiran tentu tak lepas dari “batasan” dan “kriteria” situs yang akan ditutup. Dalam hal situs p0r-n0, tidak seperti lakon pendekar dalam sinetron yang digambarkan gamblang antara hitam dan putih. Memang benar ada situs full p0r-n0, … gamblang tanpa diselimuti apapun. Adapula situs s3mi p0r-n0, … masih sangat jelas bentuknya. Kemudian situs p0r-n0 terselubung, … mbuh bagaimana menggambarkannya. Trus situs berpajangan obat, pakaian dll …dll yang sebenarnya merupakan gerbang situs p0r-n0 *masuk kategori terselubung kali*. Dan … bisa jadi bukan situs p0r-n0 tapi dalam kontennya membahas topik-topik yang dianggap mengandung unsur ke-p0r-n0-an. Ah, banyaklah.
Dus, satu periode masa jabatan pak Menteri mungkin habis hanya untuk menginventarisir situs p0r-n0, lantas membedakannya dengan situs tidak p0r-n0 … inipun beresiko menuai protes jika ternyata gak sesuai. Bisa-bisa situs anatomi ikutan dibabat habis.
Kata Kunci
Saya membayangkan betapa pandainya penyedia konten situs p0r-n0 melayani penggemar setianya atau bahkan menggiring para pemula memasuki situsnya nan mmbuai, melalui aneka ragam kata kunci. *masih membayangkan* Apa sulitnya merangkai kata yang berujung ke gerbang situs nan bikin gemetaran tersebut? Mungkin semua kata bisa !!! Kata apa yang gak bisa, coba.
Contoh kecil, saat seorang ibu muda nan pemalu mo mendandani interior rumahnya, lantas menuliskan kata kunci “interior” di kotak pencarian om Google … jreng !!! Maka muncullah kata “interior” dan “link terkait”. Tak perlu kaget jika kemudian si pemalu tersebut keluar keringat dingin lantaran melihat “interior lain” yang tak kalah indahnya, sembari berguman: “…oh, interior yang ini, amboiiiii… “. Atau awalnya mungkin merasa serem, trus malamnya ga bisa tidur, trus esoknya cari lagi, hiyaaaaaa … sip, diam-diam mencatat: wooo, ternyata yang ndhal-gandhul itu namanya “pines” ..wooo, jeritan kecil itu namanya “0rg4sm3″…halah*. Mampukah menghindar ? Mungkin bisa, mungkin pula tidak.
Sangat banyak “kata kunci” yang bisa dikembangkan oleh penyedia situs p0r-n0. Coba aja ketikkan sembarang kata, pun ketika menggunakan filter kata misalnya “without” … hasilnya bisa warna-warni. Bahkan “kata pencegah” bernuansa Agama bukan tidak mungkin digunakan pula. Pun demikian dengan penggunaan kata kunci “bahasa lain”. Tidak semua sih, namanya juga membayangkan
. Termasuk membayangkan senyuman para penyedia konten p0r-n0 dalam merangkai kata untuk menjebak pengguna internet masuk perangkapnya. Hmmm.
Pintu Resmi dan Pintu Tikus
Entah mengapa saya menulis Pintu Resmi dan Pintu Tikus sebagai gerbang menuju situs p0r-n0 tanpa ketahuan. Maksud saya begini:
Katakanlah seseorang memiliki akun di situs besar terkemuka semacam MSN, Yahoo, Google atau Blog dan situs komunitas. Apa yang gak ada di sana ? Poem, story, video, science, art…etc… bisa digunakan sebagai “pintu” bagi para penikmat adegan syur. Atau justru situs terkemuka tersebut digunakannya sebagai pelindung nan aman dan nyaman. Siapa tahu ?
Pintu Software
Hehehe, kalo gak percaya silahkan telusuri software-software (terutama) multimedia. Begitu pengguna piranti multimedia (misalnya) menginstal software video, burning, dll …dlll, maka dari sanalah pintu menuju situs p0r-n0 terbuka lebar.
Dan pintu lain barangkali sudah dipersiapkan oleh para penyedia konten situs p0r-n0 …
Bagaimana mencegahnya ?
Hmmm…hmmm…hmmm *pura-pura mikir*, gimana ya ? Piranti-piranti filter mungkin (saat ini) menjadi salah satu pilihan. Software tersebut dapat digunakan di kantor-kantor, rumah, warnet (laku ga?), kampus, hotel (?), cafe (???), dll…dll … Adapun bagi anak-anak dan remaja, peran orang tua sangat diperlukan sebagai pendamping, terutama saat berselancar di rumah. Di luar itu gak tahu. Sungguh tidak mudah, apalagi bagi ortu yang super sibuk.
Betapa kompleks masalah terkait situs p0r-n0. Sepertinya tawaran menuju situs aduhai tersebut makin menarik perhatian. Makin ketat tembok pengaman diciptakan (kalo bisa), makin gencar pula lambaian gemulai situs p0r-n0.
Jalan paling gampang mungkin hanya satu cara, yakni menutup semua akses internet alias gak ada layanan internet. Tidak mungkin kan?
Bagaimanapun, internet adalah salah satu media dengan banyak kepentingan. Manfaat dan mudharat bisa jadi dua hal yang selalu berdampingan. Bahwa ke arah mana kita akan berjalan, merupakan renungan dan pilihan.
So, bagaimana Bos ?
:: :: :: posting menggunakan wlw :: :: ::





![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)

lapor pak nuh! ini juga termasuk artikel p0r-n0!
halah cakmoki, bisa aja…. saya sebetulnya orang baik-baik loh, gak pernah bayangin yang gitu-gitu, kepikiran aja nggak, habis baca artikel ini jadi mbayang-mbayangin… hmm… nanti malam bisa tidur nggak ya?
Yang penting menkominfo sudah berusaha, lha wong berusaha kan wajar kalo gak berhasil. Nanti kalo gak berusaha katanya kok diem aja, semua kan dari manusianya. Kalo emang orangnya doyan sipor (situs p0r-n0)yaaaa pasti cari sampe dapet.
sepakat sama pak Rizal, kalo memang niat, segala cara akan diusahakan. soalnya kalo semuanya mau diblok, bagaimana saya bisa mendapatkan informasi tentang sistem reproduksi yang lengkap misalnya.
Saya sih adem2 aja Cak. Memang, cukup pelik mungkin posisi Menkominfo. Kalo diem aja, dituduh ngga tanggap dan ngga berusaha, Kalo usaha juga ngga efektif. Hayo, bingung tho?
Yang bikin gelo adalah jumlah dananya itu lho. Kok bisa gedhe bener dana yang dianggarkan. Itu dana beneran buat menangkal situs porno? Kok kayaknya dari segi prioritas masih banyak yang lebih bermanfaat dengan duit 30 triliun itu… (bener gak sih 30T? apa gosip doang?)
koq kayaknya ahli banget ni cak tentang situs porno, wakakakak, pembuatnya yakz… hahahaha
btw eniwei apapun itu tetap kita tidak bisa membiarkan pornografi bukan pak? cuman caranya aja yg masih kita perdebatkan
postingan ini sesat! sesaaaat!!
*lapor om nuh*
@ titah:
walah, normal mbak…kebutuhan primer je
Kalo gak bisa tidur, tabrak aja..hahaha
@ dokterearekcilik:
*
iya, hormat dan respek untuk beliau, walaupun jalan berliku dan mungkin bukan halangan bagi penikmat “sipor” *istilah baru yaaaa
@ itikkecil:
huaaaaa, masa semua sih mbak…lha ntar kalo mbahas reproduksi sehat trus piye ?…ahhh, moga jadi pemikiran para petinggi kita nan bijak ya..*penuh harap*
@ Donnie Yodha:
hah… dianggarkan gedhe ya? Trus bisik-bisik selanjutnya gimana? *ngrumpi mode: on*
@ aRuL:
hahaha, hanya virtual Daeng…membayangkan pikiran pembuat situs gituan untuk menyiasati blokir…Maksudnya supaya jadi bahan pemikiran para ahli untuk mencari jalan terbaik…
Bikin situ “kenjeran” yuuukkk, tapi isinya balapan motor, gimana Daeng?
@ cK
husss, Chickkkkk, jangan keras-keras teriaknya…
Saya kira ngasih tips cak.. *kecewa*
Saya menduGA, Mungkin media main stream seperti TV dan Koran yang memanfaatkan momentum ini untuk mencela internet. Membesar-besarkan dampak negatif internet, dengan demikian dominasi mereka dipasar menjadi lebih aman jika masyarakat sedikit banyak menghindari media baru ini.
Tapi semoga saja dugaan saya tidak benar…
Halah..kaget di Friendster aja ada yang terang2an masang foto(polos)nya sendiri pake nomer HP lagi? Kok ya ada ya? *Malu ngeliat*
Alah sebenenya tuh Menkomifo cari popularitas menjelang pemilu 2008, udah tau situs gak bisa di blok kok maai juga ngaku - ngaku bisa.
@ ManusiaSuper:
Tip apaan Cil ? hehehe, tossss … TST lah
wah, analasinya koq sampai sedalem itu? hmmm, masuk akal juga ya
@ sibercuti:
dimana? *alamatnya?..blethak gedhebug*
Maskudnya nawarkan diri gitu?
@ maskhood:
Masa sih bisa mengangkat popularutas jelang Pemilu?
Bilangnya nego ama YT ya, bener gak ?
he eh cak..kan Friendster situs pertemanan, jadi add-add’an *bahasa mekso*, jumlah’e sak ‘ndayak..apalagi blog? Blogspot ma WP juga jadi sarang SIPOR amatir..lha piye mblokir’e??
@ sibercuti
oooooo, ngono tho
..sssttttt, ada bollywood yg bukan sipor ga? *halah*
Halah ini mah akal-akalan terselubung yg mudah ditebak. Dana segede itu kan bagaikan daging gajah untuk kroyokan burung bangkai. Selain itu mengamankan para pengede jajaran atas bisa main/mengabadikan adegan syurr-syurran ama artis p rusia/Si Blondi jika lage jalan-jalan ke LN. Biar memori melekat terus ketika masih menjabat.
@ Juliach
ehhh, gitu ya ?
Kalo bener, kita cuma bisa ngakak…hahahaha
Menutup akses situs p0rn0 tak semudah membalikkan mobil yang kejungkel di jalan tol
@ Sandra:
Begitu pula “membuka” akses situs p0rn0 tak sesulit membuka dompet *halah*
Bener cak, bisa juga pake kata cari eks untuk seks, orno untuk porno. Lagipula kalo situs yang diblokir kan masih bisa pake sharing file antar komputer pake shareaza or kazaalite.