Nama Penyakit yang Rancu

Entah mengapa kita sulit melepaskan diri dari kebiasaan menyebut nama penyakit warisan generasi terdahulu yang jelas-jelas tidak benar. Rancu, membuat bingung, multi tafsir, dan gak ada padanannya dalam terminologi kedokteran atau gak ada dalam ICD 10 (International Classification of Diseases).
Bahkan nama-nama penyakit yang rancu tersebut tumbuh subur karena beredar dari mulut ke mulut dan muncul simultan di TV dan Media cetak seolah sebagai pembenaran.

Apalagi kalau yang ngomong orang usia tua, dianggap bener deh, trus ntar kalo dia sendiri menjadi tua, omongannya juga dianggap bener oleh anak cucu dan para tetangganya.
Hahaha, siklus berulang !!!

Yuk, kita bahas bersama trus kita perbaiki bersama-sama, selagi ada beberapa sejawat medis beredar di wordpress, blogspot, blogsome, multiply, dan lain-lain. Kita bukan mencari siapa yang salah karena gak bakalan ketemu, anggap aja kita salah bersama lantas kita perbaiki bersama pula. Ok ?

Berikut adalah beberapa istilah medis yang rancu dan umum dipakai oleh berbagai kalangan dengan berbagai gradasi, rancu banget, rancu atau agak rancu. Pokoknya ™ kita bahas aja deh, ntar kalo ada yang kurang kita tambahin bersama.

PARU-PARU BASAH
Begini, semua paru-paru itu basah, gak ada yang kering kecuali keripik paru. Kalaupun maksa pakai istilah paru-paru basah, maksudnya apa coba. Bagaimana kira-kira bayangan kita saat mendengar istilah Paru-paru basah ?

Efusi pleura ? … Bronkitis ? … Asma ? … TBC Paru ? … Atau apa ? Nah, bingung kan …
Adakalanya seseorang berujar: ” …saya kena Paru-paru basah ..”.

So, alangkah baiknya kalo kita perbaiki dan membiasakan menyebutnya dengan istilah yang lebih spesifik.

MASUK ANGIN
Istilah ini dah kita bahas di sini. Silahkan baca lebih dahulu bagi yang belum membacanya, kita gak menulis ulang, kecuali ada diskusi baru soal ini yang belum terbahas di tulisan sebelumnya.

ASAM URAT
Inipun sudah kita bahas. Silahkan baca or copy-paste di sini, ntar kita bahas ulang. Harap diingat, ada seratus lebih merk jamu tradisional yang dilarang sejak tahun 2001 karena mengandung bahan kimia obat, diantaranya jamu-jamu berlabel asam urat.
Sebagai gambaran nih, bahwa asam urat tidak dimaksudkan menggambarkan keluhan urat lho. Walaupun namanya sama-sama urat, tapi beda. Asam urat itu terjemahan dari uric acid, bukan sakit urat, tulang ataupun sendi, gak ada hubungannya, kecuali penyakit pirai or Gouty Arthritis. Ok ?

Atau, kalaupun seseorang dengan keluhan nyeri urat lantas diperiksa kadar asam uratnya meningkat semisal lebih dari 8 mg%, itu mah kebetulan belaka.

Koq dijual and marak di iklan koran ? … Halah !!! Namanya juga jualan, and kadang pakai bukti orang yang pernah makai lengkap dengan fotonya, menceritakan pengalamannya selama sakit and berobat keliling dokter gak sembuh trus sembuhnya dengan ini dan itu.
Mo percaya juga boleh koq … atau mo terlena dengan istilah tersebut sampai tujuh turunan juga boleh …… bebassss !!!

GEJALA DEMAM BERDARAH
Ok, mungkin yang dimasud adalah kecurigaan terhadap Demam Berdarah Dengue atau waspada terhadap DBD. Beberapa RS membuat policy bahwa penderita dengan demam yang menurut penilian klinis seorang dokter dicurigai DBD disertai dengan penurunan jumlah trombosit > 100.000-150.000 dan peningkatan sekian persen hematokrit menganjurkan kepada paisennya untuk rawat inap sebagai langkah waspada dan follow up.
Nah, jika dalam masa perawatan hingga sembuh ternyata si trombosit (sel pembekuan darah) tidak pernah di bawah 100.000 maka, jelas bukan DBD, bukan pula gejala DBD, jelas karena penyakit lain, tanya dokternya aja deh … (maksudnya tanya pada dokter yang merawat).
Ini penting kita bahas karena di ICD 10 gak ada penyakit gejala Demam Berdarah.

FLEK PARU
Yoi, … ini dia yang lagi ramai dibicarakan para orang tua khususnya para ibu yang anaknya didiagnosa Flek Paru lantaran batuk berkepanjangan. Mendapat pengobatan 6 bulan yang warna kencingnya merah itu kan ? TBC Paru tuh maksudnya.

Ini bagai pisau bermata dua, disatu sisi diagnosa TB paru pada anak sulit ditegakkan karena pemeriksaan sputum (dahak) untuk memeriksa kuman batang asam nyaris tidak mungkin. Lha gimana, wong bocah-bocah cilik tersebut gak bisa ngeluarin dahak, paling yang keluar iler, hehehe.
Nun disisi lain, ada konsekwensi, yakni munculnya angka kesakitan TB paru yang tinggi dalam rekam medik tatkala menegakkan diagnosa TB paru. Dan ini berputar terus sehingga memberikan gambaran peta penyakit TB paru di Indonesia sebagai daerah endemis.

Pilih mana antara miss diagnosis (TB didiagnosa bukan TB) dan overdiagnosis (bukan TB didiagnosa TB) ?
Jelas keduanya gak ada yang dipilih, gak ada toleransi untuk ini !!! Tapi ini menurut pendapat penulis lho, boleh berbeda koq…..
Hanya saja, banyak aspek terkait masalh ini, bukan hanya menyangkut TB Paru, obat dan orang tua, namun juga uang, durasi minum obat, pergaulan sosial masyarakat dan lain-lain.

Ada komen yang mengatakan bahwa penulis hanya mencari kesalahan saat menulis Flek Paru di artikel sebelumnya. Itu sih boleh saja, hehehe … emangnya kenapa sih ?
Gini saudara, kalo kita gak berani mencari kesalahan untuk diperbaiki atau mencari sumber masalah untuk kemudian dipecahkan, maka gak usah mimpi ada perbaikan. Mustahil !!! Mimpi kali … hahahaha

So, kita bahas bersama, sedangkan untuk kasus TB Paru apada anak, sila menghubungi dokterearekcilik, or searh artikel tentang TB paru anak. Ok ?

APA LAGI YA … ?
Hehehe, lagi agak capek nih, so sila bergabung dan sampaikan istilah-istilah penyakit yang rancu, ntar kita diskusikan bersama.

Monggo :)

About these ads

31 Responses to “Nama Penyakit yang Rancu”


  1. 1 heru123 November 30, 2007 pukul 9:44 am

    kalo gejala tipes sama usus buntu?

    salam kenal cak moki..

  2. 2 Amed November 30, 2007 pukul 10:20 am

    Apalagi kalo nama-namanya diterjemahkan ke bahasa Inggris, dok, tambah kacau deh!

    “My body is not delicious”
    “what??”
    “I think i had entered wind”
    “…”

  3. 3 suandana November 30, 2007 pukul 3:23 pm

    *baca komentarnya Amed*
    :lol:

    @ Cak Moki
    Lha, terus, nama yang resmi itu apa, Cak? Soalnya, nama-nama itu kadang disebutkan oleh insan medis lho… Setidaknya di kampung saya :?

  4. 4 admin November 30, 2007 pukul 5:10 pm

    Hmmm.. angin duduk? Itu dari mana ya? apa karena denger istilah angina, jadi dikira orang awam itu angin beneran :D?

    Trus kadang2 di Jawa tuh banyak istilah2 aneh lain yg berkembang di masyarakat.

  5. 5 cakmoki November 30, 2007 pukul 10:50 pm

    @ heru123,
    Lebih tepatnya begini:
    misalnya seseorang panas lebih seminggu trus si dokter menduga typhus, biasanya nulisnya dah bener: observasi febris suspect thypoid trus njelaskannya ke pasien sebaiknya pakai istilah yg tepat sesuai penulisan, misalnya: curiga typhus. Ini saya rasa lebih mendidik, karena terkait erat dengan follow up-nya.

    Sedangkan untuk usus buntu, nama sebenarnya kan Apendiksitis, so sebutkan aja apa adanya sembari diberi penjelasan bahwa yang dimaksud adalah infeksi usus buntu, trus operasi … hehehe

    Salam kenal juga…trims

    @ Amed,
    What ?
    iya Cil, emang bener, jujur saja sebagian besar istilah yang salah tersebut disebar luaskan oleh insan kesehatan … :P
    Di tempat kami juga sama koq, asal berbunyi saja suka-suka dia. Dan kebanyakan paramedis kita yg notabene banyak berhadapan dengan pasien pada umumnya mendapatkan “ilmu” nya dari kakak-kakak kelasnya secara turun temurun… jadi walau dokternya ngasih review sampai beliuran, gak mudah merubah pola pikir yg udah kadung melekat …hehehe

    @ suandana,
    boleh saja melakukan pendekatan setempat untuk menyebutkan nama penyakit supaya lebih mudah dimengerti, namun sebaiknya juga disebutkan nama resminya walau sulit diinget. Kalo saya biasanya menuliskan nama resmi di kertas resep, trus dimasukkan klip plastik supaya bisa diinget, setidaknya sudah disampaikan yang bener.

    Contoh, seandainya ada pasien mengeluh muter-muter sampai jatuh, biasanya kan orang menganggap berhubungan dengan tekanan darah rendah atau apalah … nah kita bisa memperkenalkan istilah yang bener sesuai hasil pemeriksaan, misalnya: vertigo, sambil tentu saja dijelaskan bahwa keluhan tersebut adalah gangguan keseimbangan dengan berbagai pemicu … hehehe, ntar lama-lama masyarakatnya pinter … dan dokter tetep laku koq :P

    @ Huda,
    hahaha, iya … di tempat kami juga gitu, dikira angin beneran, dan lebih parah kalo dikira anginnya “kiriman” orang lain….
    Dimana-mana sama koq, bukan di Jawa aja, tapi emang istilah aneh datangnya banyak dari jawa.
    Dulu di tempat kami kalo ada orang melahirkan, si ibu alamat ngenes deh, gak boleh makan ini itu, bolehnya cuman nasi ama sayur bening, atau ditambahi tempe bakar … hahahaha, tugas kita sangat banyak ya … siap-siap aja deh

  6. 6 wulan November 30, 2007 pukul 11:37 pm

    Kalau verda thypus sama dg curiga thypus gak pak?

  7. 7 cakmoki November 30, 2007 pukul 11:47 pm

    @ wulan,
    hahaha, itu istilah jaman dulu, masih ada ya ?
    maksudnya curiga kali, soalnya dulu gak sempat nanya sih, kita dulu kan takut sama dokter ;)

  8. 8 sibermedik Desember 1, 2007 pukul 2:16 pm

    Wah kurang tuh “vocabulary”nya…
    coba cari..” Jimpe-jimpe(linu)..Keju kemeng(capek&linu)..ngliyer..banaran panas(gastritis)..Sumer(panas)…etc lah..”..he..he..maklum kebanyakan ndengerin pasien Jawa…(Lha Cak Moki kan di Samarinda..Vocab beda dong???)

    Jadi bingung..itu Symptom(gejala) ato Sign(tanda)?

    Makanya dulu namanya bukan ‘FK’ tapi ‘Sekolah Dokter Djawa’ yang jadi cikal bakal STOVIA & NIAS karena bertujuan mengatasi penyakit&wabah “lokal”..
    jadi Inget dr.Soetomo niy…

    http://sibermedik.wordpress.com/2007/11/10/dokter-juga-pahlawan-3-drsoetomo-arek-suroboyo/

  9. 9 imcw Desember 1, 2007 pukul 4:15 pm

    Tambahan Cak : Darah Kotor.

  10. 10 cakmoki Desember 2, 2007 pukul 2:38 am

    @ Sibermedik,
    hehehe, iya … kayaknya perlu ngumpulkan istilah-istilah semacam itu ya … bener di tempat kami juga sama, hanya beda bahasa doang … tapi udah baur, saking cepatnya peredaran istilah dari mulut ke mulut :)

    @ imcw,
    iya Om, darah kotor … di sini juga sama :)

  11. 11 dokterearekcilik Desember 2, 2007 pukul 6:03 am

    Susah emang cak, kita ngasih tahu yang bener, eee kembali lagi pake lagi istilah istilah gitu. Numpang ngomel: TBC paru pada anak gak dapet perhatian dari pemerintah, sarana diagnostik tidak disediakan. Paket TBC untuk anak di Puskesmas juga sedikit bahkan sering gak ada, apalagi di RS gak dikasih blas. Mungkin karena anak kecil dianggep “pupuk bawang” :( jadi gak perlu diobati. Entar kalo udah besar, udah TBC sampe parunya bolong dan jadi sumber penularan baru diobati. Udah cak ngomelnya, terima kasih ngasih ruang buat ngomel :)

  12. 12 cakmoki Desember 2, 2007 pukul 4:29 pm

    @ dokterearekcilik,
    koq pendek ngomelnya … ;)
    Paket obat TB Paru pada anak disediakan koq, setahun kadang ada 2 paket, kadang tahun berikutnya lupa, dan emang bener adakalanya si pasien harus indent … koq kayak mo naik pesawat lebaran ya …
    Makanya saya juga ikut ngomel: “lha laporan bulanan itu untuk apa ? …dipajang doang kali … ” Mending dananya diserahkan ke RS atau Puskesmas, beli sendiri, cash … Hahaha

  13. 13 Dee Desember 4, 2007 pukul 12:19 am

    Nek asam aurat iku yok opo cak?

  14. 14 starflake Desember 5, 2007 pukul 3:45 pm

    lha kalo angin duduk rancu nggak??..nanti jangan2 rancu sama gajah duduk..heheh..

  15. 15 cakmoki Desember 6, 2007 pukul 2:00 am

    @ Dee,
    Nek asam “aurat” tanggung jawab njenengan pakdhe …hahaha

    @ starflake,
    aplikasi penyebutannya rancu juga …soalnya ada yg menganggap setiap keluhan dada or perut atas dikatakan angin duduk.
    gajah duduk? … hahahah, ketahuan nih, seneng sarung ya … :P

  16. 16 tukangkomentar Desember 31, 2007 pukul 6:14 pm

    “paru-paru basah”: wah nggak enak, yang enak yang digoreng kering. :)

    “flek paru”: kan bisa karsinoma atau pneumonie biasa saja, kan?

    “jimpe-jimpe” (dari sibermedik): itu keluhan khas suami yang mau “gitu” (pura-pura minta pijet dari istri) :)

    “ngliyer” (atau “ngelu”): keluhan khas dari sang istri yang lagi males “gitu”. :)

    “verda typhus”: verdacht typhus (bhs. belanda)

    “kemriyang”: …..

    “angin duduk”: ini teori saya lho, biarpun ada teori lain (http:

    //www.info-sehat.com/content.php?s_sid=868

    atau ini:

    http://www.indomedia.com/intisari/2001/Des/briket_admed.htm

    atau juga ini:

    http://dennyhendrata.wordpress.com/2006/09/05/angin-duduk-untuk-diketahui/

    Ini teori saya:
    “Angin duduk” kan sering terjadi kalau penderita sebelumnya duduk lama sekali (sopir Jakarta-Surabaya non stop atau penumpang pesawat Frankfurt-Jakarta dsb.).
    Nah, kalau seorang terlalu lama duduk, maka bisa terbentuk trombosa di tungkai bawah kaki. Dari situ bisa terjadi emboli yang bisa mengakibatkan kematian. Baca link terakhir di atas. Waktu ditemukan, pada jenazah terlihat pembiruan di sekitar leher. Ini kalau menurut saya khas untuk emboli paru-paru dan bukan pada serangan jantung.
    Ini teori saja lho, mau percaya monggo, mau dibahas nggih silakan mawon.

  17. 17 cakmoki Desember 31, 2007 pukul 10:10 pm

    @ tukangkomentar,
    hmmm, bisa jadi … toh diagnosa akhir itulah yang paling benar. Adapun soal nama sebutan “angin duduk” itu kan istilah orang awam, bisa emboli, bisa infark miokard dll, atau malah dispepsia…

  18. 18 rosie79 April 10, 2008 pukul 2:46 pm

    apakah ada info mengenai lokasi untuk pemeriksaan dahak di tunggu di email s_rospida@yahoo.com

    Terima Kasih

    @ rosie:
    ok

  19. 19 widya prasetyadi Juli 31, 2008 pukul 11:39 am

    1minggu yl sy muntah darah kmd sy chek ke RS, stelah rontgen,tes darah,tes dahak sy didiagnosa TB Paru dan disuruh meminum obat selama 9bln, yg aneh adalah:
    – saya ga pernah batuk (muntah darah tsb trnyta mimisan yang tertelan)
    – BTA saya negatif
    – Hasil rontgen,oleh radiolog tidak ditulis ada TB Paru
    – Leukosit normal (5,85)
    – Sy doyan banget makan
    apakah sy memang ada kemungkinan TBParu or salah diagnosa?
    mintak pencerahannya ya pak?

  20. 20 cakmoki Juli 31, 2008 pukul 2:51 pm

    @ widya prasetyadi:
    menurut saya bukan TBC :)
    bisa jadi emang karena darah mimisan yang tertelan sebelum muntah darah. Sebagai patokan, darah yang keluar dari lambung warnanya kehitaman karena bereaksi dengan asam lambung, sedangkan darah yg keluar dari paru atau iritasi saluran napas atau dari mimisan yg ga sempat tertelan ke lambung, warnanya merah segar …
    Trims

  21. 21 dokterumum Agustus 26, 2008 pukul 2:43 am

    sakit maag ?

  22. 22 cakmoki Agustus 28, 2008 pukul 12:57 am

    @ dokterumum:
    masih mending kali :) … kalo spesifik lebih mendidik kali ya…

  23. 23 jun Oktober 18, 2008 pukul 7:24 pm

    penyakit biri-biri? apa termasuk penyakit yang rancu?

  24. 24 cakmoki Oktober 18, 2008 pukul 11:06 pm

    @ jun:
    biri-biri mah domba … kalo beri-beri kekurangan vit B.1, gak rancu, itu hanya beda istilah untuk memudahkan masyarakat luas mengingatnya.

  25. 25 limpo50 Oktober 28, 2008 pukul 6:51 am

    Maaf Pak Cak, Bisa tahu anda menggunakan ICD-10 pake software apa ??
    Bagaimana anda mengikuti perkembangan (revisi ICD-10 itu ?) agar tidak bablas… hehee
    Saya sangat setuju pikiran2 Anda Pak. Bayangkan kalo masuk Laporan Ada penyakit BICCEKANG, Nah… pusing khan ??? ternyata itu penyakit dengan nama bahasa daerah di Sulsel.
    Bisa kaya ICD-10, nambah satu lagi nomenklaturnya hehehee

  26. 26 rizz Februari 17, 2009 pukul 12:31 am

    Haloo Dok,
    Masih inget gk dok sama saya yg wkt sktr 3minggu lalu nanya dokter ttg tifus & dok cakmoki bilang ragu klo tifus? Saya mau bilang makasih bgt sama dok cakmoki,krn berkat ucapan dokter yg meragukan tifus,saya jd selalu waspada pd tiap perubahan yg trjadi di tbh saya.Td pagi ke Dr penyakit dlm,saya keluhkan dibagian bwh tlng diafragma kanan saya yg sprtinya bengkak.Dr nyuruh tes SGOT,SGPT,Hematologi.Hasilnya leukosit 11000 dg batas normal 5000-10000.Utk fungsi hati & lainnya normal.Kta sang Dr brarti ada infeksi.Perut kanan bwh saya diteken.OWW..sakitt..klo yg kiri tidak skt.Yg dibwh diafragma jg skt tp tdk sesesakit yg perut kanan bwh.Akhirnya,sang Dr menyarankan USG.Hasil USG,katanya ada pembengkakan lemak & appendix nya gk terindentifikasi,ada jg kista kecil sktr 2,8*3,5cm di ovarium kiri.Dr merujuk saya ke dr bedah.Kata dr bedah,yg kista gk apa2,yg usus buntu hrs dioperasi skrng jg.Tp saya mau mikir2 dulu.Jd malamnya saya ke RS dgn nama yg sama tp cabang lain(daerah lain).Saya ke dr bedah yg tentunya bkn dr bedah yg di RS cabang sblmnya.Dr bedah yg ini tdk mau main langsung bedah.Dr menyarankan saya foto dulu(yg minum susu dulu gitu dok katanya)nanti klo trnyta susunya kesumbat,barulah langkah operasi & Dr memberi resep antibiotik 500mg stengah resep.Utk yg kista katanya tdk perlu dioperasi krn bisa saja itu timbul krn saya sdh dkt waktu utk menstruasi.
    Saya numpang nanya lg ya dok :D
    Menurut dokter bagaimana? Apakah yg kista perlu diangkat(saya masih 17th)? Apa nanti tdk jadi masalah kalau kistanya tdk diangkat? Laparaskopi itu dibius total/tdk dok? Bagaimana cara menghilangkan rasa khawatir saat dioperasi ya dok?
    Maaf ya dok ketikannya terlalu panjang & bnyk nanya.Soalnya saya butuh saran dok :D trima kasih dok

  27. 27 cakmoki Februari 17, 2009 pukul 2:10 am

    @ rizz:
    Halo … ya saya inget :)

    Wah, saya salut atas upaya yg dilakukan selama ini.. :) informasinya lengkap banget.

    1) Kista (ovarium) adakalanya mengalami regresi spontan (hilang dengan sendirinya). Operasi dilakukan jika kista-nya besar dan tidak mengecil dengan pengobatan.

    2) Pembiusan pada Laparascopy bergantung pada keperluannya dan bergantung pada area yang akan diperiksa. Pada umumnya tidak menggunakan bius total kecuali ada pertimbangan khusus dari dokter yang meriksa. Hal ini dapat ditanyakan langsung kepada dokternya. :)

    3) Rasa khawatir saat akan operasi adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Walaupun operasi kecil, misalnya apendiksitis, tetep ada rasa khawatir. Gak perlu terlalu cemas, toh nanti akan diberikan premedikasi (mengurangi kecemasan) jika bener-bener operasi.
    Jika emang apendiksitis, sebaiknya operasi supaya tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan. Lagipula hanya 2 hari udah balik ke rumah, setelah seminggu udah bisa jalan-jalan ke Mall…. hehehe…

    Terlepas dari berbagai kemungkinan-2 di atas, saya do’akan semoga segera pulih kembali.
    Trims

  28. 28 rizz Februari 17, 2009 pukul 8:30 am

    Oh begitu.Saya jd tenang :) terima kasih bgt dok

  29. 29 cakmoki Februari 17, 2009 pukul 12:43 pm

    @ rizz:
    Sama-sama, makasih juga share-nya ya :)

  30. 30 rizz Maret 12, 2009 pukul 12:07 am

    Hallo dokkk..
    Saya udh selesai di operasi usus buntunya.Jd tenang usus buntunya udh diangkat.hehe.Sekali lg makasih ya dok penjelasannya wkt itu :)

    Oiya dok,bln april kan saya ada UAN,jd hrs jaga kesehatan,masalahnya aktivitasnya kalau udh mau UAN gini tambah padet,jam tidur jd kurang,pdhl cuacanya lg gak bagus.Takut kena deman berdarah.Saya pengen minum vitamin daya tahan tubuh.

    Kalau minum imunos tablet dr bulan ini sampai mei nanti (jd kira2 2 bln),bagus gak ya dok? Atau ada rekomendasi vitamin lain?

    Kira2 kena ke ginjal gak dok kalau ampe 2 bulan dikonsumsi terus2an?

    Sebaiknya dosis minumnya kayak gimana dok?
    Terima kasih dok :)

  31. 31 cakmoki Maret 12, 2009 pukul 4:43 pm

    @ rizz:
    Hallooo
    Semua multivitamin aman untuk digunakan jangka panjang. setahun pun gak papa.
    Dosis minumnya disesuaikan dengan petunjuk, pada umumnya cukup sehari sekali.
    Met mempersiapkan UAN ya, moga sukses :)
    Trims


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,981,757 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: