Para pembaca terhormat, pernahkan menemui seperti gambar ?
Mudah-mudahan tidak.
Namun demikian saya ingin berbagi informasi tentang penyakit ini. Siapa tahu ada diantara pembaca yang berminat untuk mengetahuinya.
Namanya sudah tertulis di gambar: Larva migrans
Ada 2 jenis, yakni cutaneous larva migrans (di kulit) dan larva migrans visceralis (di organ tubuh)
Kita hanya akan membahas jenis yang pertama: cutaneous larva migrans, lantaran jenis ini lebih sering ditemui. Nama lain adalah creeping eruption.
Namanya koq sulit sih. Sabar, nanti bisa dipermudah supaya mudah diingat.
Tenang, tenang …
Ketika menemui penyakit ini di daerah pinggiran kota, bayangkan betapa sulitnya menjelaskannya.
Begitu juga saya, saat mengatakan penyebabnya adalah cacing mungil masuk dan berkelana di bawah kulit, kira-kira apa reaksi yang mendengarnya, hayo.
Biasanya cacing kan keluar lewat anus, atau cacing kremi ada di pinggiran silit (dubur). Lha koq tak ada hujan tiada angin ada cacing di bawah kulit.
Kaget, gak percaya, apa lagi ya …
Kali dokternya dikira ngelindur.
Syukurlah, sekarang sudah enak, serba elektronik, serba komputer, sehingga di pinggiran seperti sayapun bisa memanfaatkannya.
Penyebab:
Penyebabnya adalah larva dari cacing tambang Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum, yang berasal dari binatang, terutama anjing dan kucing. Penyebab lain diantaranya: gnatostoma, Uncinaria stenocephala, Butnostomum phlebotomum (dari sapi), Strongiloides sterconalis, dll. Larva cacing tersebut hidup di tanah, lumpur, pasir dan tempat-tempat kotor. Cacing ini daur hidupnya terutama melalui anjing, kucing dan dilaporkan bisa melalui herbivora.
Cacingnya tidak kelihatan saking kecilnya (ukurannya mikro), kecuali menggunakan mikroskop.Sedangkan viceral larva migrans atau Larva migrans viseralis (menyerang bola mata, dan beberapa organ dalam lainnya) disebabkan oleh: larva cacing Toxocara (tidak dibahas dalam tulisan ini)
Penularan:
- Kontak dengan larva cacing di tempat-tempat kotor (pasir, tanah, lumpur dll)
- Tertelan telur cacing (melalui tangan secara tidak sengaja)
Siapa yang bisa terjangkit “goyangan cacing mini” Larva migrans ?
Pada dasarnya siapapun bisa terjangkit bila tertular, melalui kontak maupun tertelan. Tetapi yang paling sering dan memiliki resiko paling besar adalah: anak usia 1-7 tahun.
Mengapa ?
Karena anak pada usia tersebut senang-senangnya main di pasir dan ndeprok (duduk) di tanah atau rerumputan.
Di tempat kami, kasusnya rata-rata 1-2 kasus per bulan (di tempat praktek). Usia penderita beragam, mulai anak hingga dewasa.
Pada anak umumnya memiliki riwayat senang main atau ndeprok di tanah, pasir, rerumputan.
Sedangkan pada usia remaja, biasanya sebelumnya habis latihan silat, guling-guling di rumput (mungkin latihan jurus naga), atau habis bal-balan di lapangan kotor.
Dan pada usia dewasa, pada umumnya terjangkit setelah kerja bakti mbersihin parit, bersih-bersih halaman, pekerja pengangkut pasir dll.
Saya memakai isitilah cacing kulit supaya mudah diingat. Istilah ini saya akui salah, tetapi jangan khawatir, nama Larva migrans tetap diperkenalkan, lalu saya mudahkan dengan nama “cacing kulit“.
Ternyata warga memang lebih mudah mengingat. Terbukti penderita yang terjangkit larva migrans mengatakan bahwa diberi tahu tetangganya yang pernah berobat dan diberi tahu bahwa namanya “cacing kulit”, lalu disuruh berobat ke praktek karena akan ditunjukkan gambarnya di komputer kecil (maksudnya PDA). *halah PDA lagi*
Nah, enak tho ….
Perjalanan penyakit ( larva migrans cutaneous).
Pada manusia, masa tunasnya mencapai beberapa hari dan penyakit ini dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan bila tidak diobati.
Awalnya hanya berupa bintik merah gatal (mbentol), lalu melonjong, memanjang, berkelak-kelok seperti spiral.
Gatal pada malam hari, lantaran saat itu si Larva cacing jalan-jalan berlenggak-lenggok menyusuri kulit rata-rata 2mm-3mm per hari.
Jadi jika alur lenggak-lenggoknya sekitar 15 cm, berarti kira-kira sudah berlangsung sekitar 5 hari. Adakalanya orang tua ngotot baru 2 hari, maklum saja mungkin tahunya memang baru 2 hari karena si ibu bekerja dan anaknya dititipkan. (di daerah kami banyak wanita bekerja di pabrik plywood, namun sekarang sudah kerkurang seiring bangkrutnya beberapa pabrik plywood)
” Pak, niki anak kulo kinging cacing kulit. Tanggi-tanggi nyanjangi ken berobat ngriki “. (pak, ini anak saya kena cacing kulit. Tetangga ngasih tahu dan nyuruh berobat ke sini)
Ehm, ya sudah tinggal nyocokkan, wong ibu si pasien udah ngerti.
Berdasarkan letaknya, penyakit ini paling banyak mengenai kaki (39%), pantat (18%) dan perut (16%).
Jining Wang, MD, February 28, 2006.
Pengobatan.
Sebelum tahun 1960-an, pengobatan cutaneous larva migrans menggunakan Chlorethyl, obat anastesi semprot dingin (biasa juga dipakai di persepakbolaan).
Prior to the 1960s, topical modalities such as ethyl chloride spray, liquid nitrogen, phenol, carbon dioxide snow, piperazine citrate, electrocautery, and radiation therapy were used unsuccessfully because the larvae might be missed and/or not be killed. Lydia A Juzych, MD, April 10, 2006)
Ternyata obat semprot tersebut hanya menghambat, tidak membunuh cacing.
Perlu diketahui, larva cacing terhambat pada suhu di bawah 10 derajat cecius, tetapi tidak mati, dan baru bisa mati pada suhu minus 15 derajat celcius. Itulah mengapa disemprot Chlorethyl tak kunjung sembuh.
Yah, pindah berobat dong.
Obat yang dianjurkan antara lain:
Obat cacing: Obat pilihan adalah: thiabendazole, ivermectin dan albendazole, sedangkan obat lainnya Mebendazole.
Thiabendazole (apa sudah ada di Indonesia ?)
Dosis: 25-50 mg/kg berat badan/hari, diberikan 2 kali sehari selama 2-5 hari. Tidak diperkenankan melebihi 3 gram perhari.
Dapat juga diberikan secara topikal (obat luar) 10-15% dalam larutan.
Albendazole. ( pilih yang ini )
Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 400 mg perhari, dosis tunggal, selama 3 hari atau 200 mg dua kali sehari selama 5 hari.
Dosis anak kurang dari 2 tahun: 200 mg perhari selama 3 hari.
Atau 10-15 mg per kg berat badan, 4 kali perhari selama 3-5 hari. Jining Wang, MD, February 28, 2006
Mebendazole
Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 100-200 mg dua kali sehari, selama 4 hari .
Anak kurang dari 2 tahun: tidak dianjurkan
Anti alergi, untuk mengurangi alergi lokal, misalnya menggunakan hidrokortison cream atau sejenisnya.
Antibiotika, diberikan bila ada infeksi sekunder (bernanah)
Selama ini, untuk pasien di praktek, hasil terbaik adalah Albendazole.
Ada review lain dari para sejawat ?
Pencegahan.
Sedapat mungkin, hindari anak-anak ndeprok (duduk) di pasir, tanah, rerumputan.
Sulit lho, karena area tersebut adalah tempat favorit anak untuk bermain dengan teman-temannya.
Menurut saya dilematis, di satu sisi anak perlu dilatih mengenal sekitarnya, berkreasi main pasir bikin macam-macam bentuk, di sisi lain beresiko terjangkit cutaneous larva migrans. Begitu juga berlarian di rerumputan, bagi anak mengasyikkan. *saya juga*
Bila si anak sulit menghindari tempat tersebut, langkah terbaik adalah mencuci tangan-kaki dengan sabun atau sekalian dimandiin.
Bagaimana bila mendapati anggota keluarga atau tetangga terjangkit penyakit tersebut?
Dengan berat hati, mau tidak mau dibawa ke dokter.
Pertama dicocokkan benar tidaknya, kedua menyangkut pilihan dan dosis obat.
Kecuali bila difoto lalu upload, bisa didiskusikan secara online. *informatika kedokteran*
(saran dari teman saya, sejawat Dani Iswara)
Menurut saya *tapi jangan omong-omong ya* sebenarnya jika saran Mas Dani itu bisa terwujud, penyakit beginian dapat diobati sendiri, tentunya setelah diskusi online. Maksudnya biar mudah.
Semoga bermanfaat.




















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)






Wah sampai gitu yah Cak, apa itu gambar asli pasien njenengan? hiii, mesti lebih waspada nih.
Oh yah terimakasih telah memberikan kesempatan agar foto untuk masalah herves kemarin, istri saya tidak setuju untuk mengirimkannya katanya gak papa saja, tidak ada keluhan. Mudahan tidak membahayakan. Terimakasih atas tawaran-nya Cak, mungkin lain kali berubah, sebab saya dan sebenarnya istri saya sendiri juga penasaran.
Dok, baru2 ini ada imil berantai ttg lintah yg ketelan dan masih hidup beranak pinak, akhirnya dalam dua hari bikin meninggal. Sudah dapat emailnya dok?
@ helgeduelbek,
Di tempat kami kasus kayak gini lumayan. Itu gambar dari RS bagian penyakit kulit di Amrik, gratisan.
Di praktek lebih “nggilani” dari gambar itu, tapi insya Allah bisa disembuhkan, cuman perlu waktu sekitar seminggu, lumayan lama.
Tentang foto bercak merah memang nggak enak kalau ditayangkan, malu dong Pak. hehehe.
Kalau di rumah biasanya orang-orang tanya sesuatu via sms, kalau online mungkin enak pakai email. Bukan hanya soal bercak merah itu saja, masalah kesehatan lain bisa diskusi via email.
@ senyumsehat,
Enggak tuh. Rasanya sih lintah dalam 2 hari belum beranak-pinak, kecuali ketelan sak mangkok, hahaha. Mungkin imil iseng Mbak.
Wihiii, itu kok ada uget-uget di kaki gitu, horor juga ya Cak. Lha mungkin nggak kalo cacingnya ternyata hidup nggak di kulit luar, jadi nggak terlalu kasat mata begitu? Jangan-jangan selama ini saya “cacingan” kayak gitu tapi ndak nyadar karena saya kira varises, hahaha…
@ Cay,
Penyakit ini “mungkin” saja ke tempat lain, misalnya ke mata dll.
Kalau orang terjangkit di kulit biasanya nggak betah, saking gatalnya, karena si cacing berjalan terus berliku-liku.
Di Singapur penyakit beginian nggak ada Mas Cay. hehehe
dok, anak sepupu saya sampe menjalani operasi kecil buat ngeluarin cacing di drijinya…katanya pake disemprot sesuatu biar cacingnya semaput dulu…Apa memang sampe segitunya ya…:(
@ laras,
Enggak perlu operasi Bu. Cacingnya nggak keliatan koq.
Yang terbaik adalah dengan obat cacing Albendazole. Dosisnya seperti di atas. Di tempat kami cukup banyak, rata-rata sembuh dalam seminggu dengan obat tersebut.
Sudah terlanjur ya.
SERAAAAM!!!, ini harusnya blog horor kesehatan!
Btw, cacing ini bisa ga diobati dengan obat cacing yang tiga (atau enam ya?) bulan sekali itu ya? combantrin?
Bahas tentang pengobatan anti cacing yang baik dong, manfaat ga sih nelen obat macam combantrin itu?
@ wadehel,
Hehehe, masa seram sih ? Kalo gitu perlu dong pak wadehel latihan pegang-pegang, aman koq.
Penyakit tsb nggak sip pakai combantrin (pirantel pamoat).
Yang terbaik untuk kasus di atas pakai albendazole, harganya sekitar 750 perak per bji, untuk dewasa hanya perlu 3 biji, diminum sehari 1 tablet selama 3 hari, beres.
Untuk pencegahan terhadap cacing bisa pakai combantrin, tentu ada manfaatnya. Waktunya udah betul, 3-6 bulan sekali.
Oke deh, ntar saya bahas obat-obat yang perlu tersedia di rumah untuk pertolongan dini. Sabar ya
Trims sarannya.
Walah… ngeri betul lihat gambar larva migrans di kaki dan perut itu. Saya nggak tahu di sekitar saya pernah ada kasus atau belum tapi saya tetap harus waspodo purbowiseso.
@ Kang Kombor,
Sebenernya nggak ngeri, malah lucu karena ada megal-megol di kulit.
Ya mudah-mudahan nggak pernah nemui Kang. Kalau pas ada tetangga yang kena kan tahu obatnya. hehehe.
Ai…ai…ini cacing hanya terdapat di Kalimantan saja atau ada di pulau lain, mis: Jawa/Sumatra/Bali/dll?
Kalau di pasir pantai Kuta/Sanur bagaimana? Ada cacingnya enggak?
Bagaimana kriterianya tempat kotor? Karna kita punya kebiasaan piknik & duduk-duduk direrumputan/pasir.
Kalau jalan tdk boleh pakai sandal jepit, hrs pakai sepatu tertutup?
Ada pengobatan pencegahan/pengobatan setelah terinfeksi cacing kulit ini? Soalnya liburan musim panas tahun ini Ines mau dibawa kakaknya ke Indonesia (Jawa, Bali, NTB).
Just fyi th. ini saya hrs sponsorin (utk visa kunjungan budaya/keluarga) utk 8-9 org. Salah satu dr mereka mau berkunjung ke Kalimantan, 2 org mau ke Sulawesi. 1 org sdh ada di Bali sejak bulan lalu.
Tks sebelumnya utk jawabannya.
@ juliach,
Penyakit ini tersebar di berbagai belahan dunia, terutama dunia ketiga, termasuk Indonesia.
Telor cacing ditularkan terutama melalui kotoran anjing atau kucing yang memang menderita penyakit ini. Bila anjing atau kucing sehat ngga perlu kuatir.
Sepanjang terbiasa cuci tangan dan kaki setelah bermain di pasir, tanah, atau rumput, aman saja koq. Atau pakai sandal sudah cukup.
Wah mau keliling nih.
Selamat datang di Indonesia
dok, kalau cacingnya lewat mata, bisa bahaya nggak?
@ Khaidar,
Ya, ada bahayanya bila tidak segera diobati. Kasus Larva migrans orbitalis pada mata, kasusnya amat jarang.
Di Indonesia, saya belum pernah dengar ada laporan kasusnya, maaf belum nyari infonya.
Trims
Info ini berguna bagi mereka yg akan berkunjung ke Indonesia.
Kali ini saya enggak pergi (dilarang sama ortu Zo, maklum anak saya yg ke-2 adalah cucu mereka I. Walau sdh saya terangkan tak jadi masalah, tapi mereka tak mau tahu.)
Kebetulan nih ketemunya bule-bule yg suka aneh-aneh, yg mau lihat harimau, komodo pokoknya yg masuk ke pedalaman.
Sebelum pergi biasanya mereka tanya untuk persiapannya dr pakaian, transport, visa sampai obat-obatan/vaksinasi.
Cacing kulit ini masih baru untuk saya, jadi hrs saya sampaikan juga ke mereka supaya lebih berhati-hati.
Terima-kasih sekali lagi.
@ juliach,
Wow disayang mertua nih. Ternyata ikatan batin nenek terhadap cucu sama saja ya.
Ok kalo mau masuk pedalaman memang ngga ada salahnya siap-siap.
Di Eropa mungkin sama dengan USA, obat yang mengandung Albendazole nama dagangnya: Albenza. Di Indonesia kadang mudah kadang sulit.
Semoga bermanfaat.
euh .. jadi ini yang bisa sampe mata :-s ceyeumm..
tanya pak, apakah daya tahan tubuh yang tinggi bisa ikut berperan dalam pencegahan penyakit cacingan? misalnya waktu cacing / telur cacingnya masuk dalam tubuh, ada perangkat yang melawan dari dalam tubuh sebelum ia berkembang, gitu.
@ kikie,
rupanya lagi sama-sama melekan ya.
betul mbak, daya tahan tubuh memegang peranan penting dalam pencegahan kecacingan, terutama bila masuk lewat mulut melalui makanan.
bila telur cacing masuk lewat mulut, maka yang berperan sebagai perangkat pelawan adalah asam lambung dan antibodi.
bila larva cacing masuk melalui kulit seperti kasus di atas, tubuh kita akan berusaha melokalisir dengan memperbanyak sel limfosit untuk mencegah infeksi sekunder, tetapi tidak banyak manfaatnya untuk membendung laju gerakan si cacing mungil tersebut.
artinya, cacing di kulit tetap perlu obat, tetapi tidak perlu antibiotika karena infeksi sekunder sudah bisa diatasi oleh daya tahan tubuh kita.
so, benar yang dikatakan mbak kikie bahwa daya tahan tubuh yang prima sangat berguna.
oke ?
simbah barusan kemarin sore dapet pasien penyakit ini. Penderitanya orang kaya, ha kok malah simbah gak dipercaya… dia lebih yakin kalo orang kaya gak bakal cacingan sih… diresepi obat cacing malah ngeyel, yo wis. Mungkin pasien ini baru akan percaya kalo yang ngomong dokter spesialis, trus mbayare muahal…
@ Mbah Dipo,
Mungkin kalau penjenengan mengatakan penyakit “alien” pasiennya yang kaya itu percaya Mbah.
Untungnya saya di pinggiran Kalimantan. Ada juga yang seneng muahal, akhirnya kapok, bilang si pasien: dompet koq diodol-odol, sak tutulan tus ewu,nebus resep mangatus ewu
hiiiii, masak cacing sampek merayap2 di bawah kulit, takut. tapi emang cacing tu salah satu sumber penyakit terbesar manusia. kalo gak salah, saya pernah baca literatur pengobatan cina yang menganggap bahwa penyakit itu hanya ada 2 penyebab, yaitu aliran energi dalam tubuh yang kacau (kayak di pilem kungfu) atau cacing yang masuk ke dalam tubuh. (sebenarnya dulu ada artikelnya di web, tapi pas tak search udah gak ada)
@ ndarualqaz,
Di tempat saya masih cukup banyak Mas, tadi malampun ada yang datang seperti itu. Mungkin dulunya daerah rawa.
Memang nggilani, tapi obatnya murah meriah
mbak senyumsehat…
email yang aneh2 kaya lintah beranak-pinak itu namanya hoax…ini dari artikel temen saya di blog-nya…
http://bagusalfa.blogspot.com/2007/01/langkah-langkah-membuat-hoax.html
FYI aja..heheh…
Mas, Albendazolle apakah dijual bebas?
Setahu saya harus menggunakan resep dokter.
Dulu saya pernah didiagnosa seperti ini (gara2 pendisikan dasar ala militer), dikasih obat semprot…hasilnya lumayan sembuh dalam beberapa waktu.
Tapi akhir2 ini kambuh lagi, dan ditempat yang sama…(dengkul).
Sudah diobatin pake combantrin tapi kok ndak sembuh2 yach?
Thank’s
mblendes
Note : bisa dibales via email?..
@ mblendes,
Di kota kami Albendazole dijual bebas. Mungkin tergantung kotanya.
Kalau pakai combantrin (isinya: pirantel pamoat) gak sip.
Coba keliling-keliling dulu deh
klau pengalaman saya selain pakai kloretyl, bisa juga di cauter pakai co + aceton, tp metode ini menyakitkan
@ grage,
Follow up setelah 1 minggu gimana ?
Cacingnya KO selamanya gak ?
bagaimana pengalaman sejawat dengan terapi mebendazole, soale ternyata albendazole ga gampang ditemukan tuh di jakarta dan tangerang??
mas sya butuh obatnya sekarang juga karena anak saya kena larva migran ini tapi aku sudah keliling surabaya tidak menemukan Albendazole, dimana saya bisa mendapatkannya, cepet mas ini telponku 081330096868
terimakasih banyak
cepet yamas sms nomer mas/alamat mas,saya butuh banget
@ Zabdan:
Silahkan beli di apotik Kimia Farma terdekat, hampir di semua wilayah Surabaya ada apotik kimia farma.
Dok, aku tadi dapet pr, letaknya larva migran dan larva current di stratum apa sampai stratum apa. tau gak, Dok? thanks
@ yee:
Terbanyak di stratum basale (germinativum), yakni bagian epidermis yang paling dalam.
Tolong dong kirimin contoh gambar filum nemathelminthes
Trus Gambar Spons …. Please!! Thank’s
@ Ginting:
Silahkan googling untuk mencari gambar-gambar tersebut, maaf…saya ga punya koleksi
mudah2an cak moqi masih eksis, liat thnya 2007, skrg masih ada kan,alhamdulillaah akhirnya sy ktemu blog ini , sdh hampir sebulan anak sy laki2 (13bln) mendrita pnyakit ini. awalnya ada mbentoldi dekat anusnya, sy cuekin ,ah pling2 ruam ppampers biasa.tp kok beberapa hari kemudian ada spt urat berkelok2 ,stiap hari bertambah panjang.yang bikin sy pusing pak dokter / Cak Moqi,tuh cacing ngendon di buah pelirnya.sdh di bw ke rs.besar tdekat, sdh 2x control (o/ dr.disemprot chloretyl trus dikasih resep , salep Fusycom merknya. bener kt cak moqi gak sembuh2.sdh 1 mgg sy hentikan obat tsb.pertanyaan sy cak, kalo albenzole dioles buah pelirnya ,ada efek samping ke masa depan alat vitalnya gak dok. tolong cak,trims sebesar2nya.
@ dina ok:
Obatnya:
Albendazol diminum 200 mg sekali dalam sehari, selama 3 hari berturut-turut. Kemudian ditunggu sekitar 7-10 hari.
Biasanya cacing akan hilang setelah seminggu.
Trims
Pak dokter, anak saya berusia 9 bulan. tadi pagi saya betul terkejut, di sudut matanya ada yg bergerak2, istri saya bilang seperti kotoran mata. kemudian saya suruh istri saya menariknya, ternyata cacing berwarna putih halus, panjangnya sekitar 7 cm. saya bawa ke dokter anak di kasih resep combantrin 3/4 botol. obat yg paling baik apa pak? tlg infonya pak, no hp saya 08197470875. terima kasih
@ Ivan:
kalo emang bener cacing, obat terbaik adalah Albendazole, dengan dosis 10 mg per kg berat badan per hari, diminum setidaknya selama 3 hari, kemudian dievaluasi setelah 7 hari.
Combantrin (pyrantel pamoat) juga bisa digunakan dengan dosis dan cara yang sama)
Moga segera sembuh
Trims
Pak Dokter, Evaluasi setelah 7 hari maksudnya bagaimana? kami tau cacingan setelah menemukan cacing dari matanya.
btw, kira2 dibagian mana dari mata cacingnya bisa
berkembang? kalau memperhatikan bentuk cacingnya, persis seperti yg deskripsi di toxocaris.
@ Ivan:
maksudnya, setelah 7 hari pengobatan dicek ulang kondisi mata ke dokter, meliputi: conjungtiva (selaput lendir bagian dalam kelopak mata), kornea, kelenjar air mata dan lain-lain, dan mengevaluasi hasil pengobatan.
Cacing tersebut bisa berkembang di bagian mata manapun, seperti saya sebutkan bagian-2 yg perlu dicek ulang setelah seminggu.
Walau gak ada keluhan gak ada salahnya evaluasi dengan memeriksakan ke dokter.
Trims
Dok… mau tanya
Anak saya, laki2 16bln terjangkit larva migrans ini sudah sekitar 1-2 minggu, saya sempat konsul dengan 2 dokter, 1 dokter umum tetangga rumah yang satunya lagi dsa nya.
oleh dokter umum disuruh minum combantrin dosis 5 ml 3 hari berturut turut, pd saat sudah minum 2x saya konsul ke dsa nya, niatnya sih supaya yakin bahwa anak saya terkena larva migrans. Tapi sampai di dsanya malah lebih cenderung mendiagnosa kalau anak saya terkena alergi trus dikasih resep scabisin salep sama puyer homoclomin + dexametasone, saya cuma ngoles scabisinnya saja supaya tidak terlalu meradang (obat puyer tidak saya minumkan sama sekali). sekarang ini anak saya udah 2x minum albendazole (generik) dosis 200mg sehari, yang ingin saya tanyakan itu… apa setelah 3 hari minum albendazole pergerakan larva migrannya berhenti atau masih terus dan baru terlihat tidak ada pergerakan lagi setelah 7 hari-an ( saya amati dalam sehari saja pergerakannya sudah kemana mana ).
Trims.
@ aphiet93:
Kalo emang Larva migrans, obat yang paling efekstif adalah Albendazol, dengan dosis 400 mg per hari (untuk anak lebih 2 tahun) selama 3 hari berturut-turut.
Pergerakan Larva migrans akan berhenti sekitar 7-14 hari. Setelah itu bekasnya akan berangsur pulih setelah sekitar 3 bulan.
Trims
Dok…
Memangnya ngga langsung mati ya larva cacingnya itu setelah diminumkan albendazole 200mg 3 hari berturut – turut. Tp masih tetap hidup sampai dia kehabisan energi gitu ???? Wah, berarti masih menjalar kemana mana ya…
Maaf dok, tanyanya banyak, habis kasian liat pantat anak saya jd kaya ada uget2nya trus pindah2 melulu tempatnya.
@ aphiet93:
Cara kerja Albendazole adalah melumpuhkan saraf cacing. Setelah minum 3 hari berturut-turut, maka cacing berangsur akan lumpu dan mati setelah sekitar 7 hari.
Artinya, setelah minum Albendazole 3 hari, cacing gak bakalan menjalar kemana-mana dan gak bakalan pindah. Kecuali terinfeksi cacing baru lantaran selama pengobatan masih mainan or duduk di tanah or pasir or rumput yg ada cacingnya dari kotoran kucing dan sejenisnya.
Kalo berkenan, silahkan kirim foto-nya via email untuk sy lihat apakah Larva migrans ataukah bukan.
Trims
Dok…
Maaf lama baru respon lagi.. hehehe… Saya mau menginformasikan kalau setelah 3 hari minum albendazole, pada hari ke – 4 saya amati pergerakan cacingnya berhenti dan warna mulai berubah jadi merah tua cenderung kecoklatan. Sekarang malah sudah mulai tidak teraba biarpun masih terlihat warnanya. Terima kasih lho dok, atas infonya yang sangat bermanfaat….
@ aphiet93:
Maksih juga telah berbagi.
Moga sehat selalu…
Cak,sy tdk menjumpai larva migran ini di anak saya,tp disekolahnya ada program pemberian obt cacing,obatx mlh 2 sekalian ,pyranthel pamoat ma albendazol.
Mlm 1 minum pyrntl lha ko trus gatelen. 2 mlm brkutnya albendazolenya, eh mlh tambah jd kyk alergi. Saking mumetnya saya kasih CTM, gmn itu cak ? Maap mlenceng ptnyaanx. Trims.
@ Nanirani:
Di sekolah emang ada program pencegahan cacing dengan obat-2 tersebut.
Ibu udah bener, CTM merupakan antihistamin ringan untuk meredakan alergi or gatal. Jadi, gakpapa diberikan CTM.
Trims
Dokter saya mau tanya kalo dikota medan dimana cari obat2an itu?dan penyemrot dinginnya beli dimana?soalnya ada orang terkena seperti ini dan apabila discan bisa nampak cacingnya gk ya?atao discan juga tetap tidak dapat nampak cacingnya?
tolong dibalas segera ya email saya LuphLy87@yahoo.com TQ
@ LuphLy:
Penyemprot udah gak dipakai untuk ngobati Larva migrans, silahkan baca lagi artikel di atas.
Obatbya adalah albendazole 400 mg diminu 1×1 selam 3 hari, lantas ditunggu hingga 7-10 hari maka biasanya cacing tersebut akan musnah.
Scan ? untuk apa ? …. kalo hanya meriksa Larva migrans aja pake scan, ntar dokter ahli Radiologi pasti ketawa ngakak … hehehe… penyakit macam gini cukup dilihat oleh mata seorang dokter. Dg melihat, dokter akan tahu penyakitnya, sedangkan cacing dapat diperiksa melelui mikroskop. Tapi pemeriksaan melalui mikroskop hanya dilakukan untuk penelitian.
Trims
obat Albendazole dapat dibeli dimana ya dok?soalnya ada teman saya yg kena uda makan obatnya gk mempan juga.saya dikota medan kira2 dimana dapat dibeli obatnya ya?
@ LuphLy:
Albendazole dapat dibeli di apotik manapun. Apalagi di Medan yg notabene kota besar …
Trims
Cakmoni.. Apakah cacing kulit ini bisa kambuh-kambuh lagi? Anak saya kok sampe 2 kali nih kambuh. Kalo yg pertama cacingnya terlihat spt gambar tp yg skg menonjol saja spt luka kecil yg tidak sembuh2 krn terus digaruk. Apakah hrs ke dokter atau bisa kita minumkan sendiri dg dosis spt apa? Anak saya 5tahun beratnya 27kg. Mohon saran dok? Makasi ya..
Apaka
Dok.. Anak saya 27kg beratnya. Umur 5 tahun. Dosisnya bagaimana dok? Makasi
Dok.. Skg makin serem soal filariasis.. Utk pencegahan obatnya apa dok? Anak saya 3th beratnya 23kg yg 5tahun 27kg.. Makasi dok
@ elly husin:
Cacing kulit (larva migrans cutaneous atau creeping eruption) gak akan kembuh, kecuali terinfeksi lagi saat anak bermain di tanah, pasir atau rerumputan. Infeksi ulangan disebut reinfeksi.
Jika umur udah lebih 2 tahun, dan berat badan lebih 20 kg, dosis obatnya sama dengan dewasa, yakni Tablet Albendazole 400 mg, diminum 1×1 selama 3 hari.
Setelah itu ditunggu sekitar 7 – 14 hari, maka cacingnya akan mati.
Untuk menanggulangi gatalnya cukup dengan syrup polamec, diminum 3×1 sendok takar (jika gatal aja).
Adapun luka kecil akibat garukan, dapat diobati dengan salep antibiotika, misalnya: gentamycin (gentiderm, dll), dioleskan 3 kali sehari hingga mengering.
Trims
Cak, kalau pasir di pantai, juga ada larva cacing ini juga ngga?
Soalnya dari pengalaman beberapa teman, anaknya terkena larva migrans(kalo di Bpn lebih terkenal cacing pasir deh) setelah bermain pasir di bak pasir sekolah. Belum pernah dengar ada yg kena setelah main pasir di pantai.
Rasanya cacing ini lebih terkenal di Kaltim ya. Atau di daerah lain juga ada?
Wah, jadi khawatir nih mau ngajak anak-anak main ke pantai lagi. Lha wong mereka senengannya main ditimbun pasir badannya. Biasanya sih kalau lagi ke pantai saya larang mereka main di pasir yg dekat tempat parkir karena terlihat jelas lebih kotor.
Suwun Cak infonya..
@ Rose:
Bisa. Pasir apa aja bisa sebagai media larva cacing asalhkan cocok dengan lingkungan yang diperlukan untuk berkembangbiaknya larva cacing.
Bukan hanya di Kaltim tapi di seluruh belahan dunia, kecuali di kutub dan di padang pasir…hehehe. Buktinya yang nanya dan minta rekomendasi obat, justru sebagian besar dari luar Kaltim. Mungkin orang kaltim belum biasa diskusi lewat internet
Trims
Asslamualaikum Cak…..
Sy mau ikutan konsul nih….
Saat ini kayaknya sy menderita penyakit jenis ini. Gejalanya sy rasakan sehari setelah sy mengerjakan bgian belakang rmh saya. tepatnya tpt tgl 21 Des 2009 lalu. Awalnya cuma bintik merah kecil pada sisi jari manis spt digigit serangga rasanya gatal sekali yg selang beberapa hari ada bintik itu membesar dan kemudian menjalar ke telapak tgn membuat garis yg tdk bereturan/berkelok2. Pada bagian yg ditnggalkan ada cairan bening, yg ini mungkin akibat digosok/garukkan. Skrg kalo diukur2 mgkn panjangnya sdh mencapai 10cm. Gambar/Foto sy lampirkan pd email Cakmoni.
Apa benar pnykt sy ini adalah penyakit Cacing kulit?
Saat menulis ini sy sudah mengkomsusi 2 tablet ALBENDAZOLE.
APA obat ini jenisnya obat kunyah ya Cak?
itu saja cak…:)
Thanks a lot ya cak…..
@ Aresade:
Assalamu’alaikum…
Foto udah saya terima…makasih.
Bener, penyakit tersebut adalah Creeping Eruption atau Cutaneous Larva Migrans atau saya sebut Cacing kulit agar lebih mdah diingat.
Obatnya juga bener, yakni Albendazole 400 mg, diminum 1×1 selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu ditunggu sekitar 7-10 hari.
Jika dalam 2 minggu masih belum sembuh, albendazole dapat diulang dengan dosis dan cara yang sama setelah 2 minggu dari pemberian obat pertama.
Jawaban selengkapnya akan saya tulis via email.
Trims
Wass
Assalmu’alaikum……..
CAkmoki………Setelah saya minum albendazole yg ketiga perjalanan si cacing terhenti, dan berangsur sembuh walau masih meninggalkan bekasnya saja.
Saya ingin ngucapin terimakasih banyak ya Cak atas bantuan juga info yg byk manfaatnya.
Skali Trimaksih……..
Wassalam
@ Aresade:
Assalamu’alaikum…
Sama-sama… terimaksih juga telah berbagi
Wassalam