Pneumonia: Warning !

Artikel Akhir Pekan: Sekilas Pneumonia.

ICD 10: J12 – J18 : Pneumonia

Waspada Pneumonia, bukan sekedar Panas Batuk Pilek.

PneumoniaKeluhan panas, batuk, pilek sering menimpa anak-anak kita terutama pada usia di bawah 5 tahun (balita). Sebagian keluhan tersebut disebabkan virus dan sembuh dengan sendirinya (self limited).
Para orang tua patut waspada dan segera membawa ke dokter, Puskesmas atau Rumah Sakit ketika si kecil menunjukkan tanda “peringatan” seperti: gelisah, rewel, napas menjadi cepat dan sesak, selain panas, batuk, pilek. Bukan tidak mungkin keluhan-keluhan tersebut merupakan manifestasi penyakit Pneumonia.

:: :: PENGERTIAN :: ::
Pneumonia adalah infeksi akut jaringan (parenkim) paru yang ditandai dengan demam, batuk dan sesak napas.
Selain gambaran umum di atas, Pneumonia dapat dikenali berdasarkan pedoman tanda-tanda klinis lainnya dan pemeriksaan penunjang (Rontgen, Laboratorium).

Pada usia anak-anak, Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kematian Pneumonia pada balita di Indonesia diperkirakan mencapai 21 % (Unicef, 2006). Adapun angka kesakitan diperkirakan mencapai 250 hingga 299 per 1000 anak balita setiap tahunnya. Fakta yang sangat mencengangkan. Karenanya, kita patut mewaspadai setiap keluhan panas, batuk, sesak pada anak dengan memeriksakannya secara dini.

:: :: PENYEBAB :: ::
Sebagian besar penyebab Pneumonia adalah mikroorganisme (virus, bakteri). Dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, bensin, atau sejenisnya) dan masuknya makanan, minuman, susu, isi lambung ke dalam saluran pernapasan (aspirasi).

Berbagai penyebab Pneumonia tersebut dikelompokkan berdasarkan golongan umur, berat ringannya penyakit dan penyulit yang menyertainya (komplikasi).
Mikroorganisme tersering sebagai penyebab Pneumonia adalah virus, terutama Respiratory Syncial Virus (RSV) yang mencapai 40%. Sedangkan golongan bakteri yang ikut berperan terutama Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae type b (Hib).

Awalnya, mikroorganisme masuk melalui percikan ludah (droplet), kemudian terjadi penyebaran mikroorganisme dari saluran napas bagian atas ke jaringan (parenkim) paru dan sebagian kecil karena penyebaran melalui aliran darah.

:: :: TANDA-TANDA :: ::
Tanda-tanda Penumonia sangat bervariasi, tergantung golongan umur, mikroorganisme penyebab, kekebalan tubuh (imunologis) dan berat ringannya penyakit.
Pada umumnya, diawali dengan panas, batuk, pilek, suara serak, nyeri tenggorokan. Selanjutnya panas makin tinggi, batuk makin hebat, pernapasan cepat (takipnea), tarikan otot rusuk (retraksi), sesak napas dan penderita menjadi kebiruan (sianosis). Adakalanya disertai tanda lain seperti nyeri kepala, nyeri perut dan muntah (pada anak di atas 5 tahun).
Pada bayi (usia di bawah 1 tahun) tanda-tanda pnemonia tidak spesifik, tidak selalu ditemukan demam dan batuk.

Selain tanda-tanda di atas, WHO telah menggunakan penghitungan frekuensi napas per menit berdasarkan golongan umur sebagai salah satu pedoman untuk memudahkan diagnosa Pneumonia, terutama di institusi pelayanan kesehatan dasar.

Tabel: Pedoman Perhitungan Frekuensi Napas (WHO)

:: Umur Anak :: :: :: Napas Normal :: :: :: Takipnea (Napas cepat) ::

:: 0 – 2 Bulan :: :: :: 30-50 per menit :: :: sama atau > 60 x per menit
:: 2-12 Bulan :: :: :: 25-40 per menit :: :: sama atau > 50 x per menit
:: 1- 5 Tahun :: :: :: 20-30 per menit :: :: sama atau > 40 x per menit

Catatan:
Perbedaan batasan tentang frekuensi napas dari berbagai sumber, menurut penulis tidak terlalu penting. Yang perlu diperhatikan adalah penilaian klinis dan pemeriksaan penujang misalnya: rontgen dan laboratorium serta follow up selama masa perawatan.

:: :: PENGOBATAN :: ::
Pengobatan ditujukan kepada pemberantasan mikroorganisme penyebabnya. Walaupun adakalanya tidak diperlukan antibiotika jika penyebabnya adalah virus, namun untuk daerah yang belum memiliki fasilitas biakan mikroorganisme akan menjadi masalah tersendiri mengingat perjalanan penyakit berlangsung cepat, sedangkan di sisi lain ada kesulitan membedakan penyebab antara virus dan bakteri. Selain itu, masih dimungkinkan adanya keterlibatan infeksi sekunder oleh bakteri.
Oleh karena itu, antibiotika diberikan jika penderita telah ditetapkan sebagai Pneumonia. Ini sejalan dengan kebijakan Depkes RI (sejak tahun 1995, melalui program Quality Assurance ) yang memberlakukan pedoman penatalaksaan Pneumonia bagi Puskesmas di seluruh Indonesia.

Masalah lain dalam hal perawatan penderita Pneumonia adalah terbatasnya akses pelayanan karena faktor geografis seperti Kaltim. Lokasi yang berjauhan dan belum meratanya akses tranportasi tentu menyulitkan perawatan manakala penderita pneumonia memerlukan perawatan lanjutan (rujukan) di RS.

:: :: TIPS PENCEGAHAN :: ::
Mengingat Pneumonia adalah penyakit beresiko tinggi yang tanda awalnya sangat mirip dengan Flu, alangkah baiknya para orang tua tetap waspada dengan memperhatikan tips berikut:

  • Menghindarkan bayi (anak) dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi penularan.
  • Menghindarkan bayi (anak) dari kontak dengan penderita ISPA.
  • Membiasakan pemberian ASI.
  • Segera berobat jika mendapati anak kita mengalami panas, batuk, pilek. Terlebih jika disertai suara serak, sesak napas dan adanya tarikan pada otot diantara rusuk (retraksi).
  • Periksakan kembali jika dalam 2 hari belum menampakkan perbaikan. Dan segera ke RS jika kondisi anak memburuk.
  • Imunisasi Hib (untuk memberikan kekebalan terhadap Haemophilus influenzae, vaksin Pneumokokal Heptavalen (mencegah IPD= invasive pneumococcal diseases) dan vaksinasi influenzae pada anak resiko tinggi, terutama usia 6-23 bulan. Sayang vaksin ini belum dapat dinikmati oleh semua anak karena harganya yang cukup mahal.

Semoga uraian singkat ini bermanfaat.

Bacaan:

  • Pneumonia: The Forgotten Killer of Children, WHO, ISBN: 92-806-4048-8, September 2006
  • Pneumonia, Continuing Education, IKA XXXI, Retno Asih S, Landia S, Makmuri MS, FK Unair, RSUD Dr Soetomo, 2006
  • Management of Pneumonia in Community Settings, WHO-Unicef, 2004
  • Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, IDAI, edisi I, 2004

Topik Terkait:

About these ads

37 Responses to “Pneumonia: Warning !”


  1. 1 Fourtynine Juli 13, 2007 pukul 11:09 pm

    Makasih Cak. mengingatkan agar waspada. maksih atas info bermanfaat ini Cak

  2. 2 Lita Juli 14, 2007 pukul 12:10 am

    Bagian ‘selain panas, batuk, dan pilek’ itu harus ditebalkan, cak.
    Bukan jarang ketika anak batuk lalu orangtua panik tergopoh-gopoh ke apotek cari obat batuk.
    Bukan aneh ketika anak pilek lalu se-RT ramai menyarankan ‘minum obat anu… itu, manjur’.
    Apalagi demam. Baru 37,5 C udah diboyong ke UGD siang-siang karena panik.
    Prihatin saya, cak.

    Lho kok jadi ndobos. Maksud saya, ‘sekadar’ panas-batuk-pilek itu tidak perlu langsung dicekoki macam-macam. Yang harus diutamakan adalah observasi.
    Kalau hidung meler dikit udah digelontor puyer isi 3 macem obat mah, justru orangtua DAN dokternya yang harus diwaspadai, bukan sakitnya.

    Maap sarkas, prihatin sama tetangga sebelah yang bilang, “Ni anak pilek gak sembuh-sembuh. Obat udah tinggal 2 biji”. Pas saya tanya, obatnya puyer. Sakitnya batuk-pilek gitu.
    “Masa dalam sebulan 2 kali ke puskesmas? Tapi yang sebelumnya cepet sembuhnya tuh. Baru dua kali minum obat udah sembuh.”
    Saya cuma diem ngurut dada. Musti ngasih kuliah apa saya tentang virus dan obat pilek untuk orangtua angkat bayi 3 bulan yang ngga kenal ASI dan sekarang sudah rutin diberi bubur hati ayam?
    *asli curhat cak, saya sedang sedih*

  3. 3 peyek Juli 14, 2007 pukul 12:12 am

    Ehm … lha kadang-kadang balita itu juga sering diajak ngerumpi sama ibunya ketika arisan RT juga cak! ternyata berpotensi juga buat balita

  4. 4 cakmoki Juli 14, 2007 pukul 2:59 am

    @ Fourtynine,
    oke, sama-sama … :D

    @ Lita,
    siap melaksanakan tugas Bu ;)
    sy juga mikir panjang bikin posting ini, jangan sampai disamakan dengan common cold viral, makanya agak kesulitan milih-milih kalimat soalnya di referensinya serba mengerikan. (lunas hutangnya lho ya)

    Ada cerita soal anak panas 38 C, pas dibawa ke praktek panasnya turun, setelah periksa gak ada apa-apa, pulang tanpa obat. Di pintu keluar diledekin sama yg lain: wah anake ngajak mlaku-mlaku.

    Koreksi, bukan 3 macam obat, malah 5 jenis je, itupun antibiotiknya 2 macam, hahaha … perut anak persis kotak amal.

    Musti ngasih kuliah apa saya tentang virus dan obat pilek untuk orangtua angkat bayi 3 bulan yang ngga kenal ASI dan sekarang sudah rutin diberi bubur hati ayam?

    kalo menyangkut kelompok masyarakat, sejauh ini memerlukan waktu panjang (tahunan) dan berkesinambungan. Belum lagi “tawaran” obat dari berbagai pihak dengan segla keunggulan klaimnya.

    Untuk internal Puskesmas biasanya ada supervisi 3 bulan sekali, menilai rasionalisasi obat. Mudah ketemu koq kalo ada pemakaian obat yg tidak rasional, caranya mencocokkan semua kartu status diagnosa ispa dengan arsip resep dan stok obat.

    3 bulan bubur ati ayam, 4 bulan sop buntut, .. 5 bulan apa kira-kira?

    @ peyek,
    iya cak, loh berarti sampeyan biasa ceramah pengajian ya, koq ngerti kalo satu bayi diambungi seluruh jamaah mulai sing waras sampai yang batuk ngiklik, nyumbang penyakit hehehe

  5. 5 anas Juli 14, 2007 pukul 1:48 pm

    klimaxx, komen nanti

  6. 6 anas Juli 14, 2007 pukul 1:50 pm

    Apakah yang menyebabkan isi lambung masuk ke saluran napas cak ? Apa posisi tidur atau apa ?

  7. 7 cakmoki Juli 14, 2007 pukul 2:40 pm

    @ anas,

    Apakah yang menyebabkan isi lambung masuk ke saluran napas cak ? Apa posisi tidur atau apa ?

    pada bayi, penyebab utama karena tersedak atau muntah. Jika terjadi seperti ini, si bayi sesak, kemudian biru dan bisa fatal.
    Ini pula yg menjelaskan kenapa orang gak sadar karena kecelakaan misalnya, gak boleh dikasih minum.

  8. 8 axireaxi Juli 14, 2007 pukul 6:36 pm

    artikelnya saya simpen pak
    sangat berguna!

    terima kasih banget (^_^)

    salam,
    adi.n

  9. 9 spektrumku Juli 15, 2007 pukul 10:20 am

    Kalau pneumonia ada hubungannya dengan kehujanan nggak? Apa kalau air hujannya masuk saluran pernafasan??

  10. 10 cakmoki Juli 15, 2007 pukul 12:00 pm

    @ axireaxi,
    silahkan :)

    @ spektrumku,
    Nggak ada pak. Sistem pernapasan kita mempunyai refleks berupa batuk jika ada air hujan masuk. Kecuali pada bayi mungil yg refleksnya masih lemah, kemungkinan tersebut tetap ada.

  11. 11 wulan Juli 15, 2007 pukul 5:14 pm

    Hmmm, buat yang awam jadi susah bedain gejalanya ya pak. Anak-anak di rumah semua punya riwayat asma…maklum bapak-ibunya pada punya alergi. Kalau cuma batuk, pilek dan sesak sih udah ada obat yg standar kayak Ambroxol HCL, tapi kalau udah pakai panas, saya ngga’ pede,harus apel DSA langganan :)
    Dulu yang nomer satu pernah tuh dirawat di RS karena batuk,pilek, panas berkepanjangan, kata dokternya (orang Jepang)sih kena Croop plus sedikit “haien”, setelah dicari di kamus Haien itu pneumonia. Diagnosa pertama sih masih Asmatic Bronchitis, tapi ujung-ujungnya nyampai ke Pneumonia, gimana tuh pak, memang bisa begitu?

  12. 12 kakilangit Juli 15, 2007 pukul 11:41 pm

    Ini pula yg menjelaskan kenapa orang gak sadar karena kecelakaan misalnya, gak boleh dikasih minum.

    wah orang kampung harus dikasih penyuluhan tentang ini Cak. untung dulu aku gpp..soalnya waktu itu aku kecelakaan, masih puyeng n shock, tau2 udah ada gelas yang (sedikit dipaksa) masuk ke mulutku.. ya aku minum dah (dengan muka yang masih linglung).

    OOT dikit boleh g?
    bedanya ma paru2 basah apa Cak? katanya tidur dilantai bisa nyebapi paru2 basah ya?

  13. 13 cakmoki Juli 15, 2007 pukul 11:51 pm

    @ wulan,
    ya memang sulit bagi awam kalo hanya baca atau belum mendapat penjelasan. Dengan informasi yg tepat menggunakan bahasa sederhana, biasanya para ibu mudah ingat. Contoh, sy biasa menggunakan istilah “batuk krok-krok” untuk menggambarkan saatnya waspada dan perlu periksa. Disamping itu bisa pakai alat bantu, misalnya: gambar, PDA atau laptop. Ini bisa dilakukan di praktek.
    Sedangkan anak asma, pada umumnya para ibu dah bisa deteksi sendiri, termasuk pertolongan pertama menggunakan obat asma di rumah sebelum ke dokter.

    tapi ujung-ujungnya nyampai ke Pneumonia, gimana tuh pak, memang bisa begitu?

    iya, bisa. Croup dan pneumonia sebenarnya beda. Tanda awal kebanyakan hanya panas batuk pilek. Jika ada mikroorganisme patogen, bisa Pneumonia atau lainnya. Dua hari pertama observasi, dan diberi obat simptomatis kalo perlu. Untuk pneumonia ringan masih bisa dirawat di rumah sambil follow up. Jika ada tanda pneumonia berat harus opname.
    Repot ya … anak yg panas batuk pilek kerap gak papa, adakalanya bisa pneumonia. Lebih repot jika di desa, jauh dari mana-mana.

  14. 14 cakmoki Juli 16, 2007 pukul 12:08 am

    @ kakilangit,
    iya betul, walaupun sudah sering penyuluhan soal itu, ada aja sisa-sisa kepercayaan ngasih minum saat kesadaran gak lengkap, hehehe

    Paru-paru basah.
    Ahhhh, ini sebenanya diagnosa yang salah, karena menimbulkan pengertian rancu. Ada dokter yg menamakan “paru-paru basah” sama dengan TBC, ada juga dengan penyakit batuk berkepanjangan, lha gak jelas kan.
    Makanya saya gak setuju istilah “paru-paru basah” karena gak ada dalam terminologi kedokteran.
    Biasanya kalo ada pasien ke praktek bilang ‘paru-paru basah” suka saya guyoni: “semua paru-2 mesti basah, kalo kering namanya keripik paru”, hahaha.

    oya, tidur di lantai gpp sepanjang ada alasnya. Paling-2 kedinginan :P

  15. 15 kakilangit Juli 16, 2007 pukul 12:50 am

    matur suwon Cak penjelasanya.
    oiya jadi punya ide nih, bisa g Cak moki atao dokter blog yang lain bikin artikel tentang Mitos-mitos kedokteran. atau udah pernah ada ya :roll:

  16. 16 cakmoki Juli 16, 2007 pukul 11:10 am

    @ kakilangit,
    sama-sama :)
    Trims sarannya, sebagian mitos seputar kedokteran sudah ditayangkan dalam bentuk posting, misalnya: linu dianggap asam urat, kencing manis gak boleh makan nasi, dll. Hanya saja masih serba sedikit, ntar ditambah …

  17. 17 sibermedik Juli 16, 2007 pukul 12:23 pm

    thx infonya Cak..sbg mahasiswa kadang kelabakan klo ditanyain tetangga “Dik, Pneumonia niku nopo??yen Ambekan sesek nggih sami??” he5x..kadang mengkonversi bahasa medis ke awam itulah seni seorang Dokter..Setuju Cak!!

  18. 18 cakmoki Juli 16, 2007 pukul 12:58 pm

    @ sibermedik,
    nggih, sami-sami ..
    kalo bahasa daerah yg tidak kita kenal tambah repot kali ya ;)

  19. 19 Suriyadi Juli 2, 2008 pukul 1:52 pm

    tanya donk…
    faktor2 resiko yg dpt meningkatkan angka kejadian pneumonia apa aja????
    thanks..

  20. 20 cakmoki Juli 2, 2008 pukul 3:47 pm

    @ Suriyadi:
    > Kepadatan penduduk
    > Hygiene
    > Polusi
    > Daya tahan tubuh, Balita dengan Gizi kurang atau Buruk
    > Belum dijadikannya imunisasi pnemonia sebagai imunisai dasar
    > Minimnya informasi bagi khalayak oleh jajaran kesehatan
    > Mungkin juga Kemiskinan … dll
    Thanks

  21. 21 narti Desember 18, 2009 pukul 12:07 am

    salam kenal Pak dokter…
    blog Anda sangat bermanfaat, sayang sekali baru menemukan sekarang, tapi lebih baik terlambat daripada tidak mengenal sama sekali.

    aku minta ijin copy artikel disini ya…
    pernah menemukan juga yang mirip ini, tapi aku baca koq malah bingung sendiri.

    artikel yang disini insyaallah, memberikan pencerahan.

    nanya: yang dimaksud bacaan, pada artikel paling bawah referensi untuk artikel ini kah?

  22. 22 cakmoki Desember 18, 2009 pukul 3:24 pm

    @ narti:
    Salam kenal…
    monggo, silahkan copy jika emang diangap layak.
    Ya bener, bacaan maksudnya referensi dari artikel ini. Maaf, hanya sy cantumkan 2 aja dan saya pilihkan yang mudah dipahami.
    Trims

  23. 23 ganteng Maret 17, 2010 pukul 11:35 am

    saya jg s7,,jk bnyak bayi yang mnderita maka generasi penerus bangsa akan suram.
    mhon perhatian nya kpd pemarintah agar memperhatikan rakyat yang kebnyakan anak nya terkena penyakit khusus nya masyarakat miskin

  24. 24 cakmoki Maret 18, 2010 pukul 12:34 am

    @ Ganteng:
    Betul :)

  25. 25 Tiara Maret 19, 2010 pukul 4:42 pm

    Kalo bayi tiba tiba diam kaya orang pinsan terus badannya biru berlangsung kurang lebih setengah jam. Setelah d rontgen paru2 normal, jantung normal, tapi ada tulisan klinis ? Artinya apa ya? Thanks.

  26. 26 cakmoki Maret 19, 2010 pukul 5:34 pm

    @ Tiara:
    Tulisan klinisnya apa dong ? :)

  27. 27 Nura Oktober 19, 2010 pukul 5:42 pm

    Saya mau tanya.
    Apa penyakit pneumonia bisa terjadi pada anak dewasa berumur 16 thn?
    Trus penyakit ISPA ada kaitanya dgn pneumonia?

  28. 28 cakmoki Oktober 20, 2010 pukul 12:18 am

    @ Nura:
    Bisa terjadi pada semua umur, mulai bayi hingga kakek-nenek :)
    Ya, pnemonia ada kaitannya dengan ISPA. Tidak sama tapi masih satu kelompok penyakit.. kadang dokter menyebut ISPA kepada pasien supaya mudah diingat.
    Makasih

  29. 29 julia ika Desember 21, 2010 pukul 9:27 am

    pagi Cak Moki,
    anak saya umur 2,5 thn, 4 bulan yg lalu telah terdiagnosa pneumonia yg dilihat dr hasil rontgen saat sakit panas 7 hari ditambah nafas cepat, sesak dan batuk dok, sekarang sih kadang2 masih batuk krok krok,tp alhamdulillah tdk panas at sesk dok, nah yg mau saya tanyakan selama ini saya tdk disuruh meminumkan obat batuk, tp disarankan menggunakan nebulizer dgn komposisi 0,3ml fixotide, 0,5ml air steril, 10 tetes bisolvon. Apakah cukup dgn nebo saja ya dok atau perlu obat minum juga saat anak saya batuk dan pilek? maturnuwun nggih dokter yang mulia :)

  30. 30 julia ika Desember 21, 2010 pukul 9:29 am

    dok maaf ada yg lupa ditanyakan hehe

    Apa ada imunisasi yg perlu diberikan pada anak saya sesuai dgn kondisinya skrg, yg bisa membantu mengurangi pneumonia nya?? thank you so much Cak

  31. 31 cakmoki Desember 21, 2010 pukul 3:05 pm

    @ julia ika:
    Met sore…
    Isi obat nebulizer tersebut adalah obat bronkodilator (melonggarkan nafas) dan obat batuk ekspektoran (bisolvon). Batuk krok-2 biasanya terjadi penyempitan saluran nafas… kalo diperiksa pake stetokop biasanya ada tanda sesak ringan yg gak nampak dari luar. Karena itulah diberikan fixotide.
    Kalo udah pake nebulizer dengn komposisi spt itu gak perlu lagi minum obat batuk.
    Andai disertai pilek, dapat ditambahkan sirup obat pilek, misalnya rhinos junior, lipofed, dan sejenisnya.
    Imunisasi untuk mencegah Pnemonia adalah Hib. Namun tidak berarti sama sekali bebas dari pnemonia karena penyebabnya bukan hanya hemophyllus, bisa juga kuman streptococcus, staphyllococus, dll.

    Biasanya, anak balita rawan tertular batuk pilek dengan beragam penyebab, dan adakalanya sebulan sekali ke dokter :D
    Makasih

  32. 32 nia Februari 23, 2011 pukul 8:54 pm

    aslmualikum..dok sy mo tanya anak sya trkena bronchopneumoni..d mantuk hsl nya positip..trus kata dktr trkena plek..obat nya sandoz..kira2 obat apa y dokdah 4 bln ni berobt jln..tp btk nya g smbuh2..krok..krok gtu..obat nya apa y dok..sy jadi cemas baca artikel d atas..ank sy berumur 4,5 tahun..mohon solusi ny y dok trimakasih banyak..

  33. 33 cakmoki Februari 24, 2011 pukul 12:30 am

    @ nia:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Silahkan melanjutkan hingga 6 bulan sesuai skedul yang ditetapkan dokter… setelah itu, kita diskusikan lebih lanjut kalo masih batuk. perlu diketahui bahwa bronkopnemonia dan Flek paru adalah penyakit yang berbeda dan pengobatnnya juga berbeda.
    Semoga segera sembuh.
    Makasih
    Wassalam

  34. 34 Bu Hendar Maret 11, 2011 pukul 6:16 pm

    Saya mau tanya :
    Apakah benjolan di belakang telinga kanan dan kiri termasuk Tanda-tanda pnemonia pada bayi? Pengalaman anak pertama saya dulu begitu ? Terima kasih mohon jawabannya.

  35. 35 cakmoki Maret 12, 2011 pukul 1:44 am

    @ Bu Hendar:
    Bukan. tanda pnemonia mengacu pada pernafasan. Kalaupun seseorang yg pnemonia disertai penyebaran infeksi kelenjar di lehar, bukan berarti pembesaran kelenjar leher merupakan tanda pnemonia, karena pembesaran kelenjar leher bisa terjadi pada penyakit lain, terutama infeksi di tenggorokan, dan sal nafas lainnya.
    makasih

  36. 36 Sari April 18, 2011 pukul 9:13 am

    Pagi dok,maap mo ikutan konsul ni. Baby ku umur 4.5 bln,awalny kena pilek tk ksih rhinos drop da 3hr gk smbuh malah ada batukny grok2 tp tnp panas,lalu sy bw k dsa dksh lapicef,pilekny slsai,batukny msh tp kl mo batuk berat gt dsertai sesak napas bunyi ngik2 dadany krasa bnyi krek2 gt kyk ada cairany(batukny jarang2),balik lg k dsa dgnti puyer bwt batuk n sesakny n nebul per 6jam sx pake pulmicort. Kata dsa bkn pneumoni,tp broncilitis gt n nanti bs jd asma. Sblumny saat umur 2bln dia didiagnosa broncopnemoni hrs opname slm 6hr,saat itu ank saya gk pilik gk batuk n gk panas jg hny grok2,diagnosany bdasar pd hsl foto-x ny. Nah ini stlah sy bc info diatas jd bingung,kl emang pneumoni pake panas sdng anak ini gk panas sm sx. Sy smp bawa anak sy k 4 dsa trakhir k drspep paru2 ank unt mmastikan katany kmungkinan ankny alergi. Nah skr anak sy lg sakit spt yg sy utarakn diatas. Mhn info ny dok,trimaksh

  37. 37 cakmoki April 20, 2011 pukul 12:47 pm

    @ Sari:
    Met siang,
    Masalah perbedaan diagnosa menurut saya ga jadi soal, toh kalo batuk pilek disertai nafas sesak atau krok-2 atau ngik-2, obatnya sama aja atau mirip.
    Penyakit-2 dengan keluhan tersebut banyak dijumpai pada praktek dokter sehari hari.
    Untuk meredakan batuk tersebut (perawatan di rumah), cukup dengan;
    1) Obat batuk ekspekrotan, misalnya sirup ambroxol atau sirup bromhexine (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1/2 sendok takar.
    2) Obat bronkodilator( melonggarkan sal nafas or menanggulangi sesak), misalnya: sirup brondilex, diminum 3×1/4 sendok takar 9dosis rendah untuk berat badan di bawah 7,5 kg). Obat ini udah ada obabt unruk meredakan pilek.
    Moga segera sembuh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,941,046 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: