Bau Badan, hmmm

obrolan akhir pekan

Kode ICD 10: L75.0: Bromhidrosis

MENEBAR BAU, MENUAI MALU

Beberapa waktu yang lalu kita telah membahas soal bau kaki (kuku-kuku kaki kita). Nah, supaya lengkap mari kita ngobrol seputar bau badan, hmmm sedap.
Betapa tersiksanya jika seseorang berdekatan dengan penebar bau badan di sebelahnya, misalnya saat bepergian di dalam bus, kereta api, pesawat atau dimanapun. Bukan hanya tetangga sebelah, si penebar bau badanpun merasakan hal yang sama, tak nyaman, kurang percaya diri dan malu.

Penyandang bau badan tidak selalu jorok atau kurang bersihan lho. Meski sudah mandi berulang-ulang ditambah aroma wangi kembang setaman, toh bau badan masih menerpa hidung tetangga. Repot deh.
Kendati cantik bak bidadari atau tampan seperti penulis bintang film, segala karunia keindahan tersebut seolah sirna tatkala aroma tak sedap menyebar dari pori-pori kulitnya. Tenang, penyandang bau badan tak perlu terlalu kecil hati, ada cara menghilangkan atau setikdaknya untuk menguranginya.

::: ::: ::: ::: ::: Bagaimana terjadinya ? ::: ::: ::: ::: :::
Bau badan terjadi karena produk proses pembusukan melalui keringat yang dihasilkan oleh kelenjar keringat (kelenjar apocrine=apokrin). Sebenarnya hal ini wajar, dalam arti semua orang (di saat tertentu) akan berkeringat sebagai upaya menyeimbangkan suhu tubuh. Keringat yang keluar dari tubuh kita mengandung air, garam dan sisa metabolisme. Proses ini berjalan alami.

Jika keringat dan segala komponen di dalamnya dapat dialami oleh semua orang, mengapa tidak semua orang bau badan? Ya, pertanyaan bagus.
Jumlah kelenjar apokrin tidak sama setiap orang, adakalanya seseorang mempunyai kelenjar apokrin lebih banyak dibanding orang lain, sehingga produksi keringat lebih banyak, akibatnya kecenderungan menyebarkan bau badan menjadi lebih besar. Perlu diketahui bahwa setiap rambut terdapat kelenjar apokrin yang mengandung asam lemak (jenuh) dan berminyak. Selain itu ada kelanjar lain yakni kelenjar ekrin yang menghasilkan air, namun tidak berbau.

Disamping peran kelenjar apokrin, bau badan dapat juga ditimbulkan faktor-faktor lain dan oleh makanan tertentu, misalnya: petai, jengkol, bawang putih dan lain-lain.

::: ::: ::: ::: ::: Faktor Pencetus ::: ::: ::: ::: :::
Beberapa faktor diduga sebagai pencetus timbulnya bau badan, antara lain:

  • Faktor keturunan
  • Kelebihan berat badan (kegemukan=obesitas)
  • Faktor psikis
  • Minuman keras, rokok, obat-obatan (misalnya antibiotika)
  • Makanan protein tinggi (misalnya daging kambing, durian)
  • Kebersihan badan
  • Faktor hormonal (terutama masa puber)

Area tubuh penebar bau badan pada umumnya daerah ketiak dan daerah sekitar kelamin. Eh, iya … kaki juga termasuk, masih ingat bahasan sebelumnya kan ?

::: ::: ::: ::: ::: Pengobatan ::: ::: ::: ::: :::
Mudah, murah, meriah.
Pada dasarnya pengobatan bau badan diarahkan pada eliminasi penyebab atau setidaknya mengurangi faktor yang mempengaruhinya.
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengusir bau badan.

  • Mandi, sedikitnya 2 kali sehari, dan keringkan dengan handuk bersih. (termasuk keramas secara teratur)
  • Menaburkan bedak (jangan banyak-banyak ya, ntar bisa kelihatan seperti donat)
  • Menggunakan deodorant (jika perlu) yang mengandung antibakteri atau antiperspiran. ( pemakaian parfum tidak efektif karena bersifat sementara)
  • Memakai pakaian bersih dan kering (kalau bisa berbahan penyerap keringat)
  • Mengkonsumsi sayuran dan minum air putih.
  • Hindari masakan (makanan) berbumbu kental (sekali-sekali gak papa) ;)

Tambahan: mas Dani Iswara:

  • Hentikan pemakaian bedak atau deodorant jika terjadi iritasi atau reaksi kulit.
  • Jika perlu, cukur daerah tempat parkir keringat, misalnya bulu “ketiak” dan daerah “k3lamin”. *hati-hati ya, jangan kegores* ;)

Adapun pengobatan spesifik dilakukan atas saran dan keputusan dokter (spesialis kulit dan kelamin) jika langkah diatas tidak kuasa mengusir bau badan.

SEMOGA BERMANFAAT

Topik Terkait:

About these ads

56 Responses to “Bau Badan, hmmm”


  1. 1 gies Juni 1, 2007 pukul 6:05 pm

    iya sih, teman dekat saya, keringatnya berlebihan, sampe2 bajunya basah karena keringat, walo pun baru slese mandi. setelah saya sarankan memakai bedak badan, voila! keringat jauh berkurang katanya..

  2. 2 Dani Iswara Juni 1, 2007 pukul 7:56 pm

    saya jg termasuk yg gampang keringetan nih..(berisiko BB :D )

    bbrp org mungkin akan mencukur bersih tempat parkirnya keringat..mis. ketiak dan sekitar k3lamin..(tentunya ada alasan2 pribadi lainnya..:D )

    hati2 jg menggunakan bedak, deodoran, dan sejenisnya..pd bbrp org mungkin malah menganggap cenderung menutupi fungsi pori2 kulit..atau parfum yg mengiritasi kulit..

    yg ekstrim mungkin mengangkat bbrp kelenjar keringat ya cak..

  3. 3 Master Li Juni 1, 2007 pukul 8:47 pm

    *mencium bau amis dari blog tetatngga* :mrgreen:

    Faktor keturunan

    … – -a
    Ini tetap bisa diobati kan Pak?

  4. 4 Rizma Adlia Juni 1, 2007 pukul 9:55 pm

    cakmoki pencinta bau bauan khas ya,,?? :P

    cak, pake deodoran yang antibakteri bikin rentan jamur ga??

  5. 5 passya Juni 1, 2007 pukul 9:56 pm

    nah itu dia….maksud hati mau ke spesialis kulit….tapi ada embel2 kelaminnya….secara bodi sehat begini, apalagi yang di kepala orang2 begitu melihat saya ke dokter kulit dan kelamin? :D

  6. 6 cakmoki Juni 2, 2007 pukul 12:32 am

    @ Gies,
    Sip Mbak :) . Cukup banyak keluhan keringat berlebihan (hiperhidrosis), terutama kota bersuhu panas, ada yg sampai kepikiran karena risih.

    @ Dani Iswara,
    iya, advis mencukur gak ketulis *siap update*
    Betul, Mas Dani. Kulit yg sensitif beresiko iritasi terhadap pemakaian bahan di atas, bahkan bisa menyumbat kelanjar keringat atau malah merusak. Maturnuwun tambahannya ;)

    @ Master Li,
    Faktor keturunan masih bisa ditanggulangi Gun, setidaknya bisa dikurangi.

    @ Rizma Adlia,
    Pencinta bau-bauan ? Gak lah, soalnya bau saya dah harum Ma *halah*
    Eh suka bau rempah ding, misalnya Chromosome-xy atau …ada deh.
    Efek Antibakterinya bisa pilih yg mengandung garam Zinc, alumunium atau zirkonium. Efek samping keseimbangan terhadap jamur kulit kemungkinan tetap ada.

    @ passya,
    hahaha, gak usah kesana pak, ntar malah dipelototin pasien lain, atau malah dikerubuti mo minta tanda tangan, hehehe

  7. 7 grapz Juni 2, 2007 pukul 8:46 am

    dulu saya pernah mau pingsan gara2 BB pasien hehehe…udah muntah malah :)

    sekarang saya di sarmi, papua, banyak orang pedalaman yang emang g pernah mandi sejak hari kelahirannya (mungkin kalo pas keujanan sudah bisa diitung mandi ya…), awal2 muka masih berkerut, tapi sekarang…kalo bisa mau ikutan ga mandi juga hahaha…

  8. 8 Herdiyanto Juni 2, 2007 pukul 9:06 am

    *Jika keringat dan segala komponen di dalamnya dapat dialami oleh semua orang, mengapa tidak semua orang bau badan? Ya, pertanyaan bagus.*

    Yah, gmn mo tanya lagi, pertanyaan bagusnya… dah dilempar & dijawab pula sama penulis, padahal saya kan mo tanya itu… gak jd tanya deh kalo gitu. He…

    Tapi adakalanya, dalam ritual “khusus dewasa” bau badan pasangan bisa menambah “ehmm” juga lho, he… dan bikin kangen. Usul, kayaknya cakmoki mesti kupas hal ini juga deh. He..

  9. 9 kangguru Juni 2, 2007 pukul 12:48 pm

    mau komen ngak pede sama bau badan nich … hehehhe
    ih siap nih yang bau ??? hahahhahahah

  10. 10 Odi Juni 2, 2007 pukul 3:55 pm

    Teman saya yang sedang PTT di Nabire juga punya komentar sama dengan saudara Grapz (no offense buat orang Irian ya) Lama-lama akhirnya terbiasa juga katanya.

  11. 11 cakmoki Juni 2, 2007 pukul 4:29 pm

    @ grapz,
    hiks muntah di depan pasien sampai gak sempat sembunyi …
    Hahaha, ternyata dah di sono ya …
    Met bertugas mbak, dan …. merasakan gak mandi :P

    @ Herdiyanto,
    hiaaaat, kupas bau “dewasa” yg ikin kangen? waduhhh nodong nih

    @ kangguru,
    bau sedep ya Kang?
    wanita konon seneng menyandarkan wajahnya di ketiak lelaki, entah sih … gak ada wanita yg ngaku gitu soalnya :)

    @ Odi,
    Maksudnya terbiasa gak mandi ? hahaha, asyik tuh, penyesuaian dengan budaya setempat…

  12. 12 Bachtzia Juni 2, 2007 pukul 7:09 pm

    pak kalo usia mempengaruhi tingkat bau badan nggak ?
    * pertanyaan tak berguna

  13. 13 uchen Juni 3, 2007 pukul 12:39 am

    pak, gimana caranya mengontrol keringat yang keluar secara berlebihan
    saya tdk stress pun keringatan cth, makan sambal aja keringatan kaya’ mau mandi,mau nyatakan kecewe aja Lebih2 kaya habis kecebur dari sungai keringatanya, pernah kontrol ke spesialis katanya bisa sembuh total kalau operasi mengurangi syaraf keringat yg berlebihan, dgn obat teratasi tapi sementara aja. mohon saranya.

  14. 14 cakmoki Juni 3, 2007 pukul 1:31 am

    @ Bachtzia,
    betul mas. Pada usia pubertas ada kecenderungan BB karena pengaruh hormonal dimana terjadi peningkatan jumlah kelenjar keringat yg dapat memicu BB. Hal yg sama pada usia di atas 40 tahun, penyebabnya karena perubahan metabolisme tubuh dan hormon, sama dengan masa puber.
    Sori, saya gak menyertaakan penjelasan ini dalam artikel.
    moga penjelasan singkat ini bermanfaat, trims :)

    @ Uchen,
    Ketahuan nih, jaga malam di UGD ;)

    Ok, penjelasan singkatnya begini:
    Hingga kini penyebab primer keringat berlebihan (hyperhidrosis) belum diketahui secara pasti. Diduga berkaitan erat dengan “aktivitas berlebihan” saraf simpatis, misalnya ketegangan, beban pekerjaan, dll.

    Hyperhidrosis TIDAK serta merta berhubungan dengan penyakit tertentu.

    Beberapa pengobatan antara lain:
    1. Cairan Aluminum chloride, berfungsi sebagai astringen yakni menyerap keringat. Dioleskan di area yang berkeringat. Efek samping obat ini adalah iritasi kulit.
    2. Obat minum: golongan antikolinergik dan sejenisnya. Obat ini mengurangi produksi keringat.
    3. Menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan (obesitas), namun tidak perlu bagi yang berat badannya normal.
    4. Relaksasi. Pola hidup santai. Cara ini dapat dilakukan bagi orang yang sibuk. Metodenya macam-macam sesuai minat masing-masing.
    5. bedak penyerap keringat. Bersifat temporal, artinya hanya hilang saat dibedaki, setelah itu timbul lagi.
    dan berbagai cara lain sesuai dugaan penyebabnya.

    Terlepas dari itu semua, jika tidak ada hubungan dengan penyakit tertentu atau dirasa tidak mengganggu, menurut saya dibiarkan atau enjoy saja ;)

    Memang ada cara: pemotongan saraf simpatis (simpatektomi), namun tidak menjamin kesembuhan. Selain itu, kejadian atau dampak pasca simpatektomi tidak bisa diduga. So, menurut saya jangan dulu lah.

    Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

  15. 15 peyek Juni 3, 2007 pukul 2:15 am

    ada teman cak, pertama kali kenal, kalo ngomong suka ditutupin mulutnya dengan tisu, akhirnya nyadar, apa aku bau yah? nggak taunya kebiasaan dia gitu kalo ngomong suka muncrat!

  16. 16 deking Juni 3, 2007 pukul 4:05 am

    Wow keren..drummer-nya Maroon 5 ngeblog…tentang kesehatan lagi :D
    BTW kata beberapa surat kabar…bau badan itu merupakan sex appeal juga ya Mister….asal baunya jangan over saja ya :D

  17. 17 cakmoki Juni 3, 2007 pukul 9:48 am

    @ peyek,
    Muncrat seperti Tukul dong
    Lha, temen cewek koq muncratan tho cak
    @ deking,
    Hehehe, pekerjaan utama nge-drum ketipung, nulis kesehatan hanya sampingan.
    Iya Kang, adakalanya bb yang khas bisa nambah gairah.
    Btw, kalo terlalu apek, pangeran kecil *te-em* lunglai euy

  18. 18 alle Juni 3, 2007 pukul 10:58 am

    baca sambil nyium ketek,..
    lumayan gak mambu2 amat,. masih ada yang mau glendotan pula :D

  19. 19 cakmoki Juni 3, 2007 pukul 11:08 am

    @ alle,
    ketek siapa yg dicium Mas … ;)
    asyiklah bergelayutan, ehm ehm

  20. 20 kurt Juni 3, 2007 pukul 11:46 am

    hmm bau badan itu ternyata bisa disebabkan karena turunan ya… so kalau begitu benar2 dari dari monyetkah keturunan kita? :)

  21. 21 cakmoki Juni 3, 2007 pukul 1:02 pm

    @ kurt,
    masa monyet bau sih Pak ?
    Belum pernah nyium soale :D

  22. 22 Lita Juni 3, 2007 pukul 2:06 pm

    Ahahahaha.. bau rempah kromosom XY atau XX? (XY lak sampeyan, tho cak?)

    Kadang, kalau habis masak dengan bumbu yang baunya kuat, suami suka komentar, “Istriku baunya sedep”.
    Nyindir apa nyindir neh? Bau rempah kan agak sukar hilang :p

    Pemakaian deodoran memang dianjurkan seperlunya saja. Maksudnya, usahakan ada waktu-waktu tertentu bagi kulit untuk bernafas bebas. Misalnya saat di rumah (dan tidak banyak beraktivitas yang menyumbang gelontoran keringat).
    Tapi ya… itu. Seperlunya. Kalau mau ‘beraktivitas malam’ kan pengennya bebas bau. Ya PERLU pake deodoran dong, masa ketemu yayang bau. Ahem.

    Soal bau ‘bagian wanita’ (masih bahasan tubuh, toh?), sebaiknya tidak diatasi dengan pembersih yang mengandung wewangian. Kalau tidak cocok, malah tambah kacau baunya.
    Lebih baik dijaga dengan lebih teliti dan sering membersihkan, tak mesti pakai sabun khusus :)

  23. 23 Evy Juni 3, 2007 pukul 3:10 pm

    @Bu Lita,
    Di cuci pake daun sirih katanya bisa mantab… asal jangan bawa tembakau trus nyuruh kekekekek…

    Ini hasil chat malem2 itu to cak…hwahahah request terkabul

  24. 24 huda Juni 3, 2007 pukul 8:25 pm

    bau.. klo seharian aktivitas trus bau kecut sih wajar.. dulu aku punya temen orang Papua (maaf, tanpa bermaksud menyinggung SARA), bulunya lebat banget, baunya nyengat kayak bau tikus… Faktor keturunan itu maksudnya keturunan jumlah kelenjar apokrinnya kayak gini y?

    Klo baunya sampe segini tuh gimana ya? mandi aja kayaknya gak hilang

  25. 25 cakmoki Juni 4, 2007 pukul 1:35 am

    @ Lita,
    Maturnuwun tambahan rempahnya, sedaaap. Rempah apa sih ? Serai,kluwak, bawang bombay ?
    Aktivitas malam itu apa yah … gak ada diskripsi sih, ngeblog kali. Baru tau kalo ama yayang pakai deo, tak kira gak pakai apa-apa *halah*

    @ Evy,
    hihihi,nyalip di tikungan mbak.
    *Ntar mau nguping* Cuci daun sirih, maksudnya berendam ya, kalo pakai shower gimana ?

    @ huda,
    Faktor keturunan menyangkut banyak hal,misalnya: kelenjar apokrin, kebiasaan makan, kebiasaan mandi,dll.
    Soal bulu, bilang mas Dani dicukur area tertentu, kalo bulu memenuhi badan repot juga ya …

  26. 26 n0vri Juni 4, 2007 pukul 9:24 am

    Ada cerita Cak, dulu dan beberapa teman sedang ngobrol bahwa kantor kami sedang mencari karyawan level senior. Dari beberapa nama yang didiskusikan, kami sepakat satu nama yang secara kualifikasi cocok n kemungkinan besar harganya masih bisa dijangkau. Tapi ternyata ada satu masalah… beliau itu punya BB yang kurang sedap, jadi gagal deh kita hijack, he he he…

  27. 27 elpalimbani Juni 4, 2007 pukul 12:36 pm

    Wah cak, postingan ini ngingetin saya dengan kejadian menyebalkan yang belakangan hampir tiap hari saya alami. Gak jauh2 dari persoalan sekitar polusi aroma cak. Nyebelin banget deh!
    Herannya, kok masih banyak ya yang BB-nya menebar aroma kontroversi kek gitu kayak gak nyadar diri ?!

    ah…cape deh!

  28. 28 chielicious Juni 4, 2007 pukul 2:41 pm

    Bau badan hubungannya berbanding lurus ama keringat berlebih gak si cak?

  29. 29 Kang Kombor Juni 4, 2007 pukul 3:03 pm

    Woo…. pantesan, Cak. Sejak aku lemu, keringatku jadi bau. Dulu waktu masih kurus tinggi 163 dan berat badan 54, aku nggak ada masalah bau keringat. Setelah berat badan jadi 75 kg kok dirasa-rasakan keringat jadi bau. Sekarang sedang mencoba menurunkan berat badan agar di bawah 60 kg supaya cewek-cewek pada nempel kayak prangko.

  30. 30 super_kecil Juni 4, 2007 pukul 3:39 pm

    bang, mengkonsumsi kemangi juga bisa menurunkan resiko bau badan lowh

  31. 31 9racehime Juni 4, 2007 pukul 3:59 pm

    cak…kenapa di anjurkan makan banyak sayuran??
    kalo air putih saya ngerti utk detoks..trus kalo sayur, lbh baik sayur apa yah??
    oya, pake deodoran ga enaknya bikin baju”kuning”
    tapi kalo bedak ntar bisa “burket” sebaiknya gmn ya, cak??

  32. 32 cakmoki Juni 4, 2007 pukul 4:10 pm

    @ n0vri,
    Hahaha, masuk kriteria tak tertulis kali ya …
    Gak kebayang kalo dalam 1 ruangan ber-ac ada yg bau sedep, pulang ke rumah masih nempel baunya, bisa-2 diomelin anak mertua :D

    @ elpalimbani,
    hehehe, dimana-mana ada yg gitu ya … ntar saya baca postingannya.
    Kalo di Bank swasta wangi semua lho ;)

    @ chielicious,
    Enggak sih, pencetus aja koq … keringat berlebih gak selalu menebar bau badan.

    @ Kang Kombor,
    Wah usahakan kayak dulu Kang, 163 cm, berat sekitar 60-65 kg, sip untuk bos, hehehe, cewek lengket. Saya dulu pernah 72 kg, 2 tahun bisa turun 9 kg, push-up dan sit-up, wuah … senep wetheng …

    @ super_kecil,
    ada yg bilang giu sih, …kasih tau kandungan kimianya dong.
    saya kadang sarapan pecel ada kemanginya.
    entah karena itu atau bukan, badan wangi tuh, huahahaha *narsis*

  33. 33 cakmoki Juni 4, 2007 pukul 4:24 pm

    @ 9racehime,
    Sayuran untuk membantu proses metabolisme, mineral dan vitaminnya fresh, jadi bisa menghindari penumpukan lemak terutama di kelenjar keringat. Untuk pemakaian bedak (yang tidak menimbulkan iritasi) sebaiknya di tempat tertentu saja, misalnya ketiak.

  34. 34 tukangkomentar Juni 4, 2007 pukul 10:49 pm

    Tapi bau badan juga bisa sexy dan merangsang lho!!!
    (kaburr, sembunyi … Takut dimarahi Cakmoki) :)

  35. 35 nayla zahra Juni 5, 2007 pukul 4:40 pm

    Hmm jadi inget dulu punya temen yang bermasalah ama yag satu ini .. anaknya padahal cantik .. ampe kita syusah ngasih taunya ..
    eng..ing .. pas jalan bareng ke supermarket , aku bilang ..”Pake ini yu .. nyobain produk baru” .. dan biar kompak” hahhahah… *NGACO* :p

  36. 36 cakmoki Juni 5, 2007 pukul 6:07 pm

    @ tukangkomentar,
    Huaaaaa, bau merangsang yang seperti apa pak, kecut-kecut dikit ya? :D

    @ nayla zahra,
    hehehe, pinter juga tuh diplomasinya, “biar kompak”.
    Emang repot ngasih tahu ya, … gak ngasih tahu, baunya menyiksa, ngasih tahu sulit cari kata-kata :P

  37. 37 Fa Juni 6, 2007 pukul 7:19 pm

    nah, skrg klo ada org ato temen yg badannya bau, trus dianya kliatan cuek aja (mungkin nggak sadar), gimana coba cara ngasih tau dia? maksutnya sih kasian biar dia ndak dirasani orang, tapi klo dikasih tau langsung dianya kan bisa aja tersungging ya Cak? :D

  38. 38 cakmoki Juni 7, 2007 pukul 1:42 am

    @ Fa,
    hmmm, memang repot. Saya ada sedikit pengalaman soal ngasih tahu, mungkin bisa dimodifikasi.
    Salah satu caranya, misalnya:
    ” saya dapet kiriman ini untuk teman, bagus untuk kesegaran, dia biasa pakai ini, katanya bagus koq :)

    Ngasih taunya emang harus hati-hati, cari watu dan mood yang pas.
    Mau baik ternyata juga repot ya …

  39. 39 calonorangtenarsedunia Juni 9, 2007 pukul 11:06 pm

    *geer mode ON*
    ini permintaanku ya, Cak?
    *geer Mode OFF*

    ketekku? wangi banget kok… :)

  40. 40 cakmoki Juni 10, 2007 pukul 12:08 am

    @ Hana,
    Hehehe, sori gak tak kasih taut, ntar dikira gimana gitu ;)
    Masa sih, … gak percaya !!! :P

  41. 41 Lily Juni 13, 2007 pukul 2:01 pm

    Btw Cak,
    pernah dengar (atau baca ya? agak lupa juga..) katanya deodorant yg anti-perspirant alias mencegah keluarnya keringat (bener gak?),
    itu gak baik ya karena klo keringat gak keluar, berarti gak keluar juga racun2 di tubuh,
    dan akhirnya bisa timbul pembengkakan kelenjar getah bening.. (hayaaah… ngeri ya? :p)

    Ini bener apa hoax pesaing produsen deodorant aja ya, Cak? ;)

    Thx before! :)

  42. 42 gitablu Juni 20, 2007 pukul 2:55 pm

    hmm….BB memang masalah juga neh..

    tapi saya pernah dengar…mencukur tidak baik..lalu saya baca artikel lainnya, katanya mencukur itu baik (cukur bulu ketiak) Jadinya bagaimana dong?

    oh ya..ada tips tambahan neh, klo pakai deodorant, usahakan jangan yang berbau tajam (misalnya ada aroma apa gitu). Karena jika bercampur dengan BB, hasilnya akan semakin “nikmat”. Sekian tipsnya..maaf klo ada yang salah..

    thx

  43. 43 cakmoki Juni 20, 2007 pukul 6:07 pm

    @ Lily,
    ada benernya juga mbak, hanya kasuistik saja. Obat sangat individual, cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk yang lainnya. Karena itu penggunaannya berdasarkan pemeriksaan dan kondisi seseorang. Kalo persaingan sih kayaknya enggak … :)

    @ gitablu ,
    Pendapat mencukur lebih baik memang ada referensinya, kalo yg berpendapat tidak baik maaf saya belum tahu referensinya :)
    Ok, trims tambahan tips nya ya :)
    Makasih juga telah berkunjung

  44. 44 tea Agustus 28, 2008 pukul 4:13 pm

    cak, klo memakai deodorant kata teman saya bs ketagihan y? maksudnya sekali saja tidak pakai deodorant ketiaknya gatal.itu kenapa?

  45. 45 cakmoki Agustus 29, 2008 pukul 3:53 pm

    @ tea:
    enggak …
    Kalaupun ada yang ngalami seperti itu (gatal kalo gak pakai) bukan berarti deodorant bikin ketagihan. Setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap bahan-bahan tertentu dan bersifat individual…
    Contoh: andai seseorang mengalami gatal setelah makan udang, bukan berarti semua orang gak boleh makan udang kan ??? :)
    Thanks

  46. 46 Anton Maret 7, 2009 pukul 1:58 am

    Anda akan terkejut setelah mengetahui bahwa terdapat 8 macam bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan deodorant yang diklaim sangat beracun dan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan manusia.

    Gila-nya… 85% produk yang beredar dipasaran masih menggunakan bahan yang dilarang tersebut. Salah satu bahan yang paling berbahaya adalah “aluminum chlorohydrate”, senyawa kimia ini bekerja dengan cara masuk ke dalam pori-pori sehingga dapat menghambat jumlah keringat yang keluar. Residu dari “aluminum chlorohydrate” terus menempel dipori-pori sampai berhari-hari, inilah yang dapat menyebabkan berbagai macam efek negatif bahkan kanker.

    cek di: http://freedom-deo.com

  47. 47 Anggi Maret 27, 2009 pukul 10:23 pm

    Pa, gimana dengan tisu antibakteri DEBAC7 seperti yang udah beredar luas diinternet? iklannya banyak banget, tapi masi ragu pakenya. apakah aman dan dah tercantum di BP POM?

  48. 48 cakmoki Maret 27, 2009 pukul 11:41 pm

    @ Anggi:
    Gak usah pake anti bakteri (tisu atau apapun bentuknya), karena dapat menimbulkan gangguan keseimbangan flora normal area vagina yang justru dapat menimbulkan infeksi jamur.
    Kalo iklan mah bebas mo bilang apa, tapi kita gak harus ngikut iklan… :D
    Trims

  49. 49 anggi Maret 30, 2009 pukul 9:50 pm

    Pa dokter, bagaimana kalo tissue antibakteri itu digunakan pada ketiak? apa masih beresiko?
    trims

  50. 50 cakmoki Maret 30, 2009 pukul 10:32 pm

    @ anggi:
    kalo ketiak ga papa… yang terbaik tetep ga pake antibakteri…Trims

  51. 51 bau badan Maret 30, 2010 pukul 12:56 am

    <–cara baru atasi bau badan dgn efektif

  52. 52 milka Maret 4, 2011 pukul 9:21 pm

    salam, dok saya punya masalah BB walau sudah mandi, sejam kemudian bau lagi walau saya tidak berkeringat, saya sudah menggunakan deodorant dan sudah pernah juga memakai daun sirih (dioles dan diminum).. saya sich sebenarnya tidak mencium tapi setiap orang yang dekat ato saya lewati selalu tutup hidung n sering disindir.. saya sudah bingung lagi mau ngapain lagi. saya kadang mau nagis kalo naik angkot orang pada tutup hidung.. mohon solusinya dok.. makasih sebelumnya

  53. 53 cakmoki Maret 5, 2011 pukul 12:21 am

    @ mika:
    Silahkan pake bedak MBK ( MBK Powder), digunakan setelah mandi, or sedikitnya 2 kali sehari, terutama di ketiak dan sekitarnya. dan makainya harus teratur. Harganya murah meriah tapi ampuh, sekitar 16 ribu, isi 12 bungkus dalam 1 dus.
    Makasih

  54. 54 milka Maret 19, 2011 pukul 2:30 pm

    thanks atas infonya..!! tapi gw uda coba n tetap aja sama, kalo aku mw konsul ke dokter spesialis apa yach?? gw bener2 uda ngerasa ga’ PD lagi bt ngumpul ama orang..!! thanks be4..

  55. 55 cakmoki Maret 19, 2011 pukul 3:03 pm

    @ milka:
    bener udah coba MBK ? sejauh ini yg punya BB mengaku bagus tuh…
    kalo mau periksa ke dokter spesialis kulit.
    Thanks


  1. 1 Kumpulan Artikel Penyakit Kulit | forum.catatanku.in Lacak balik pada Februari 1, 2011 pukul 11:05 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,981,827 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: