Disfungsi Ereksi: Pangeran Kecil Malas Berdiri

Kode ICD. 10 : N.48.4

SAATNYA MEMBEDAH JEROAN LELAKI.

edisi pendek:

P R O L O G
Disfungsi Ereksi atau erectile dysfunction adalah disfungsi sexual (sexual dysfunction) yang ditandai dengan ketidak mampuan atau mempertahankan ereksi pada pria untuk mencapai kebutuhan seksual dirinya sendiri maupun pasangannya.

Stop: dimohon dengan sangat para wanita untuk tidak menahan tawa. Eh, boleh ding ! :P
Puwasss, puwasss

Pada umumnya (ssst, tidak semua) kemampuan ereksi berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Yang dimaksud “kemampuan”, meliputi: lamanya waktu yang diperlukan untuk bisa ereksi, lebih banyaknya stimulasi (rangsangan) langsung untuk ereksi, kurang mantapnya (kurang keras) ereksi, kurang bisa mencapai puncak orgasme, sedikitnya jumlah ejakulasi, lebih lamanya waktu tenggat antar ereksi (waktu yang diperlukan dari ereksi pertama ke ereksi berikutnya lebih lama).
Seperti guyonan lama: bayangan hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, kenangan hidup, harapan hidup. Dan … malas hidup, berat … berat.

G E J A L A
Pada disfungsi ereksi, tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  • Tidak mampu ereksi sama sekali atau tidak mampu mempertahankan ereksi secara berulang ( paling tidak selama 3 bulan )
  • Tidak mampu mencapai ereksi yang konsisten
  • Ereksi hanya sesaat ( dalam referensi tidak disebutkan lamanya )

Diakui ataupun tidak, disfungsi ereksi membuat lelaki seperti tak berdaya. Bisik-bisik antar pria seputar “rudal”, tak pelak menjadi bahan pembicaraan menarik dimanapun, dikantor, di kafe, di dunia maya, dimana-mana. Mitospun berhamburan sebagai bumbu penyedap kala berbicara “kegagahan” sang rudal.
Bagaimana rumpian rudal di kalangan wanita ? Hiyyy, jijay, tutup wajah buka jari. Ehm

FAKTOR PENYEBAB
Penyebab organik (kelainan organ), yakni:

  • Berkurangnya aliran darah ke penis, misalnya: penyakit vaskuler, gangguan hormonal, pasca operasi prostat, dan lain-lain.
  • Kerusakan saraf yang disebabkan penyakit lain, misalnya: diabetes.

Faktor psikologis (ICD.10: F 52.2), antara lain: stress, kecemasan, depresi, rasa letih, perselisihan, sakit hati, rasa bersalah, paranoid dan sejenisnya.

Selain itu, disfungsi ereksi berhubungan dengan beberapa faktor resiko diantaranya: hipertensi, diabetes, usia di atas 40 tahun, penyakit kardiovaskuler, kerusakan saraf tulang belakang (spinal cord), merokok, rendahnya kadar testosteron, penyakit pada penis (contoh: cedera penis), obat-obatan tertentu, alkohol, radiotherapy dan lain-lain.

Schrader S, dkk (2002) menyebutkan adanya hubungan bersepeda dengan Disfungsi Ereksi karena tekanan sadel sepeda pada penis. Hiks, kesemutan :lol:

TERJADINYA DISFUNGSI EREKSI
Ereksi terjadi melalui 2 mekanisme.
Pertama, adalah refleks ereksi oleh sentuhan pada penis (ujung, batang dan sekitarnya).
Kedua, ereksi psikogenik karena rangsangan erotis.
Keduanya menstimulir sekresi nitric oxide yang memicu relaksasi otot polos batang penis (corpora cavernosa), sehingga aliran darah ke area tersebut meningkat dan terjadilah ereksi. Disamping itu, produksi testosteron (dari testis) yang memadai dan fungsi hipofise (pituitary gland) yang bagus, diperlukan untuk ereksi.

Dus, disfungsi ereksi berhubungan erat dengan faktor: hormonal, sistem saraf, aliran darah dan psikologis. Gangguan pada salah satu atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

DIAGNOSA
Tidak ada (belum) cara khusus untuk menegakkan diagnosa disfungsi ereksi. Pemeriksaan darah lebih diarahkan untuk mengetahui penyakit lain yang diduga berhubungan dengan disfungsi ereksi, misalnya: diabetes.
Kondisi lain yang berhubungan dengan disfungsi ereksi, antara lain: kesehatan yang buruk, kurang gizi, obesitas (terlalu gemuk), penyakit kardiovasukler.

  • Wawancara mendalam dan pengakuan jujur penderita sangat membantu menegakkan diagnosa disfungsi ereksi sekaligus menentukan langkah-langkah penatalaksanaannya.
  • Pemeriksaan fisik, terutama organ reproduksi pria dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan organik.
  • Pemeriksaan penunjang

PENGOBATAN
Jenis dan cara pengobatan bergantung kepada penyebab primernya. Selain itu ditujukan pula untuk memperbaiki fungsi ereksi. Tak jarang kasus disfungsi ereksi tidak memerlukan obat, terutama pada kasus disfungsi ereksi karena faktor psikologis. Selain itu, peran pasangan sangat penting untuk membantu pemulihan disfungsi ereksi.

Obat-obat yang sering dipakai, antara lain: Phosphodiesterase inhibitor (PDE), misalnya: sildenafil. Obat ini tidak boleh digunakan lebih satu kali dalam sehari. Digunakan sebagai pilihan pertama tanpa memandang penyebabnya, karena efektif bagi sebagian besar penderita disfungsi ereksi.

Cara lain adalah:

  • Vacuum constriction. (yang ini rumit deh), Pembedahan, dilakukan untuk memperbaiki pembuluh darah penis (revaskularisasi).
  • Penis tiruan (protesis penis), merupakan pilihan terakhir jika semua upaya tidak memberikan hasil yang memadai.
  • Dan lain-lain

Obat-obat di atas digunakan hanya atas petunjuk dokter, mengingat efek samping yang tidak diinginkan.

A N J U R A N

  • Hindari obat-obat dan gaya hidup pencetus disfungsi ereksi, misalnya minuman alkohol berlebihan dan sejenisnya
  • Rileks. Di beberapa pusat kebugaran menyediakan metode relaksasi.
  • Olahraga teratur sesuai kemampuan dan cukup istirahat
  • Dukungan dan toleransi pasangan diperlukan untuk pemulihan disfungsi ereksi
  • Komunikasi penuh kasih dengan pasangan
  • Konsultasi kepada psikolog jika penyebabnya faktor psikologis
  • Konsultasi kepada dokter khususnya dokter ahli andrologi (jika ada)

Adakalanya sang pangeran kecil malas berdiri, tidak serta merta disfungsi ereksi. Jika hanya insidental, tak usah terlalu risau. Seperti halnya koneksi internet, kadang si kecil mode lemot. So, tetap optimis man !!!

Pertanyaan untuk wanita:

  1. Jika pasangan (kini atau kelak) mengalami disfungsi ereksi, apa yang akan dilakukan?
  2. Benarkah wanita (umumnya) mode menunggu jika menginginkan hubungan seksual ? Atau pertanyaannya begini: Apakah wanita merasa berhak dan bersedia mengawali “pertempuran” dengan (kalau perlu) membangunkan pangeran kecil (baca:penis) pasangannya ?

Terkait topik ini, enaknya minta pendapat wanita. Ada usul “pertanyaan untuk lelaki” ? Saran juga boleh. Monggo :P
Jika merasa malu berpendapat padahal ingin, sebaiknya pakai nickname or anonym agar dapat berinteraksi.

UPDATE

Pertanyaan untuk pria dari seorang wanita:

Jika kebetulan pangeran kecil™ malas ereksi, apakah pria berkata jujur kepada pasangannya ataukah diam-diam menggunakan obat kuat ?

SEMOGA BERMANFAAT

Topik terkait:
ED wikipedia
ED BBC News
ED Mayo clinic
ED emedicine

Edisi lengkap silahkan download file PDF 162 Kb: Disfungsi Ereksi
Kolaborasi Office online, sila klik Disfungsi Ereksi zoho online

About these ads

88 Responses to “Disfungsi Ereksi: Pangeran Kecil Malas Berdiri”


  1. 1 antobilang April 10, 2007 pukul 9:54 am

    PERTAMAX!!!

    ah..puasss….

    *komen lain menyusul cak!*

    btw, bukan pengalaman pribadi tho ini…wakakakakkakak

  2. 2 peyek April 10, 2007 pukul 10:14 am

    Apakah ada kasus DE yang nggak bisa disembuhkan cak? terus gimana jika rudal nggak berdiri ketika sama pasangan tapi berdiri ketika melihat yang lain? apakah rudal sudah salah sasaran cak?

  3. 3 Lita April 10, 2007 pukul 10:19 am

    Menjawab.

    1. Kalau ada yang bisa dibantu, ya bantu. Yang paling penting adalah dengan tidak ikut menghancurkan mental dengan menyindir-nyindir, nyinyir, mengejek dan gojekan negatif lainnya. Bukankah semakin kita stres, semakin kita ngga bisa ngapa-ngapain (secara umum)?

    2. Tergantung perempuannya, waktu, dan tingkat ‘kepengen’. Kalau lagi kepengen tapi males, ya nunggu aja. Kalau ngga kepengen tapi timing pas banget, ya bisa ‘lanjut’ juga.

    Soal ‘tergantung keperempuanan': saya ndak ada masalah gengsi. Kalau kepengen ya bilang. Sukur2 radar deteksi suami sedang peka, jadi ndak perlu bilang sudah ditawari :D Tentu saja tidak semua perempuan mau memulai duluan ;)

    *gak khawatir dengan image (sudah kadung ngawur; malah Anto bilang saya gila weqeqeqeq), gak perlu anonim hihihi…

  4. 4 kangguru April 10, 2007 pukul 12:11 pm

    alhamdulillah saya masih pandangan hidup

  5. 5 mei April 10, 2007 pukul 1:17 pm

    sama ma jeng Lita, hare gene…

    menjawab pertanyaan=
    1. Semoga saja tidak, cuman kalau emang terjadi ada banyak cara untuk bisa klimaks tanpa penetrasi.
    2. kalau lagi pengen ya gak ada salahnya mulai duluan. senggol sana senggol sini, pegang sana pegang sini…kalau dah sama siap, ngapain nunggu…

    @ peyek, itu bukan ED kali ya..karena tetap bisa ereksi kalau lihat yang lain. Mungkin faktor kebosanan atau inginnya fariasi sehingga membuat tuh rudal salah sasaran..komunikasi kata kuncinya, tul gak cak??

  6. 6 Yandhie Dono April 10, 2007 pukul 1:59 pm

    Kangguru kok pake pamer! Hwarakadhah! Hehehe.. informatif kang!

    Lha kalo protesis penis gitu berarti disumpel pake bahan tiruan ya, cak? Terus apa masi ada rasanya? Saraf2nya pada tetep peka tuh? Kalo penampilan sangar tapi tanpa sensasi bagaikan timun doang dong… Huhuhu.. takuttt takuutut…

  7. 7 n0vri April 10, 2007 pukul 2:43 pm

    Cak,
    kapan membahas fenomena Mak Erot dari sisi medis? Emangnya bisa digedein cara instant begitu? Kayaknya seru tuh, he he he.

    BTT, sebagai tambahan cerita, dulu pernah ada cerita kalo salah seorang dealer (dealer = pemain jual beli valas, ruang kerjanya sangat khusus yang disebut dealing room) di salah bank yang kena DE karena dalam semalam loss dalam jumlah besar… mungkin ini yang dimaksud dengan faktor psikologis ya Cak?

  8. 8 Dani Iswara April 10, 2007 pukul 4:18 pm

    peyek:
    tinggal mindah objek fantasi.. :)

    n0vri:
    gampangnya pake cermin ya..toh sama2 mslh perasaan.. :D

  9. 9 grandiosa12 April 10, 2007 pukul 5:06 pm

    idem dengan kangguru.. hidup lebih hidup

  10. 10 kakilangit April 10, 2007 pukul 8:10 pm

    cak, denger2 kalo makan terong bisa nyebapin ED g? padahal aku suka terong… :mrgreen:

  11. 11 helgeduelbek April 10, 2007 pukul 8:31 pm

    DE ini beda dengan EDI yah cak? nunggu para wanita komentar yg lain ah tentang bahasan ini hehehe

  12. 12 fertobhades April 10, 2007 pukul 8:50 pm

    waduh bahas yang sensitif nih cak…. :-)

    kebanyakan DE terjadi karena faktor psikologis, atau sekalipun ada faktor organik, tapi biasanya disertai dengan faktor piskologis. Stress , kecemasan, dan depresi biasanya penyebab utamanya dari sisi psikologis.

    Tapi ada juga yang “ereksi semu” :-) Sama istri torpedonya nggak bisa nyala, tapi pas dipakai di luar (dengan PSK) bisa ereksi sempurna dan tahan lama. Berarti ada yg nggak beres dengan pasangan.

    Ini yang paling repot kalau minta terapi psikoseksual. :-)

  13. 13 leeloos April 10, 2007 pukul 10:07 pm

    ikut jawab aah ..

    1. Pergi mengunjungi cakmoki.
    2. Tidak. Saya hobi membangunkan si pangeran kecil soalnya dok .. :D tapi gak semua pangeran kecil kok … cuma pangeran kecil Sang Pangeran yang suka saya gangguin .. ^_^;

    usul pertanyaan untuk laki-laki :

    “Kalo udah ngerasa susah untuk ereksi lagi, bakal jujur sama pasangan atau mikir 1001 alasan untuk berkelit atau diem-diem beli viagra ..?”

    intinya sih gitu dok, kalo ada kalimat yang lebih bagus, silahkan diulik lagi :D
    hehehe

  14. 14 leeloos April 10, 2007 pukul 10:08 pm

    eh ralaat ralaatt ..
    maksudnya yang nomer 1 itu mengunjungi cakmoki untuk konsultasi lebih lanjut yah, bukan yang lain-lain :D

  15. 15 grandiosa12 April 10, 2007 pukul 11:41 pm

    saya baca lagi judulnya kok namanya dipanggil pangeran kecil? kasih label te em saja pak.. hidup pangeran kecil™!!

  16. 16 cakmoki April 11, 2007 pukul 5:35 am

    @ antobilang,
    Bukaaannn, belum waktunya. Nanti-nanti aja, kalo mau duluan boleh lho, hahaha

    @ peyek,
    Ditinjau dari bisa dan tidaknya pangeran kecil™ berdiri, ada. Masih bisa diberdirikan dengan “protesa”.
    salah sararannya sudah dijawab bu mei dan mas Dani :D

    @ Lita,
    Ternyata cara menjawabnya seperti itu ya. Kalimat masih dilipat-lipat rapi. Saya perlu mikir untuk mengerti maksudnya *halahhh*

    Menurut Bu Lita, wanita indo yang sarat kultur ketimuran dan sebagian besar konon tinggal di pedesaan, kira-kira kalo pasangannya DE, bersikap pasrah apa ikut berusaha mencari solusi ?

    @ kangguru,
    tokcer dong :D

    @ mei,
    1. ooooo *manthuk-manthuk, padahal gak ngerti*
    2. wuih, asyik, nyenggol gaya pilm india sambil merentangkan tangan :D

    @ Yandhie Dono,
    ya pakai tiruan. Seperti peralatan untuk ngiket kuda. Kalo dah gitu, nggak pakai saraf-sarafan kali, yang penting ada yang bisa berdiri.

    Kayak timun ? ihhh, dingin dong.
    Bilang bu mei di atas itu, banyak cara tanpa perlu penetrasi. Sayangnya beliau nggak merinci tentang “banyak cara”.

    @ n0vri,
    yang itu saya tidak mengerti pak. Kita tanya wanita aja, seneng yang jumbo tapi jalan lambat, apa suka yang lincah.
    Belum ada yang ngaku, malu kali ya

    Betul pak, faktor psikologis. Ada pendapat bahwa DE sesaat suka dialami oleh eksekutif muda yang super sibuk, gak permanen sih, saat tertentu aja. Saya tidak berani nulis dalam posting karena tidak disertai bukti. Pak n0vri mungkin lebih tahu dari cerita kolega :)

    @ Dani Iswara,
    bayangan saya cermin cembung :D

    @ grandiosa12,
    ya, hidup terus pangeran kecil™ , haturnuhun labelnya pak. Ini label untuk semua yang punya “itu” kan ?

    @ helgeduelbek,
    EDI sulemot. hahaha
    ya pak, kita nunggu suara wanita. Mungkin beliau-beliau masih ketawa-ketiwi mbayangkan pangeran kecil™ manthuk-manthuk

    @ fertobhades,
    Gantian pak, giliran para wanita membicarakan kita.
    Torpedo™ mati suri, di rumah pura-pura mati, di luar cekikikan. hehe
    Ini lebih banyak bagiannya pak fertob lho, kebanyakan memang faktor psikologis. Pernah dikonsuli nggak ? Bagi cerita dong :)

    @ leeloos,
    1. Kaget saya, tak kira ralat mau bawain nasi goreng. hehehe
    2. pangeran kecil™ Sang Pangeran, bangun, banguuunnn

    Usulan diterima, ntar dipajang, dan segera update :)

  17. 17 manusiasuper April 11, 2007 pukul 9:45 am

    Kalo berdiri seh da males dok, tidur laginya itu lho yang bisa luaaama banget…

    Kan kalo pake kolor doang bikin malu ya pak? Itu diagnosa mediknya apa ya pak?

  18. 18 alief April 11, 2007 pukul 12:15 pm

    cak, mau tanya ya. Kalo vasektomi itu yang dipotong apamanya? Apa bedanya sama dikebiri. Lha trus kalo divasektomi, pas ereksi ngerluarkan apa dong? Tolong dijelaskan sejelas-jelasnya (kalo bisa juga disertai gambar) plus untung rugi dan cara vasektomi…

    Makasih :)

  19. 19 ..:X W O M A N:.. April 11, 2007 pukul 12:31 pm

    Nunggu postingan berikutnya ;)
    *nyuci dulu*

  20. 20 Dee April 11, 2007 pukul 4:05 pm

    pangeran kecil™, hmmm… emang punya siapa yang kecil??? punya mantan anggota depeer itu ya???

  21. 21 alle April 11, 2007 pukul 9:18 pm

    Schrader S, dkk (2002) menyebutkan adanya hubungan bersepeda dengan Disfungsi Ereksi karena tekanan sadel sepeda pada penis.

    Nah klo motor besar seperti Mega Pro, Ninja, Tiger dkk gimana? Ikut andil juga gak? Mengingat letak tangki di motor2 ini posisinya pas di selangkangan, dan getarannya juga lebih hebat darimotor biasa. [CMIIW]

  22. 22 venus April 11, 2007 pukul 11:01 pm

    saya butuh informasi pelengkap, dok. ada skrinsyut? huahahaha…

  23. 23 cakmoki April 12, 2007 pukul 5:42 am

    @ kakilangit,
    maaf, ketinggalan Mas. Nggak koq, terong nggak bikin lemot. Silahkan lanjut makan terong, uenak, apalagi diduliti sambel, mak nyusss

    @ manusiasuper,
    Wuik, ngeri !!! Hati-hati kalo pakai kolor pas sedang bangun, jangan pakai kolor yang ada tulisannya 10 kg ™. Yang liat bisa pingsan.
    Bangun terus lupa tidur, istilah medisnya “priapismus” atau “ereksi persisten”. Apa gak sakit? :D

    @ alief,
    vasektomi, yang dipotong adalah vas deferens, yakni saluran kecil yang menghubungkan testis (telor bawah) dengan kelenjar prostat trus ke pangkal saluran kencing bagian bawah. Kalo karena suatu hal, ingin punya anak lagi, disambung ulang (namanya recanalisasi). Vasektomi tetep bisa berdiri tegak

    @ XWOMEN,
    Lho, koq malu-malu sih. Nyuci pakaian habis dari hutan yang nyasar ke toko itu ya :)

    @ Dee,
    pangeran kecil™ bisa XL, L, M, S. Mosok sih punya manta depeer ukuran s, bukan xl tho ??

    @ alle,
    Itu penelitian di eropa barat. Gak ada penelitian soal motor, lagian sadel motor kan empuk. Ditambah suhu tengki dan getaran, seperti ditempeli bakpao anget. Apa nggak tambah berdiri kesemutan ??? :D

    @ venus,
    Kebalik nih, mestinya saya disumbang skrinsyut biar tambah gayeng :D

  24. 24 deking April 12, 2007 pukul 5:43 am

    Kayaknya tulisan ini special request dari anTOBILang ya Cak? :D
    @anTOBILang:
    Tuch pelajari baik2 biar kamu tdk menjadi VIP (Very Impotent Important Person)

  25. 25 cakmoki April 12, 2007 pukul 5:50 am

    @ deking,
    waduhh saya lupa pak. Biasanya beberapa komentar yang menanyakan topik-topik medis saya kumpulin, lalu dibuat posting jika belum pernah saya tulis.
    Mungkin iya, yang jelas ada yang nyinggung soal ini.
    Saya masih punya hutang sekitar 5 topik request dari temen-temen.
    Ada usul ?
    hehehe VIP bisa dibuat te-em ™ pak, bagus juga tuh istilah plesetannya

  26. 26 tetangga April 12, 2007 pukul 1:23 pm

    dok,
    apa kualitas sperma encer itu lebih jelek dibanding sperma kental? sebenarnya, bagaimana ukuran sperma itu kental atau cair? terus, waktu ejakulasi, kalau sperma kental, kenapa lebih enak rasanya ketimbang kalau yang “mak cret” itu sperma yang cenderung cair?
    terima kasih atas jawaban masa dokter.

  27. 28 R Munadji April 12, 2007 pukul 2:54 pm

    pak dokter, boleh dong tukeran pasang link….. biar blog saya ereksi bagus

  28. 29 dwi April 12, 2007 pukul 4:07 pm

    dok, kita2 ini kan suka ngadain sunatan masal tuh..
    wi si sampe sekarang blum brani ngerjain sirkumsisi,, takutnya ya itu.. merusak aset orang hahaha..
    kalo sirkumsisinya ga bner, bakal ngefek ke ability nya kan dok?

  29. 30 ninoy April 12, 2007 pukul 4:30 pm

    hemm…ga ngerti bagian pandangan hidup dll….masih di bawah umurkah saya ini pak?!? salam kenal pak dokter :D

  30. 32 fertobhades April 12, 2007 pukul 7:48 pm

    tambahan Pak…

    Seperti guyonan lama: bayangan hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, kenangan hidup, harapan hidup. Dan … malas hidup, berat … berat.

    dan…. siksaan hidup (disiksa juga nggak hidup-hidup) :-)

  31. 33 kikie April 12, 2007 pukul 9:08 pm

    haaah, bisa sampe ga bisa naik 3 bulan? capede …
    mau nanya nih. kalau perokok itu lebih rentan mengalami disfungsi ereksi atau tidak ya?

    sementara untuk 2 pertanyaan itu … belum bisa jawab, masih perawan (haha)

  32. 34 cakmoki April 13, 2007 pukul 1:18 am

    @ tetangga,
    Sebenarnya kualitas sperma encer (dengan kekentalan tertentu) lebih bagus dibanding sperma kental, karena spermatozoa lebih lincah berenang di cairan yang encer. Jika kental, pergerakan spermatozoa lebih lambat dan cenderung mudah mati sebelum bertemu dengan sel telur (ovum).
    Makanya iklan untuk mengentalkan sperma sebenarnya salah. Perasaan lega saat mak crutttt, lebih ke arah psikologis. Makin lega jika crat-crit-cruuttt :D

    @ R Munadji,
    Boleh pak, kita link. Yang di multiply apa blogspot ?
    Di multiply komennya koq harus sig in ya. Gimana caranya tanpa sign in. Atau sudah langsung di save ya ?

    @ Dwi,
    Sikaattt aja mbak. Jepit, incisi, beres dah. Hanya motong preputium aja, nggak bakalan kena gland koq.
    Kalo toh sirkunmsisinya membuat retraksi, gak ngganggu “ability”.
    Saya tunggu cerita sirkum ya :D

    @ ninoy,
    yeee, nggak lah. Sudah cukup umur koq. Kan udah PMS
    Pandangan hidup adalah hehehe, ehm mosok gak ngerti sih

    @ tukang sate,
    iya, asyik sambil makan-makan sate di Republik Sate

    @ fertobhades,
    Siksaan hidup ™ hahaha, kasian, sudah disiksa, dicolek, gak hidup-hidup. Kalah dengan tetangga saya, umurnya 70 tahun punya istri sekitar 25 tahun dan punya bayi. Hebat, hebaaattt

    @ kikie,
    jangan kaget, walau penampilan seperti gatotkaca kadang gak bisa “berdiri” lho
    iya, salah satu pencetusnya perokok berat.
    Perawan boleh njawab koq. Itu ada tulisan “kelak”. Seandainya gitu lho, hehehe

  33. 35 Luthfi April 13, 2007 pukul 8:59 am

    lo, koq gak disebut2 viagra di artikelnya?

  34. 36 Evy April 13, 2007 pukul 10:16 am

    hehehehe.. kalau saya jawabnya satu aja, “sex is mind”, penis cuman alat, klo ga bisa berdiri ya ada alat lain to…gitu aja kok repot.. :lol:

  35. 37 jokotaroeb April 13, 2007 pukul 10:45 am

    nanti saja komennya masih mau baca dulu 8)

  36. 38 R Munadji April 13, 2007 pukul 11:45 am

    maturnuwun pak dokter.
    nuwunsewu linknya yg di multiply aja pak, kalo yg blogspot isinya tukang gelut semua, saya takut nanti didemo…. :)

  37. 39 starflake April 13, 2007 pukul 12:08 pm

    ini artikel dibaca buat jaga2 kalo udah nikah..hehe…kalaupun nggak mudeng suatu saat jadi mudeng juga..ya nggak??…haha

  38. 40 cakmoki April 13, 2007 pukul 12:11 pm

    @ Luthfi,
    Sudah koq, itu ada nama generiknya: sildenefil. Hehehe, itupun langsung masuk spam nawarken v**g*a

    @ Evy,
    Hehehe temen-temen lelaki bujangan yang mahasiswa melongo mbak. Bukan melongo keheranan karena gak ngerti lho. Melongo tersipu sambil berguman: “ah, ibu ini …”

    @ Jokotaroeb,
    ya, selesaikan dulu biar mantabs :D

    @ R Munadji,
    Nggih pak, sudah saya pasang. Maturnuwun

  39. 41 cakmoki April 13, 2007 pukul 12:15 pm

    @ starflake,
    dijamin mudeng. Gampang koq. Bilang mbak Evy … gitu aja koq repot

  40. 42 syahrul April 13, 2007 pukul 4:35 pm

    Pak dokter ,kalo pencetus DE adalah merokok ugal-ugalan, nah seberapa besar pengaruh rokok ini terhadap DE? mungkin ada saran dari pak dokter untuk mengatasi ini selain menghentikan rokok tentunya. Nah penyembuhannya gimana dong dok? soalnya saya termasuk perokok berat dok.

  41. 43 cakmoki April 13, 2007 pukul 6:07 pm

    @ syahrul,
    Sabar, itu salah satu pencetus. Masih ada faktor lain, misalnya produksi testosteron dan faktor lainnya. Faktor psikologis adalah faktor terbanyak terjadinya DE.
    Maaf, tidak ada saran khusus cara berhenti merokok. Itu soal kemauan dan waktu. Saya paham betapa sulit menghentikannya. Walaupun daftar panjang tips sudah hapal, tidak mudah kan?
    Saya percaya, jika saatnya tiba, akan berhenti dengan sendirinya.
    So, tak perlu terlalu cemas. Hidup pangeran kecil™ :D

  42. 44 faiqun April 13, 2007 pukul 6:18 pm

    Cak dr., di Teknik sipil kalau mau memasang rangka jembatan atau rangka atap diistilahkan dengan ‘erection’ atau ereksi. Masak sedang ereksi malah ‘penek-an’, atau memang kalau ereksi terus pinginnya naik-naik gitu, dr.?? he…he…he…

  43. 45 mina April 13, 2007 pukul 6:20 pm

    kalo ngomongin yang kayak gini2, pengomentarnya banyak ya :D

  44. 46 cakmoki April 14, 2007 pukul 2:32 am

    @ faiqun,
    hahaha, iya mungkin. Koq cocok ya.
    Kalo pas masang rangka atap “erection”, anak buah njenengan apa nggak teriak-teriak: ereksi-ereksi. Wis opo durung …

    @ Mina,
    anu mbak, itu lho, pencetusnya bukan saya koq
    Mestinya yang nulis beginian wanita ya, lebih afdhol :D

  45. 47 siNung April 15, 2007 pukul 12:57 am

    yang pernah saya dengar :

    pria : selalu mau tetapi tidak selalu mampu

    wanita : selalu mampu tetapi tidak selalu mau
    :)

    –hadir–

  46. 48 cakmoki April 15, 2007 pukul 1:35 am

    @ siNung,
    Hukkk, langsung menohok :D
    wah, istilah baru nih
    Lama nggak muncul, sibuk ya

  47. 49 calonorangtenarsedunia April 15, 2007 pukul 5:19 pm

    absen!!!
    cak,lupa tak trekbek…
    tak taut ke sini ah tulisanku soal frigid,,

  48. 50 chielicious April 16, 2007 pukul 11:54 am

    #1.Klo pasangan saya disfungsi ereksi saya suruh ke dokter .. mo gimana lagi cobak..heu~

    #2.Pertanyaannya tabu skali, klo saya sieh tergantung mood, hehehsoale klo menurut saya ga selalu harus co yang mulai duluan ..-malu2-

    Dok, klo rokok pengaruhnya seberapa besar ya? si aa ngerokok nya kenceng nieh :( akyu tatut..

  49. 51 Lily April 18, 2007 pukul 1:53 pm

    Langsung aku jawab pertanyaannya,
    moga2 berkontribusi buat surveynya.. ;)

    1. Selama ini, kalau pasanganku mengalami disfungsi ereksi
    (entah memang gak bisa bangun dari awal atau lemas tiba2 di tengah2..), biasanya aku diem aja.

    Karena itu memang topik sensitif untuk dikritisi,
    ataupun sekedar disarani (diberi saran maksudnya.. :p).
    Karena umumnya pria juga udah langsung down begitu DE terjadi, jadi kasian..
    Mending didiemin, biar bergulat dengan rasa bersalah sendiri..
    (toh umumnya laki2 lebih senang dibiarkan ketika punya masalah, bukan?) ;)

    Paling banter..
    gue elus2 punggungnya sambil bilang “gapapa..” selama paling lama 30 detik (klo kelamaan nanti ketahuan gak tulusnya.. ;p),
    walaupun hati mangkel setengah mati..
    (mohon maaf, saya tidak setuju sama pendapat Mba Evy.. Menurutku, lebih enak orgasme pake makhluk hidup ketimbang benda mati,
    lebih enak berdua ketimbang sendiri.. ;p)

    Belum berani untuk bilang “ayo Mas, kita ke dokter..”
    Salah2 nanti pasangan bunuh diri. ;p

    2. Wah, mode menunggu itu tidak ada dalam kamus (seksualitas..) saya.. ;p

    Lagipula, bukannya pria juga merasa lebih senang (merasa hebat..) klo pasangannya yang mengajak (plus menggoda) duluan? ;)

    Klo pake acara nunggu2, keburu basi dan gairah turun lagi nanti.. ;p

    -Lily-

  50. 52 Lily April 18, 2007 pukul 2:00 pm

    Langsung dijawab aja pertanyaannya ya,
    moga2 bisa berkontribusi buat surveynya.. :)

    1. Selama ini, kalau pasangan mengalami DE (entah gak bisa bangun sejak awal atau tiba2 tidur di tengah2 pergulatan..),
    aku diem aja. ;)

    Soalnya kasian, biasanya pria juga langsung down begitu mengalami DE, dan kebanyakan pria lebih suka didiamkan ketika punya masalah, kan? ;)

    Paling banter,
    elus2 punggungnya sambil bilang “gapapa..” selama kurang lebih 30 detik (kalau kelamaan nanti ketahuan gak tulusnya.. ;p),
    meski hati mangkel setengah mati.. ;p
    (Mohon maaf, saya tidak sependapat dengan Mba Evy.. Menurut saya orgasme lebih enak dengan makhluk hidup ketimbang benda mati, lebih enak berdua ketimbang sendiri.. ;p)

    Belum berani untuk bilang, “Sayang.. kita ke dokter yuk?”
    Salah2 nanti pasangan bunuh diri. ;p

    2. Wah, menunggu tidak ada dalam kamus (seksualitas) saya. ;)
    Lagipula, umumnya pria lebih senang (merasa lebih hebat) kalau diajak (plus digoda) pasangannya duluan, bukan? ;)

    Kalau kelamaan nunggu nanti malah basi,
    keburu gairah turun lagi.. ;p

    -Lily-

  51. 53 Lily April 18, 2007 pukul 2:04 pm

    Duh, kepost dua kali, jadi kesannya kelewat semangat nih.. (walau mungkin juga iya.. ;p)

    Sorry ya Cak, diapus aja salah satunya.. ;)

  52. 54 cK April 18, 2007 pukul 9:40 pm

    wew…udah rame…ngabsen aja. udah pernah baca tapi ndak kasi komen. ga punya pangeran kecil™ sih ehehehehe

  53. 55 antobilang April 19, 2007 pukul 3:37 am

    @ chika
    meski ga punya..tapi kan perlu ;)

    *kabooorr*

  54. 56 cakmoki April 19, 2007 pukul 10:23 am

    Maaf semuanya, telat njawab nih

    @ calonorangtenarsedunia,
    Ok, ntar saya link ke posting berikutnya. masih seputar “keperkasaan wanita”.

    @ chielicious,
    1& 2. Saya nggak ikut mengomentari lho. *manggut-manggut sambil senyum*
    Maaf, soal rokok saya nggak nemu angkanya. Pendapat para ahli kayaknya bersifat retrospektif. Biarin ajalah si Aa’, ntar kalo capek kan berhenti sendiri. Tapi tetep sayang kan ? Ehm …ehm :)

    @ Lily,
    Ah ibu ini, saya jadi ikut merasa kena knockdown. hehehe
    Saya setuju tuh ngelus-elusnya. Asyyiiik
    DE sebaiknya emang dibicarakn dulu sama pasangan (sambil elus-elus 30 detik), katanya sih agak berat, soalnya kalo disinggung soal pangeran kecil™ yang lagi lemot, pria suka gimana gitu :D
    Soal “benda” hidup dan setengah hidup saya nggak ikut-ikut ah.

    Maaf, posting dobel nggak saya hapus, biar keliatan semangat membangkitkan DE. hahaha

    @ cK,
    Bilang mas Antobilang, punya gak punya tetep perlu. Itu bilang mas Anto lho :D

  55. 57 ray April 24, 2007 pukul 9:16 am

    halo cak…kalo aku punya problem nih, aku mengalami disfungsi ereksi, aku gak bisa mempertahankan ereksi kurang dari semenit, apa yang harus saya lakukan?

  56. 58 cakmoki April 24, 2007 pukul 3:54 pm

    @ ray,
    Jika sebelumnya bisa “hormat sikap tegak”, bisa jadi saat ini hanya episode insidental. Adakalanya lelaki mengalami seperti itu.
    Menurut batasan di atas, setidaknya 3 bulan terus menerus kan.

    Oke, tindakan awal, tumbuhkan kesadaran bahwa pangeran kecil ™ (maaf, istilah ini kayaknya bisa diterima) MASIH BISA kendati kurang 1 menit.
    Selanjutnya kita bisa telusuri kronologisnya.
    Sempatkan refreshing, nyantai dari kesibukan. Olah raga ringan, cukup istirahat.
    Kalau sudah berkeluarga, pasangan bisa bantu. Di atas ada pendapat para wanita, walaupun disampaikan dengan nada canda, sharing tersebut benar adanya. Usahakan tidak menkonsumsi obat-obatan tanpa saran dokter.
    Jika belum juga berhasil, saran saya silahkan konsultasi kapada dokter ahli andrologi.
    Semoga pulih kembali seperti sediakala :D

  57. 59 ray Mei 8, 2007 pukul 4:26 pm

    lokasi saya di jakarta, kira2 saya bisa berkonsultasi kemana yah cak??
    tolong dibantu….

  58. 60 cakmoki Mei 9, 2007 pukul 5:06 am

    @ Ray,
    Ke Poli Andrologi di RSCM atau RS lain yang memiliki Poli Andrologi, agar dapat diperiksa secara lengkap dan terpadu.
    Moga segera beres :)

  59. 61 Clouds November 17, 2007 pukul 2:48 pm

    Artikel yang bagus. Lumayan buat nambah bahan TA.
    Saya mahasiswa FK Unmul 2003 insya Allah sedang mengerjakan TA tentang faktor resiko disfungsi ereksi pada penderita DM.
    Klo bisa, saya mohon referensi situs jurnal atau buku tentang DED.
    Terima kasih, Cak

  60. 62 cakmoki November 18, 2007 pukul 9:54 pm

    @ Clouds,
    ya, boleh … :)
    Selamat menunaikan TA moga sukses.
    Untuk referensi, silahkan klik Topik terkait di bagian bawah artikel atau bisa baca di cdc

  61. 63 Mia Januari 19, 2008 pukul 2:42 pm

    Salam ,
    Dah lama ngga mampir ,
    Yang saya amati sekarang kebanyakan karena gaya hidup n pola makan yang nggak karuan ,trus ada tren bosenan …… bikin survey deh mas …
    C.U / Mia

  62. 64 cakmoki Januari 19, 2008 pukul 3:14 pm

    @ Mia:
    Salam, :)
    konon menurut beberapa artikel yang saya baca gitu sih … stress, persaingan dll..
    Survey? lha respondennya siapa ? apa ya ngaku ? soalnya menyangkut keperkasaan je :D

  63. 65 Ichan Mei 30, 2008 pukul 10:43 pm

    Salah satu tanda disfungsi ereksi katanya sih kalo sang pangeran gak bisa bangun pagi lagi – http://www.konseling.net/artikel_seks/disfungsi_ereksi.htm

  64. 67 Malu September 18, 2008 pukul 12:48 pm

    Cak,
    ikutan nanya ya…
    saya baru menikah selama 1 minggu
    waktu saya honeymoon di bali, saya dapat menjalankan kewajiban (sekaligus hak :D) dengan cukup baik… (dalam arti ereksi keras dan tahan sampai dimasukkan ke dalam vagina istri)
    tetapi setelah sehari kembali ke jakarta dan kembali bekerja, mengapa ereksi saya tetap normal pada saat intercourse, tetapi pada saat akan melakukan penetrasi tiba2 langsung down…?
    FYI, saya tidak merasa stres karena pekerjaan, tetapi saya banyak terkena asap rokok di perjalanan menuju dan pulang dari kantor… apakah itu penyebabnya?
    tolong diberikan pencerahan dan cara pengobatannya ya cak…
    thank you…

  65. 68 Kotaklagu Oktober 22, 2008 pukul 10:52 pm

    Mau download lagu mp3 terbaru???
    Gratisss loch…

    Klik ajah

    http://www.kotaklagu.com

    Dijamin puasss dechhhh…

  66. 69 cakmoki Oktober 23, 2008 pukul 3:44 pm

    @ Malu:
    duhhhh, maaf kelewatan :)

  67. 70 Nguet Oktober 23, 2008 pukul 8:43 pm

    Malem cak dokter….
    Mau tanya nih…
    1. Klo pria gak setiap pagi bisa ‘bangun’ ny, kira2 apa penyebabnya ya?
    2. tergolong disfungsi ereksi tdk ya?
    3. truz klo kasusnya mirip dgn yg diatas itu tergolong apa ya? foreplay nya msh bagus, awal dimasukin jg msh oke, tp bgitu brusaha untuk mengatur ritme supaya sama2 enak, eh…malahan turun.. knp ya?
    problem besar gak tuh?
    Sy tunggu ya cak dokter…
    makasih sebelumnya..

  68. 71 cakmoki Oktober 24, 2008 pukul 10:53 pm

    @ Nguet:
    Malem :)
    1. Si Joni (si kecil, halah..apa sih yang paling sopan) gak harus “bangun” setiap pagi. Boleh koq sekali-sekali istirahat. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya: kelelahan fisik ataupun psikis.

    2. Tidak termasuk disfungsi ereksi.

    3. Kalo kasusnya seperti itu (…tp bgitu brusaha untuk mengatur ritme supaya sama2 enak, eh…malahan turun.. berarti karena “beban” untuk supaya sama-2 enak. Menurut saya, kita ga perlu harus dibebani “sama-sama ato waktu orgasme yg bersamaan”. Karena memaksakan diri agar orgasme bareng justru membuat si joni lunglai.
    Enjoy aja…kalo misalnya orgasme duluan, sebaiknya “diatur” agar pasangan orgasme sebelum dimasukin. Nah, setelah itu barulah si Joni menunaikan tugasnya.

    Trims

  69. 72 Q-Q Desember 27, 2008 pukul 3:17 am

    Mau tanya dunk cak dokter, mohon dijawab n dibantu y…

    Saya benar2 bingung neh cak sama pangeran kecil saya.. hohoho..
    Jadi langsung ja y, saya cerita seputar pangeran kecil saya yang sejujur-jujurny…

    Saya pria berusia 20 thn, saya lelaki normal yang menyukai perempuan. Tapi saya memiliki masalah dengan pangeran kecil saya, kurang lebih seperti berikut :
    1. Ketika saya melakukan masturbasi, dengan cepat pangeran kecil saya bisa mengeluarkan sperma (klo saya search di internet ini namanya ejakulasi dini ya), nah setelah mengeluarkan sperma itu pangeran kecil saya menjadi melemas, ga bisa tegang lagi meskipun liat video porno.
    Setelah sekitar 8-10 menit baru bisa menegang lagi dan mengeluarkan sperma (tapi sperma yang keluar ga sebanyak yang pertama kali keluar ) Saya jadi takut ne nanti klo ud married n mo ml ga bs memuaskan istri saya… (kyk ud mo married ja, heheheh…)
    Apakah masalah saya ini termasuk disfungsi ereksi ya…???

    Trus klo mo bikin anak sperma yang dibutuhkan tuh ga musti banyak kan (maklum cak, saya takut ga bisa punya anak nanti…) soalnya pangeran kecil saya ini mengeluarkan sperma ga banyak (klo dibanding dengan cowo2 di video porno)..??

    Ud d itu ja pertanyaan saya, mohon dijawab y….
    Thx b4….

  70. 73 cakmoki Desember 28, 2008 pukul 1:53 am

    @ Q-Q:
    1) itu mah NORMAL.
    Bukan disfungsi ereksi.
    Untuk bisa tegang kembali, perlu masa recovery sekitar 15 menit-30 menit. Kalo masih di bawah 25 tahun, pangeran kecil bisa lebih cepat manggut-manggut lagi … bagus lah :D
    Tentu saja sperma yang keluar berikutnya akan lebih sedikit dibanding sperma yg keluar pertama.

    Jumlah sperma normal setiap ejakulasi sekitar 2-6 cc dan setiap cc mengandung sekitar 20 juta ekor spermatozoa.

    2) eh…gak ada nomer dua ya….
    So gak perlu kuatir…Trims

  71. 74 superkecil Mei 4, 2010 pukul 2:44 pm

    kasus ku cak..
    erectile dysfunction cak..
    yo’ opo iki??

  72. 75 cakmoki Mei 4, 2010 pukul 3:39 pm

    @ superkecil:
    Tugas yo ? asyik kuwi …hehehe

  73. 76 jabon Agustus 30, 2010 pukul 2:10 pm

    petani jabon mampir nich,,,
    salam….

  74. 77 cakmoki Agustus 30, 2010 pukul 11:52 pm

    @ Jabon:
    Monggo… salam :)

  75. 78 asyu September 21, 2010 pukul 3:22 pm

    kalo si joni susah bangun wktu maen yg kedua gmn ?..biasanya kan pengen 1 malem maen 2 kali..yg pertama gak ada masalah..trus yg kedua susahnya mau bangun si joni..lemes trus..
    yg mw ditanyain…yang kayak gitu udh trmasuk penderita DE bukan..tlg ya info nya..kalo emng ada sekalian obat yg aman biar bisa “TOGANG” terus hehehe

  76. 79 cakmoki September 21, 2010 pukul 5:02 pm

    @ asyu:
    bukan termasuk DE … gak perlu obat…itu hal yang normal


  1. 1 Pria Technosexual « f e r t o b Lacak balik pada April 12, 2007 pukul 9:39 pm
  2. 2 Masalah 'keperkasaan' lagi,, « JalanMenujuKetenaran Lacak balik pada April 15, 2007 pukul 5:33 pm
  3. 3 Aksi Pembubaran IPDN (Suatu Tinjauan Matematis) « manusia biasa Lacak balik pada April 18, 2007 pukul 5:17 pm
  4. 4 Antara Hana dan Fadil « JalanMenujuKetenaran Lacak balik pada Agustus 22, 2007 pukul 6:08 pm
  5. 5 Mandi Dong « cakmoki Blog Lacak balik pada Desember 19, 2007 pukul 2:42 am
  6. 6 Penjarah Tanah Rakyat « cakmoki Blog Lacak balik pada Januari 11, 2008 pukul 2:14 am
  7. 7 Disfungsi Ereksi « Ngobrol Kesehatan Lacak balik pada Agustus 9, 2008 pukul 2:08 pm
  8. 8 Waspadai “Disfungsi Ereksi” Mengancam Kaum Muda | Sehat Alamiah Lacak balik pada Agustus 15, 2008 pukul 7:33 pm
  9. 9 DISFUNGSI EREKSI « KEPERAWATAN di INDONESIA -za’a- Lacak balik pada Mei 14, 2009 pukul 2:11 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,967,563 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 560 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: