Tulisan ini respon dari tanya jawab bu Laras saat posting Hamil di luar kandungan
Kendati dalam istilah medis tidak dikenal Hamil Anggur, ada baiknya kita bahas sekilas untuk tambahan sedikit pengetahuan. Nama penyakit tersebut sebenarnya adalah Mola Hidatidosa. Nama-nama lain lihat “kata kunci”.
Mengapa disebut Hamil Anggur ? Yah, itu kan kebiasaan manusia (indonesia?), mungkin mengaitkannya dengan bentuknya yang mirip anggur.
Kata kunci:
Mola hidatidosa, gestational trophoblastic disease, gestational trophoblastic tumors, hydatidiform mole, invasive mole, chorioadenoma destruens, choriocarcinoma, gestational trophoblastic neoplasia.
ilustrasi: Mari kita bayangkan segerombol buah anggur. Ambil satu persatu hingga habis, atau biarkan rontok dengan sendirinya. Apa yang terjadi ? Tidak ada. Tidak terjadi apapun selain habisnya buah anggur dan sisa tangkai serta dedaunan.
Penulis hanya ingin menekankan bahwa Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa tidak seperti gambaran ilustrasi di atas. Jika ada cairan mirip anggur yang terlepas atau keluar dari rahim, maka akan ada resiko terjadinya perdarahan.
Apaan sih Hamil Anggur itu, apa seperti rahasia-rahasia sinetron di TV ?
Bagaimana bisa terjadi ? Apa penyebabnya ? Bagaimana mengobatinya ? Ganas apa tidak? Apa saja resikonya ?
Itulah mungkin pertanyaan yang ingin dilontarkan para pembaca tercinta.
Tenang, sabar, simpan dulu pertanyaan tersebut, nanti kita bahas pelan-pelan.
Sekilas pembahasan
Definisi:
Hamil anggur atau Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi sebagai akibat kegagalan pembentukan “bakal janin”, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran (vili) mirip gerombolan buah anggur.
Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.
Bagaimana terjadinya ?
Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena:
- Tidak adanya buah kehamilan (agenesis) atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ke 3 sampai minggu ke 4.
- Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi) .
- Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.
Ingat ya, yang di atas ini adalah perjalanan penyakit (dalam bahasa medis disebut patofisiologi)
P e n y e b a b
Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim (dr.Etisa Adi Murbawani)
G e j a l a
Layaknya orang hamil, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga.
Tapi bukan berarti kalo muntah-muntah hebat sampai lemes lantas tergopoh-gopoh takut bahwa itu hamil Anggur. Masih ada tanda lain dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosa.
Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya:
- Tidak ada tanda-tanda gerakan janin
- Rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan
- Keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan
Pemeriksaan penunjang
Pada pemeriksaan radiologis atau rontgen, tidak terlihat gambaran tulang janin. Yang nampak justru gambaran mirip sarang lebah (honeycomb) atau gambaran mirip badai salju (snow storm)
Demikian pula pada pemeriksaan USG (ultrasonografi), ditemukan gambaran mirip badai salju, tidak adanya gambaran yang menunjukkan denyut jantung janin.
Pemeriksaan lain adalah dengan patologi anatomi, yakni pemeriksaan mikroskopis gelembung cairan mirip anggur.
Pemeriksaan penting lainnya, pengukuran kadar hormon korionik gonadotropin (HCG), yakni hormon untuk mengidentifikasi kehamilan. Pada Hamil Anggur kadar hormon ini (HCG) meningkat lebih tinggi dari kadar kehamilan normal.
Pengobatan
Pada dasarnya mola (hamil anggur) adalah tumor jinak, namun dapat berkembang menjadi ganas, kemungkinan menjadi ganas sekitar 20%.
Prinsip penatalaksanaan adalah:
- Pengeluaran mola (evakuasi). Pada wanita subur dan masih menginginkan anak, dapat dilakukan kuret atau kuret hisap. Kuret ulangan dilakukan sekitar seminggu setelah kuret pertama, untuk memastikan bahwa rahim benar-benar sudah bersih. Sedangkan bagi wanita usia lanjut atau yang sudah tidak menginginkan tambahan anak, dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)
- Follow up, yakni pengawasan lanjutan untuk monitor dan evaluasi pasca evakuasi. Langkah pengawasan dilakukan secara klinis, laboratorium dan radiologis. Pengawasan lanjutan dengan pemeriksaan kadar HCG. Pemeriksaan ini dilakukan 1 minggu sekali sampai kadar HCG menjadi negatif. Setelah itu masih diperiksa sampai tiga minggu berturut-turut kadar HCG tetap negatif.
Selanjutnya masih diperiksa setidaknya sebulan sekali selama 6 bulan.
Jika ternyata pemeriksaan HCG tidak sesuai harapan, atau dengan kata lain kadarnya tetap atau malah naik, perlu diberikan obat kemoterapi.
Cara pengawasan lain dengan pemeriksaan radiologis, dilakukan 6 bulan sekali.
Kapan boleh hamil lagi ?
Pada dasarnya penderita mola dianjurkan tidak hamil sampai pengawasan lengkap selesai dilakukan. (Sydney Gynaecological Oncology Group)
Bagi wanita yang belum punya anak, dianjurkan memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan selama 1 tahun, dan bagi yang sudah punya anak dianjurkan tidak hamil selama 2 tahun.
Angka kejadian
Berdasarkan referensi, angka kejadian mola ( hamil anggur) bervariasi.
Wanita asia umumnya memiliki kecenderungan lebih tinggi, yakni 1 dari 80-120 kehamilan, sedangkan wanita eropa 1 dari 1500-2000 kehamilan.
So, langkah bijak adalah kontrol teratur selama hamil. Bukan saja karena mola, namun untuk memastikan kehamilan tetap tumbuh normal, dan dapat diketahui secara dini bila menunjukkan adanya kelainan.
Semoga bermanfaat.
Download edisi baca (bergambar), file PDF 156 Kb, sila klik di sini
Edisi eBook standalone: file zip 272 Kb, download di sini
Bacaan:
- PDT Lab Ilmu kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD dr. Soetomo
- Sydney Cancer Center, dll
Link terkait:
BBC: Babies share womb with tumour
Oncolink
Mayo clinic





![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)

Saya tidak bisa komentar apa2, karena terus terang saya baru tau ada yang namanya Hamil Anggur. Terima kasih sekali atas informasinya.
Di tunggu tulisan2 yang lain.
Saya dulu ngira yang namanya hamil anggur itu, isinya buah anggur. Hehehe
@ prayogo,
Tulisan ini sebenarnya respon terhadap pertanyaan bu Laras yang nyinggung hamil anggur, waktu postingan “hamil di luar kandungan”.
Ok, beberapa informasi akan tayang, sabar ya
@ helgeduelbek,
Angka kejadiannya sedikit Pak, biasanya ibu-ibu yang tahu atau pernah denger kelainan ini.
Saya sendiri selama ini menemukan kasusnya baru 1 kali sekitar 12 tahun yang lalu.
Pak, wong2 ga tahu ndelok badai salju…sing koyok ngopo, lha kebetulan ndik kene lagi badai salju tak fotone po piye?
@ senyumsehat,
Yo, yo sip maturnuwun
Aku duwe gambar “badai salju” hasil USG gak jelas
Waduh cak wong aku guyon lho, badai salju temenan iku udah salju ga mandek2 mungkin karepe gambaran radio opaque totol2 ngono be’e yo
Iki ono link gambar apik cak, duweke elsevier tapi
http://www.netterimages.com/image/2995.htm
karo lecture, mayan gawe ngajar :
http://faculty.mc3.edu/Minterr/ppts/fluidelec/sld017.htm
Suwun
banyak ngga ya cak kasusnya disana?
lbh sering dtg terlambat (perdarahan)?
mrk yg terlambat biasanya blm kontrol ke dokter kebidanan kah (kl di kalimantan kan belakangnya sering pake ‘kah’ yaa..)?
@ Dani Iswara,
Maaf, kemarin seharian lampu mati
Selama ini “hanya” menemukan 2 kasus.
Yang satu nggak terlambat, setelah dirujuk, cukup curretage.
Satunya terpaksa histerektomi karena hasil PA ada tanda karsinoma.
Sekarang semua ibu hamil kontrol dini, sudah banyak bidan dan ada 7 ts praktek ke palaran.
Gimana di Jogja ?
di jogja numpang belajar aja cak..jd maap gak bs ngasi info valid..
@ Dani Iswara,
Iya deh, semoga cepat selesai
@ Evy,
Walah Mbak, komen link ditangkep akismet. Ono 2 link, sori yo njawabe dadi telat.
Maturnuwun, netterimages klik kanan metu pop up, gambar gedene login, mbayar.
Aku duwe image USG gambaran “badai salju”, sayange rodo kabur. Sing seri video guede, download suwe, maklum koneksi dial-up. hehehe
Terimakasih atas penulisannya mengenai hamil anggur. Mmm..(maanggut..manggut)..Mudeng saya sekarang.
Ada kawan saya yg katanya hamil anggur dan sudah dikuret tapi ternyata kumat lagi. Apa memang bisa tumbuh dan tumbuh lagi ya ..karena setahu saya dia sudah tiga kali kuret.
@ laras,
Kemungkinan berulang Hamil Anggur tetap ada. Karena itu, setelah kuret sampai bersih masih perlu follow up seperti langkah di atas.
Itupun jika hamil lagi, masih ada kemungkinan berulang. Setidaknya kalo mau hamil lagi sebaiknya konsultasi dengan dokter yang merawat.
Semoga sang teman tidak mengalami hamil anggur lagi
Terima kasih atas infonya… 2 minggu lalu sy baru divonis Mola alias hamil anggur, & minggu lalu baru dikuret. Iya sy lihat dr hasil USG terakhir memang kelihatan jelas sekali yaa bentuk butiran saljunya…
Waduh badan udah subur gini apanya yg kurang ya… ^_^
U/ kasus mola sepertinya sudah jarang sekali skr ini… makanya dr kemarin sempat stress jg mikir2 apa yg salah shg bisa mola dikehamilan pertama ini…
Setelah baca artikel ini kurang lebih jd ada gambaran, tp sy malah jd ga terima kl dikatakan ternyata disebabkan krn kurang gizi
@ key,
Gak ada yang salah koq, wong penyebab pasti belum diketahui. Adapun kurang gizi, hanya dugaan berdasarkan penelitian dr.Etisa Adi Murbawani, bukan saya lho. hehehe
Semoga hamil berikutnya sukses dan lancar
Terima kasih pak , info ini sangat berharga untuk saya dan keluarga…karena istri saya juga sedang terkena penyakit mola ini dan sedang diterapi kemo untuk penyembuhannya setelah di kuret. Dan mudah2an bisa berhasil di kehamilan berikutnya. cheerz…:)
saya masih bingung mengenai perjalanan penyakit(patofisiologis) mola hidatidosa ini atau yang lebih di kenal dengan hamil anggur. saya mohon ibu dapat memberikan penjelasan. terima kasih
@ Rizki,
Ok pak, tahapan ideal memang begitu adanya. Rangkaian pengobatan mulai kuret, kemo dan follow up adalah metode untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya sekaligus sebagai monitor ke arah kesembuhan.
Semoga istri bapak segera sehat seperti semula, dan dapat tercapai keinginan bapak sekeluarga.
@ rina,
ya benar, semua artikel kesehatan di sini ditulis dalam gaya artikel populer dengan meminimalisir istilah medis yang “aneh” di mata khalayak. Inipun berdasarkan masaukan dan saran dari para pembaca agar dapat terjalin interaksi aktif.
Tujuan utama adalah memudahkan pemahaman. Bagi sebagain kalangan medis, tidak sulit mencari padananannya. Contoh, patofisiologi dalam artikel ini saya sederhanakan “bagaimana terjadinya”. Silahkan baca paragraf tersebut.
Ada sebagian artikel menggunakan kaidah penulisan medis di halaman download.
oya, maaf saya bukan wanita, tapi pria, sesuai foto di atas. Ada kumisnya koq, hehehe.
Moga gak bingung lagi.
Oh gtu.. *rolleyes*
Kebetulan aku sering denger istilah hamil anggur, Cak..
Malah saudara (jauh tapi..) ada yg pernah mengalaminya.
Hamil anggur ada hubungannya sama faktor genetis sehingga bisa menurun gak ya, Cak?
Trus..,
aku pernah denger lagi hamil yg gak jadi (apa ini yg maksudnya hamil anggur ya? ;p).
Janin tau2 hilang begitu aja..
Apa kasus ini memang ada dan mungkin terjadi atau aku yg kurang menyerap informasi jadinya kurang jelas (bahwa itu sebenarnya sama dengan hamil anggur.. ;p).
@ Lily,
iya genetik disebut sebagai salah satu faktor pencetus, adapun penyebab utama belum diketahui.
Saya pernah dengar soal itu, sayangnya belum pernah meriksa apa yg dimaksud dengan janin hilang. Bisa jadi salah satunya hamil anggur.
Pengalaman kami, hamil anggur juga bisa disebabkan oleh infeksi TORCH (Toxo, Rubella, CMV dan Herpes).
Kunjungi website kami: http://www.spesialis-torch.com
@ Khoirul Burhani:

Terimakasih tambahan informasinya
Ntar saya update dan link ke website spesialis.
Moga berguna untuk para pembaca dan khususnya saya sendiri.
Bravo
Assalamu’alaykum.
Buka tulisan Cak Moki satu ini, ya setelah istriku hamil anggur.
Anakku pertama dan kedua, semua lahir ‘polos’. Maksudnya via jasa
bidan saja. Ndak pernah masuk RS, apalagi musti disuntik macam2.
Nah, giliran kehamilan ketiga (yg kami harapkan menjadi anak ketiga)
mendadak kok ada yg aneh. Utamanya: mual berat dan ukuran perut yg
besar drpd biasanya. Setelah USG, lha ini … ‘dasar-e’ wong ndeso
(TM=Tenanan Mas) jadi agak ‘nggumon’ ditunjukkan badai salju di perut
istri. Langsung disarankan rawat inap dan kuret.
AlhamduliLLah, istri saat ini sdh di-kuret, tinggal tindakan
lanjutnya. Cuman sebelum kuret, sewaktu dirangsang dg obat (diberi
sebanyak 3x, pemacu lahir ?) istri sempat ke kamar mandi bersama saya. Nah, sewaktu ‘pipis’ keluar 2 ‘anggur’ (ukuran setengah
kepalan tangan). Apakah hal tsb menandakan sesuatu ?
Saya tertarik juga untuk membuat link Cak Moki di blog-ku, biar
nambahin wawasan. Mohon ijin-nya, trims’s atas ilmunya Cak
@ hadi_cml:
wa’alaikum salam,
iya…yang keluar itu adalah manifestasi hasil USG (gambaran badai salju). Dengan kuret dimaksudkan untuk membersihkan agar gak ada lagi sisa-sia *gambaran badai salju*
Monggo silahkan kalo tertarik nge-link.
Trims share-nya ya
BTW, koq link Blog njenengan gak diaktifkan ? … saya juga mau berkunjung
Tulisannya berguna banget mas,
kita yang ga’ tahu jagi ngeeh..
Tapi kalo yang udah jelas jelas hamil sampe 7 bulan
terus tiba tiba kempis tanpa keluar jabang bayinya
seperti yang sering terjadi di Balikpapan, Kaltim
apakah ada penjelasan medisnya Mas ?
Once again, thanks
@ obrien:
ya ada, puanjang banget … intinya pembentukan janin gak sempurna karena berbagai sebab, diantaranya masalah hormonal…kondisi tersebut dikenal sebagai “hamil kosong”…bukan hilang digondhol genderuwo lho …hehehe
Thanks
Maaf nih Cak Moki, saya baru kunjung lagi.
Agak jarang memang kunjung ke Blog Njenengan.
Tapi tetap menarik kok, soalnya nambah ilmu
Blog saya ada, tapi malu … blogger pemula.
Trus menulis Cak, tak dukung
Biar semua orang “melek” ttg kesehatan.
@ ahdi_cml:
Maaf … saya belum komen di Blog njenengan … hehehe, ntar saya link ya … boleh?
Penyebabnya apaan sech..penasaran dech..apa bs dari turunan
cak moki,lam kenal…aq suka mengakses blog cak soal info nya berguna buat aq yang masih awam tentang kesehatan,…
oh ya satu lagi,aq ne awam tentang dunia blog,..udah bikin blog tp belum diisi,..tolong ajarin aq ya cak moki,..alamat blog aq,www.alimail.wordpress.com thanks cak moki,sorry kalau aq msh melek teknologi…
@ lussy:
masih hipotesa sebagaimana tertulis di artikel
@ ali:
…makasih udah mampir.
Lam kenal juga
Ok ntar saya lihat ya ..
udah saya liat… isi aja sembarang or apapun yang ada di benak…tulis melalui dasbor trus luncurkan… dijamin ntar ketagihan … hehehe
met siang cak,…kalau aq mau link blognya cak boleh g?terus gmana caranya ya?tolong ajarin ya…thanks cak
@ ali:
boleh…
caranya, setelah log in:
masuk ke dasbor –> klik kelola –> lantas klik taut –> trus pada menu Kelola Taut, klik tambahkan baru.
Nah selanjutnya silahkan isi:
Nama, misalnya cakmoki
alamat web (blog) misalnya: http://cakmoki86.wordpress.com/
kemudian diskripsi, misalnya isi dengan: dokter ndeso (hehehehe)
Selanjutnya:
klik kategori lantas isi misalnya: teman
selanjutnya klik target, trus centang Blank, agar ketika di klik akan tampil di tab atau jendela baru
terakhir: klik simpan
selesai
met mencoba
Assalamu’alaykum.
Konsultasi lagi nih Cak.
Istriku sudah jalan perawatan 50 hari dari kuret hamil-anggur.
10 hari pertama, dikomentari : bagus, bersih.
10 hari kedua, dikomentari : bagus, kita lihat sebulan lagi.
Kemarin cek-ulang dan di-USG (setelah 1 bulan).
Dan diberi keterangan kalo kandungan kelihatan “agak besar”
(nada suara dokter kami dengar seperti ragu2).
Disarankan untuk periksa HCG bulan depan, sekaligus cek-ulang.
Walaupun keterangan ini terlalu singkat, tapi mungkin Cak Moki bisa menerangkan pandangan panjenengan ttg hal ini ?
Catatan: Istriku usia 37th. Saat ini minum jus-wortel 2x
seminggu untuk menambah asupan vitamin dan membantu
penyembuhan sakit. Hal ini diperbolehkan ?
Atau ada saran makanan tambahan, Cak ?