Makna memperingati HUT RI
Bangsa Indonesia pernah mengukir sejarah luar biasa.
Setelah sekitar 350 tahun terjajah, maka dengan semangat juang, pantang menyerah, pengorbanan, dan kebersamaan, Indonesia mampu mengalahkan penjajahan.
Dengan mengusung semangat “Merdeka ataoe Mati” dan modal seadanya, para pendahulu kita membebaskan negeri ini dari cengkeraman penjajah.
Indonesia Merdeka !!!
Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang yang sarat dengan pengorbanan, darah, harta benda dan air mata … (silahkan baca sejarahnya)
Kini … 62 tahun setelah proklamasi …
Indonesia Merdeka !!! Dari apa ?
Bebas penjajahan Bung !!! Ya benar, kita memang tidak sedang dijajah secara fisik atau kewilayahan.
Hanya itu kebanggan kita, selebihnya silahkan direnungkan sendiri.
Kita masih terjajah, Bung !!!
Suka atau tidak suka, diakui ataupun tidak diakui, penjajahan sedang berlangsung di negeri tercinta ini.
Belenggu penjajahan yang mencengkeram hampir di semua sendi-sedni kehidupan kita, salah satunya dan ini yang paling mengerikan, tak lain dan tak bukan adalah: KORUPSI.
Rasanya, kita sudah sangat lelah menunggu terwujudnya good goverment, negeri nan aman, tentram dan jujur, … toh hasilnya tak kunjung tiba. Korupsi makin merajalela. Para penyelenggara pemerintahan, politisi, wakil rakyat (katanya sih), seakan berebut, berlomba-lomba melakukan korupsi.
Nama, istilah, argumen boleh saja dirubah dengan kalimat manis, dikemas bak lapisan emas berkilau, namun korupsi tetaplah korupsi, apapun alasannya. Petinggi beberapa parpol sudah memperagakannya kepada kita, betapa enjoynya mereka berkorupsi ria.
Apa ada parpol yang bersih ? Tak ada, Bung !!!
Tengok saja kasus DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan). Kendati mereka yang menerima aliran dana DKP tersebut berkilah sejuta kata, tetap bernama korupsi.
Marah ? Silahkan, gak dilarang koq…
Mo berdebat soal definisi korupsi supaya nampak bersih ? … blehhh, bosan … Buktikan ga korupsi, Bung !!!
So …
Mari mulai dari diri kita, mengenyahkan belenggu korupsi, … ya kita, sebagai individu, atau sebagai apapun.
Caranya ?
Ah, gampang saja … Tidak korupsi !!! … gitu aja koq repot. Kita bisa melakukannnya, kita mampu tidak korupsi. Lantas mengapa enggan ? Ataukah kita masih senang berkutat dengan untaian kalimat: … tapi semua melakukan, … udah lumrah tuh, … sebenarnya sih mau gitu, … ntar dikira melawan arus, … ah kecil-kecilan koq, … nanti-nanti aja, … bukan korusi, wong cuman uang kesejahteraan, … dll ?
Biarkan yang berpendapat seperti ini, tinggal aja, tentu sambil terus mengingatkan.
Akhirnya, barangkali kita dapat menggunakan slogan para pendahulu kita, sebagai bentuk penghargaan atas segala jasa beliau-beliau yang telah banyak berkorban menghantarkan Indonesia Merdeka.
Merdeka dari Korupsi atau Mati !!!
Mampukah ?
:: :: :: renungan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI :: :: ::


















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)




Pokoknya™
PERTAMAX!!MERDEKAA!!!baca blog saya juga cak….
saya jg lg mbahas dokter2 pahlawan indonesia…
sapa tau jd spirit!!
Btw, refleksi cak moki diatas hmpir sama dgn ketakutan saya ttg indonesia di masa depan..
yg ptg M.E.R.D.E.K.A!!!!!!
Merdeka dari tugas untuk sesaat karena sibuk ikut lomba
Udah 62 tahun, kalau manusia, udah renta banget ya Cak.
Yap. tahun depan Indonesia udah bisa bebas dari korupsi kan Cak?
Ah, saya mengaminkan sih sebenernya, serius, walau rada pesimis juga.
Anyway, MERDEKA.
Belum merdeka dari diri sendiri.
Kalo nggak korupsi, berarti belum merdeka kali cak. Karena merdeka artinya kita bebas untuk korupsi… he.. he..
Tapi ngomong2 artikel cak moki kali ini judulnya persis sama kayak judul artikelnya pak erander… janjian po pie jan-jane?
kita itu memang ga pernah merdeka kok, cak..
merdeka dr kumpeni doang,tapi dijajah sama orang endonesa sendiri. lebih menyakitkan..
ya semangat lah paling tidak kita udah gak dijajah lagi
apa susah ya gak korupsi
berdoa saja semoga Merdeka dari korupsi
haaaaah sabar aja sabar
Merdeka…
Dirgahayu RI semoga di usia yang ke 62 tidak cepat menopause atau osteoporosis hehe
merdeka…
mo teriak merdeka sekarang kok saya malu ya….
hmm mendingan berusaha untuk memerdekakan pemikiran aja deh dari pada teriak merdeka di negara ini.. hiks
yang penting MERDEKA
Ho ho ho……
Kalimantan Belum merdeka dari keterbelakanggannya Cak…..
Batubara melimpah, tapi listrik byar pet…ya udahlah…ntar malah ngeblog disini…
@ cK,
Merdeka juga mpok
@ sibermedik,
ok, sip … tadi udah baca.
Merdeka !!!
@ deKing,
Lomba Balap karung ? .. jangan lupa pakai kacamata ya
@ jejakpena,
hihihi, ah mbak jepe ini, … tahun duepaaaaan mbak, masih jauh kali. Optimis ah
@ looselens,
iya … sulit tuh
naksir lensanya…
@ undercover,
hahaha, barangkali saking parahnya ya …
Eh, mosok sama persis ? … ntar saya lihat tulisan beliau, gak janjian ki … feeling be’e
@ calonorangtenarsedunia,
Sabarrr Han *sambil ngelus dada sendiri*
@ secondprince,
ya, mending daripada dijajah semuanya
Setuju, Berdo’a dan berusaha
@ Ady,
Hehehe, … dan semoga gak Stroke
@ imcw,
Merdeka !!!
@ almas,
setuju Om. *tosss*
@ Anang,
Merdeka juga !!!
@ Neo Forty-Nine,
iya nih, tempat kami mulai minggu sampai selasa listrik padam, … gimana di selatan ?
kita masih dijajah cak.
dijajah korupsi, dijajah kebodohan, dijajah eksklusivisme, dijajah kemiskinan, dijajah keserakahan, dijajah oleh kenangan indah masa lalu bahwa kita punya banyak kekayaan alam.
Udah 62 tahun, tapi malah sekarang dijajah Singapura yang baru merdeka kemarin sore…
Judul postingankita koq bisa bareng ya Cak? Kaget aja waktu dapat kabar dari teman dan Cak sendiri kalo judulnya sama. Yo wis, gpp kan Cak?
Salam Merdeka
Kalo ngomongin korupsi memang jadi sakit hati sendiri cak…. memang akhirnya kita bisa ngomong yang penting kita tidak ikut-ikutan melakukan korupsi itu (di tempat kerja saya sekarang, gak ada celahnya untuk korupsi itu….
). to be honest, saya iri sama cakmoki yang bisa ngomong dan didengar oleh sejawat-sejawatnya. saya akhirnya mikir juga….. apakah saya cukup puas dengan diri sendiri yang tidak korupsi sementara saya tahu banyak orang yang melakukannya dan secara tidak langsung saya jangan-jangan ikutan membantu orang lain untuk korupsi… mungkin saya terlalu penakut…..
HAMPIRMERDEKAsaya merasa belum merdeka cak, saya protes kalo njenengan bilang kita sudah merdeka…. belum. kita masih terjajah.
Pokoke &tarde; Merdeka
mo ikut lomba apa cak???
[Joerig Mode : ON]
.
Ya … kita sudah merdeka … kita skrg hidup di negara yg berdaulat … betul kata cak moki … mungkin itu cuma satu-satunya kebanggaan kita … dan mengenai merdeka dari “hal-hal lain” … kalo kita ingin merdeka dari “hal-hal lain” itu, maka kita harus berusaha sebisa mungkin untuk memerdekakan diri kita sendiri dulu …
saya harus merubah diri saya sendiri menjadi lebih baik, kalo berhasil berarti saya sudah merdeka …
trs gimana dg negara ini ? … gimana negara mau “merdeka” kalo saya aja sebagai rakyatnya males merubah diri menjadi lebih baik ….
[Joerig Mode : OFF]
Cak kami link ya…
MERDEKA…
Merdeka (dari korupsi) atau mati!!
Maksudnya mati nuraninya ya. Kalo badan sih kayaknya ga akan mati karena korupsi, makin buncit dan subur malah.
MERDEKA!!! *sembari menanti bancakan tirakatan*
* nangis *
hiks..apanya merdeka??
negeri kita lagi dijajah Rumah Sakit asing???
emang dokter kita goblok2 apa??
Ketidakadilan mungkin emang bagian dari dunia, Cak? Ada yang bilang kalo semuanya adil itu bukan dunia namanya, tapi akhirat…
Huhuhu.. tapi mosok iya ya mau diem2 aja. Hidup Cak Moki for Menteri Kesehatan! Merdeka!
Merdeka dari korupsi tentu, MERDEKA!!
ya begitulah negerimu ini dok…
Gak bisa komentar deh…. komentar yang lain udah cocok semua….. pokoke meeeerdddeeeekkaaaa (sambil lemes dan gemeter)
Di selatan…seperti biasa Cak….
Kalau air pasang…mati lampu…
air surut juga…….mati lampu juga…..
@ n0vri,
walah, daftar penjajahan koq makin banyak nih …
Kami pernah ngobrol bersama teman, katanya kalo perang dengan Singapura, kita bakalan kalah. Mereka cukup pijit tombol,sementara kita sibuk korupsi.
@ erander,
Aman pak. Jarang-jarang bisa punya judul sama … kita mestinya dapet reward
@ itikkecil,
Salut !!! Saya ikut bangga mendengarnya.
Nah, kita bisa melakukannya bersama teman-teman lain di tempat masing-masing. Adapun ajakan untuk tidak korupsi, setiap orang memiliki style berbeda, dont worry .. ada yang sambil bengok-bengok, ada yg lemah gemulai, ada yg pasang spanduk ada yg menggunakan kekuasaannya bagi yg punya jabatan sekecil apapun. Kayaknya tergantung sikon ya
@ ndarualqaz,
… maka dengan ini protes diterima
wooo, maaf kalo gitu
@ kangguru,
Pokoke ™ Merdeka !!! saya mo ikut sepakbola sarungan, ada gak ?
@ Joerig™,
Merdeka !!! bersama-sama Teh … di tempat dan gelombang yang berbeda
@ IKM Unud,
Silahken komandan !!!
cihuy … salut IKM Unud. Ada makan-makan gak ?
Ahaa ntar tak pamerkan ke ts di Unmul, biar semangat. sebagai sesama orang ikm, sy ikut gembira.
@ Guh,
mati semuanya dong mas Guh … mulai atas sampai bawah termasuk jeroannya
@ starflake,
bancakan, ….ikuuutt … dimana mbak?
@ timbuktu2003,
Bukan … bukan goblok, kurang public relation doang …
Ehm … denger-denger ada aroma win-win solution
@ Yandhie Dono,
jadi inget salah satu episode serial x-file … gara-gara aman dan damai, dunia senyap
Merdeka !!!
@ gies,
Merdeka !!! … sampai kaget saya
@ pitik,
hihihi, ssst …. bisik-bisik aja
@ dokterearekcilik,
sori mas, lampu baru nyala … ikutan Merdeka *megap-megap sumuk*
@ Neo Forty-Nine,
hahahaha, …utara sama … barusan nyala nih
Yah dokter moki (sekali2 panggil dokter…mumpung Agustus-an)…hari gini masih balap karung? Sekarang jamannya balap sarung dok…
Pokonya isis-praktis-demokratis
Selain tidak korupsi, tolak proyek yang dipotong koruptor.
@ deKing,
hehehe … iya, hampir lupa. Untuk antisipasi, penonton (fginun)dianjurkan pakai kacamata item ™
@ Kang Adhi,
Pernah Kang, … beberapa hari kemudian penggede datang sembari bersabda: ” tolong ditanda tangani persetujuannya, harap dimengerti”
Soal proyek konon ada “salam pengertian” sekitar 10%, apa iya?
Cak, gimana nggak korupsi, wong sebagian besar masy masih mendukung terciptanya korupsi, spt kata Bang Napi, kejahatan tidka hanya timbul karena kenginan pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan (dan dukungan), jadi WASPADALAH! *halah*
maksutnya gini, klo kita liat di tiap pesta demokrasi, masih banyak yang berani mencoblos yang mbayar, nah, klo beneran kepilih, akhirnya yang mbayar tadi tentu bikin program pertama dan utamanya adalah ngembaliin modal dong, setelah itu baru meraih keuntungan sebanyak2nya.
trus solusinya gimana Fa? mbuh! ngikut seruan Cak Moki aja, merdeka dari korupsi atau mati, dan tambah satu lagi, klo ada pemilu (entah pilpres, pilkada sampe pilkades) jangan mencoblos yang tim suksesnya mbagi2 duit! (ambil duitnya boleh lah, hehe)
@ Fa,
hihihi, ibu-ibu di tempat kami juga pinter2. Semua tim sukses yg datang diterima, kalo ditanya, jawaban kepada semua tim sukses juga sama: “inggih” … pas waktunya nyoblos … suka-suka
Setelah dihitung perolehan suara, pusing tuh tim sukses, gak cocok dengan itungan.
Cakmoki…
Besok saya ikut tanding tarik tambang, biar tenaganya pol perlu tambahan vitamin nggak?
Sekalian cak … boleh pinjem baju merahnya nggak? Dress code nya merah putih … niyy
@ Shinta,
gak perlu.
ok, kaos merah udah saya kirim, silahkan ambil di cantolan belakang pintu ya …
sik cak, tak merenung sambil mlengkung
bahas cak masalah “agresi” RS Asing…
kliatannya gengsi gede..tapi harga diri dipertaruhkan..
masa’ kita “ngemis” ma FRANCHISE Klinik or RS Luar Negeri
@ Juliach,
Saya ingin tahu khabar HUT RI dari Perancis lho
@ penggalih,
hehehe, saya gak punya data latar belakangnya, ntar dikira opini tanpa dasar
sekali merdeka, merdeka sekali…dijajah terus-terusan
Lha kita bisa korupsi juga karena merdeka kan cak?
Coba kalau ga merdeka, bisa apa itu para pengurus parpol, para pejabat, para pengusaha keparat?
Coba kalau masih dijajah, mungkin hukum akan lebih tegak karena si penjajah ga pandang bulu kalo negakin hukum.
Mungkin kalo kita masih dijajah, malah lebih enak, tinggal tidur, yang ngurusin negara yang orang lain..
Kesimpulannya??
@ andalas,
sampai kapan ya ?
@ manusiasuper,
Kesimpulanya ???
ntar … mikir setumat …
Ah iya, dah tahu
Ayo teriakkan pekik2 kemerdekaan. Tapi hati2 klo meneriakkannya di Maluku Selatan atau Papua, konotasinya beda lho… :d
:: mas huda…
konotasinya ada beda to mas.. perasaan saya teriak Merdeka dari Maluku Utara sampai Selatan tetep sama aja tuh
entah kalo di Papua Mas.. saya belom disana sih… hehehehe
“bagi orang maluku… R. Maluku Selatan hanyalah mimpi jaman dulu.. sedangkan mimpi jaman sekarang adalah RMS = Rakyat Makin Sengsara…..”
makasih cak
@ huda,
sama ja kayaknya, di satu sisi Merdeka dari penjajahan, di sisi lain entah merdeka entah belum, hehehe
@ almas,
Rakyat Makin Sengsara, tullll … emang iya
Ok, om Boy
Di KBRI Perancis biasanya ada perayaan utk 17-an, Lebaran dan Natalan dilanjutkan makan-makan gratis (masakan Indonesia) bagi semua orang Indonesia & keluarganya yg tinggal di Perancis.
Dulu th. 1997-2000, saya selalu hadir tapi sekarang selalu absent. Habis ibu-ibunya (gol. kaum hawa) dan beberapa bapak-bapaknya pada som-som sekali. Jadi males nyambungnya.
@ Juliach,
kali sedang lupa kalo beliau-beliau di sana itu dibiayai dan digaji dari uang rakyat … atau barangkali gak mau disaingi oleh warga indo yg ada disana dalam hal penampilan