ada saatnya menstruasi tak lagi kompromi
Betapa gelisahnya ketika seorang wanita mengalami menstruasi tidak seperti biasanya. Bayangkan, ketika darah haid menetes (mengalir) melebihi bilangan minggu, bahkan lebih sebulan. Bagaimana kegundahannya ? Tanyakan rasanya …
Kata kunci:
Menometrorrhagia, menorrhagia, metrorrhagia, Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB).
Kode ICD.10 (International Statistical Classification of Diseases):
N92: Menstruasi berlebihan dalam jumlah banyak, berulang dan tidak teratur. Tidak termasuk: postmenopausal bleeding (N.95.0)
Varian: N.92.0-N.92.6 . Sila lihat kodenya di sini.
Seorang gadis SMU didampingi ibundanya, tertunduk malu ketika menceritakan bahwa menstruasinya berlangsung hampir 3 minggu. Tidak seperti biasa, yang rata-rata berlangsung sekitar 5-7 hari. Sebelumnya, si gadis mulai gelisah saat menstruasi tidak berhenti hingga menginjak minggu kedua. Curhat kepada teman sebaya tidak melegakan lantaran sama-sama tidak mengerti seluk beluk menstruasi. Seperti biasa, beragam anjuran diterima si gadis sebagai “usaha” menghentikan menstruasi yang kali ini tak mau kompromi.
Wanita muda kinyis-kinyis berusia sekitar 25 tahun mengeluh:
Menstruasi saya sudah 3 minggu lebih, hampir sebulan. Selama itu tidak berhubungandengan suami, sampai-sampai tidak sholat :((. Kami belum punya anak. Apakah ada kelainan kandungan misalnya tumor ? Apakah kandungan turun ? Apakah bisa punya anak ?
Jawaban singkat:
1. Belum tentu (sebagian besar tidak), sebaiknya tetap periksa.
2. Tidak. Kandungan tidak turun. Turun kemana ?
3. Bisa, jika keduanya subur dan atas ijin Tuhan YME
Ibu muda menggendong bayi masuk ruang praktek, lalu berujar:
Saya mengalami menstruasi 19 hari, kadang sedikit kadang banyak. Sebelumnya tidak pernah mengalami seperti ini. Sudah ke spesialis kandungan dan periksa USG (ultrasonografi), bilang dokter kandungan tidak ada kelainan. Waktu saya tanya, katanya gangguan keseimbangan …*lupa*. Dan saat saya tanya lagi apakah ada hubungannya dengan spiral, dokter kandungan mengatakan mungkin iya mungkin tidak. Kalau setelah minum obat masih perdarahan, rencananya kuret. Yang benar yang mana?
Jawaban singkat:
Benar semua. Memang demikianlah urutannya.
Seorang ibu berusia sekitar 55 tahun panik ketika menstruasi berkepanjangan hampir 6 minggu (wuih, 1,5 bulan) :(( dan beliau mengatakan bahwa sebelumnya menstruasi tidak teratur, sedikit dan singkat.
Setelah pengobatan masih perdarahan, dilakukan kuret oleh dokter spesialis kandungan sampai 2 kali. Kuret pertama menunjukkan hasil pemeriksaan patologi anatomi (pemeriksan mikroskopis) tidak didapatkan tanda-tanda keganasan. Ketika masih perdarahan, dilanjutkan dengan kuret kedua.
Alhamdulillah, perdarahan berhenti.
Empat contoh kasus di atas menunjukkan bahwa menstruasi berkepanjangan bisa menimpa wanita mulai remaja (sudah menstruasi) hingga pre-menopause (menjelang berakhirnya masa menstruasi).
Sekitar 20% bisa dialami oleh wanita remaja dan wanita muda, sedangkan 40% pada wanita paruh baya (usia lebih 40 tahun) *by Alien*
Obesitas (terlalu gemuk), pekerjaan berat dan stress diduga ikut berperan terjadinya menometrorrhagia (menstruasi berkepanjangan)
Gambaran Umum.
Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) adalah penyebab tersering terjadinya perdarahan rahim abnormal pada wanita di usia reproduksi. Diagnosa Dysfunctional Uterine Bleeding dapat ditegakkan bila tidak ditemukan kelainan organ.
PENGERTIAN
Dysfunctional uterine bleeding (DUP) atau perdarahan uterus disfungsional adalah perdarahan abnormal yang dapat terjadi di dalam siklus maupun di luar siklus menstruasi, karena gangguan fungsi mekanisme pengaturan hormon (otak-indung telur-rahim), tanpa kelainan organ.
SIKLUS NORMAL
Siklus menstruasi normal terjadi setiap 21-35 hari dan berlangsung sekitar 2-7 hari.
Pada saat menstruasi, jumlah darah yang hilang diperkirakan 35-150 ml, biasanya berjumlah banyak hingga hari kedua dan selanjutnya berkurang sampai menstruasi berakhir. *Nedra Dodds, MD, 2006*
BAGAIMANA TERJADINYA ?
Secara garis besar, kondisi di atas dapat terjadi pada siklus ovulasi (pengeluaran sel telur/ovum dari indung telur), tanpa ovulasi maupun keadaan lain, misalnya pada wanita premenopause (folikel persisten).
Sekitar 90% perdarahan uterus difungsional (perdarahan rahim) terjadi tanpa ovulasi (anovulation) dan 10% terjadi dalam siklus ovulasi.
Pada siklus ovulasi.
Perdarahan rahim yang bisa terjadi pada pertengahan menstruasi maupun bersamaan dengan waktu menstruasi. Perdarahan ini terjadi karena rendahnya kadar hormon estrogen, sementara hormon progesteron tetap terbentuk.
Pada siklus tanpa ovulasi (anovulation)
Perdarahan rahim yang sering terjadi pada masa pre-menopause dan masa reproduksi. Hal ini karena tidak terjadi ovulasi, sehingga kadar hormon estrogen berlebihan sedangkan hormon progesteron rendah. Akibatnya dinding rahim (endometrium) mengalami penebalan berlebihan (hiperplasi) tanpa diikuti penyangga (kaya pembuluh darah dan kelenjar) yang memadai. Nah, kondisi inilah penyebab terjadinya perdarahan rahim karena dinding rahim yang rapuh. Di lain pihak, perdarahan tidak terjadi bersamaan. Permukaan dinding rahim di satu bagian baru sembuh lantas diikuti perdarahan di permukaan lainnya. Jadilah perdarahan rahim berkepanjangan.
G E J A L A
Perdarahan rahim yang dapat terjadi tiap saat dalam siklus menstruasi. Jumlah perdarahan bisa sedikit-sedikit dan terus menerus atau banyak dan berulang.
Kejadian tersering pada menarche (atau menarke: masa awal seorang wanita mengalami menstruasi) atau masa pre-menopause.
FAKTOR PENYEBAB
Hingga saat ini penyebab pasti perdarahan rahim disfungsional (DUB) belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan perdarahan rahim disfungsional, antara lain:
- Kegemukan (obesitas)
- Faktor kejiwaan
- Alat kontrasepsi hormonal
- Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine devices)
- Beberapa penyakit dihubungkan dengan perdarahan rahim (DUB), misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan darah), Kencing Manis (diabetus mellitus), dan lain-lain
- Walaupun jarang, perdarahan rahim dapat terjadi karena: tumor organ reproduksi, kista ovarium (polycystic ovary disease), infeksi vagina, dan lain-lain.
D I A G N O S A
Untuk menegakkan diagnosa, langkah-langkahnya dalah sebagi berikut:
Wawancara atau anamnesa (sudah dibahas, masih ingat kan?).
Wawancara harus cermat nih. Pertanyaan yang perlu diajukan: kapan usia mulai menstruasi (menarche), siklus setelah mengalami menstruasi, jumlah dan lamanya menstruasi, dan … maaf, sambil menilai status emosinya. oleh karena itu, bagi wanita yang mengalaminya dianjurkan untuk menceritakan apa adanya. Wis to, jangan malu-malu.
Pemeriksaan (masih ingat juga kan, jenis-jenis pemeriksaan?) *kayak ujian aja*
- Pemeriksaan umum. Ditujukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab terjadinya perdarahan rahim.
- Pemeriksaan organ reproduksi (ginekologis)
Pada pemeriksaan khusus ini, ditujukan untuk:
- Menyingkirkan kemungkinan kelainan organ sebagai penyebab perdarahan abnormal, misalnya: perlukaan, polip leher rahim, infeksi, abortus, tumor, dan lain-lain.
- Menegakkan diagnosa dengan kuret (gadis TIDAK lho)
![]()
P E N G O B A T A N
Setelah menegakkan diagnosa (diagnosis?, mohon koreksi) dan setelah menyingkirkan berbagai kemungkinan kelainan organ, teryata tidak ditemukan penyakit lainnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan prinsip-prinsip pengobatan sebagai berikut:
- Menghentikan perdarahan.
- Mengatur menstruasi agar kembali normal
- Transfusi jika kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 8 gr%.
Menghentikan perdarahan.
Langkah-langkah upaya menghentikan perdarahan adalah sebagai berikut:
Kuret (curettage).
Hanya untuk wanita yang sudah menikah. Tidak bagi gadis dan tidak bagi wanita menikah tapi “belum sempat dicicipi”. *halah, mesum* (begini lho, misalnya sudah dijadwalkan menikah, ndilalah sebelum menikah koq ya datang menstruasi dan berkepanjangan. Apa ya rela dikerok pakai sendok istimewa eh kuret ding)
O b a t (medikamentosa)
1. Golongan estrogen.
Pada umumnya dipakai estrogen alamiah, misalnya: estradiol valerat (nama generik) yang relatif menguntungkan karena tidak membebani kinerja liver dan tidak menimbulkan gangguan pembekuan darah. Jenis lain, misalnya: etinil estradiol, tapi obat ini dapat menimbulkan gangguan fungsi liver.
Dosis dan cara pemberian:
- Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 2,5 mg diminum selama 7-10 hari.
- Benzoas estradiol: 20 mg disuntikkan intramuskuler. (melalui bokong)
- Jika perdarahannya banyak, dianjurkan nginap di RS (opname), dan diberikan Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 25 mg secara intravenus (suntikan lewat selang infus) perlahan-lahan (10-15 menit), dapat diulang tiap 3-4 jam. Tidak boleh lebih 4 kali sehari.
2. Obat Kombinasi
Obat golongan ini diberikan secara bertahap bila perdarahannya banyak, yakni 4×1 tablet selama 7-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan dosis 1×1 tablet selama 3 hingga 6 siklus. *wuih, lamanya*
3. Golongan progesteron
Obat untuk jenis ini, antara lain:
- Medroksi progesteron asetat (MPA): 10-20 mg per hari, diminum selama 7-10 hari.
- Norethisteron: 3×1 tablet, diminum selama 7-10 hari.
Mengatur menstruasi agar kembali normal
Setelah perdarahan berhenti, langkah selanjutnya adalah pengobatan untuk mengatur siklus menstruasi, misalnya dengan pemberian:
Golongan progesteron: 2×1 tablet diminum selama 10 hari. Minum obat dimulai pada hari ke 14-15 menstruasi.
Transfusi jika kadar hemoglobin kurang dari 8 gr%.
Yang ini, mau tidak mau nginap di Rumah Sakit atau klinik. Oya, hampir ketinggalan, sekedar diketahui, sekantong darah (250 cc) diperkirakan dapat menaikkan kadar hemoglobin (Hb) 0,75 gr%. Ini berarti, jika kadar Hb ingin dinaikkan menjadi 10 gr% maka kira-kira perlu sekitar 4 kantong darah.
PRAKIRAAN HASIL PENGOBATAN (Prognosis)
Hasil pengobatan bergantung kepada proses perjalanan penyakit (patofisiologi)
- Penegakan diagnosa yang tepat dan regulasi hormonal secara dini dapat memberikan angka kesembuhan hingga 90 %.
- Pada wanita muda, yang sebagian besar terjadi dalam siklus anovulasi, dapat diobati dengan hasil baik, or sukses.
Istilah seputar perdarahan abnormal
Beberapa istilah penting terkait Perdarahan abnormal rahim, antara lain:
- Menorrhagi: perdarahan rahim lebih 7 hari atau jumlah perdarahan yang berlebihan (lebih dari 80 ml per hari)
- Metrorrhagia: perdarahan rahim (biasanya dalam jumlah normal) yang terjadi dengan interval waktu tidak teratur atau lebih panjang.
- Menometrorrhagia: perdarahan rahim yang berlebihan dalam jumlah dan lamanya perdarahan, dapat terjadi dalam periode menstruasi maupun di antara periode menstruasi.
- Intermenstrual bleeding (spotting): perdarahan rahim yang bervariasi dalam hal jumlahnya (biasanya sedikit) pada periode menstruasi.
- Polymenorrhea: menstruasi yang terjadi dengan interval kurang dari 21 hari.
- Olygomenorrhea: menstruasi yang terjadi dengan interval antara 35 hari hingga 6 bulan.
- Estrogen: hormon reproduksi wanita, yang selama siklus menstruasi menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk fertilisasi, implantasi dan pemberian zat makanan pada permulaan embrio.
- Progesteron: hormon yang berfungsi mempersiapkan rahim untuk menerima dan mengembangkan sel telur.
PERMASALAHAN
Mengingat perdarahan rahim bagi wanita muslim berkaitan erat dengan masalah peribadatan, khususnya dalam hal fiqih (hukum), maka perlu keterlibatan berbagai pihak terutama kalangan medis dan ahli fiqih untuk membahasnya.
Perlu diingat bahwa pembahasan fiqih akan memunculkan khilafiyah (perbedaan pendapat), terkait soal waktu suci. Maksudnya, “waktu” (kapan sih?) seorang wanita dengan perdarahan rahim sudah dianggap wajib melaksanakan ibadah kendati yang bersangkutan masih mengalami perdarahan.
Sengaja penulis mengangkat masalah ini agar kita dapat saling memahami jika terjadi perbedaan soal masa suci (waktu mandi wajib). Bukankah hal ini adakalanya ditanyakan pasien ? Monggo dibahas.
Bagaimana soal berhubungan intim ? Silahkan dibahas juga ya …
Kepada segenap pembaca wanita (pria juga), silahkan berbagi pengalaman dan pengetahuan. Monggo tanya jawab sendiri.
Kepada mbak Mina, dr Lakshmi Nawasasi yang ahli bedah, drg Evy SpBM, mbak Dwi Susanti, mbak Graz, mbak Mei dan semua para blogger wanita dari kalangan kesehatan atau pemerhati kesehatan yang belum tersebut namanya, dimohon berbagi.
Pria boleh juga lho, bebas aja koq.
Penulis akan menyaksikan jalannya talkshow online diskusi sebagai peserta saja.
Selamat berbagi, semoga bermanfaat.
Bacaan:
- Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab Ilmu Kebidanan dan Kandungan, RSUD dr. Soetomo, Surabaya
- Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB), Nedra Dodds. MD, Emory Adventist Hospital, 2006
Catatan penting:
- Penulisan obat, dosis dan cara pemberian, dimaksudkan sebagai sharing informasi dan sedikit tambahan pengetahuan. Bukan untuk mengobati diri sendiri.
- Jika mengalami masalah semacam ini (moga tidak), dianjurkan konsultasi dan memeriksakan diri kepada dokter setempat atau dokter ahli kandungan (jika ada).
Wuih, teknis banget ya, cak. Sempet bingung mencernanya nih.
Setelah pasang IUD, saya mendapati keluarnya flek kecoklatan sampai 3 minggu. Nyaris sampai hari pertama haid berikutnya (padahal pasang IUD pada haid hari ke-7). Sempat bingung. Setelah haid itu, haid berikutnya jadwalnya maju. Kali ini jadi persis 30 hari, sebelumnya 40 hari.
Eh… sekarang molor lagi. Sudah 30 hari, belum haid. Jadi binun
Memang penggunaan alat kontrasepsi wajar punya dampak begini kan, ya?
Sama istri saya kalau pakai kontrasepsi suntik sering kacau jadwa M-nya, jadi gak bisa bebas nih…
makasih infonya cak, sering-sering aja ya bikin artikel begini, biar orang indonesia tambah pinter. adikku juga ngalami tuh, mulai usia 32-an mens-nya jadi 3 minggu setiap bulan, sudah ke DSOG tapi tetep aja….
omong2 ICD-nya menimbulkan kesan “berat”, soalnya teknis & gak dimengerti awam (baca: saya
). mungkin sebaiknya dikenalkan dulu aja, misal diupload list-nya.
@ Lita,
Sebagai pemerhati kesehatan yang intens menulis masalah kesehatan, saya yakin tulisan ini bukan hal asing bagi Bu Lita.
Buktinya, alinea bawah itu pernyataan kan ?
Ya, pemakaian IUD adakalanya begitu
@ helgeduelbek,
Kadang saya mendapatkan keluhan semacam itu dari para suami.
Sudah siap ke medan laga, nggak tahunya ada lagunya Gombloh: “merah darahku …”
@ Titah,
Biasanya, kalau 2-3 kali diberi obat belum berhasil, diganti jenisnya atau di-kuret (jika sudah menikah). Atau pindah ke DSOG lain.
Soal ICD, memang terkesan sangat serius dan medis abis. Ada misi sosialisasi terutama bagi kalangan kesehatan (suatu saat saya posting alasannya).
Usulannya bagus, terimakasih. Mungkin nanti enaknya dipisah gitu ya, ada link ICD bagi yang memerlukan.
ICD masih asing bukan saja bagi khalayak, bagi kalangan kesehatanpun masih seperti “jajan aneh”. hehehe
Aku dulu dismenorhea sm berlama2 gitu gara2 endometriosis, obate rabi, hamil
pak…sebaiknya artikel2 ini didaftarkan biar gak di-copy paste sama yg tdk bertanggungjawab…kereeen….
@ Evy,
Obat paling ampuh: Rabi. Bener Mbak
Lha endometriosisnya gimana ? dibiarkan atau ditiup ?
@ passya,
Daftar ke pak passya aja ya
Gak apa-apa koq, kalau memang ada yang berminat, saya ikut senang jika dapat memberi manfaat.
Kalau ada yang memanfaatkan untuk kepentingan komersial *apa ya laku?*, saya juga tidak keberatan.
Tenang Pak, saya punya edisi jurnal-nya.
Terimakasih perhatian dan sarannya
cak (atau siapapun yang mungkin tahu), bener ngga sih kalo daun sirih diseduh air mendidih terus diminum itu bisa membersihkan dari dalam saat menstruasi datang! Terus kenapa rata-rata wanita yang sedang kedatangan “tamu” rata-rata perutnya mengembang?
Terima kasih sebelumnya
Cakmoki memang keren dan baik hati, semoga semua dapat bermanfaat dan cakmoki mendaptkan balasan langsung dari Tuhan….
BTW artikel bagus cuma gak bisa komen, maklum belum menikah jadi gak tahu apa2
Tapi bagus juga untuk bekal masa depan…
Terima kasih cak
Pak, pacar saya sih siklus mens-nya teratur dan tidak “aneh-aneh” alias normal-normal saja.
Tapi yang bikin bingung itu PMS-nya itu lho…. (bukan Penyakit Menular Seksual lho…
) Mens normal, tapi orang-orang terdekatnya kena “badai”
makasih infonya pak… (TOP)
@ cakmoki
wah.. iya cak… pms-nya diupload sekalian dong! sekalian cara nyegah/ngurangin-nya gimana, gitu. soalnya itu “agenda” rutinku tiap bulan. di aku sifatnya psikis, bawaannya suntuk n pengin ngamuk mulu, kasian kan orang2 di sekitarku? kasian aku juga ding, hehe..
@ evy
wah, obate kok enak mbak… aja-aja sing wis rabi njur kepengin rabi maneh merga pengin mraktekke resepe mbak evy…
Saya kadang sebel, kalau pas pacar dapat (men) bawaaannya mau marah-2 aja. Salah ngomong dikit langsung tersinggung..
@ ..:X W O M A N:..,
Sebenarnya menstruasi akan bersih sendiri, karena meluruhnya penebalan dinding rahim akan diikuti dengan menutupnya ujung-ujung pembuluh darah kapiler (vasokonstriksi, vaso=pembuluh darah, konstriksi=menyempit). Proses ini alamiah koq.
Kaitannya dengan daun sirih saya tidak tahu. Mungkin mbak Mina bisa jawab, karena beliau bilangnya pernah penelitian soal kandungan daun sirih.
Perut mengembang saat menstruasi ?
Hehehe, yang ini para wanita dipersilahkan berdiskusi duluan ya
@ deKing,
Amin, trims do’anya Mas.
Walaupun belum kawin bisa untuk nggaya lho. Misalnya punya pacar, terus pacar mengeluh seperti itu (moga tidak), bisa nerangkan ke pacar, wuih pacar akan tambah suayang. Dah punya belum ?
@ fertobhades,
Saya ikut senang jika “badai” PMS berupa pelukan *apa ada?*
Repot berhadapan dengan PMS Pak. Mendekat kena badai, menghindar badainya tambah hebat. *jangan diomongkan ke pacar ya*
Kayaknya perlu dibuat posting pendek soal pms nih.
@ Titah,
Saya sudah pernah bikin brosur seputar pms, saya cari belum ketemu.
Kapan-kapan dibahas via postingan pendek aja ya
Wanita yang menyadari bahwa pms terkait psikis-pun masih sulit menghindari “badai” (istilah pak fertob, bukan saya lho).
Pada saat pms datang, yang diperlukan adalah toleransi para orang dekat. Maksudnya siap-siap menghadapi dengan kesabaran, toh jika pms nya hilang, kemesraan datang lagi. Ehm ehm
@ prayogo,
Ya, saya paham Pak. Sama dengan di atas: siap-siap menghadapi dengan kesabaran, toh jika pms nya hilang, kemesraan datang lagi. Ehm ehm. Betul apa betul ?
yah..artikel dewasa nih…simpen dulu ah…
ntar bacanya kalo udak nikah…
hahaha
dok, saya pernah baca, ada terapi hormon untuk menunda menopause. aman gak sih? umur berapa biasanya seseorang perlu terapi ini? saya 38, tapi kyknya menopause masih jauuuhhh…soalnya libido masih normal, blm pernah ngalamin ‘hot flush’ ( eh bener ini gak istilahnya? ) dan gejala2 awal menopause/premenopause.
wah, iki konsul apa curhat ya? hehehe…
makasih banyak, dok
Endometriosis di obatin pake endometril, tadinya mau di tiup tapi udah keburu hamil soale di kasih profertil
saya juga sebel cak kalo istri M nya kelamaan hehehheheheh
O gitu yah…penjelasannya detil banget. Saya hrs beberapa kali baca baru mudheng
Makasih pak atas infonya…jd kl ada yg nanya2 sy punya referensinya. Kalo temen saya malah 2 bulan sekali menstruasinya. Udah konsultasi ke dokter dan diberi obat…tp tetep aja g da perubahan.
@ antobilang,
Mosok sih Mas, padahal soal gini saya suka diundang ke SMU.
Wuihhh ramai lho kalo mbahas gini di kalangan gadis-gadis, 1 jam bisa molor, soale banyak yang nanya-nanya, apalagi ada bannernya eh maksudnya gambar ding
@ venus,
Saya kalo dipanggil (ditulis) dok, jadi agak nggliyeng, hehehe
Terapi hormon untuk premenopause aman koq. Usia 40-an masih kinyis-kinyis. Berkualitas dan lebih matang *halah, opone to*
Iya, masih lama, sekitar 17 tahun lagi kalau diukur rata-rata usia menopause wanita indonesia (sekitar 55 tahun). Secara psikis adakalanya libido malah meningkat saat menopause karena gak khawatir hamil, lebih enjoy.
Tanda premenopause secara singkat: mens mulai tidak teratur, makin pendek, makin sedikit, lama-lama berhenti.
@ Evy,
Parsial endometriosis mungkin Mbak
Cihuy, profertil sak seri langsung dadi, bakat subur.
Nambah lagi ben rame. hahaha
@ kangguru,
puasa puanjangggg dong Pak.
Jalan keluarnya gampang, jam ngeblog makain panjang. hehehe
@ Lintang,
kalau tertarik dicopy aja, atau download.
Untuk temennya, kalau tidak ada kelainan, biasanya diberi obat “pancingan” beberapa kali, nama obatnya: gynecosid. Diminum sehari 1 tablet selama hanya 2 hari, lalu ditunggu sekitar seminggu. Bisa diulang jika tamu belum datang. Atau cara lain dengan obat hormonal secara serial, tentu dokternya lebih tahu.
Maaf kalo tulisannya kurang bersahabat ya
Saya bolak-balik mau comment kok gak masuk2 ya Pak Dokter. Cuma mau taunya: kalau masalahnya terbalik. menstruasi yang datang tidak teratur kenapa? Malah ada seorang teman yang usianya di atas 30 belum pernah menstruasi. Cowok? Hehe, perempuan atuh!
wuih nggak dong biar baca bolak-balik, tak print out aja deh, biar istri yang baca.
@ Kang Adhi,
aduhhh maaf Pak Adhi, saya buka blog sendiri kadang keluar “time out”.
Dan saya tidak paham blas masalah per-konek-an, bisanya ngeblog.
Menstruasi tidak teratur, tidak saya posting secara khusus karena spesialistik dan rumit. Pertanyaan di atas mendorong saya untuk menulisnya secara khusus (link dan komen sudah saya copy) *tidak janji waktunya lho*
Masalah tersebut mengacu kepada alur “pengendalian hormon” yang melibatkan otak-indung telur (ovarium)-rahim(uterus).
Faktor keseimbangan hormon (kadarnya terbalik dengan tulisan di atas) ikut berperan selain faktor organ reproduksi.
Kalau ketidak teraturan tersebut karena kadar hormon estrogen yang naik turun di luar siklus, masih ada peluang untuk “diatur” dengan obat-obatan (jika tidak ada kelainan organ reproduksi).
Nah, teman cewek 30 tahun belum pernah menstruasi, ini baru langka. Perlu periksa secara detail, di Belanda jauh lebih maju soal instrumen pemeriksaan, mereka sudah menggunakan USG 3 dimensi dan pemeriksaan hormon yang canggih.
Tahun 2005 yang lalu, saya menemukan seorang gadis usia 20-an tidak pernah menstruasi, ternyata selaput dara tidak ada celah sama sekali (hymen imperforata). Artinya tetap menstruasi tapi tidak keluar dan tertampung di selaput dara yang tertutup (kasus ini sangat jarang).
Bila ini yang terjadi, tindakannya mudah, tinggal membuat irisan selaput dara untuk mengeluarkan tumpukan menstruasi yang mengeras, dan selanjutnya menstruasi akan berjalan normal.
Untuk teman 30 tahun tersebut, saya mohon maaf tidak dapat menjelaskan lebih jauh.
Saya yakin beliau sudah periksa. Kemungkinan juga sudah tahu penyebabnya dari penjelasan dokter yang merawatnya.
wuihhh, 2 pertanyaan pendek di atas perlu jawaban panjang, sayangnya saya bukan ahlinya, untuk itu sekali lagi mohon maaf *tiga maaf*
@ peyek,
maaf Pak, berarti saya salah mengemas, hehehe.
Selanjutnya diperbaiki biar lebih mudah dan tidak banyak istilah “aneh”
Monggo diaturi download, moga istri ngerti.
Setelah baca artikel ini nanti saya bisa agak gaya nerangin masalah mens ke istri nih..?
btw makasih,artikelnya top abis!ditunggu artikel lainnya..Jangan bosen nge-blog ya cak?
@ junthit,
ya, selamat nggaya di depan istri, besok dapet sarapan nasi goreng istimewa. hehehe
Trims supportnya, bosen sih enggak, hanya kadang harus atur-atur waktu
dengan adanya pms dan menstruasi berkepanjangan,
1. apabila yg bersangkutan menjadi pemimpin/pengambil keputusan, apa ada kaitan dengan kebijakan yg diputuskan oleh yg bersangkutan ?
2. apa perlu syarat menopause untuk menjadi pemimpin/pengambil keputusan (terkait pms/menstruasi berkepanjangan) ?
btw,link icd ke depkes sama sekali belum ada yach ?
masalah dengan menstrasi???anak2 disini cuman satu mas pertanyaannya, kenapa bisa telat??haha
@ siNung,
1. Belum nemu penelitian soal itu sih, lagian pengambilan keputusan kan variabelnya kompleks. Menurut pendapat saya (mungkin subyektif), tidak ada kaitan dengan kebijakan yang diputuskan. Bukankah keputusan tidak ditentukan sendiri?
2. Seorang wanita tidak perlu menunggu menopause untuk menjadi pemimpin, usia produktif menurut saya lebih bagus.
Di depkes nggak ada ICD nya, piye ?
Ada di Litbangkes, sudah kadaluwarsa, ICD 9, itupun cuman beberapa item.
Nggak usah nunggu, kelamaan dan gak tahu kapan jadinya. Gimana kalau dibikin keroyokan (maksud saya diterjemahkan). Sama-sama nggak jelas kapan jadinya, mending kita berbuat (di sela-sela kesibukan lain). Upload per Bab, lama-lama kan jadi juga. Gimana ?
@ mei,
Wahhh, yang itu njenengan aja yang njawab ke muridnya. Bilangnya sih “telat ngangkat”. hehehe
Pak nanya lagi…temen saya kalo tiap kali habis mens beberapa hari kemudian keluar lendir bening. Itu berlangsung beberapa hari aja dan setelah itu bersih. Apakah itu termasuk keputihan? Biasanya kalo abis mens aja keluar lendirnya. Apakah perlu diobati?
@ Lintang,
Ya, termasuk keputihan yang bukan penyakit (non-patologis). Menurut saya tidak perlu diobati, cukup diberi “pembalut” saat lendir keluar.
Diskusi seputar keputihan dibahas di sini
Pertanyaan ini tidak berhubungan langsung dengan panjangnya waktu haid. “Apa ada hubungannya antara minum soda dengan jumlah darah haid yang keluar, cak?”.
Saya dapat ‘resep’ ini dari ibu. Waktu dicoba, lha kok iya, habis minum minuman berkarbonat itu jadi lebih ‘deras’ daripada sebelumnya (di hari yang sama). Sampai sekarang kok ya belum nemu penjelasan logisnya. Piye, cak?
@ Lita,
Minuman yang beruap or soft drink itu ya
Hampir dimana-mana ada keyakinan seperti itu. Sama Bu, sampai saat ini saya belum menemukan korelasi antara karbonat dengan menstruasi. Karenanya, saya tidak dapat menjelaskan lebih jauh soal ini.
Tantangan bagi ahli kimia dan farmakologi klinis nih
sehabis kuret, saya berdarah hampir 40 hari. DSOG saya waktu itu bilangnya, ini agak di luar kewajaran. tapi alhamdulillaah ga ditemukan kelainan apa2.
salam kenal Cak, loncat2 dari tempat Lita
@ yanti,
ya saya sependapat, perdarahan pasca kuret selama itu diluar kewajaran.
Dan saya ikut gembira, tidak ditemukan kelaian.
Salam kenal juga, trims telah berkunjung
DEAR HELPER,
SAYA WANITA BER USIA 22 TAHUN..DAN SUDAH MENIKAH,TAPI SAYA DAN SUAMI BELUM MEMUTUSKAN UNTUK MEMILIKI ANAK NAMUN SELAMA INI TIDAK ADA SATUPUN
CARA KEDOKTERAN YG KAMI GUNAKAN UNTUK MENCEGAH KEHAMILAN.YANG INGIN SAYA TANYAKAN,BULAN INI SAYA SUDAH HAID,NAMUN MENGAPA SAYA MENDAPAT HAID LAGI SETELAH BEBERAPA HARI KEMUDIAN..APAKH ITU TANDA SAYA AKAN HAMIL.TERIMA KASIH SEBELUMNYA
@ KINO,
Haid susulan bisa terjadi pada siapa saja. Bisa karena faktor keseimbangan hormonal, atau penyebab lainnya.
Jika yang ditanyakan kemungkinan kehamilan, langkah terbaik adalah menunggu. Kemungkinan tersebut tetap ada jika haidnya sedikit dan siklus berikutnya terjadi kelambatan. Bila hal itu terjadi, maka seminggu setelah terlambat siklus yang akan datang dapat dilakukan test kehamilan untuk memastikan.
Andaikata hasilnya negatif berarti gangguan menstruasi.
Semoga membantu.
wah wah…saya juga kalo m lama bener lho cak…sampe hampir 2 minggu…kalo bulan puasa jadi banyak utangnya…tapi sepanjang gak ada gangguan gpp kan??…kalo sakit di hari2 pertama sih biasa…selebihnya nggak..tapi nunggu sampe bersihnya itu lho..crat-critnya lama betul…
@ starflake,
ya, sepanjang gak ada gangguan gpp.
Hehehe, crat-crit-crut ya
sebulan yang lalu saya melahirkan dan bulan ni sudah haid tapi koq sampai hari ini blm berhenti,pendarahan lumayan banyak, ni sudah hari yang ke 12,gimana donk?apa karena kb suntik ya?mohon infonya, thanks
@ LILIANA YUNI KRISTIANI,
Ok Bu Lili, kondisi tersebut sudah masuk kategori “berkepanjangan”, penyebabnya bisa karena KB bisa juga bukan.
Menurut saya, jangan berlama-lama, sebaiknya Ibu berkonsutasi kepada dokter SPOG untuk mendapatkan pengobatan.
Pada umumnya pengobatan diberikan dalam 7-10 hari dengan obat hormonal atau bukan hormonal, tentu setelah pemeriksaan.
Sekiranya nanti diberikan obat kemudian misalnya 3 hari sudah berhenti, obat seyogyanya diminum hingga habis.
Semoga penjelasan singkat ini membantu, dan mudah-2-an segera sehat kembali.
saya jadi senyum2 sendirian pas baca tulisan dibagian “kuret”.
@ telmark,
Kenapa pak? Ingat sesuatu ya
Cak, mo nanya lagi nih…….
1. Ada ga hubungannya antara flek2 yang tjd jauh hari seblm menstruasi, dengan benjolan di ketek kiri (getah bening letaknya disitu yha?) sama sariawan yang nomaden a.k.a pindah2…. little worry..
2.my age sudah sekitar sperempat abad, blom nikah, whekekekeee….
3. NUwun sanget, makasih sebelumnya.
@ rinni,
boleh, monggo …
1. Flek gak ada hubungan dengan benjolan di ketiak ataupun sariawan.
2.
3. Sami-sami
Ola, cak moki….
Serviks tu apa ya?????
@ rinn,
serviks itu = mulut rahim, hehehe … maaf, di artikel tidak disebutkan
Cak …. bantuin dong …
Saya lagi bingung nih ….. menstruasi dari tanggal 21 juli sampai sekarang, pernah berhenti selama 2 hari tapi kemudian mens lagi selama seminggu. Setelah itu berhenti lagi selama 2 hari dan mens lagi sampai sekarang. Kasusnya begini : saya bekerja di sebuah NGO / LSM yang sering melakukan pekerjaan2 diluar kota dan pekerjaan saya memang memiliki tekanan yang cukup berat. Dari menikah sampai sekarang tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun ( suami yang menggunakan kondom tapi sekarang sudah tidak menggunakan karena sedang memasuki program hamil ). Yang ingin saya tanyakan adalah sebagai berikut :
1. Apakah ada masalah dengan kandungan saya?
2. Apakah ini mempengaruhi kesuburan saya?
3. Saya belum ke dokter, waktu SMP pernah mengalami kasus seperti ini, sama ibu saya dibawa ke dokter. Waktu itu dokter bilang tidak ada masalah hanya masalah kecapekan dan stress karena tingginya aktifitas saya. Apakah kondisi seperti ini bisa terulang hingga dewasa?
Ma kasih ya cak ….
Salam
Lino
@ Lino,
Ok mbak Lino,
Kebanyakan kasus semacam ini karena gangguan keseimbangan hormon or hormonal imbalance, sebagai akibat banyak faktor diantaranya tekanan fisik maupun psikis.
Jika pada pemeriksaan dokter kandungan dikatakan gangguan keseimbangan hormon, berarti gak papa. Maksudnya, gak papa dari segi kandungan dan fungsinya walaupun sangat mengganggu.
Jawaban singkat:
1. secara organik (organ reproduksi) belum tentu ada masalh, bergantung pada penyebabnya.
2. Saat mens berkepanjangan iya, ada pengaruh. Ini karena masa subur menjadi pendek. Namun biasanya reversibel, artinya kesuburan tidak terpengaruh ketika menstruasi normal kembali.
3. Ya, bisa jadi karena faktor tersebut. sebaiknya ke dokter agar menstruasi dapat diupayakan normal kembali sesuai siklus.
Moga membantu, dan semoga sehat seperti sediakala
saya cewek umur 17 th,cak aku mau tanya aku kok sering banget mens ga teratur kdg 3 bln bs ga mens..saya g pernah lho hubungan intim,,dari umur 13 saya ud mens tp mulai SMA jd g teratur gitu,,awalnya si aku nyante aj cz pasti mens lagi ta skrg saya mulai cemas!kira2 apa pnybabnya?ap ad klainan pada rahim saya?pliss jawab ya
@ ika sari,
… ntar malam saya jawab deh
ok ika, ntar dulu ya, soalnya mo praktek
@ ika sari,
ok ika,
Gangguan seperti yang dialami tersebut belum tentu ada kelainan rahim.
Gangguan keseimbangan hormonal, faktor psikis bisa juga lho
So … jika ingin mengetahui lebih lanjut, sebaiknya periksa ke ahli kandungan, ntar akan diperiksa pakai USG (ultrasonografi).
Nah, jika misalnya hasil pemeriksaan gak ada kelainan, tenang aja.
dear cak,
Mau tanya niy saya sdh terapi hormon selama 3 bulan dng cyclo-progynova krn BUD, selama 3 bulan haid saya teratur , setelah selesai haid di bulan ketiga tdk minum obat hormon itu lg , tapi baru 1 mg setelah haid selesai , ada flek lg keluar, tdk banyak siy. perlu diketahui sebelumnya haid saya memeang tdk teratur dan dari sebelum menikah sdh pernah BUD juga tapi tidak terapi hormon, baru setelah menikah saya ke dokter kandungan kira 4 bulan lalu. Mohon penjelasannya, apakah perlu terapi kembali, karena dari dokter kandungan hanya menyarankan silahkan kembali ke dokter klo dlm satu tahun setelah menikah belum juga hamil.
@ hafisa,
ya, perlu ke dokter lagi untuk follow up. Tidak selalu terapi hormon ulang, bergantung hasil pemeriksaan dokter.
Jika beliau menentukan terapi hormon ulangan, maka akan dibuat program terapi hormon ulangan.
moga membantu, dan semoga sukses
cak,
saya gadis 22 th, jg lg bingung nih,
pasalnya dlm sebulan ini haidnya 3x, selang cm seminggu, saya dah periksa ke dokter ahli kandungan,baru dikasih obat u menghentikan perdarahannya n mengatur hormonnya dulu.
kejadiannya abis aku mendaki gunung lawu & demam sampe seminggu. tapi pas haid ini, sakit terutama sebelah kiri&darahnya menggumpal.ada kemungkinan kista kah?
nek doktere bilang msh praduga yg positif dulu, gangguan hormonal ajah. tp aku ya khawatir nek ternyata kista, waktu di usg nampaknya ada _ kurang cermat e ngamatinya_
mohon keterangannya
maturnuwun…
@ adin,
mengingat kejadian tersebut baru sebulan terakhir dan dibuktikan tiak adanya kelainan pada pemeriksaan USG, saya sependapat dengan dokter ahli kandungan tersebut, yakni Gangguan Keseimbangan Hormonal (dan ini emang kejadian terbanyak). Kondisi ini bisa berulang atau berlangsung lama karena berbagai faktor pemicu, antara lain kelelahan fisik ataupun kelelahan psikis.
Tenang aja deh, kan di USG gak ada kelainan tho … ntar kalo masih keluar darahnya, pengobatan bisa diulang.
Moga segera sembuh ya
pak dokter,
masih ditunggu nih postingan ttg PMSnya.. hehehe
@ echi,
silahkan lihat di:
PMS udah posting….
PMS Datang Badai Mengguncang
Dear cak,
mau tanya lagi niy..evaluasi dari pertanyaan sebelumnya, masih mengenai BUD yang saya alami. setelah satu bulan dr jadwal haid terakhir minum cyclo-P, ternyata haid nya telat dan keluar darahnya tidak banyak hanya flek2.saya pikir mungkin hamil krn sdh telat dan keluar nya hanya flek saja tapi setelah di tes negatif. menurut dokter kandungan harus dilihat dulu satu bulan lagi, krn biasanya dengan cyclo-P haid nya harusnya normal kembali, dan disarankan untuk tes hormon. yang saya ingin tanyakan apakah perlu untuk tes hormon mengingat usia perkawinan baru berjalan 5 bulan .dan saat ini saya diberi transamin untuk menghentikan perdarahan/flek2 tsb krn itu diluar periode haid, apakah transamin ada efek sampingnya?
terimakasih untuk jawabannya
@ hafisa,
Dear hafisa,
ya benar, mengingat usia perkawinan masih 5 bulan dan gangguan haid tidak menunjukkan kelainan organ reproduksi, maka saya sependapat bahwa pemeriksaan hormon tidak diperlukan.
Foloow up bisa berlangsung hingga 3-6 bulan, kalo sebulan menilai haid menurut sy koq terlalu dini.
Transamin berfungsi untuk stabilisasi or hemostabilizer, gak ada efek sampingnya koq, aman.
Trims share-nya, moga bermanfaat.
» ke atas
cak, punya data yang pasti tidak tentang penggunaan KB yang menimbulkan haid berkepanjangan sehingga aktivitas seksual menjadi terganggu. terimakasih sebelumnya yaaa….
@ emak,
maaf, saya gak punya data tentang itu
» ke atas
saya mau menenyakan tentang penyakit yang diderita teman saya,,,dia menstruasi terus-menerus dan keluhannya adalah sakit pada perutnya,,terkadang ulu hatinya terasa nyeri,,,apakah ada hubungannya antara nyeri pada ulu hati dan menstruasinya yang tidak berhenti itu???lalu kira-kira teman saya itu mengidap penyakit apa ya???saya curiga dia terkena kanker rahim karena pendarahannya itu,,,terima kasih,,,
@ itha,
mestruasi berkepanjangan dan sakit ulu tidak ada hubungan langsung. Namun bisa saja sakit ulu hati muncul karena rasa cemas akibat menstruasi yg berkepanjangan.
lho lho lho, koq malah nakut-nakutin ..hehehe, tidak semudah itu … kanker rahim banyak tandanya, dan perlu pemeriksaan untuk menentukan jenis maupun penyebabnya…
so, sebaiknya periksa ke dokter ahli kandungan… belum tentu ada penyakit serius koq … ini lebih bagus daripada hanya menduga-duga, apalagi dugaan yg menakutkan
Moga bermanfaat
eh cak, aku mau sharing aja nih. dulu sbelum merit setiap mens pasti kena PMS terutama kram di perut bagian bawah (nyeri banget selama 2 hari pertama). After merit sakitnya sedikit berkurang, tapi masih terasa nyeri. Darah haid sering menggumpal pada hari pertama-kedua.
After punya baby (persalinan normal) semua nyeri2 PMS itu langsung mak blas.. hilang lang lang , dan darah haid juga lancar car.. Enak sih, seneng banget saya.
Apa ada penjelasan ilmiah untuk kasus saya ini? Karena rupanya teman saya juga mengalami hal yang sama. Apakah kalau dulu saya melahirkan secara caesar, hal yang sama bisa terjadi pada saya? Thanks ya cak atas penjelasannya
satu lagi cak, dulu sblm punya baby jadwal haid sering tidak teratur, kadang sebulan 2 x, kadang 2 bulan sekali, malah terkadang darah haid berwarna coklat tua (medheni ya cak). Sekarang jadwal haid cukup teratur untuk ukuran saya,rata-rata siklus saya 30 hari sekali. paling hanya telat 3-4 hari kalau lagi banyak tekanan hidup (pekerjaan, maksudnya, krn belum program hamil hehehe).. Kok bisa ya Cak?
nanya lagi ya Cak.. halah ga habis-habis..
Budhe saya (single, 50 tahun) didiagnosa kanker serviks stadium 3, saat ini sedang kemoterapi. saya baca di literatur kanker serviks lebih banyak menyerang wanita yang sexually active karena major cause nya adalah virus HPV yang ditularkan via sex.
Heran saja saya kenapa Budhe bisa kena, padahal beliau:
- single, dan imannya cukup tebal
- tidak merokok/minum miras yang menurut literatur meningkatkan resiko kanker serviks
- tidak bekerja di lingkungan yang banyak terpapar zat kimia (almarhum teman saya, single, meninggal karena kanker, diduga penyebab kankernya adalah terpapar zat kimia di lingkungan kerja - almarhum adalah seorang analyst kimia)
- beliau menjaga makan dengan baik,jarang stress, tidur cukup dan lumayan suka berolahraga.
Ini sebenarnya bukan nanya tapi curhat.. mohon pendapat cak moki ya kok bisa si Budhe kena. Dan mohon doa semoga pengobatan Budhe berhasil.
@ Cathy,
1. tentang PMS
ya, ini dapat dimaklumi mengingat salah satu sebab terjadinya PMS adalah faktor psikis selain faktor perubahan hormonal. So, ketika merit lalu punya baby, segala keluhan PMS menghilang mungkin karena hidupnya lebih tenang and enjoy … tapi tidak semua gitu lho, soalnya kondisi psikis seseorang berbeda untuk setiap keadaan. Ada juga yg malah menghebat PMS-nya saat punya baby karena merasa ribet …
PMS tidak ada hubungan langsung dengan operasi Caesar. Kalaupun sang teman mengalami hal yg sama, ini hanya kebetulan semata.
2. tentang haid
penjelasannya sama dengan yang pertama … lebih kepada pengaruh psikis. Pada dasarnya, seseorang yang kondisi psikisnya bagus, enjoy, ..maka banyak keluhan “psikosomatis” (keluhan fisik karena pengaruh psikis) akan menghilang dengan sendirinya.
3. tentang kanker serviks
Penyebab primer dari semua kanker (termasuk kanker serviks) hingga kini, tidak diketahui. Adapun major cause di literatur hanya hipotesa berdasarkan penelitian kohort (kilas balik) para penderita di wilayah tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Tidak semua daerah dan tidak semua negara sama. Di daerah yang menganut faham seks bebas, bisa jadi faktor pencetus terbanyak adalah virus HPV, sedangkan di negara yang masih memegang erat budaya ketimuran serta tidak menganut faham seks bebas, tentu major cause nya berbeda.
Sayang di negara kita belum ada penelitian menyeluruh seputar kanker serviks ala Indonesia. Kalau ada, niscaya hasil penelitian major cause-nya beda.
AKhirnya, semoga pengobatan Budhe tercinta berhasil …
NB: mohon maaf atas keterlambatan jawaban, karena kebetulan ada kesibukan.
» ke atas
Dok… eh Cak… makasih banyak atas penjelasannya. saya maklum kok kalo banyak kesibukan.. heheh,nek gak ngono dapure gak ngebul yo Cak. Sekarang ada vaksin kanker rahim yang sedang dipromosikan (anaknya Sophia Latjuba katanya sudah divaksin juga). Kalo ndak salah itu isinya virus HPV yang sudah dilemahkan (bener tidak cak?). Jadi mikir, kalo di Indo ternyata major cause kanker serviks bukan HPV, percuma juga divaksin (mahal pisan)..
@ Cathy,

hehehe, selamat mengebulkan dapur
Soal vaksin untuk kanker rahim sementara saya gak komentar dulu, maklum…promosi model begini di Indonesia terlalu sarat dengan masalah niaga … kita tunggu aja penelitian lokal Indo supaya lebih afdhol
Numpang nanya ya cak..
Kebetulan aq juga baru pulang dari opname. Ceritanya gini bulan September aq ngalami mens yang lamanya 26 hari (sebelumnya juga pernah sih umur 14 taon = 32 hari, & 19 taon 29 hari, sekarang keulang lagi di umur 24 taon, kaya Pelita yaa).Pas hari ke 24 aq ke dokter, trus dikasi endometril utk menghentikan pendarahan&baru berhenti di hari ke 26.Eh ternyata tgl 5 mens lagi sampe tgl 13 Okt. Karena biasa banyak aktifitas, aq cuekin rasa gampang capek. Trnyata pas periksa tgl 22 Okt aq dinyatain kena anemia&tifus, dengan hb 8,0, hematokrit 25 & eritrosit 3,61&harus opname. Besoknya diminta cek darah lagi & USG, hasilnya Fe Serum aq 11&ferritin 4,6, yang terus diharuskan infus Venofer sebanyak 3botol. setelah diberi Venofer, Fe serum naik jadi 54&ferritin 162,3, tapi hb malah turun jadi 7,6&hematokrit 24. Akhirnya aq ditranfusi sebanyak 4 kantong. Sementara itu dari hasil USG disebutkan Uterus sedikit membesar (39,8×69,3×40,1mm), struktur inhomogen, tampak modul hiperekhoik, batas cukup tegas,ukuran 14,4×14,9 mm pada posterior serviks.
yang ingin aq tanyakan, kenapa setelah penambahan besi via Venofer (yang kata dokternya akan memancing hb krn fungsi besi adalah mengikat hb), hb aq malah turun & apa maksut dari hasil USG itu cak (krn mama gak bilang sama aq).
Terima kasih untuk jawabannya ya cak.
Oya cak, saat ini aq masih terusin obatnya yang diresepin untuk 30hari, yaitu folavit 1000mcg 1tablet sehari & maltofer 1 tablet sehari. kalo sebelumnya pas masih opname aq dikasi cravox 500mg 1tablet shari, folavit 1000mcg 1x sehari 2tablet, & maltofer 2x sehari 1 tablet (pola minum obat ini sampai tanggal 6 nov kemarin).
Terimakasih sebelumnya..maaph curhatanq panjang he he…
@ ienk,
menurut saya, lebih efektif pakai whole blood alias transfusi darah segar, karena semua komponen darah ada di situ dan gak 2 kali kerja, 2 kali bayar …
Adapun hasil USG gak papa tuh, bahasanya aja yang keliatan aneh … kalo perdarahan emang biasanya sedikit membesar karena ada penebalan dinding rahim … kira-kira gitu deh bahasa sederhananya.
Moga sehat kembali
oooo gtoo…
Yak setuju banget cak, kalo gak perlu Venofer, gak perlu ngilu 9 jam sampe tangan bengkak he he…habisnya Venofer botol pertama pas masuk nyiksa banget. sampe bikin aq perang dingin/ngambek ma dr Doxx SpPD(nama dirahasiain yaa..)toh akhirnya aq harus jadi draculla juga habisin 4 kantong darah..
Jadi yg hasil USGnya aman2 aja ya cak..syukur deh…coz kemarin pas jadwal kontrol, sama dr Hardxxxxx SpOG (nama dirahasiain lagi yaa…) malah disuruh cepet2 nikah&hamil…wduh…bakal hilang deh kebebasan aq… ;(
Thanx banget jawabannya ya cak (^_^)
@ ienk,
hehehe, saya sependapat dengan dr SPOG … cepetan nikah, kebebasan bisa diatur kali
weks tidaaaaakkk!!!!!…gak dalam waktu dekat deh (kan masih keciill…he he )…..wduh critanya seprofesi trus seiya sekata nih… ;(
O iya cak, jawaban cak moki dah aq print (kurang kerjaan banget yaa kayanya…demi..sih) & aq kasi ke Mom, & aq jelasin klo im fine&i’ll be OK & cuekin aja ketr di bagian bawah yang tulisannya “Kesan:myoma uteri” (coz tu yang sering jadi pikiran Mom) and…beliau dah mulai (agak) ayem (kalo org jawa bilang) biarpun aq dapet *PLETAKKK!!* sebuah jitakan di jidat & omelan yang panjangnya 4 halaman HVS (mending2 omelannya ditulis/diketik dulu ntar aq baca sendiri deh…he he..)
Tengkyu buanget yaa…
@ ienk,
itu ntar bisa diulang usg-nya kalo ada keluhan, soalnya kesan yg tertulis meragukan kalo dibandingkan dengan besarnya uterus.
ok, moga aja hanya hiperplasia karena penebalan saja
maksudnya tidak nolak nikah kan ? …hahahaha, tanya mom deh, dijamin beliau setuju
cak,
kayaknya tanda-tanda sudah mulai sembuh..tapi ya memang sih, masih sering sakit perut bagian bawah.
selama pertengahan agustus lalu saya DUB, sdh terapi dg dokter spesialis kandungan. sy diberi obat,lutenyl&cyclo progynova.terakhir pendarahan 2 mgg lalu( saya skrg susah membedakan mana pendarahan mana haid) sebelumnya siklusnya normal.yg ingin saya tanyakan,perlukah saya terapi ulang/konsultasi lagi?mengingat belum pendarahan lagi
terimakasih sebelumnya..
@ zha,

Menurut saya, perlu periksa dan konsultasi ulang, mengingat masih ada rasa nyeri di perut bagian bawah.
Bila ternyata gak ada kelainan, berarti aman
Sedangkan untuk membedakan perdarahan dengan haid emang sulit karena siklusnya akan berubah. Nah supaya gak repot, yang berikutnya bisa dianggap haid jika dirasa seperti haid sebelumnya. Saya memaklumi hal ini karena mungkin terkait dengan masalah peribadatan.
Thanks
mau tny cak
hai cak
Cak, kalo mens nya 3 mgg, tp cuma netes2 aja ( dr tgl 28 okt - 12 nov).. trus pas tgl mens nya ( 13 nov ) keluar tp tdk begitu byk, itu knpa ya? setelah melakukan aktivitas seks, darahnya menetes sampai tgl 12 nov, itu knapa ya? saya bingung deh cak.. saya takut tar ga berhenti mens nya gara2 ‘itu’.. sebelumnya ga prnh begini cak..
Balas ya cak..
@ maya,

hai juga
Sebaiknya diobati, bisa jadi karena DUB sedangkan aktifitas seks hanya sebgai pemicu belaka.
Tentu bisa diobati, gak perlu khawatir.
So, silahkan periksa and konsul ke dokter ahli kandungan terdekat.
Moga segera pulih kembali
Kok bisa terjadi pendarahan ya cak?
Jadi gmn dong biar bs kembali normal?
Emangnya habis ‘berhub seks’ keluar darah ya..
Ciri” DUB sakit d perut bagian bawah ya cak..
Saya ga begitu..
@ maya,
ntar diobati bisa normal kembali koq
DUB gak mesti sakit perut bagian bawah, bergantung pada masing-masing orang. So, gak sama tiap orang
mba q mo nanya
q sedang mengalami haids tp kok dah 1 bulan ga selesai jg
trus q pernah mangalami gangguan…
setiap kali q buang air besar kok selalu ada darahnya ya?
yg ni terjadi mulai 1,5 th yg lalu….terakhir baru bbrp bulan yg lalu
kira2 q knp ya trus gmn solusinya??
please jwb ya ke alamat email q
sebelumnya terima kasih
@ ciez,
walah, pakai kumis koq mba sih … emang saya cantik ya … hehehe *becanda*
Jawabnya di sini aja ya …
Mens berkepanjangan apalagi sampai sebulan hendaknya diobati, so silahken periksa ke ahli kandungan atau dokter terdekat.
Trus tentang buang air besar berdarah, jika darahnya darah segar and netes-netes, salah satu kemungkinannya : hemoroid or wasir.
Coba baca artikel tentang ini di sidebar kanan atas yang ada gambarnya itu lho … ntar bisa didiskusikan lebih lanjut jika ada yg kurang jelas setelah membaca artikel dan diskusinya.
Thanks
Cakmokiiii…, need ur help nih.. ;(
Lagi phuyenk nih. Gini cak, pas kontrol ke DSPD & DSOG minggu lalu, aq diwarning supaya jangan sampe ntar dalam 1 bulan ketemu 2 periode mens, ato mens lagi yang luamaaa buangeth lagi (gimana caranya, kan out of my control ya..).
Nah masalahnya, ni kejadian cak. Jadi mulai September ni sampe November “tamu” aq bener2 pada gak sopan semua, ada yang lama, ada yang 1 bulan 2 periode.
Kalo bulan Sept mulai mens tanggal 2-28, setelah dikasi endometril & adona bisa brenti, habis tu mens lagi tanggal 5-13 Oktober (cuma lowong 6 hari aja), habis itu aq kena anemia deh. Trus dapet lagi tanggal 30 Okt - 6 Nov, nah tau-tau si “tamu” dateng lagi cak, kemarin mulai tanggal 22 Nov, jadi cuma lowong 15 hari.
Yang terakhir tu gak pake permisi, maksutnya gak pake flek kaya yang biasanya, tapi langsung darah gitu & volumenya juga langsung banyak. Setiap mens aq juga gak pernah ngerasain yang namanya sakit perut, paling cuma pegel aja di punggung (heran deh, padahal temen kantor aq setiap mens pada mules sampe pingsan&opname, tapi jangan sampe deh aq ngrasain kaya gitu).
Mo aq brentiin, tapi DSOG aq masih belum ijinin aq pake endometril saat ini, tapi kalo pake adona waktunya utk brenti lebih lama, ato malah kadang gak ngefek alias gak brenti juga. Saat ini aq juga masih ngabisin resep Folavit 1000mcg & maltofer 100mg
Trus gimana dunk ni cak? what sould i do now? Hiks…bisa2 aq diomelin ma tu dokter berdua ntar, dikroyok deh, apa lagi kalo sampe kena anemia lagi. Padahal dah susah payah naikin hb dari 7,6 ke 13,9 setelah tranfusi 4 kantong kemarin dulu
Thanx b4 yaa cak (^_~)
Kalo endometril atau prometril (kalo ga salah) apa tu bisa dibeli di apotik? Teman saya kena endometriosis dikasi Azol. Tapi ketika dah sembuh, dia hamil trus keguguran. Trus ga lama endometriosisnya tumbuh lagi.
@ ienk,
sorry…kelewatan, duuh koq bisa ya …padahal tiap hari buka blog.
Ok,
Yang paling penting adalah pemakaian endometrin minimal 7-10 hari, maksudnya obat tersebut dilanjutkan walau mens berhenti dalam 3 hari.
Dan jika setelah minum endometrin 7-10 hr masih perdarahan, maka obat tsb bisa dilanjutkan hingga berhenti.
yg lain juga diminum dong dan makan banyak protein supaya gak anemi.
Nah, langkah selanjutnya adalah maintenance or follow up. Jika mens datang sebelum jadwal, segera ke SPOG.
Ini penting agar SPOG bisa menilai dan menentukan langkah selanjutnya, apakah tetap pakai endometrin berkala or pakai hormonal.
Moga segera teratasi
@ oliveoile,
bisa… cuman gak semua kota sih…ada yg bisa ada yg enggak, soalnya perlu pertimbangan dan pemeriksaan untuk menentukan jenis dan lamanya pengobatan.
kalo endometriosis sebaiknay dilakukan “dilatasi” (pelebaran dengan ditiup *ini istilah awam* atau pengobatan berkala)
Thanks share nya ya
Hi Cak, salam kenal
langsung aja ke permasalahan saya nih
saya abis pasang hormonspiral (sesuai anjuran dokter) dari mirena yang katanya paling bagus tapi juga mahal (sekitar 300euro lebih). pemasangan spiral dilakukan tgl 15 november 2007. setelah pemasangan itu keluar lendir selama semingguan (lebih) dan sakit dibagian perut bawah yang kadang datang dan pergi, trus tanggal 25 november nya sempat berhubungan badan dengan suami saya, setelah itu datang bulan terus menerus sampe sekarang
waktu awal desember sempat melakukan pemeriksaan, tapi mungkin terlalu dini? (karena dokter nya cuti di bulan Januar), dan hasilnya semua OK. Karena waktu itu masih dalam masa normal period jadinya saya ngga banyak tanya soal haidnya karena menurut saya itu masih dalam batas normal saja (semingguan), memasuki waktu 2 minggu saya pikir mungkin masih waktu adaptasi benda asing itu dalam tubuh, ealah…kok sampe sekarang haidnya ga brenti². hiks…bikin ga enak saja, karena ngga bisa melakukan ibadah dan kebutuhan suami tak tercukupi, hehehe..
apa memang begitu abis pasang hormonspiral? apa saya ngga cocok pake hormonspiral? ato ada hal lain sebagai pemicunya? sampe berapa lama kira2 ya cak haidnya ini? sudah ngga tahan
apa saya harus buru² konsultasi ke dokter? (jadwal pemeriksaannya lagi 6 bulan setelah pemasangan). emm…tanya apalagi ya? hehehe… bingung dewe :p
bales ya cak
terimakasih sebelumnya 
@ linae:
hi, salam kenal juga
Sebenarnya prinsip KB adalah “yang paling nyaman bagi akseptor”, bukan karena mahalnya. Selain itu perlu dipertimbangkan reversibilitasnya jika nanti ingin punya anak. So, boleh dibilang “cocok-cocokan”. Setiap orang gak sama. Orang lain cocok dengan alat kontrasepsi A belum tentu A cocok digunakan yg lain.
Emang teoringa, spiral paling bagus, pakai hormonal maupun tidak.
Bisa jadi kasus tersebut: DUB (gangguan keseimbangan hormonal) karena alat kontrasepsi tersebut. Sebaiknya konsultasi ke dokter yg masang tanpa nunggu jadwal berikutnya, jika menstruasi sudah melebihi seminggu, untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Hubungan badan, menurut saya bukan pemicu. Bisa jadi ada faktor lain kalau spiral hormon tersebut bukan sebagai penyebeb.
So sekali lagi konsultasi tanpa harus menunggu jadwal.
Oya, konon kalo soal KB, para petugas Indonesia jagonya … hahahaha …ini kata orang sono lho
Moga segera teratasi
Thanks
cak..ikutan nimbrung yah..aku mensnya gak teratur kadang 2 bulan , 3 bulan pernah juga 4 bulan sekali itu pun aku pergi ke dokter di kasih obat gynecosid baru deh keluar. Trus selama datang bulan aku minum jamu terus biar banyak keluar darahnya. karena kalo hanya mengandalkan obat saja memang keluar tapi kadang2 hanya sedikit banget. Ada efek samping gak ya kalo tergantung sama obat itu ? perut aku juga tambah kembung trus kalo lagi dapat bawaannya mual, dan uring2an. Sering disangka orang rumah aku hamil.(beneran lho!!) Dan membuat aku sedih..Tolong dong cak gmn caranya biar aku dapat mens teratur apa aku minum obat kb tapi yang untuk keluar mens saja? sejak minum obat itu badan ku jadi tambah melar…tlg di jwb yah cak..mks!
oh ya cak sebagai info tambahan aku punya jenggot , bulu di atas bibir, bulu kaki dan tangan yang tumbuh subur. Aku perhatikan setiap aku mau datang mens ( setelah minum gynecosid) bulu jenggot seperti tidak tumbuh tapi kalo tidak lagi mens pertumbuhannya cepat. trus sebelum mens kok gatal2 ya dan selama mens juga sam sampai selesai mens. Kenapa ya cak ?…
@ nona:
hmm … ini hypomenorrhea. Ada beberapa cara or upaya agar mens manjadi teratur.
Pertama udah ok, yakni menggunakan gynecosid 1×1 selama 2 hari lantas ditunggu hingga mens. Cara ini bisa diulang pada siklus berikutnya atas petunjuk dokter.
Kedua, jika cara pertama kurang memberikan respon yg bagus, sebaiknya konsul dan periksa lagi ke dokter spesialis kandungan. Ntar DSOG akan memeriksa secara teliti penyebab lamanya interval mens yg satu dengan mens berikutnya.
Jika tidak ada kelainan apapun biasanya DSOG akan menetapkan skedul pengobatan agar mens teratur.
Tentang jenggot dan bulu lain, kemungkinan ada hubungannya dengan mens yg ga teratur. Dengan pemeriksaan hormonal akan diketahui kadar hormon pemicu bulu-bulu tersebut dan DSOG akan memberikan obat yg sesuai.
Moga bermanfaat
Pagi cak moki!.. makasih banget ya masukannya. Tapi cak, kok belum di jawab efek samping dari obat itu? aku juga pernah di saran kan minum pil KB tapi untuk yang mensnya saja, trus pil KB yang tidak membuat badan gemuk apa ya ? …
Cakmoki mo nanya nih,
Saya kebetulan punya “temen deket”, dia tu punya keluhan sakit saat haid. Kejadian ini baru berlangsung sekitar satu tahun belakangan ini sebelumnya tidak. Kalo lagi sakit haid kadang sampai pingsan dan darah haid menggumpal, rasa sakit itu si hanya sekali saja dalam satu kali haid, dan rasa sakit berlebih itu terjadi saat keluar darah yang menggumpal itu. Siklus haid dia normal. Mohon penjelasannya, saya khawatir dia terkena endometriosis. Trus apakah pola makan berpengaruh? soalnya dia tu susah banget buat makan, sehari paling 2 kali itu juga sedikit banget N kadang klo habis makan langsung pengen buang air( kaya bebek wae, bisa de ingu). Saya suruh periksa ke dokter tetapi dia enggan dan keliatannya dia tidak begitu khawatir dengan sakitnya itu. Aduh puyeng nih, apa karena saya saja yang terlalu khawatir ya.
Tolong kasi penjelasan n solusinya dong…..
Opo de RABI wae yo? jerene mba @Evy
@ nona:
oh iya, maaf…
efek samping yang bisa timbul pada umumnya: mual dan rasa melayang.
Salah satu efek Pil KB adalah perubahan Berat badan, biasanya naik. Namun efek ini sangat individual, artinya tidak semua orang mengalaminya. Misalnya, seseorang minum pil KB jenis A, berat badannya naik sedangkan orang lain minum obat yg sama tapi berat badannya ga naik, inilah yg disebut individual. So ga ada jaminan pil KB tertentu tidak menimbulkan kenaikan berat badan
@ maswie:
nyeri haid disebut dismenore, yang bisa timbul menjelang haid atau hari pertama haid atau saat dalam siklus haid.
Penyebabnya macam-macam, bisa karena masalah hormonal, psikis atau bisa juga ada gangguan organ reproduksi, dll.
Solusi:
Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter spesialis kandungan melalui pemeriksaan fisik atau dengan USG.
Jika ternyata gak ada kelainan setelah diperiksa oleh DSOG, berarti aman… kadang perlu obat pereda nyeri haid sebelum nyeri datang, mengingat si temen sampai pingsan.
Atau … rabi wae … hahahahaha
Dear Cakmoki,
Cak aku mau nanya, aku punya adik perempuan sekarang dia duduk dikelas 3 SMP, pada saat pertama kali dia menstruasi mengalami pendarahan hebat, maksudnya darah yang keluar sangat banyak sekali sama seperti orang melahirkan (sampai pake pembalut yg biasa dipake org melahirkan) dan waktu menstruasinya yang panjang sampai 1,5 bulan hingga dia makin kurus & lemas karena kehilangan banyak darah dan yang lebih parahnya lagi dia terpaksa tidak masuk sekolah (padahal hampir mendekati ujian) selama masa mens itu karena dia malu & minder dengan banyaknya darah yang membasahi seragam sekolah sama tasnya. Sekarang dia baru mendapat menstruasi yang keduanya setelah hampir 4 bulan kosong. Untuk menstruasi yang kedua ini sudah berjalan hampir 2 bulan tidak berhenti malah lebih parah lagi dengan makin banyak jumlah & frekuensi darah yang keluar, sudah berbagai cara sudah saya coba (pengobatan alternatif) dan obat-obatan diminumnya namun belum berhenti juga. Pernah dibawa ke spesialis kandungan dan di USG tapi katanya tidak ada masalah pada rahimnya dan pas ditanya apa hasil analisa dokter katanya cuma masalah sedikit pada hormon saja jd tdk ada solusi sampai skrg. Cak! saya dan keluarga sudah hampir putus asa disamping karena kendala masalah biaya juga keadaan ekonomi keluarga yang kurang baik jadi mungkin usaha saya mungkin belum maksimal. Apakah ini karena ada kemungkinan kanker rahim ?? Thanks sebelumnya atas responnya, saya berharap bgt dapat respon dari cakmoki ttg hal ini!
Thanks Bgt,
@ndhie Ortega
@ @ndhie Ortega:
sepertinya enggak, mengingat dokter kandungan udah periksa usg dan beliau mengatakan ga ada masalah dengan rahimnya, karena kanker rahim akan terdeteksi saat pemeriksaan oleh dokter kandungan.
Lagipula beliau menyebutkan masalah hormon, yang dimaksud adalah gangguan keseimabngan hormon atau hormonal imbalance.
Menurut saya, jika masih menstruasi hingga lama banget, sebaiknya berobat ulang atau jika faktor biaya menjadi kendala, bisa periksa ke RSUD. Ntar akan diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya. Selain itu mungkin akan diperiksa juga ada tidaknya gangguan darah melalui pemeriksaan darah lengkap (hematologi)
Moga bermanfaat dan mudah-mudahan adinda segera pulih kembali.
Trims
halo …makasih banget yah atas infonya kebetulan sekarang saya lagi ngalamin spot gitu udah 13 hari belum berhenti masalahnya mulai dari sejak kita coba buat anak karena udah 2 tahun safe pake kondom setelah nyampur udah lewatin haid sekali trus berikutnya spot gini(dengan jumlah darah yg sedikit trus warnanya kecoklatan aja ) sebenrnya agak worried tapi tanya sana sini katanya sih kecapekan saya gak berani ke dokter soalnya di luar negeri jadi agak riskan walau saya agak worried juga tapi kaya nya pas baca artikel ini cukup membantu loh makasih banget ya …oh ya saya mau tanya kalau mens yg berkepanjangan ini gak tentu ya hilang nya kapan? trus trus saya mens nya gak pernah teratur malah sering 2 bulan sekali apa itu mengganggu kesuburan saya ? trus saya kok sejak gemuk sering kena bisul ya ? padahal ga pernah alergi sama telur tapi sejak 4 tahun yg lalu bisul nya wara wiri di tubuh ku hiks…i hope you can help me thank you …God bless
@ Fanny:
halo
iya, gak bisa diprediksi. Mens ga teratur tidak serta merta mengganggu kesuburan, tapi emang perhitungan masa suburnya jadi meleset. Kalo kena pas masa subur tentu bisa hamil.
Tentang bisul, bener tuh…adakalanya lebih mudah timbul pada saat gemuk. Ini terjadi karena pembuntuan saluran kelenjar lemak trus terjadi infeksi or peradangan kalo pas ada mikroorganisme ikutan nimbrung di situ… gak mesti alergi telur lho, kan bisul beda ama alergi
Moga membantu
God bless
Mm…artikelny cukup bagus…wawasan saya jadi bertambah.
Mau tanya… Kalau terjadi keputihan, lalu beberapa hari kemudian ad perdarahan pervaginal (di luar siklus M)…kira2 kenapa,y? Mengobatinya gimana? (NB: kalau M juga ad nyeri…apa ada hubungannya?) Trims.
@ Winnie:
Trims
ok, keputihan yg disertai perdarahan pervaginal bisa disebaban berbagai hal, diantaranya: infeksi. Namun bisa pula merupakan 2 kejadian yang berbeda mengingat bahwa perdarahannya (seberapa banyak) terjadi beberapa hari setelah keputihan. Dan keputihan tersebut (kalo sembuh sendiri tanpa diobati) nampaknya bukan keputihan karena penyakit (non patologis)
Untuk keputihannya, silahkan baca dulu artikel sebelumnya di sini
Sedangkan untuk perdarahannya, bergantung kepada penyebabnya. Jika gak ada sebab lain (gak ada infeksi or gangguan lain), cukup diobati dengan obat pereda perdarahan, misalnya: Adona, Danochrom dan sejenisnya.
Jika diduga berhubungan dengan masalah hormonal atau infeksi, maka perlu pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan diagnosa dan mendapatkan obat yang sesuai.
Adapun nyeri saat menstruasi (dismenore) tidak berkaitan dengan masalah tersebut di atas, obatnya: kombinasi antara Analgesik (pereda nyeri) dan ergotamin-coffein, diminum sebelum nyeri haid (biasanya sehari menjelang haid bergantung kebiasaan datanya nyeri).
Moga berguna
Trims
capricorn,
cak mgp kalo lg dapat menstruasi, keluarnya selalu sedikit2, agak kecoklatan dan wktnya lama, apa ada hbnya dgn kb spiral yg saya pakai, siklus haid saya hanya 20 hari, apa itu tdk apa2 , tq
Cak, saya juga ngalamin hal di atas, ini kali kedua saya ngeflek-ngeflek hampir sebulan dengan darah warna hitam, saya pakai IUD, dicek masih bagus, USG baik, pernah pake metil ergometrin kombinasi dengan adona seminggu lebih, tapi gak berkurang. Trus sama dokter sekarang diberi norethisteron (Regumen).Pas minum Regumen dapat 2 hari fleknya stop, lalu saya stop obatnya,eh besoknya keluar lagi
Apakah Regumen ini harus diminum terus? Sampai berapa hari Cak?Apakah saya akan tergantung terus dengan hormon ini (jika tidak minum maka akan keluar flek lagi)?6 bulan lalu saya pernah seperti ini tapi flek darah hitamnya cuma 2 minggu lalu lanjut darah segar.Kenapa ya yang sekarang hitam terus?Saya jadi takut nih…
Memang sih sebulan terakhir banyak pikiran dan kerjaan.
Mohon penjelasan farmakoterapinya ya cak…maklum saya apoteker jadi nggak ngerti banget ilmu kandungan….makasih banyak
@ Rianto:
lamanya seberapa ? kalo masih kisaran 3-10 hari (rata-rata 7 hari) gak papa, sedangkan siklus normal kisaran 21-35 hari (rata-rata 28-30 hari), selisih dikit gak papa. Gak ada hubungannya dengan spiral karena spiral gak mengandung hormonal yg mempengaruhi siklus haid.
@ anna:
ok, metil ergometrin bekerja dengan cara menstimulir uterus dengan harapan dapat menutup kapiler di dinding uterus, sedangkan adona bersifat hemostatik yg mempertahankan permiabilitas kapiler. Pilihan kombinasi ini merupakan pilihan pertama karena tidak mengandung hormonal.
Namun jika dalam seminggu atau 10 hari belum menunjukkan hasil memuaskan maka dipiluhlah pilihan kedua yakni pengobatan menggunakan hormonal.
Minum Norethisteron mestinya sampai habis (biasanya 7-10 hari) walaupun misalnya mampet dalam 3 hari, obat tetap diteruskan hingga habis. Kalo dihentikan akan mengakibatkan withdrawl, yakni reaki feedback mechanism yg memicu produsi hormon melalui hypothalamus, trus berefek ke rahim dan akan mengalami perdarahan lagi.
Gak akan menimbulkan ketergantungan koq…hormon tersebut bekerja reversibel, ntar keseimbangan hormon estrogen dan progesteron akan kembali normal.
Masalah warna lebih dipengaruhi oleh proliferasi (penebalan) dinding rahim saat menjelang ovulasi hingga masa menstruasi. Jika proses proliferasi terganggu, maka penebalan dinding rahim tidak disertai dengan makin banyaknya pembuluh darah kapiler dalam rahim sehingga lebih banyak jaringan ikat penunjang yang keluar ketimbang sel-sel darah, serum dam pembuluh darh kapiler. Inilah mengapa warnanya menjadi lebih hitam dibanding biasanya.
So, gak papa sepanjang hasil pemeriksaan fisik dan penunjang (USG, dll) gak menunjukkan adanya kelainan.
Moga penjelasan singkat ini berguna
Trims