Gondong ( Mumps, Parotitis )

Bacaan Akhir Pekan

Gondong: Pipi Belakang Membengkak
Kode ICD 10 : B 26 : mumps

Gondong Sebulan yang lalu cukup banyak anak-anak terutama siswa SD menderita Gondong (Mumps, Parotitis). Kejadian ini berulang setiap tahun. Sekitar 85% menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun, sisanya dapat terjadi pada orang dewasa.
Gondong mudah menyebar, maka tak heran jika ada salah satu anak menderita Gondong maka beberapa hari kemudian diikuti oleh teman sekolahnya, anggota keluarga atau teman bermainnya.

Penyakit ini tidak menjangkiti bayi usia di bawah 6-8 bulan karena masih memiliki antibodi (kekebalan) dari sang ibu melalui tembuni (plasenta) ketika masih dalam kandungan. Seseorang yang pernah terserang Gondong akan memiliki kekebalan seumur hidup.

Di masa lalu (hingga sekarang) penderita Gondong diobati dengan mengoleskan blawu di kedua kelenjar yang membesar, adapula yang mengalungkan buah pace di leher penderita. Pengobatan ala oles blawu lambat laun menghilang seiring dengan makin bertambahnya pengetahuan masyarakat.

:: :: :: PENGERTIAN :: :: ::
Gondong (Mumps, Parotitis epidemika) adalah penyakit menular, disebabkan oleh virus (myxovirus parotitidis), berlangsung cepat (akut) yang ditandai dengan pembesaran kelenjar ludah, terutama kelenjar di bawah telinga (parotis).

:: :: :: PENULARAN :: :: ::
Penyakit Gondong (Mumps, Parotitis) ditularkan melalui:

  • Kontak langsung
  • Percikan ludah (droplet)
  • Muntahan
  • Bisa pula melalui air kencing

Tidak semua orang yang terinfeksi mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Mereka dapat menjadi sumber penularan seperti halnya penderita Gondong yang nampak sakit. Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 14-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari.

:: :: :: TANDA TANDA :: :: ::

  • Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  • Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  • Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
  • Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

:: :: :: PENGOBATAN :: :: ::
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak.
Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik-analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya.
Makanan bebas, tidak ada larangan atau ketentuan khusus. Makanan apapun boleh disesuaikan dengan kemampuan mengunyah mengingat penderita Gondong mengalami rasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
Pengobatan lain untuk penyulit yang timbul, hanya dapat diberikan atas anjuran dokter.

:: :: :: PENCEGAHAN :: :: ::
Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi (MMR=mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan. Imunisasi MMR tidak menimbulkan panas dan efek lainnya. Imunisasi dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong.
Jadwal imunisasi silahkan download di halaman download.

Semoga bermanfaat.

Topik Terkait:

Edisi cetak dalam format PDF 99 Kb, silahkan download di sini atau di halaman download.

About these ads

93 Responses to “Gondong ( Mumps, Parotitis )”


  1. 1 elpalimbani Juni 22, 2007 pukul 10:50 am

    Dulu waktu masih SD saya pernah terjangkit gondong ini. Istilah di tempatku dulu namanaya gondongan. Dan memang dulu diobatinya juga pake blawu (yang biasa dipake untuk mencuci pakaian ?). Kadang-kadang juga pake kapur sirih yang dicampur air buat nurunin panas-nya. Baru tau kalo gondong ini menular…
    Thanks infonya cak! :)

  2. 2 Yandhie Dono Juni 22, 2007 pukul 11:26 am

    Wah, berarti sebenernya ngga diapa2in juga bakal ilang sendiri ya, Kang Cak Dok Moki??

    Terus katanya lagi kalo lelaki udah dewasa/akil balik kena gelondongan ini bisa jadi mandul? Apa juga berlaku buat perempuan?

    Huhuhu.. seremm ya seremm… Untung dulu SD dah pernah kena.

  3. 3 axireaxi Juni 22, 2007 pukul 11:33 am

    gondrong?
    o., bukan tho…
    ternyata gondong

    jd gondong itu benar bisa menular/menyebar ya pak..

    makasih.., jadi tahu sekarang (^_^)

    salam,
    adi.n

  4. 4 Qeong Ungu Juni 22, 2007 pukul 3:41 pm

    Hahh? jadi gondongan menular??? ooo..pantesan waktu SD dulu saya kena berdua adik. Tapi bapak ibu untungnya ga kena. Jadi sebenarnya efek blau itu apa? apa hanya sugesti?

  5. 5 ndarualqaz Juni 22, 2007 pukul 4:17 pm

    gondong, suka bikin gondok, apalagi kalo yang kena gondrong, kalo ada anjing lewat pasti di-gonggong, tapi kalo yang kena adik kecil, enaknya di-gendong, yang penting, kalo kena gondong, gak boleh nelen dondong sambil sombong…..

  6. 6 chielicious Juni 22, 2007 pukul 4:32 pm

    Aku paling bete klo udah kena gondongan.. waktu kecil dulu..klo kena beginian pasti di ketawain.. dah gitu mo ketawa gak bisa..mo ngomong sakit.. mo makan apalagi T_T..

    rasanya ingin kawin saja *loh loh*

  7. 7 Takodok! Juni 22, 2007 pukul 6:42 pm

    *Liat komen mbak chie* :lol:

    Seseorang yang pernah terserang Gondong akan memiliki kekebalan seumur hidup.

    Kayak cacar gitu ya cak? Tapi saya dulu pernah kena dua kali lho cak. Emang sih, rentang waktunya gak gitu jauh. Sekitar 5-6 bulan gitu.

    Kalo di kampung namanya “gondok anjing”. Ngobatinnya selain dikasih blawu, juga nasi anget dikepal trus ditempelin ke gondongnya. Abis itu nasinya dilempar ke anjing. Hehe, aneh ya? :)

  8. 8 telmark Juni 22, 2007 pukul 8:57 pm

    lihat komen diatas, @ takodok
    nasinya dilempar ke anjing ? trus ntar anjingnya yg penyakit gondok ? :) cak Dokter, gondong dgn gondok apa berbeda ?

  9. 9 peyek Juni 22, 2007 pukul 10:15 pm

    cak, apa gondong itu bahasa jowone gondo’en itu?
    lha blawu itu kan yang buat pewarna pakaian itu kan?

  10. 10 omsulis Juni 23, 2007 pukul 2:57 am

    gondong mbek gondher beda gak cak? :D

    *kaburrr…

  11. 11 omsulis Juni 23, 2007 pukul 2:57 am

    gondong mbek gondhes beda gak cak? :D

    *kaburrr…

  12. 12 cakmoki Juni 23, 2007 pukul 6:59 am

    @ elpalimbani,
    ya sama, gondong=gondongan=gondongen.
    Dulu rata-2 pakai blawu, sekarang pakai pereda panas dan nyeri sambil dikompres air.

    @ Yandhie Dono,
    Betul, gak diapa-apain sebenarnya sembuh sendiri, cukup dikasih pereda panas kalo gak betah panasnya.

    walaupun bisa terjadi penyebaran infeksi ke telor (testis) cucakrowo (disebut orchitis), gak mandul koq pak. Biasanya yg kena hanya 1 telor, satunya aman.
    Kalo dipukul pakai kayu gelondongan sampai penyet mungkin bisa mandul, hehehe.
    Wanita gak bisa kena orchitis soale gak punya telor cucakrowo, hahaha

    @ axireaxi,
    iya menular, kayak hukum axireaxi hehehe

    @ Qeong Ungu,
    efek blawu gak ada, ntar hilang sendiri. Kalaupun diolesi permen coklat juga hilang :)

    @ ndarualqaz,
    hahahaha, parikan gaya ponorogo ya Mas

    @ chielicious,
    bete gondong=pingin kawin?
    Setuju !!! kawin obat mujarab untuk penyakit pingin kawin. Cepetan aja Chie, uenaaak tenan :D

    @ Takodok!,
    iya, kayak cacar air. Kadang bisa kena lagi kalo yang pertama hanya parsial (sebagian) karena kekebalan tubuh yg terbentuk belum sempurna.
    Ntar, itu nasi angetnya pakai sate gak? hehehe … iya ya, kadang warisan nenekmoyang aneh-aneh terutama dalam bidang kesehatan.

    @ telmark,

    gondong dgn gondok apa berbeda ?

    Beda pak, gondok adalah pembesaran kelenjar gondok (tiroid) di leher bagian depan.

    @ peyek,
    iya gondongen sama aja, bukan nggondhok lho :)
    betul, blawu untuk pewarna kain. Beberapa orang masih menggunakan itu trus dioleskan untuk ngobati gondongan, sekarang udah jauh berkurang.

    @ omsulis,
    gondhes? … sy belum pernah denger. Lho koq kabur, eh jangan2 istilah bokep, hehehe *curiga*

  13. 13 Kangguru Juni 23, 2007 pukul 9:43 am

    di kampungku masih bake blawu untuk obat penyakit ini lho dok
    hihihih

  14. 14 cakmoki Juni 23, 2007 pukul 12:16 pm

    @ Kangguru,
    hehehe, masa semua gitu … ternyata di kota juga masih gitu ya :D

  15. 15 Fa Juni 23, 2007 pukul 12:47 pm

    ooo… klo di tempat asalku namanya jenggemen (anehkah?), dan dulu waktu aku terserang itu, obat yg duanjurkan adalah diolesi tinta cina hasil curian *catet, tintanya harus nyuri, klo nggak nyuri katanya nggak manjur* (yg ini lebih aneh lagi ya?) hehehe… memang sih setelah diolesin tinta itu beberapa hari kemudian kempes, ternyata emang kempes dg sendirinya yah? waaa… tau gitu dulu minta diolesi cokelat ajah, hahaha, scara tinta cina kan baunya nggak enakk :D

  16. 16 mybenjeng Juni 23, 2007 pukul 5:42 pm

    wah saya belum pernah gondongen, palin sering “nggondok”, he2… waktu kecil emang sering dengar penyakit satu ini, kalo sekarang udah jarang, hampir gak pernah deh…

  17. 17 antobilang Juni 23, 2007 pukul 7:06 pm

    akh sekilas baca pertama, kirain GONDRONG..wekekke

    cak, bisa menular lewat ciuman gak? :P

  18. 18 anas Juni 23, 2007 pukul 7:44 pm

    Kalo seumur hidup cuma bisa kena sekali, berarti sama dengan penyakit lain yang kata orang jawa namanya Cangkrangen itu ya cak ?

  19. 19 cakmoki Juni 24, 2007 pukul 12:11 am

    @ Fa,
    sy pernah dengan jenggemen, … iya sama dg gondong.
    Mungkin tambahan syarat “tinta curian” supaya keliatan heboh ya :)

    @ mybenjeng,
    ngggondhok rahang ikut kencang juga ya, soale ngempet :D

    @ antobilang,
    lewat ciuman penularannya tambah cepet, liurnya kan yo ikut indah *bener gak sih* … emangnya tega nyium yg lagi gondongan, wong buka mulut aja udah njarem je :P

    @ anas,
    iya, beberapa penyakit emang bisa menumbuhkan kekebalan seumur hidup seperti cangkrangen (varisela, cacar air)

  20. 20 wulan Juni 25, 2007 pukul 12:44 am

    MMR bukannya Mumps, Measles, Rubella ? Atau measles = morbili ya pak ?

  21. 21 cakmoki Juni 25, 2007 pukul 1:42 am

    @ wulan,
    betul mbak, (measles=morbili=campak), bisa diberikan kombinasi bisa pula sendiri-sendiri, yang umum sih kombinasi setelah imunisasi dasar.

  22. 22 Lily Juni 26, 2007 pukul 4:28 pm

    Dulu aku pernah sakit gondongan,
    kirain sama ama gondok yang dulu sering baca di buku pelajaran IPA (bunyinya “kekurangan yodium dapat menyebabkan:…, penyakit gondok,…dst. ;p).

    Jadi pas sakit jadi heran,
    perasaan aku seneng makan yg asin2 kok bisa kekurangan yodium ya? *rolleyes*
    Trus,
    baca artikel yg menyebutkan kandungan yodium bisa menguap kalau garam tidak ditaruh dalam wadah tertutup.. (bener ini Cak?

  23. 23 Lily Juni 26, 2007 pukul 4:49 pm

    —berhubung yg atas kepotong—

    Dulu aku pernah sakit gondongan,
    kirain sama ama gondok yang dulu sering baca di buku pelajaran IPA (bunyinya “kekurangan yodium dapat menyebabkan:…, penyakit gondok,…dst. ;p).

    Jadi pas sakit jadi heran,
    perasaan aku seneng makan yg asin2 kok bisa kekurangan yodium ya? *rolleyes*
    Trus,
    baca artikel yg menyebutkan kandungan yodium bisa menguap kalau garam tidak ditaruh dalam wadah tertutup.. (bener ini Cak?

  24. 24 wulan Juni 26, 2007 pukul 9:36 pm

    Baru2 ini ada berita, di Amerika ada ortu yang menuntut produsen vaksin MMR dan pemerintah AS, karena anaknya terkena autisme setelah divaksin MMR. Kalau menurut bapak bagaimana?

  25. 25 cakmoki Juni 27, 2007 pukul 2:31 am

    @ Lily,
    Ntar, gondong ama gondok beda.
    eh maaf, ini emang nanya gondok ya.
    Ok benar gondok karena kekurangan yodium sehingga kelenjar gondok (di leher bagian depan) membesar karena berusaha memproduksi yodium.
    Yodium gak menguap karena yodium adalah logam yg terikat dalam bentuk garam. Artinya di dalam garam produksi pabrik yg untuk masak itu sudah diberikan garam yodium.

    @ wulan,
    iya tuh, ramai di tv. Sebenarnya autism adalah syndrome (kumpulan gejala) yg sudah ada sejak sebelum vaksin. Penyakit tersebut masih belum diketahui penyebab primernya, hanya hipotesa faktor-faktor pencetus. kebanyakan sih diduga karena kurangnya perhatian ortu saat masa tumbuh kembang, kurang komunikasi, kurang bermain, terlalu banyak dilarang, dll. Faktor-faktor lain masih hipotesa.
    Sedangkan vaksin sudah mendapatkan rekomendasi WHO terutama dari sudut keamanan. Komponen di dalamnya digunakan untuk stabilisasi vaksin dan melalui uji klinis sebelum dipakai.
    Lha kalo yg menderita autism tapi gak pernah vaksin trus siapa yg mau dijadikan kambing hitam?

    Kalo saya lebih suka menunggu hasil verifikasi WHO (walaupun sebenarnya sudah dibantah).

    Sekarang banyak milis menuduh vaksin sebagai penyebab terjadinya penyakit, mereka lupa bahwa sebelum ada vaksin angka kematian bayi sangat tinggi. Dan itu bisa ditekan setelah ada upaya imunisasi.

    Untungnya di pedesaan gak terpengaruh, karena mereka merasakan betapa sebelumnya banyak bayi meninggal lantaran tidak divaksin, mereka melihat langsung. Mereka tetap berbondong mencari vaksin untuk anaknya.

    Di beberapa daerah ditemukan kasus polio karena tidak pernah vaksin, inipun masuk berita dan yg disalahkan pihak kesehatan.
    Saya kadang merasa aneh, media ini cari keuntungan semata apa kebenaran, repot kan?

    waow jawabannya panjang banget, maaf ya kepanjangan :)

  26. 26 Fa Juni 29, 2007 pukul 1:54 pm

    begitulah Cak, udah jadi kebiasaan umum kali klo ada suatu kejadian, pasti langsung nyari kambing hitam (kenapa istilahnya harus kambing hitam ya? *bingung*)

  27. 27 cakmoki Juni 29, 2007 pukul 3:27 pm

    @ Fa,
    iya kali ya … karena cari kambing hijau gak ada, hehehe

  28. 28 Lita Juli 1, 2007 pukul 2:00 am

    @ Wulan:
    Sebetulnya beritanya ngga baru-baru amat, sih. Sudah ramai sejak tahun 2005 di Inggris. Untung di milis sehat bahasan ginian udah ‘basi’ :p

    Rangkuman ‘keramaian’nya bisa dilihat di sini:

    http://briandeer.com/mmr-lancet.htm

    Yang paling baru adalah ini: http://briandeer.com/mmr/lancet-summary.htm

    “In July 2007, Dr Andrew Wakefield and two other British doctors face
    a four-month disciplinary hearing before the UK General Medical
    Council over charges of serious professional misconduct, arising from
    the launch by Wakefield of a baseless worldwide scare over the safety
    of the MMR vaccine, and the treatment of developmentally-disordered
    children.”

    Dan ini opini terbaru (21 Juni 2007) masih tentang topik yang sama, di
    Huffington Post (blog ‘plesetan’ Washington Post)

    http://www.huffingtonpost.com/arthur-allen/the-powerful-case-against_b_53233.html

    Maaf ya cak, komentarnya ngga kalah panjang :D
    Ada buku bagus tentang vaksin dan isu pendampingnya (termasuk autisme). Sayang saya belum baca walau sudah dihadiahkan oleh bu dokter gigi yang baik hati :) Belum diambil dari penitipan.

  29. 29 Lita Juli 1, 2007 pukul 3:31 pm

    Cak, komentarku masuk moderasi lagi, tuh.
    Sedang ngga login di WP dan masukin dua link tentang investigasi berita kasus tuntutan autisme.

  30. 30 cakmoki Juli 1, 2007 pukul 6:53 pm

    @ Lita,
    ntar saya cek ya ;)
    Udah baca via cda, mau lihat juga lg lain, hehehe

  31. 31 cakmoki Juli 1, 2007 pukul 7:46 pm

    @ Lita,
    Lapor: jerat m0deras1 udah dilepas :D

  32. 32 triesti Juli 2, 2007 pukul 12:44 am

    hehehe i knew it.. pasti ada yg nanya MMR autis. orang co-authors-nya Wakefield aja udah pada narik tulisannya.. Lancet juga kecolongan nerbitin tulisannya, ngga tau kalo itu dibayar oleh mereka yg berkepentingan anti vaksin.

    di milis Ind. biasanya setelah lebaran beredar email anti vaksin, I wrote about this http://osculate.blogspot.com/2006/07/anti-vaksin-ala-indonesia.html.
    kalau anti vaksin di luar yg sudah baik sarana kesehatannya sih resikonya ngga banyak.. di Indonesia yg penduduknya tumpah ruah, sarana kesehatan ngga memadai koq mau anti vaksin. ya bisa aja sih.. resiko ditanggung penumpang. On second thought…kalau wabah, judulnya penduduk yg sisa yg kesehatannya bagus, atau yg jadi cacat misalnya tidak subur, yah anggap saja membantu mengurangi kepadatan penduduk(sarkastik tuh enak ye).

  33. 33 cakmoki Juli 2, 2007 pukul 2:10 am

    @ triesti,
    iya ya … setiap tahun ada email berantai anti vaksin, kanapa gak sekalian selebaran aja, hehehe.
    Sekarang sih gerakan anti vaksin kayaknya gak laku, yg ramai hanya di milis-milis, di daratan tenang-tenang aja … warga masyarakat malah malu tuh kalo bayinya gak divaksin, terlambat seminggu aja sudah mbingungi.
    Jangankan ada wabah, lonjakan dikit aja dprd dan media ramai teriak-teriak, dan sasaran tembaknya tak lain dan tak bukan adalah jajaran kesehatan. Kayak polio dulu itu :(
    Huaaa, tantangan masih panjang …

    Trims linknya ya :)

  34. 34 triesti Juli 2, 2007 pukul 5:13 am

    kayaknya, yg panik tuh yg punya access ke internet.. trus salah cari info.. jadi ya begitu lah.. namanya kesasar. padahal disini ngga pada panik anti vaksin, karena ada semacam BKIA kali ya.. bayi dibawa kesana, dimonitor perkembangannya oleh dr tumbuh kembang anak (ngga sekedar berat & tinggi aja yg dimonitor), dan divaksin. jadinya kalau pertumbuhan tidak sesuai dgn pakem, cepat ketauan dari awal dan ditangani, contohnya di daerah utrecht sana mereka sedang ada proyek diagnosa autism sedini mungkin (dari dibawah 1 thn). jadi semua yg mencurigakan dibawah 1thn dimonitor sampai diparanin di rumah segala.. kemudian dirujuk tapi labelnya baru diberikan setelah berbulan2 monitor. jadi ngga cuma sekedar 30menit ketemu distempel jidatnya.

    di Ind. cuma ada segelintir dr. tumbuh kembang, gimana coba?

    disini ada meningitis bbrp thn lalu, dalam seminggu semua di vaksin. di Ind gimana caranya dalam seminggu, polio kemaren aja segitu lamanya. posyandu tuh harus digalakkan lagi. itu salah satu segi positifnya orde baru.

  35. 35 cakmoki Juli 2, 2007 pukul 5:59 am

    @ triesti,
    kayaknya iya, yang didaratan (dan sy rasa jumlahnya jauh lebih banyak) adem ayem aja.
    Sebenarnya sih pakem kita mengacu ke who, boleh dibilang mirip. Dari segi program tertulis gak terlalu jauh kayaknya, kalo kenyatannya… hehehe, malu nih mau ngomong.

    Emang sih, tumbuh kembang walau di posyandu dan dasawisma termonitor, lebih kepada masalah gizi, imunisasi dan penyakit ringan, atau kelainan yg mudah nampak seperti mongoloid. Kalo autism malah ibu si anak yg tahu duluan, itupun sudah di atas 2 tahun. Posyandu setiap hari rata-2 dilakukan oleh paramedis, soalnya dokternya harus di poliklinik. Paling sebulan hanya 2-3 kali bisa keluar.
    Dokter di daerah kami belum sampai ke arah itu sih, banyak kendala (alasan :D ). Sy pernah merasakan sendirian di kecamatan seluas lebih 200 km.2, untuk imunisasi kadang harus naik perahu. Jadi gak bisa optimal :(
    Sekarang lebih parah jika dibandung beberapa tahun yg lalu. Dulu ke posyandu gak mikir biaya, yg penting berangkat. Sekarang para petugas lapangan kalo gak ada biayanya ngomel. Bisa dibayangkan kan, pelayanannya mungkin setengah hati.

    Beberapa kali mau nulis tentang pekan imunisasi nasional (polio), masih gak enak, ntar dikira mengeluh dan tidak pengabdian, padahal banyak yg harus ditata.
    Pingin program kesehatan di negeri ini (setidaknya di kota sendiri) tertata rapi dan berjalan bagus. Entah kenapa, setiap upaya kearah itu hampir selalu berhadapan dengan tembok, kepetingan, kebijakan politik, dll.

    Eh, maaf ya … jadi kepanjangan :)

  36. 37 cakmoki Juli 3, 2007 pukul 5:26 am

    @ mina,
    hahaha …
    Kalo di kalsel pakai apa mbak?

  37. 38 erfan Juni 13, 2008 pukul 3:17 pm

    gondongan = muales yo cak
    soale pas aku gondongan biyen muales banget

  38. 39 cakmoki Juni 22, 2008 pukul 7:06 pm

    @ erfan:
    hahaha, enggak… itu mah karena pengaruh penyakitnya :)

  39. 40 Nora Oktober 24, 2008 pukul 9:46 am

    “Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 14-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari.”

    cak, nanya yang itu belum ngerti maksudnya. seseorang yang kena mumps dapat dikatakan sembuh total dan tidak menulari berapa lama?
    misal mulai sakit sampe kempes cuma 1 minggu, tapi katanya masih bisa menular?

    makasih ya cak, hehehe… muncul ga pake basa basi nih langsung nyerocos aja :D

  40. 41 cakmoki Oktober 25, 2008 pukul 12:52 am

    @ Nora:
    Masa inkubasi adalah periode waktu masuknya mikro-organisme (dalam hal ini virus parotitis) ke dalam tubuh seseorang hingga timbulnya gejala klinis.
    Artinya, jika seseorang detik ini tertular virus tersebut, maka rata-rata 17-18 hari kemudian akan timbul gejala klinis: demam, dan lain-lain.

    Secara umum hanya dikatakan bahwa setelah gejala klinis hilang, maka virus juga berangsur akan menghilang dan gak menular. tapi mohon maaf, say tidak menemukan referensi tentang kapan virus tersebut benar-2 ga ada yang dibuktikan dengan pemeriksaan biakan (kultur) virus.

    Kemungkinan menular setelah seminggu tetap ada mengingat kita tidak bisa memastikan ada tidaknya virus parotitidis dalam tubuh setelah seminggu.
    Trims

  41. 42 Algoritma Februari 7, 2009 pukul 8:35 am

    anak saya juga kena gandongan, kalau gandongan beda sama goiter ya? seperti yang disini http://many-health-tips.blogspot.com/2008/11/goiter-disease.html

  42. 43 cakmoki Februari 7, 2009 pukul 6:25 pm

    @ Algoritma:
    Beda. Kalo goiter=gondok endemik

  43. 44 fifa Februari 20, 2009 pukul 3:11 pm

    cak dokter, saya kok curiga ya, jangan2 mau kena gondong..
    rasanya di bawah telinga rada nyeri/ ada burns gitu. tapi diliat sih ga bengkak.
    apa perlu ke dokter, atao cukup siap2 obat anti nyeri/panas aja?

    oh iya mengingat saya punya anak yg belom vaksin MMR (iya, gara2 kena isu autis… malu saya, stlh baca bbrp komen diatas “di indo yg masi banyak penyakit kok pake anti vaksin segala” ) gimana ya pencegahannya.
    Mo dikarantina juga ga mungkin.. lha ntar yg ngurus anak siapa?
    Juga penjelasan menular melalui “kontak langsung” itu gimana?

    thx ya cak

  44. 45 cakmoki Februari 20, 2009 pukul 4:56 pm

    @ fifa:
    Sementara pake anti nyeri/panas aja sambil nunggu perkembangannya.

    Anak gak perlu diisolasi. Kalaupun bener gondong dan ketularan, diobati ke dokter. Dua tiga bulan ini emang lagi musim gondong (kayak musim buah aja ya)
    Penularan melalui “kontak langsung” maksudnya bersentuhan (nggendong, megang dll melalui percikan ludah yg keluar saat kita bicara yg nempel di tangan or tubuh kita).
    Gak perlu terlalu cemas… toh penyakit tersebut mudah diobati :)
    Thx

  45. 46 nita Februari 26, 2009 pukul 11:39 am

    Permisi, cak. Saya kayaknya lagi gondongan, nich. Sekarang udah hari ke-3. Demam n pipi kiri bengkak.Pertanyaan dok, bengkaknya tuch apa memang sampe di samping telinga or hanya di bawah rahang bagian belakang aja? Soalnya bengkak saya tuch sampe di sebelah telinga. Saya baca2 di internet katanya mumps ini bisa sampe menimbulkan komplikasi. Sekarang saya lagi hamil hampir 5 bulan. Apa saya perlu ke dokter? Trims ,dok

  46. 47 cakmoki Februari 26, 2009 pukul 1:15 pm

    @ nita:
    iya bener, sampai di bawah rahang dan sampai samping telinga dan sekitarnya.
    Emang kalo kalo baca artikel gitu, ditulis lengkap sak komplikasinya.
    Saya gak menyertakan komplikasi karena saya berasumsi bahwa pembaca di internet rata-rata akan ke dokter untuk berobat sehingga boleh dikata tidak akan terjadi komplikasi, … wong udah berobat.
    Artinya, resiko komplikasi, walaupun sangat kecil, akan terjadi kalo gak berobat.
    So, hamil gak hamil sebaiknya ke dokter … :)
    Moga segera sembuh dan sehat selalu… Trims

  47. 48 Ririt Burmester Maret 8, 2009 pukul 4:55 am

    Halo Cak, saya baru hamil 4 bulan dan sedang sakit gondongen. Saya bisa bilang gondongen karena berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas. Saya akan segera priksa ke dokter tapi yang ingin saya tanyakan, ada efek sampingannya dengan kehamilan saya ini gak Cak karena menderita gondongen. terutama buat bayi yang saya kandung. Saya sangat mengharapkan balasannya segera. Trima kasih sebelumnya.

  48. 49 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 1:06 pm

    @ Ririt Burnmester:
    Jika berobat, maka Gondong dan obat-obat yg digunakan gak ada efeknya untuk bayi :)
    Moga segera sembuh ya … Trims

  49. 50 adi Maret 15, 2009 pukul 10:42 am

    terima kasih atas informasinya. saya sekarang kena gondongan. ini uda hari ke-3. saya dikasih antibiotik amoxilin dan clindamycin. seharusnya ga perlu ya ? besok saya mau ke dokter internis. Moga cepat sembuh karena saya harus ngajar anak di sekolah. moga ga sampai menular ke anak2, kasihan. susah makan dan nyeri di pipi yang bengkak. Memangnya perlu izin berapa hari agar tidak tertular ke anak2 ? kan kalau guru ga masuk lama, ga enak. ntar dikira malas.
    sekali lagi terima kasih untuk informasinya.

  50. 51 cakmoki Maret 15, 2009 pukul 10:30 pm

    @ adi:
    Menurut saya gak perlu ke dokter lagi. Mungkin dokter tersebut memberi antibiotika karena dijumpai adanya infeksi sekunder di tenggorokan saat beliau meriksa. Salah satu aja, amoksisilin atau clindamycin, gak perlu keduanya, toh ntar sembuhnya sekitar seminggu.
    Sebaiknya gak ngajar dulu, ijin sekitar 4 hari (dengan asumsi sembuh sekitar seminggu, kalo masih sakit bisa nambah ijin…hehehe) hingga bener-bener sembuh supaya ga beresiko menular ke siswa .
    Trims

  51. 52 Ririt Burmester Maret 16, 2009 pukul 4:37 am

    Assalammualaikum lagi Cak, saya sudah habis dari dokter umum. dia bilang ini bukan gondongen. ini ada hubungannya dengan alergi yang saya alami sebelumnya, yaitu alergi dengan minyak untuk wanita hamil yang saya pakai untuk mengoles perut dan payudara saya karena hamil. karena menggunakan minyak itu, didada saya banyak tumbuh jerawat, yang awalnya saya pikir itu bawaan hamil tapi semakin hari semakin banyak dan mulai mengganggu saya. Setelah periksa ke dokter kulit, jerawatnya sembuh dengan diberi cream.
    Tapi selang seminggu kemudian, badan saya gak enak seperti mau Flu, trus kayak pancingen gitu kalau dijawa istilahnya, buat nelen agak aneh rasanya, trus tahu-tahu bengkak besar, itupun cuma sehari setelah saya makan makanan agak keras, besoknya sudah gak sebesar itu cuman dibawah rahang pipi saya kayak ada kelerengnya di tenggorokan. oh ya dan bengkaknya bukan dipipi seperti yang disebutkan diatas oleh beberapa orang, punya saya yang bengkak dibawah rahang pipi. Sama dokter umum saya, karena saya hamil dia hanya memberi saya obat kumur saja dan sekarang sudah mengempes.
    Yang mau saya tanyakan lagi, bener gak Cak ini tidak berpengaruh buat janin yang saya kandung, soalnya kakak saya bilang katanya kalau hamil gak boleh sakit gondongen karena berpengaruh untuk janin. dan bener gak sih Cak ini bukan gondongen, dan cuman alergi seperti yang dokter saya bilang.
    Setelah menikah selama 2,5 tahun alhamdulillah saya sekarang hamil 4 bulan. awal pernikahan sempat hamil tapi trus keguguran, karena menunggu cukup lama saya konsultasi dokter, ternyata saya perlu suntikan Rubela. Dokter saya tidak berani memprogram saya hamil sebelum saya disuntik rubela. Setelah disuntik rubela pada bulan Juni 2008, baru bulan November 2008 saya hamil. Pertanyaan saya kalau sudah disuntik Rubela itu apakah juga benar2 sudah aman buat janin yang saya kandung ini.
    Trima kasih sebelumnya, saya sangat mengharapkan masukannya dan maaf kalau saya banyak ngomong.
    Wassalam

  52. 53 cakmoki Maret 17, 2009 pukul 1:08 am

    @ Ririt Burmester:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Pertama, tentang jenis penyakit. Yg lebih tahu tentang penyakit tersebut tentunya dokter yg meriksa langsung. Adapun yg kita diskusikan adalah kemungkinan-kemungkinan lain.
    Pembesaran kelenjar (di bawah rahang) dapat disebabkan oleh berbagai penyakit sekitar tenggorokan dan rongga mulut serta area sekitarnya.
    Jika kita bicara penyakit di buku-buku atau mungkin di internet, pada umumnya di bagian akhir tertulis: (a) komplikasi dan (b) prognosa (sifat dan berat ringannya penyakit tersebut)
    Nah, item-item pada bagian komplikasi yg tertulis bla…bla..bla, adalah penyulit yg timbul terutama jika tidak diobati. Kalo udah diobati, maka segala tulisan kemungkinan penyulit yg timbul tersebut sudah barang tentu tidak akan terjadi, kecuali pada penyakit-penyakit tertentu yang emang memerlukan penanganan khusus. Karenanya, andaikata seseorang yg hamil terserang gondong, maka ga papa untuk bayinya jika udah diobati.

    Kedua, tentang obat pada kehamilan (dan menyusui).
    Sejauh obat tersebut diberikan oleh seorang dokter, niscaya sudah dipertimbangkan keamannya. Sebagai contoh, jika seseorang wanita hamil menderita penyakit yg memerlukan antibiotika amoksisilin, maka obat tersebut harus diberikan, toh amoksisilin sama amannya dengan vitamin yang diminum oleh ibu hamil, yakni sama-sama tergolong obat kategori B yg aman bagi kehamilan.
    Di blog ini pernah ngebahas Keamanan Obat pada Kehamilan beserta contoh-contohnya. Kalo sempat, silahkan baca di sini.

    Ketiga, tentang Rubella. Penyakit ini sebenernya self limited, artinya sembuh sendiri sekitar 7 hari. Hanya saja, jika diderita wanita yg sedang hamil, dalam referensi disebutkan sekian persen memiliki kemungkinan dampak terhadap janin.
    Karena itu dapat dimaklumi jika dokter tersebut memberikan imunisasi Rubella. Hal ini untuk tindakan pencegahan terhadap sesuatu yg tidak diinginkan.
    So, kalo udah diimunisasi dengan suntikan Rubella, maka aman terhadap kemungkinan infeksi Rubella saat hamil.

    Makasih… Wass

  53. 54 Solo Life April 17, 2009 pukul 10:19 am

    Thanks infonya, ternyata bisa pakai vaksin ya.
    Salam

  54. 55 cakmoki April 17, 2009 pukul 2:24 pm

    @ Solo Life:
    makasih juga kunjungannya.
    Salam ^^

  55. 56 Mesa Mei 4, 2009 pukul 10:27 am

    Selamat pagi cak. Salam Kenal… ^^

    Ada sedikit yang mau saya tanyakan, Sudah 3 hr ini saya terkena gondongan, yang mau saya tanyakan:
    1. apa gondongan ini dpt langsung menular jika kita ada kontak langsung dgn seseorang walaupun cuma sebentar? karena kmrn ada temen saya yang dtg menjenguk, saya takut nanti bisa lgs ketular ke temen saya itu.

    2. Jika daya tahan tubuh sedang bagus, apa mungkin tidak akan tertular?

    Thanks ya cak.. :)

  56. 57 Meity Juni 3, 2009 pukul 12:33 pm

    Cak, anak aku dulu wkt umur 2.5 th kena gondongan.wkt kita ke dokter anak, dr-nya bilang ke suami saya agar hati2 jgn sampai tertular, krn nanti bisa steril. Ndelalah suami tertular bbrp wkt kmdian. Skr sdh 6 bln ini kami mencoba nambah anak lagi (anak pèrtm kami 5.5thn), tp blm berhasil. Apakah betul omongan dr anak saya waktu itu? Gara2 gondong bs steril?

  57. 58 notatherdesk Juni 29, 2009 pukul 2:24 pm

    Cak, salam kenal ya. Anakku (7thn) kena gondongen udah 3 hari. Udah ke dokter dan dikasih antibiotik. Masalahnya, kita mau ada rencana liburan 4 hari lagi. Kira2 aman gak ya kalo aku tetep bawa liburan ke Bandung?? Makasih jawabannya Cak…

  58. 59 cakmoki Juni 29, 2009 pukul 3:19 pm

    @ notatherdesk:
    salam kenal…
    Masa pengobatan rata- penyakit gondong sekitar 7-10 hari.
    Kalo ini hari ketiga dan rencana bepergian 4 hari lagi, menurut saya cukup aman. Selain antibiotik, perlu obat untuk meredakan nyeri dan bengkak, misalnya: ibuprofen syrup (merk dagamg misalnya: proris, febryn, arthrifed), diminum 3×2 2 sendok takar (dengan asumsi berat badan sekitar 20 kg).
    Moga segera sembuh dan selamat berlibur … :)
    Trims

  59. 60 notatherdesk Juni 30, 2009 pukul 10:01 am

    Makasih banget jawabannya Cak. Tapi soal obat nih, dokternya kan udah ngasih puyer, katanya sih semuanya udah komplit. Dia cuma nyebutin antibiotik dan nurunin panas. Apa masih perlu ibuprofen syrup (merk dagamg misalnya: proris, febryn, arthrifed) lagi? Saya cuma takut ada efek sampingnya aja kalau2 di puyer itu udah obat untuk ngurangin sakit. Makasih lagi Cak…:)

  60. 61 cakmoki Juli 1, 2009 pukul 12:22 pm

    @ notatherdesk:
    Kalo dokter udah menyebutkan nurunin panas, berarti gak perlu tambahan lagi.
    Tinggal nerusin hingga mengempis…Moga segera sembuh. Trims :)

  61. 62 Danang Juli 15, 2009 pukul 3:03 pm

    Cak,aku yow lg gondongan nih..testis udah bengkak.bisa mandul ga siy?syerem euy.

  62. 63 cakmoki Juli 15, 2009 pukul 5:06 pm

    @ Danang:
    Kalo udah diobati, gak bakalan mandul. :)

  63. 64 Pink Juli 30, 2009 pukul 8:26 pm

    Halo Cak! tenks bgt mau jwb ptanyaan kita orang terkena gondongan ni! aku udah kena 4 hari gondongan, minum obat antibiotik dan antivirusnya karena aku ada amandel bengkak juga, cuma yang aku tanyain, aku sekarang lg ngasih asi anakku 11 bln, di sekitar puting ada kelenjar yang bengkak mirip sakit gondongan ku, ada hubungannya ga ya Cak? bukan kanker payudara kan (hii, nauzubillah)? trus kalo aku masih nenenin nularin ke anakku ga ya Cak? dia belum di MMR karena umurnya.

  64. 65 winny September 4, 2009 pukul 7:27 pm

    ne saya baru kena gondongan, ketularan suster saya. Saya tanya ke teman mama saya yang kerja di dinas kesehatan dan dikasih obat. mulanya ngak percaya, tapi setelah pergi cek ke salah satu profesor penyakit dalam di surabaya, obatnya juga sama,tinggal pilih namanya. antibiotik (amoxan/amoxicilin)+ pengempis bengkak (nonflamin)+ penghilang rasa sakit (antalgin/novalgin/ponstan)+ minum air kunyit/lo han kuo. beli obatnya 15 biji buat 5 hari. kalau mau antibiotiknya dan pengempis bengakak yang jadi satu beli isoprinosine (cuma agak mahal 8 biji 88.000, dan khusus ini minumnya 4x sehari). Larangannya: no makanan pedas, no makanan berminyak dan es batu. Semoga membantu

  65. 66 cakmoki September 4, 2009 pukul 11:35 pm

    @ Pink:
    waduhhh, maaf kelewatan :)
    Ya, kedua obat tersebut bisa diminum bersama.
    Pembesaran kelenjar di puting gak ada hubungannya dengan gondongan, mungkin karena ada infeksi lokal akibat iritasi saat bayi nenen. Bukan kanker payudara dong … gak segitunya lah …hehehe.
    Penularan gondongan melalui droplets alias percikan butiran ludah saat kita bernafas or bicara, bukan melalui ASI.
    Thanks

    @ winny:
    Gak ada larangan makanan :)
    Semoga dipahami

  66. 67 Eres September 8, 2009 pukul 2:22 pm

    Saya nih orang tua, sekarang juga kena Gondong(an), …duh nyeri, tapi tak seberapa. Awalnya anak saya yg kena..kedokter..sembuh, eh, sekarang bapaknya…whalah sudah 3 hari nih..

  67. 68 cakmoki September 9, 2009 pukul 1:10 am

    @ Eres:
    orang tua juga bisa ketularan… Moga segera sembuh :)

  68. 69 dini September 10, 2009 pukul 2:31 pm

    Cak, katanya makan permen karet bisa mempercepat penyembuhan gondongan?alasannya virus itu menghambat produksi air liur.so dirangsang dg mengunyah permen karet dan gerakan mulut.lancar lagi deh produksi air liurnya. bener gaa?
    thanx yaa

  69. 70 dini September 10, 2009 pukul 2:44 pm

    oia 1 lg cak klupaan. kan gondongan penularannya mll kontak langsung dengan pcikan air liur. nah, kalo virus gondongan itu bisa bertahan diudara berapa lama?
    thanx

  70. 71 cakmoki September 11, 2009 pukul 12:35 am

    @ dini:
    Bukan mempercepat penyembuhan, tapi mencegah agar rahang tidak kaku sehingga tidak mengganggu saat mengunyah makanan. Dengan begitu kondisi tubuh akan tetep terpelihara.
    So, alasan tersebut gak bener … hehehe, maaf.
    Virus hanya bertahan beberapa jam di udara. Namun begitu masuk ke saluran pernafasan kita, maka virus akan berkembang sesuai masa inkubasi.
    Thanks

  71. 72 debu Januari 2, 2010 pukul 5:43 am

    mohon saran cak, anak saya 2th lagi kena gondongen sudah 3 hari tidak panas,makan biasa,sepertnya tidak menunjukkan gejala nyeri, kira kira perlu dibawa kedokter tidak ya cak ? terimakasih

  72. 73 cakmoki Januari 3, 2010 pukul 11:35 am

    @ debu:
    gak perlu, cukup dengan obat simptomatis (untuk meredakan keluhan), misalnya iburofen syrup (proris, febryn, dll) untuk meredakan bengkaknya. Dosis minimal: 10 mg per kg berat badan untuk setiap pemberian dan dapat diberikan 3-4 kali sehari hingga bengkaknya reda. Obat ini berfungsi untuk meredakan bengkak, nyeri dan demam.
    Trims

  73. 74 okky aw Januari 6, 2010 pukul 9:16 am

    ass.wr.wb
    dok,saya cowok usia 20thn

    3hri yg lalu dbagian kiri dbwh telinga saya nyeri saya kira hanya syaraf saya saja,tetapi ternyata keesokannya membesar dok,saya menyimpulkan saya terkena gondongen…untuk mengunyah sakit sekali dok
    Apakah saya hrz kdokter?mengingat penyakit ini akan sembuh dgn sendirinya…krn ke rmh skt mahal dok,hehe
    Tp saya tkt trjd kemandulan,
    Apabila anda menyarankan saya kedokter,maka saya akan kedokter.trimakasi….
    Wass.wr.wb

  74. 75 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 1:54 pm

    @ okky aw:
    Assalamu’alaikum..
    Kalo gak sempat ke dokter, dapat menggunakan pereda nyeri dan bengkak, misalnya: asam mefenamat 500 mg (merk dagang,misalnya: opistan, ponstelax, stanza, dll), atau ibuprofen 400 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 sesudah makan hingga nyeri dan bengkaknya hilang.
    Jika ada infeksi sekunder di tenggorokan, dapat menggunakan antibiotika, misalnya: erythromycin 500 mg atau amoksisilin 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan selama sekitar 5-7 hari.
    Penyakit ini emang bisa menyebabkan pembesaran testis (orchitis) tapi gak akan menimbulkankemandulan kalo diobati.
    Moga segera sembuh.
    Trims
    Wassalamu’alaikum

  75. 76 okky aw Januari 7, 2010 pukul 11:13 pm

    alhmdllh hari ini sdh tidak nyeri dan mulai mengempiz…saran dokter cakmoki udh saya beli obtna…alhmdlh sehari udh manjur
    Terimakasi ya dokter,ada FB gk?penasaran dgn anda yg sdh mw dgr saran saya…
    Hoho.tenang saya udh pny cewek…ahahaha
    Wss.wr.wb…

  76. 77 cakmoki Januari 9, 2010 pukul 2:29 am

    @ okky aw:
    alhamdulillah … sy ikut senang mendengarnya :) Moga segera pulih kembali.
    Ya, saya ada FB (cakmoki ong Ndeso), tidak untuk nulis kesehatan tapi hanya untuk kongkow-kongkow dan bersantai…hehehe.
    Waasalam

  77. 78 meimei Januari 13, 2010 pukul 10:42 pm

    cak, mo nanya tmn saya cowo prnah kena gondongan pas sma.
    dia takut bgt pas dokternya blg bkal susah punya anak.
    gmn dok apa bnr bs sebabin kemandulan?

  78. 79 cakmoki Januari 14, 2010 pukul 1:26 am

    @ meimei:
    Tidak benar.
    Walaupun adakalanya penderita gondongan pada pria dapat menjalar ke testis (orchitis), yakni testisnya membesar dan nyeri banget, tapi tidak menyebabkan kemandulan jika diobati hingga sembuh.
    Trims

  79. 80 okky aw Februari 19, 2010 pukul 11:50 pm

    met ultah ya cak. . . .huehehe. . . Tmbh yg baek2 aja yapz,amien

  80. 81 rina Februari 20, 2010 pukul 3:11 pm

    saya mau nanya niy,,
    angka kejadian parotitis atau gondongan yg d laporkan ada berapa kasus ya?
    makasih

  81. 82 cakmoki Februari 20, 2010 pukul 5:24 pm

    @ okky aw:
    Amien… Makasih :)

    @ rina:
    Kalo di Indonesia saya ga menemukan angkanya.
    Sedangkan di luar negeri (us), silahkan baca di sini
    Trims

  82. 83 tita Maret 9, 2010 pukul 9:25 pm

    Cak saya mau tanya dibawah telinga kanan nyeri dan sedikit bengkak tapi tdk ssh mkn rahang jg g ssh digrkkan jg ydk dmam apa saya kna gondongan,trims cak

  83. 84 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 11:53 pm

    @ tita:
    Bisa iya, bisa juga bukan. Gondongan tidak selalu demam dan tidak selalu susah makan. Kalo bengkaknya agak besar seperti nampak pada gambar, kemungkinan besar emang gondongan. Untuk memastikannya periksa ke dokter terdekat.
    Trims

  84. 85 cincing Maret 31, 2010 pukul 8:55 am

    saya umur 19 tahun tapi kena gondongan iya apa bukan blum pasti ini
    saya gag susah nelen,napsu makan normal, cuma emang badan panas dingin saya.
    gimana ini pak
    kok baca2 bisa mandul?
    wah saya takuuut

  85. 86 cakmoki Maret 31, 2010 pukul 2:42 pm

    @ cincing:
    kalo disertai pembesaran kelenjar ludah, kemungkinan emang gondongan. Penyakit ini bisa mengenai umur berapapun bahkan orang tua, hanya saja yg terbanyak usia anak-2.
    Gondongan TIDAK MENYEBABKAN MANDUL.
    Makasih :)

  86. 87 jodi Mei 25, 2010 pukul 1:19 pm

    dok saya maw nnya nih. saya kan kena gondongan dari hari sabtu. smpe skrg hari selasa berarti uda 4 hari. tpi baru kelihatan bengkak banget nya hari ini. kira2 kempes nya kapan ya dok?

  87. 88 cakmoki Mei 25, 2010 pukul 2:10 pm

    @ jodi:
    Kira-kira kempesnya sekitar 7-10 hari jika diobati.
    Silahkan download leafletnya pada link berikut:

    http://www.box.net/shared/0qq46ldgi2

    Makasih

  88. 90 anita April 1, 2011 pukul 10:06 pm

    dok, saya baru kena gondongan nih. awalnya cuma ngilu di belakang telinga kanan aja. eh bsknya demam, panas dingin, terus pusing berat. akhirnya saya ke dokter. diperiksa dll ternyata bener gondongan dok

    sudah diksh obat, dan saya minum semuanya baik yang untuk radang, panas, daya tahan tubuh, atau antibioyiknya.

    tapi kok kata tmn saya gondongannya makin besar? belum bengkak bgt sih dok, tapi kalo diperhatikan baik2 emang ada pembekakkan sedikit. padahal kan saya sudah minum obat dari dokter.

    saya mau tanya, apa emang kalo gondongan harus pembengkakan yg gede dulu dok? kalo tidak, saya harus minum obat apa supaya bengkak tidak tambah gede?

    lalu dok, obat yang diksh dokter yg saya datangi itu untuk obat radang dan bengkak nya hanya dikasih 1 strip dan skrg sdh habis. saya harus beli lagi atau emang harusnya yang saya minum itu satu strip itu aja ya dok?

    saya juga mau tanya, emang iya blawu ada kegunaannya? saya juga disuruh pake sama ortu saya

    mohon dijawab, terima kasih dok

  89. 91 cakmoki April 2, 2011 pukul 9:23 am

    @ anita:
    ketahuan gak baca ya :D
    Lha itu semuanya sudah terjawab di artikel, baik masa penyembun maupun tentang blawu … masa puncak pembengkakan terjadi pada hari ke 3-5 walaupun sudah minum obat, kemudian berangsur mengempis hingga hari ke 7-14 (rata-2 7-10 hari), sedangkan blawu dipake karena jaman dulu ga ada dokter.. jelas gak ada gunanya
    makasih

  90. 92 WIDI April 12, 2011 pukul 10:29 pm

    Dear Cak Moki,

    Aku ( 36 thn ) lagi kena gondongan, ketularan anakku yang sdh 3 minggu ygll sakit. Aku udah 4 hari ini belum kempes juga..Dan ini hari ke 4 sebelahkiri malah ikutan bengkak, tapi gak gede, dan gak sesakit yang kiri. aaahhh stress karena kerjaan lagi banyak banyaknya dan gak ada yang bisa handle..
    Udah ke Dokter dan sudah dikasih : acyclovir 400 mg ( 5 x 2 tablet ), dansera – obat bengkak 3 x 1 tablet, isoprinosine 3 x 1 tablet, baquinor forte 2 x 1 tablet, dan sistenol 3 x 1 tablet.

    – Gimana caranya biar cepet kempes ?
    – Kenapa kalo abis makan luar biasa sakit nya, kenceng dan memekakkan telinga? Baik itu makanan cair (dibuat juice) dan makanan bubur ? terutama makanan itu manis dan sedikit asam (ada tomat atau jeruk nya) ? Dan hanya terasa enak ketika saya kumur2 dengan air hangat diberi garam yaa ?

    Terima kasih banyak sebelumnya

  91. 93 cakmoki April 13, 2011 pukul 5:13 pm

    @ WIDI:
    met sore,
    puncak pembengkakan terjadi pada hari ke 3 hingga ke 5…so, wajar kalo bertambah bengkak walaupun dikasih pobat yg super seperti itu :D

    1) Ga ada cara untuk lebih cepat kempes. Masa penyembuhan rata-2 sekitar 1-2 minggu dan lebih lama kalo sterss atau kurang makan makanan bergizi atau kurang istirohat.
    Obatnya udah lengkap tuh. Namun setidaknya dapat lebih cepat dengan istirahat dan makan makanan bergizi…adapun obatnya dilanjutkan.

    2) rasa sakit tersebut akibat infeksi kelenjar parotitis atau kelenjar ludah sehingga menimbulkan penyebarn nyeri di sekitarnya, termasuk telinga, kepala, leher.
    Makan harus bergizi… bukan bubur. harus dipaksa makan, soalnya makanan apapun terasa ga enak.

    moga segera sembuh
    makasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,980,508 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: