Seminggu ini, iseng-iseng me-review postingan seputar penyakit-penyakit berdasarkan kejadian di praktek. Sangat menggembirakan untuk ukuran saya bahwasanya niatan berbagi informasi kesehatan mendapatkan respon positif dan support dari pembaca. *ge-er gak apa kan*
Diantara interaksi para pembaca ada beberapa ( sebagian kecil ) pertanyaan terkait posting tentang penyakit. Kendati saya sendiri kurang yakin apakah informasi penyakit tersebut ada manfaatnya, terbersit juga keinginan muluk-muluk dalam hati.
Hari demi hari keinginan untuk lebih banyak berbagi (bahasa mulia nih) makin kuat menghasut relung hati.
Perang batin tak terelakkan, antara keinginan dan resiko-resiko yang bakalan saya hadapi. Koq mbulet sih.
Baiklah, dengan berbekal “bonek” (bondo nekat), saya berkeinginan membuka forum atau halaman tanya jawab seputar penyakit. Bukan konsultasi lho, itu sih terlalu heboh.
Nah, untuk itu saya merasa perlu mendapatkan tanggapan para pembaca.
Perlukah halaman Tanya Jawab ?
Menulis pertanyaan pendek di atas, sungguh saya menertawakan kebodohan diri sendiri, koq nggaya sih. Bayangkan saja, sebagai dokter umum yang tentu saja tidak memiliki keahlian khusus koq berani-beraninya bertanya seperti itu.
Jika jawaban pembaca tidak perlu, aman. Lha bagaimana jika dijawab perlu, sementara saya tidak memiliki spesialisasi ? Apa terus dengan gampangnya menjawab: silahkan datang kepada ahlinya tanpa ada gambaran singkat sekalipun ?
Bukankah hubungan dokter-pasien dalam menentukan tindakan sebaiknya vis-tu-vis ? *bilang Mas Tukul*
Bla bla bla, saya punya argumen.
Pertama, selama ini di dalam praktek sehari-hari, para pasien kami, biasa bertanya apapun via sms. Tentang obat, tentang penyakit, tentang hasil pemeriksaan laboratorium, rontgen dan lain-lain. Mungkin memang bertanya betulan mungkin juga second opinion, semua saya layani dengan senang hati.
Adakalanya seseorang membawa selembar kertas berisi diskripsi keluhan, umur, berat badan dan meminta obat sementara dengan berbagai alasan, misalnya hujan lebat, atau si sakit tidak bisa bangun atau penyakitnya itu-itu saja.
Hal ini berlangsung belasan tahun dan rata-rata saya hapal. Untuk kasus tertentu, misalnya penyakit payah jantung (dekompensasi kordis), asma dan sejenisnya, pasien memiliki catatan diskripsi penyakit, obat dan dosis yang biasa dipakai. Pertimbangannya adalah kemudahan pasien, terlebih jika kami sedang cuti. Sehingga, jika pasien tersebut perlu pengobatan, tinggal menunjukkan buku mini kepada dokter lain. Maksudnya agar dokter yang menangani bisa memberikan feedback kepada saya, bahkan koreksi untuk perawatan lanjutan. Beberapa dokter spesialis senior di kota kami sudah mafhum dengan kebiasaan saya tersebut. Sekali lagi intinya memudahkan pasien, juga menghemat.
Kedua, saya tidak perlu terlalu khawatir mengingat ada teman yang dapat ikut membantu, contohnya pak Anis, mas Dani Iswara, dokter Erik, dokter Ady, mbak Mina, mbak Evy dan sejawat lainnya. Bisa saja pertanyaan spesialistik kita bawa ke blog beliau-beliau. Selain itu saya bisa sms atau tilpon teman-teman lama yang spesialis, begitu pula sejawat yang saya sebutkan di atas. Saling bantu untuk berbagi informasi.
Dan pembaca nanti jangan kaget sekiranya muncul beberapa pendapat dalam menjawab satu kasus. Di dunia kedokteran hal tersebut sudah sangat biasa. Dengan begitu pembaca dapat lebih memahami bahwa untuk memutuskan tindakan medik, kadang perlu diskusi seru, demi keselamatan pasien. Adakalanya juga kami dipaksa memilih salah satu tindakan beresiko terkecil diantara pilihan tindakan beresiko lainnya, terlebih bila menyangkut keselamatan jiwa.
Ketiga, adalah upaya penyebar luasan informasi kesehatan melalui media wordpress gratisan ini. Khayalan saya, siapa tahu nanti (mbuh kapan), langkah-langkah ini diintip oleh pihak manajemen RSUD, lalu beliau-beliau berkenan menyediakan kemudahan akses layanan online di UGD RSUD, cepat, murah, ramah. *halah, ngayal*
Bukan, bukan ngayal. Kami sudah merintis kecil-kecilan di kecamatan kami sejak Maret 2004 yang lalu.
Apa sih yang mau dipamerkan ?
Di kecamatan kami, ada Rawat Inap Palaran, blognya bisa dilihat di sidebar.
Beberapa kemudahan (ukuran saya), diantaranya:
- Bila pas penuh, lalu ada pasien yang perlu dirawat dan tidak mau dirujuk ke RSUD, sedangkan kasusnya bisa ditangani di Rawat Inap, sementara Rawat inap sudah penuh, maka kita tawarkan “home care”. Artinya, pasien dirawat di rumahnya sendiri, diinfus atau tindakan medik lain sesuai indikasi, lalu didatangi petugas khusus setidaknya 2-3 kali sehari sambil menunggu ada tempat kosong. Biaya murah, ada perda-nya, nggak repot wira-wiri.
- Atas saran seorang ahli bedah senior di kota kami, saya dianjurkan melakukan tindakan bedah minor di Rawat Inap untuk kasus-kasus tumor jinak. Lumayan, pasien bisa menghemat, bilang beliau (beliau biasa bantu orang). Misalnya tumor jinak atherome (gak tahu bahasa Indonesianya) sebesar telor merpati, paling banyak menelan total biaya 100 ribu. Kalau di RSUD bisa 1-2 juta, malah tadi malam ada pasien kontrol operasi benjolan di bibir. Operasinya saja bilangnya pakai bius total. Hehehe. (update, maturnuwun Mbak Evy)
Jut, jut , jutaaa, begitu bunyi dompetnya.
Masih ada beberapa kemudahan yang kami kemas beserta tim paramedis Rawat Inap. Dua contoh di atas rasanya cukup untuk menggambarkan betapa untuk sehat tidak harus mahal. Sampai sini aja nggedabrusnya.
So, bagaimana menurut penjenengan semua ?
Perlukah halaman Tanya Jawab ?





![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)

sip pak [maap kl koneksi net saya gak mumpuni]

tetap support..
jawabannya: nggak perlu nunggu waktu. Buka saja sekarang Cak. Risiko khan tetap tanggung jawab Cak Moki he..he..he.. (kalau boleh dan bisa membantu, saya akan dukung, Cak)
BUKAAAAAAAA!!!! hehe
Tapi pak, kalo bisa halaman itu cuma menerima pertanyaan, sedangkan jawabannya anda buat berupa posting khusus, pendek2 gapapa, yang penting kan bisa di ’search’. Soale, sependek yg saya tahu, jawaban yang diletakan di komentar ga terjangkau dari search. cmiiw ding.
Buka aja halaman itu, ini jihad pak! Anda pasti masuk surga hehehe *lho?* whateverlah, Yang pasti, Indonesia butuh banyak orang seperti bapak!
Dukung Buka halaman pertanyaan!
@ Dani Iswara,
Siiip, niatnya saling belajar dengan berbagai pihak.
@ Anis,
Mendukung wajib dong Pak. Hehehe, sekali-sekali mewajibkan bos.
Supaya ngga beresiko, bikin woro-woro.
Mbukanya sabar dulu, nunggu masukan-masukan yang lain.
Tuh, sudah ada masukan bagus setelah pak Anis.
@ wadehel,
Wah, iya ya, saya gak terpikir sejauh itu. Selain lihai nulis, ternyata sampeyan pinter juga nambahi kerjaan tonggone. *guyon lho*
Jika memang diperlukan dan disepakati, ntar kita buka, bukan untuk cari pahala lho yo, ingin berbagi doang.
Trims dukungannya Bos
Yah ide bagus, tapi ada kelemahannya Cak, apakah tiap halaman akan membahas topik spesifik atau dibiarkan berbaur antar topik. Kalau dibiarkan berbaur yah kesulitan orang mengaksesnya.
Saran saja, mending bikin blog khusus tanya jawab dengan spesifikasi tertentu tiap postingannya (ini dihalaman utama). Jadi kalau ada mau konsultasi tentang apa gitu mereka bisa langsung menuju hal khusus yang akan dipertanyakan ke Cakdokter.
idealnya sih ada blog khusus jaringan dokter yang dibuat multiuser. nah…bapak ibu dokter yang disebutin di atas bisa jadi kontributor sesuai spesialisasinya…
untuk permulaan boleh juga halaman tanya jawab…
Wah setuju dok.. ide bagus..
Saya dukung 100 persen apapun bentuknya
sudah banyak yang dukung…hayo buka, dan jawabannya sperti usulan wadehel itu, dibuat postingan aja….
saya mendukung banget pak dokter, tapi jangan sampe menelantarkan pekerjaan offline bapak.
@ helgeduelbek,
Wah heboh dong pak Guru. Ntar kita timbang-timbang lebih lanjut tentang format paling nyaman.
@ passya,
Iya Pak, sama nih angan-angan kita. Seandainya paling tidak ada 4 spesialis penyakit dalam, Anak, Kandungan dan Bedah, bisa bergabung multiuser oke banget. Yang jelas dah ada mbak Evy Sp bedah Mulut, pak tukangkomentar ahli paru.
Kami masih berusaha menghasut para senior untuk boyongan ke WP.
@ Ady,
Ok Mas, sekarang lagi ngambil spesialisasi apa di Aussie ?
@ mrtajib,
Nggih Gus, eh iya Pak. Ntar kita mulai kecil-kecilan, siapa tahu bisa bermanfaat.
@ grandiosa12,
Oke, offline tetap utama Pak. Yang inipun moga menjadi prioritas juga, hanya waktu online perlu sedikit ekstra.
Dan kepada penjenengan semua:
Terimakasih atas semua dukungan dan sarannya.
Untuk format ideal berupa Blog khusus atau multiuser, saya harapkan sejawat di Jawa bisa memeloporinya.
Semoga nantinya bermanfaat.
Saya tunggu wujud halaman tanya jawabnya loh…
Semoga dokter-dokter laen bisa segera menirunya atau membantu sampeyan. Lalu berikutnya, blogger-blogger dari disiplin ilmu lain juga melakukan yang serupa. Oh, alangkah indahnya…..
@ kenzt,
Kira-kira Senin or Selasa.
Ya, kami sepakat saling bantu, kalo sendirian bisa klenger Mas.
Indah sekali jika semua bisa begitu, mudah-mudahan saja.
Sampeyan juga lho
Cool idea…hehehe kok pake deg2an to pak…? Aku malih ikut deg2an ini disebut2 segala… ya sepakat deh, so pasti sepakat… aku juga suka sms’an ama pasien… apa klo perlu seklaian teleconverece? huehuhehue…kemulukan yo…
walah sorry ketinggalan..kontrol benjolan dibibir pake bius total piye to pak, benjolan apa itu? Lha wong aku buka jahitan bayi aja tak bedong kok…. Klo aku operasi2 yang bisa ODC ga perlu dirawat, aku juga ga suka nahan pasien lama2 di ruangan kalau KU-nya bagus, kasihan emang enak lama2 di rumah sakit? Aku aja ga betah di rawat inap…
senyumsehat:
teleconference? pasang status skype atau YM online?
Bagi pengunjung blog:
-langsung ketemu dengan Cak Moki
-langsung dapat jawaban
Bagi cak Moki:
-memberikan jawaban langsung
-tidak membutuhkan waktu banyak untuk nyiapin tulisan, images, literatur bacaan.
-informasi bisa kurang detail, kecuali jika nanti akan dilengkapi dengan tulisan di blog
Pengalaman saya pakai Skype utk diskusi lebih asyik daripada pake YM.
hayo cak dibuat aja itu tanya jawab, soal dokter umum kok berani2nya bikin halaman tanya jawab saya pikir engga ada yang mikir gitu, saya banyak ketemu dokter umum yang kiurang lebih sama dengan spesialis (bedanya kan cuma -siapa yang duluan baca siapa yang engga-)
dokter umum sama spesialis??? itu cuma soal gelar, soal kemampuan??? -sky is the limit- (mengutip omongan dosesn saya hehehe)
jadi, hayo terus atuh cak…
Boleh urun pendapat?
Blog tanya jawab itu saya kira baik, cuma kita semua harus terbuka kalau ada kritikan atau koreksi yang masuk (bukan anda lho yang saya maksud, tapi secara umum!).
Baik juga kalau dalam blog itu dimasukkan :
1. Forum informasi tentang perkembangan terdini dari sebuah penyakit dan pengobatannya.Sebaiknya dalam bahasa yang mudah dimengerti juga oleh orang awam (atau ditambah ruang informasi khusus untuk para dokter).
2. Forum diskusi tentang diagnostik, diagnosa dan terapinya.
Masalah kespesialisasian atau tidak itu kan nggak penting, yang penting kita terbuka dan kalau nggak pasti jawabannya juga harus berani bilang dan berani menganjurkan pasien untuk meminta/mendengar pendapat dokter lain.
Anda kan yang di front terdepan, anda kan yang lebih mengenal cara hidup pasien anda. Itu kelebihan anda, kalau yang spesialis kan sering (nggak semua lho) duduk di tahta yang tinggi.
Soal teori itu kan semua bisa baca, kan?
Selamat membuka.
Bagus, siiip cak. keputusan njenengan akan menambah jumlah daftar dokter yang murah ilmu. :D. So, kalo konsul ke blog lain ndak puas bisa ke blog ini
dijadikan 2nd opinion.
@ senyumsehat,
Wis banyak konco pendukungnya, deg-degan ilang Mbak.
Teleconference bagiannya Pak Anis ah, beliau pakarnya.
Hik, maturnuwun dikoreksi, kurang tulisan: ” … di bibir, operasinya saja dst …”
Oke, siiip.
@ Anis,
Waduuhhh, kalau online ntar dulu Pak, bisa klenger saya
Sementara jawaban panjang diusahakan ada tulisan di blog sebagai postingan, plus mungkin kalau kober dibuatkan edisi cetaknya pakai pdf.
Skype belum pernah blas, softwarenya dah ada sih.
Bikin tutorialnya ya, ditunggu lho. *mekso*
@ grapz,
Oke, sedapat mungkin ada juga konsul spesialis, biar mantebbb.
Trims supportnya.
@ tukangkomentar,
Dorongannya mantab, sampai hampir natap tembok. hehehe.
Nggih Pak, kita usahakan bahasa yang friendly, terbuka saran dan kritik.
Untuk penelitian atau info terkini serta forum diskusi diasnostik dan terapi, sama-sama mencari tahu ya. Apalagi njenengan yang di sana lebih duluan dapat info kan.
Njenengan juga masuk daftar penjawab lho
@ Joko,
Yayayaaaa, bagi-bagi dikit siapa tahu ada manfaatnya.
Maturnuwun.
Btw, klik alamat web njenengan koq nggak bisa ya
ndak bisa ke buka ya cak? wah memang webku anti dokter :D. sampai sekarang balum bisa di visit sama dokter yang ini di tambah sama cak Moki. Mungkin web saya sudah sehat tidak perlu di visit

eh pernah dink ada dokter yang mampir. Wah jangan-jangan…….
ah bukanlah wong saya masih manusia.
@ Joko,
Maaf tadi kena moderasi karena ada 2 links.
Itu kan kliniknya Mbah Dipo.
Mungkin memang koneksi saya yang sebulan belakangan ngadat, lambat.
Yang di blogdrive apa njenengan ?
Hehehe, ketoke bolo dewe.
Saya setuju dengan dibukanya halaman tanya-jawab. Sudah ada dokter lain yang membuka halaman seperti ini diblognya, yaitu Mbah Dipo. Blognya memang berisi pitutur keagamaan tetapi sebagai dokter Mbah Dipo juga melayani konsultasi kesehatan dengan menyediakan halaman konsultasi. Saya lihat Cak Moko juha sudah buka halaman tanya jawab. Kang Roffi pasien pertamanya.
@ Kang Kombor,
Maturnuwun Kang, jadi tambah semangat nih.
Iya, saya sudah sowan ke Mbah Dipo, saya ikut bangga, mudah-mudahan bisa juga mengikuti jejak beliau dan sejawat lain yang sudah lebih dulu membuka ruang diskusi.
Do’akan lancar ya
gimana kalo bikinnya kayak forum gitu cak? pernah lihat forumnya kafegaul (maaf bukan promosi hehehe)? di situ ada yang topiknya kesehatan. tiap pertanyaan, buat thread baru. yang jawab, bisa siapa saja. jadi forum diskusi gitu antara dokter/nakes dengan pasien/klien. lebih santai
di kafegaul saya lebih suka nongkrong di forum buku sama forum TV dan film. form Kesehatannya digawangi oleh Bastian (kakaknya Boni Indonesian Idol), dokter di Jakarta (dulunya dokter di mabes Polri), sangat idealis. saya sudah ajak dia ngeblog, dianya lebih suka di forum. Saya diajakin jadi moderator forum, saya gak pede hehehehe… dia pinter banget gitu, gak butuh sidekick.
@ mina,
Iya banyak masukan untuk perbaikan nih, siip.
Tenang aja, saya juga mbayangkan nanti (mbuh kapan), semua bidang ilmu bergabung, misalnya “komunitas wordpress Indonesia” atau “komunitas blogger Indonesia” kayak pak Fatih, atau apa saja namanya, isinya seperti yang mbak mina tulis itu, santai, kekeluargaan.
Moga-moga.
ada bermasalah dengan penyakit…..saya dari perusahaan juice kesehatan Tahitian noni juice internasional……memberikan solusi kesembuhan dengan melalui , perbaikan sel tubuh yang rusak……menjadi sehat kembali…yang lumpuh , bangun…yang stoke jalan kembali, demam berdarah sembuh , jantung , dll hub saya di 08111838575